Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 88


__ADS_3

Reyhan dan Amang kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka pergi menuju kantin yang ada di kantor tersebut.


Sesampainya di kantin, keduanya memesan makan dan minuman untuk mengisi perut kosong mereka. Terlihat Amang yang melahap dengan cepat makanan yang ada di piringnya.


"Pelan-pelan Mang, kamu itu lagi makan bukannya lomba lari!!"tegur Reyhan.


"Halah sok-sokkan negur, kamu aja lari dari kenyataan kagak bisa"jawan Amang tidak menyaring omongannya itu dan tak menghiraukan teguran dari Reyhan.


Reyhan terdiam sejenak.


Kebiasaan, Amang tidak pernah berpikir dalam berucap. Ia tidak pernah berpikir ucapan yang dilontarkannya itu akan menyakiti hati orang lain.


"Baper anak monyet," ucap Amang lagi saat melihat Reyhan yang terdiam.


Sontak saja Reyhan mengerutkan dahinya," gak baper aku, dah biasa aku diledekin kamu kayak gini!" jawab Reyhan menepis perkataan Amang.


Reyhan kemudian melanjutkan makannya dan masa bodo dengan Amang yang makan dengan terburu-buru itu.


"Semoga saja manusia ini keselek sendok,"batin Reyhan berguman dalam hati.


"Han..."sapa wanita dengan suara yang begitu familiar ditelingannya.


"Untuk apa kamu kesini?" bukannya mempersilahkan sang calon istri untuk duduk, Reyhan malah langsung menyodorkan dengan sebuah pertanyaan.


"Nih makan siang buat kamu"Mawar kemudian meletakkan kotak makan itu di atas meja.


Terlihat sorot mata Reyhan yang mengisyaratkan kerisihannya terhadap sikap Mawar.

__ADS_1


"Harusnya kamu tidak usah repot-repot seperti ini, aku sudah makan."Ucap Reyhan.


"Berarti aku telat nganterinnya,"ucap Mawar cemberut.


"Gimana kalau Amang yang memakannya? seperti sobat ku ini masih memerlukan transferan nasi ke dalam perutnya."Tawar Reyhan.


"Nah bener tuh, ternyata sahabat ku ini peka juga yah hahaha" Amang membuka dengan cepat kotak makan tersebut, padahal Mawar belum mengiyakannya.


"Ehh tapi..."Mawar tak melanjutkan kalimatnya lagi setelah melihat Amang yang sudah melahap makanan yang dibawanya.


"Tidak apa-apa kan Nona?"tanya Amang memastikan disela-sela makannya.


Mawar kemudian tersenyum,"iya tidak apa-apa"


Mawar kemudian mengalihkan pandangannya pada Reyhan.


"Malam ini? ada acara apa?"bingung Reyhan yang sama sekali melupakannya.


Mawar menghembus nafasnya lumayan lama, ia tidak habis pikir dengan calon suaminya yang melupakan acara itu.


"Entar malam orang tua aku akan ke rumah kamu untuk membahas rencana pernikahan yang akan dipercepat."Jelas Mawar pajang kali lebar.


Reyhan terdiam. Ia baru mengingatnya.


"Oh iya-iya,"balas Reyhan dengan anggukan kepala.


"Kamu malam ini jangan lembur yah,"peringat Mawar. "Aku pulang dulu yah,"Mawar berpamitan dan melangkah pergi dari kantor.

__ADS_1


"Huufftttt...."Hembusan nafas berat yang dikeluarkan oleh Reyhan. Ia kemudian mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Eh jangan nyari kutu di sini, kena makanan aku nih!"celetuk Amang.


"Resek kamu Mang!"kesal Reyhan.


"Idih kok ngamok!"ucap Amang. "Aku liat-liat kamu kayak gak suka sama si Mawar, kalian lagi marahan?"tanya Amang.


"GAK,"ketus Reyhan.


Amang kemudian menaikkan salah satu alisnya,"kamu itu jadi cowok konsisten dong, menurut kamu siapa yang pantas buat diperjuangin?! jangan menye-menye doang!"


Terkena angin apakah Amang, hari ini kata-katanya sedikit bermutu dari biasanya.


"Aku itu susah Mang ngambil jalan..."lirih Reyhan.


"Ya kalau susah ngambil jalan, kamu tinggal minta peta aja sama si Dora, ahahahaha" sambung Amang dengan lelucon.


Reyhan yang tadinya akan menceritakan semua kegundahan hatinya pada Amang sontak diurungkannya.


"Dasar Babi kamu Mang!!"decak kesal Reyhan.


Saking kesalnya, Reyhan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan terdengar sangat kasar ditelinga.


Reyhan langsung pergi meninggalkan Amang yang masih entengnya tertawa. Amang memang pilihan yang tidak tepat untuk bertukar pikiran.


"Jangan toxic, anjing."Jawab Amang santai.

__ADS_1


__ADS_2