Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 86


__ADS_3

1 minggu kemudian....


Ben meminta Alea untuk membujuk Clarya tinggal bersama mereka. Ben mengatakan jika dirinya tidak keberatan Clatya tinggal.


Ben dan Alea datang ke rumah Clarya. Di rumah tidak ada siapa-siapa. Alea dan Ben bingung mencari.


"Sayang, bagaimana ini?" Alea panik.


"Kita cari dulu di sekitar sini. Ayo...," ajak Ben.


Alea dan Ben berkeliling halaman rumah, Clarya tidak ada. Mereka melanjutkan mencari di sekitar rumah. Tidak jauh dari rumah Clarya. Ben melihat dari jauh Clarya berjalan dengan langkah lemas hendak menyebarang jalan menuju taman.


"Oh, tidak!" Seru Ben.


"Ada apa?" Tanya Alea bingung.


Alea kaget melihat Clarya yang ingin menyebarang jalan. Keadaan jalan ramai saat itu. Ben segera berlari meninggallan Alea dan menghampiri Clarya.


Ben melihat Clarya sudah menyebarang, Ben melihat juga ada mobil yang hendak melintas.


"Tidak boleh, Clarya...," teriak Ben yang langsung berlari memeluk dan menyelamatkan Clarya.


Ben dan Clarya terjatuh. Clarya kaget, menatap Ben.


"Paman Ben," panggil Clarya.


Ben tersenyum, mangatur napasnya naik turun. Ben memegang tangan Clarya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ben perlahan bangun dan duduk.


Clarya menangis dan memeluk Ben, "maaf...," ucap Clarya dengan menangis tersedu.


Clarya tersadar jika apa yang di lakukannya sangatlah bahaya. Clarya menyesal sudah membuat Ben terluka.


Lampu hijau menyala, Alea bergegas menghampiri Ben dan Clarya.


"Ben, kau baik-baik saja? Clarya?" Panggil Alea.


Clarya melepaskan pelukan dan menatap Alea. Alea membantu Clarya berdiri.


"Kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya Alea khawatir, membolak balik tubuh Clarya.


"Aku tidak apa Ma, Paman lah yang terluka. Maafkan aku Ma...," jawab Clarya.


Alea menatap Ben, "sayang kau baik-baik saja?" Tanya Alea,


Alea kaget melihat darah di wajah Ben.


Ternyata Ben teluka, kepala Ben terbentur dan berdarah, ada luka di siku juga. Alea segera membawa Ben kerumah sakit, takut terjadi apa-apa.


***


Dirumah sakit, Ben segera di tangani. Alea dan Clarya menunggu di luar ruangan.


"Lagi-lagi seperti ini. Maaf Ma," seru Clarya.


Alea merangkul Clarya, "tidak apa, jangan menyalahkan diri sendiri. Kau kenapa keluar rumah? Bukankah Mama sudah bilang, Mama akan datang?" Tanya Alea.


"Aku ingin ke taman Ma, aku ingat Papa."


"Mama dan Paman Ben datang untuk menjemputmu. Paman Ben meminta Mama mebujukmu agar mau tinggal bersama kami. Dia selalu cemas sejak kau pergi, dua hari tinggal bersama sudah membuatnya terkesan. Sepertinya, Ben menyukaimu. Ben sayang padamu seperti putrinya sendiri."


Clarya kaget, "benarkah itu Ma? Paman Ben ingin aku tinggal?" Tanya Clarya tidak yakin.


Calrya merasa tidak enak hati saat tinggal di mansion Ben. Makan dari itu Calrya memutuskan pulang kembali ke rumah, setelah dua hati tinggal. Clarya senang sebenarnya, Ben baik padanya. Clarya tidak ingin di tuduh sebagai pencuri, pencuri kasih sayang dan cinta yang tak seharusnya. Clarya takut Agnes berpikir buruk tentangnya.


Dokter keluar dan mengizinkan Alea juga Clarya masuk. Dokter mengatakan jika Ben boleh dirawat jalan. Meski luka tidak serius tetap harus minum obat dan melakukan pemeriksaan setelah seminggu. Alea menviyakan pernyataan Dokter. Segera Alea dan Clarya masuk dalam ruangan.


Ben terlihat duduk bersandar. Ben senang melihat Alea dan Clarya.


"Hai, kau tidak apa-apa sayang?" Tanya Ben pada Clarya.


Clarya mengangguk, "aku baik, Paman maafkan aku."


Ben tersenyum, "untuk apa? Ini hanya luka kecil. Anggaplah seperti Papa yang menyelamatkan putrinya," jawab Ben.


Clarya terharu, mendekat dan memeluk Ben. Ben mengusap kepala dan punggung Clarya.


"Maafkan aku, aku sungguh menyesal. Maaf," ucap Clarya penuh penyesalan.


"Kau tidak bersalah, lupakan saja. Oke?" Jawab Ben menenangkan Clarya.


Ben melepas pelukan, menyeka air mata Clarya. Ben menatap mata Clarya dalam-dalam.


"Tinggallah bersama kami. Kau adalah bagian dari kami, kau adalah keluarga kami. Kau putri Alea, yang berarti juga putriku. Kau boleh memanggilku Papa jika kau mau. Panggilan Paman terasa aneh," jelas Ben.


"Bolehkah?" Tanya Clarya.


Ben mengangguk, "tentu boleh. Jika kau mau, aku akan mengadopsimu. Menjadikanmu anakku," jawab Ben serius.


Clarya tersenyum, "aku senang, aku bisa punya keluarga. Terima kasih. Papa," Lirih Clarya.


Alea tersenyum senang, diluar dugaannya. Clarya ternyata mau menerima Ben. Clarya mau menerima Ben, karena Ben begitu baik dan tulus. Ben tidak pernah menilai semua keburukannya. Ben hanya melihat Clarya sebagai putri yang patut di lindungi dan di jaga.


***


Di Mansion. Agnes, Kenneth dan Kenzo datang. Agnes memeluk Ben dan menanyakan kabar Ben. Agnes merasa sedih melihat Papanya terluka.


"Papa, jangan ceroboh lagi."

__ADS_1


"Oke, maafkan Papa. Ini hanya luka kecil," jawab Ben.


"Bukan soal luka bsar atau kecil, keselamatan Papa lah yang terancam. Jika ada apa-apa pada Papa, bagaimaba?" Jelas Ages.


"Maaf, Papa tidak berpikir jauh."


"Aku lah yang bersalah, Agnes. Maaf membuat mu kesal. Jika kau ingin marah, marah saja padaku. Jangan pada Papa Ben," sambung Clarya yang baru saja datang.


Agnes mengerutkan dahi, "pa-papa?" Agnes menatap Clarya lalu menatap Ben. Agnes bingung, sejak kapan Clarya memanggil Papanya, Papa.


"Papa akan mengadopsi Clarya. Kau tau kan, dia tidak punya siapa-siapa lagi selain Mamamu. Kau tidak keberatan kan?" Tanya Ben menatap Agnes.


Agnes tersenyum, "bagaimana bisa keberatan? Clarya adalah putri Mama, Mama adalah istri Papa, dan Aku adalah putri kalian, yang artinya Clarya adalah saudariku bukan? Itu lebih baik dari pada Kakak tinggal sendiri. Setidaknya Kakak bisa merasakan keutuhan keluarga."


Clarya kaget dengan ucapan Agnes. Agnes memanggilnya Kakak. Clarya senang, ternyata pemahamannya mengenai Agnes salah. Clarya awalnya menduga, Agnes akan menentang keputusan Ben. Tidak disangka Agnes justru menerima dengan senang hati.


"Clarya, kemarilah. Duduk di samping Papa."


Clarya mengangguk, duduk di sisi kiri Ben. Di sisi kanan sudah ada Agnes. Ben merangkul Clarya bersamaaan dengan Agnes. Ben mencium kening Agnes dan Kening Clarya bergantian.


"Papa sayang kalian. Putri-putriku," seru Ben.


"Lalu aku?" Sambung Alea yang berdiri di hadapan Ben.


Ben tersenyum, melepas tangannya dari Agens dan Clarya lalu menarik Alea dalam pangkuannya. Alea kaget, lalu meronta ingin dilepaskna.


"Kau segalanya bagiku, sayang. Kau tidak akan pernah tergantikan," ucap Ben memeluk erat Alea.


Clarya dan Agnes tertawa, merasa malu sendiri. Agnes dan Clarya saling memandang dan tersenyum. Agnes berdiri dan berjalan meninggalakan Ben dan juga Alea. Clarya mengikuti Agnes.


Clarya dan Agnes berjalan-jalan di halaman belakang mansion.


"Agnes," panggil Clarya.


"Ya," Jawab Agnes.


"Maafkan aku untuk semua kesalahanku. Aku sangat menyesal," ucap Clarya mengakui kesalahan.


Agnes menghentikan langkahnya, menatap Clarya dan tersenyum.


"Maafkan aku juga, sikapku, ucapanku. Sungguh aku juga menyesal."


Clarya tersenyum, Clarya memeluk Agens. Clarya dan Agnes saling berpelukan dan menangis haru. Selang beberapa lama, mereka melepas pelukan dan saling menyeka air mata. Agnes dan Clarya kembali saling tersenyum.


***


Agnes dan Kenneth datang ke pemakaman. Tiba-tiba saja Agnes ingin menemui Jimmy. Agnes meletakan buket bunga di atas nisan Jimmy. Agnes tersenyum melihat foto Jimmy.


"Hai Jimmy, aku datang mengunjungimu. Sudah lama sejak terakhir kali aku datang bukan? Kau merindukanku? Aku selalu merindukanmu. Kau memiliki tempat istimewa di hati ini. Terima kasih untuk semuanya, Jimmy. Keputusanmu tidak mengecewakan. Kau memilih Adikmu sebagai penggantimu. Menjaga dan melindungiku. Aku bahagia sekarang, sangat bahagia. Aku harap kau juga bahagia disana," batin Agnes. Air mata Agnes tiba-tiba saja jatuh.


"Kak, apa kau melihat kami saat ini? Aku datang Kak, aku merindukanmu. Terima kasih sudah memaksaku saat itu. Kini aku baru menyadari sebagai suami pengganti, aku sangatlah beruntung. Aku akan berusaha dengan baik menjaga dan melindungi Agnes, Kak. Kami juga sudah memiliki Putra sekarang. Aku harap Kakak tenang disana," batin Kenneth.


Kenneth mendekat dan mencium kening Agens, "aku menyayangi dan mncintaimu."


Agnes memeluk Kenneth, "aku juga. Aku menyayangi dan juga mencintaimu, Ken."


Kenneth dan Agens melepas pelukan dan pergi. Di tengah jalan menuju parkiran, Agnes dan Kenneth bertemu Otniel dan Jesika.


"Hai Otnie, hai Jesi," sapa Agnes.


"Agnes, aku rindu padamu."


"Aku juga, dimana Sarah?" Tanya Agnes.


"Kami hanya berdua saja, Sarah ada bersama Bibi Elmia di rumah."


"Mama datang? Kerumahmu?" Tanya Kenneth.


"Iya Ken, Mamamu datang mengunjungi kami. Kalian baru dari?" Tanya Otniel.


"Aku dan Agnes baru mengunjungi Kakakku."


"Oh," Otniel ber-oh ria.


"Agnes, apa kau tau? Aku akan memiliki bayi," ungkap Jesika.


"Wah, hebat. Selamat ya, Jesika, Otnie."


"Luar biasa. Kau sungguh luar biasa kawan," puji Kenneth.


"Oh, pasti. Bagaimana dengan kalian?" Sindir Otniel. Otniel menggoda Agnes dan Kenneth.


"Sayang, apa yang kau lakukan. Jangan begitu," ucap Jesika menyiku perut Otniel.


"Kami, kami masih berusaha. Iya kan, sayang?" Jawab Kenneth malu-malu.


Agnes tersenyum tipis, tubuhnya merasa tidak enak. Tiba-tiba saja rasanya ingin mual. Agnes menutup mulutnya dengan tangan.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya Kenneth khawatir.


Otniel dan Jesika saling memandang, "jangan, jangan...," seru Otniel dan Jesika bersama-sama.


Kenneth melebarkan mata, "jangan-jangan apa? Kalian jangan menakutiku."


Jesika tersenyum, "bawa Agnes kerumah sakit. Kau akan tau nanti."


"Rumah sakit?" Ulang Kenneth.


Kenneth dan Agnes berpisah jalan dengan Jesika dan Otniel. Kenneth membawa Agnes kerumah sakit untuk di periksa. Kenenth takut terjadi apa-apa pada Agnes. Kenneth begitu panik, sementara Agnes hanya bersikap tenang. Sepertinya Agnes tau apa yang terjadi.

__ADS_1


***


Dirumah sakit, Kenneth mondar mandir menunggu Agnes. Kenneth memikirkan ucapan Jesika.


"Jesika tersenyum, tidak mungkin hal buruk kan? Ahh, apa yang terjadi sebenarnya?" Gumam Kenneth merasa kesal.


Tidak beberapa lama Agnes keluar. Agnes langsung memberikan hasil laporan pemeriksaan pada Kenneth. Kenneth membaca laporan pemeriksaan Agnes, senyumnya mengembang.


"Ah, pekerjaanku tidam sia-sia."


Agnes menutup mulut Kenneth dengan tangannya sesegera mungkin. Agnes merasa malu Kenneth mengatakan hal seperti itu.


Kenneth melepas tangan Agnes, "kenapa? Kau malu?" Tanya Kenneth menggoda.


"Jangan bicara sembarangan," lirih Agnes.


Kenneth mengangguk, "baik, baik, aku akan hati-hati bicara."


Kenneth dan Agnes akhirnya pulang. Saat di dalam mobil, mereka hanya saling diam. Sampai pada akhirnya Kenneth mengusap kepala Agnes.


"Jika dulu, aku tidak bisa menjagamu saat kau hamil Kenzo. Kali ini aku akan menjagamu baik-baik. Aku akan menebus semuanya Agnes," ucap Kenneth.


"Terima kasih, Ken. Aku senang ada aku yang akan menjagaku."


Kenneth menatap Agnes, Agnes menatap Kenenth. Mereka saling menatap dalam. Kenneth meraba wajah Agnes. Menahan tengkuk leher Agnes, lalu mencium bibir Agnes. Agnes mengalungkan tangannya keleher Kenneth, membalas ciuman Kenneth.


Tamat.


Hallo semua, wah tidak terasa sudah smapai akhir cerita. Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mengikuti dari awal hingga akhir cerita ya. Semoga puas dengan cerita yang saya suguhkan. Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, typo dan kata-kata yang kurang rapih.


Sampai jumpa di karya-karya saya selanjutnya, sampai jumpa semua.


Da-dahh....


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2