Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 74


__ADS_3

Di sebuah ruangan, Agnes membantu Kenneth berganti pakaian.


"Kau seharusnya tidak perlu seperti itu. Jika dia menyiramku aku pasti akan balas."


Kenneth memeluk Agnes, "tidak boleh ada yang mengganggumu selain aku."


Agnes tersenyum, "terima kasih, kau sudah mau membelaku."


Agnes mengeratkan pelukan, Agnes memejamkan mata merasakan hangatnya pelukan Kenneth.


Ponsel Agnes berdering, Agnes kaget lalu melepas pelukan. Agnes meraih tasnya, mengeluarkan ponselnya. Agnes mendapat panggilan dari Ben, Agnes menatap Kenneth lalu menerima panggilan Ben.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Pa?" Jawab Agnes menerima panggilan.


"Agnes, kau dimana?" Tanya Ben.


"Aku menemani Ken berganti pakaian di ruang ganti. Ada apa Pa?"


"Oh, tidak ada apa-apa. Hanya saja Papa ingin tahu kau dimana."


"Kami sudah selesai Pa, kami akan segera menemui Papa. Maaf merepotkan Papa menjaga Kenzo."


Agnes mengakhiri panggilan Ben. Kenneth memegang tangan Agnes dan bertanya.


"Ada apa?" Tanya Kenneth.


"Tidak ada, mungkin Kenzo sudah bertingkah. Hanya saja Papa enggan bicara. Ayo cepat, kita harus segera kembali."


Agnes memasukan ponselnya ke dalam tas. Dan membawa tas lain berisi pakaian Kenneth yang kotor. Agnes dan Kenneth bersama-sama keluar dari ruang ganti. Mereka berjalan berjalan menuju aula utama untuk melanjutkan pesta yang belum usai.


--


Dikamar, Clarya membanting semuanya benda. Clarya memporak -porandakan isi kamarnya. Clarya kesal, Clarya jengkel.


"Agnes si*lan! Aku akan benar-benar menghancurkanmu nanti. Jangan kau kira aku tidak berani padamu."


Clarya meratakan semua hiasan diatas mejanya. Hiasan itu beberapa jatuh ke lantai dan pacah. Clarya terus mengumpati Agnes, Clarya sungguh ingin menyingkirkan Agnes.


Clarya mengepalkan tangannya, "lihat saja, aku akan melenyapkanmu! Agnes, Agnes, kau belum tahu siapa Clarya. Kau boleh sombong, saat matamu tertutup selamanya apa kau masih bisa bicara? Saat itulah aku akan menjadi Nyonya Alexander. Apapun yang terjadi, aku harus memiliki Kenneth."


Clarya mengatur napasnya, mencoba menenangkan diri. Clarya akan bersikap buruk saat marah, Clarya belum puas jika belum membuat kamar atau ruangan menjadi acak-acakan. Clarya melangkah masuk ke dalam kamar mandi, Clarya ingin mandi dan berendam air hangat. Clarya ingin menenangkan diri dan menyusun rencananya.


--


Pesta telah usai. Saat ingin kembali pulang, Kennet dan Agnes kembali bertemu Otniel dan Jesika. Mereka saling menyapa satu sama lain.


"Hallo Kenzo. Wah semakin tampan," puji Jesika saat melihat Kenzo di gendong oleh Agnes.


"Terima kasih Bibi Jesi," jawab Agnes mewakili Kenzo.


Kenneth mendekat dan melihat Sarah, "hai Sarah. Sudah lama tidak bertemu Paman. Kau tidak rindu?" Ucap Kenneth tersenyum mengelus kepala Sarah.


Sarah tersenyum menatap Kenneth seakan merespon ucapan Kenneth. Otniel dan Jesika saling memandang, mereka seakan saling memeberi isyarat. Mereka hendak menayakan perihal kejadian sebelumnya, dimana ada wanita misterius yang mengaku dekat dengan Kenneth.


Kenneth mengalihkan pandangannya kepada Otniel dan Jesika yang saling menatap. Kenneth merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Ada apa? Kenapa kalian saling menatap seperti itu?" Tanya Kenneth pada Otniel dam Jesika.


"Ehem...," Otniel berdehem, "begini Ken, Agnes, maaf jika pertanyaanku akan menyinggung. Saat kalian pergi setelah memberi ucapan selamat, wanita itu mengadu pada kami. Dia mengatakan jika Kenneth adalah prianya."


"Ah, si muka dinding?" Jawab Agnes.

__ADS_1


Jesika dan Otniel kembali saling menatap dan mengangguk bersamaan.


"Maaf Agnes jika kau tersinggung. Kami hanya ingin menyampaikan apa yang kami dengar. Siapa wanita itu?" Tanya Jesika ingin tahu.


"Dia adalah Clarya Robie. Ntah wanita itu datang dari mana tiba-tiba saja menggodaku dan merayuku. Aku sudah menolaknya dan dia masih saja mencoba mendekatiku. Tadi dia juga menganggu Agnes," jelas Kenneth.


"Kau harus hati-hati jika begitu Ken. Percaya tidak percaya, biasanya wanita seperti itu akan melakukan apa pun demi tujuannya. Bisa saja dia juga akan melakukan hal-hal gila atau berbahaya. Kalian harus bisa jaga diri," Kata Otniel menasihati.


"Terima kasih Otnie, kami akan ingat ucapanmu. Kamu senang kau mau mengingatkan kami," jawab Agnes tersenyum.


"Ya, sama-sama. Aku berharap kita semua selalu jauh dari hal buruk dan kita selalu bahagia."


"Semoga saja, sudah sore kami akan pulang lebih dulu. Kami akan kirim hadiahmu esok. Jangan menolak apa yang akan kami berikan. Oke?" Ucap Kenneth.


"Jangan membuatku penasaran, katakan apa hadiahnya?" Tanya Otniel.


"Apa ya? Hm..., mungkin saja setelah menerima hadiah kami, Sarah akan punya Adik. Bukan begitu Ken?" Agnes menatap Kenneth. Agnes dan Kenneth menggoda Otniel.


Otniel mengerutkan dahi mencerna ucapan Agnes. Otniel bingung, tidak mengerti maksud Agnes. Begitu juga Jesika, Otniel dan Jesika hanya bisa menebak-nebak apa yang akan diberikan Kenneth dan Agnes. Kenneth dan Agnes pun akhirnya pergi setelah berpamitan.


Ben dan Alea ada di dalam mobil di parkiran. Mereka melihat Agnes dan Kenneth melambai pada Jesika dan Otniel. Kenneth, Agnes dan Kenzo masuk kedalam mobil dan melesat pergi. Begitu juga Otniel, Jesika, dan Sarah yang masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan gedung tempat digelarnya pesta pernikahan.


"Kita tidak pulang? Masih menunggu apa?" Tanya Alea pada Ben.


Ben meghela napas, "menunggu informasi."


Alea tidak mengerti informasi apa yang ditunggu suaminya. Alea hanya bisa menunggu seperti apa yang di lakukan Ben.


Tok....


Tok....


Kaca mobil di ketuk, Ben menurunkan kaca mobil dan melihat orangnya berdiri diluar mobilnya.


"Tuan...," sapanya pada Ben.


Seseorang tersebut membungkukkan badannya, "wanita yang Anda lihat bersma Nona adalah Clarya Robie. Putri tunggal Charlie Robie. Sejak kecil Charlie memanjakan Clarya, sehingga tidak bisa menolak semua keinginan Clarya. Clarya ingin mendekati Tuan Kenneth, minggu lalu datang ke kantor Tuan Kenneth dan menggoda Tuan Kenneth. Sepertinya Clarya ingin menggeser posisi Nona, Tuan."


Seseorang itu menceritakan semua informasi yang dia dapatkan. Saat mendengar informasi tersebut, tidak tahu mengapa tiba-tiba saja Alea menjadi gugup. Ales mengepalakan kedua tangan di atas pangkuannya. Gelagatnya seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.


"Siapa Charlie Robie? Aku tidak pernah dengar nama Robie di kota ini. Dia pasti bukan orang biasa, selidiki dia."


"Charlie Robie merupakan pembisnis asal luar negeri. Dia tinggal di luar kota saat datang ke Inggris, dan perusahaan yang ada di Inggris masih baru dirintisnya. Bisnisnya disini tidak selancar pusatnya di luar negeri. Oleh karena itu mereka berusaha mendekati perusahaan-perusahaan besar untuk bekerja sama. Kemungkinan itulah yang mendorong Clarya melemparkan diri pada Tuan Kenneth."


"Oh, begitu! Selidiki siapa Charlie Robie. Keluarganya, latar belakanganya, semuanya. Jangan sampai ada yang terlewat. Aku ingin tahu hasilnya besok pagi, kau paham?" Kata Ben dengan tatapan dingin pada seseorang di luar mobilnya itu.


Seseorang itu menganggukkan kepala, "baik Tuan. Saya akan lakukan sesuai perintah Anda."


"Pergilah!" Ben menaikan kembali kaca mobilnya, "ayo jalan...," perintah Ben pada supirnya.


Ben duduk tenang, Alea masih terlihat gelisah. Keringat dingin keluar membasahi dahinya. Ben melihat Alea yang gugup pun bertanya.


"Ada apa, Alea? Apa kau sakit?" Tanya Ben.


Alea menunduk, "tidak apa. Aku baik-baik saja."


"Aneh sekali, ada apa dengan Alea?" Guman Ben dalam hati.


"Bagaimana ini, kenapa dia harus kembali muncul? Charlie Robie, apakah kau masih ingin mencariku? Clarya..., apa jangan-jangan dia putriku yang aku tinggalkan? Oh tidak, bagaimana ini semua terjadi?


Jika benar Clarya putriku, aku akan hancur. Ben pasti akan marah besar padaku. Tidak, aku harus temui Charlie dan minta penjelasannya!" Ucap Alea dalam hatinya.


Sepanjang perjalanan Alea memikirkan masa lalunya. Masa lalu yang selalu menghantuinya, masa lalu yang selalau disimpannya rapat, pada akhirnya akan terlihat oleh suaminya. Alea cemas, Alea sungguh ingin bahagia dan melupakan masa lalunya yang kelam.

__ADS_1


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2