Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 25


__ADS_3

Dikantor..


Agnes duduk di kursi kerjanya, Agnes sedang berbicara dengan temannya di telepon.


(Perbincangan di telepon)


"Ayolah nona cantik ikutlah bersama kami ke club." Teman Agnes merengek.


"Hei, aku sibuk bekerja. Lain waktu saja, oke?" Jawab Agnes.


"Kau sudah melupakan kami. Ayolah.." membujuk Agnes.


Agnes mengusap kepalanya lembut,


"Baiklah, aku hanya akan tinggal beberapa waktu saja." Jawab Agnes.


"Yeah.. akhirnya bujuk rayuku berhasil, thanks Agnes. Aku sungguh bahagia. Aku sangat-sangat senang." Ucap teman Agnes melampiaskan kebahagiaan.


"Aku sedang bekerja, kirim pesan padaku waktu dan tempatnya. Oke?" Agnes tersenyum, temannya sungguh sangat senang.


"Oke, oke, bye bye Agnes." Teman Agnes mengakhiri panggilan.


Agnes menatap layar ponsel dan mengirim pesan pada Kenneth, bertanya apakah Kenneth sudah makan siang atau belum, dan mengingatkan Kenneth untuk makan.


(Isi pesan Agnes)


"Ken, kau sudah makan siang? Jangan lupa makan walapun sesuap. Jaga kesehatanmu selalu."


Agnes mengirim pesannya dan meletakan ponselnya di meja. Tidak lama ponselnya bergetar, Agnes kembali mengambil ponselnya dan melihat. Kenneth membalas pesan Agnes, Agnes terkejut. Agnes melukis senyuman manis di bibirnya saat melihat balasan pesan dari Keenth.


(Isi pesan Kenneth)


"Oke, kau juga."


Walau jawaban yang sederhana setidaknya Kenneth menberikan jawaban dan tidak membuat Agnes banyak berfikir, bertanya-tanya dalam hati, terus memikirkan keadaan Kenneth.


"Aneh sekali, pria ini betubah begitu cepat. Apakah selama ini dia sangat sibuk hingga tidak bisa membalas pesanku? Tidak, tidak, pasti ada sesuatu yang aneh. Astaga.. apa yang aku pikirkan, lupakan Kenneth dan fokus bekerja. Kemajuan yang bagus jika Kenneth mau membalas pesanku. Aku tidak perlu khawatir dan cemas apakah dia sudah makan atau belum." Guman Agnes dalam hati.


Agnes menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam makan siang tiba. Agnes meletakan kembali ponselnya di meja dan berpaling pada komputer dihadapannya.


♡♡♡♡♡


Kenneth sedang berada di ruang rapat, Kenenth mendengarkan seseorang sedang melakukan presentasi, membahas sebuah kerja sama yang baru-baru ini dilakukan oleh perusahaan.


Drrttt


Drrrttt


Drrrttt


Ponsel Kenneth bergetar, Kenneth meraba saku jasnya dan mengeluarkan ponsel. Kenneth melihat Agnes mengirim pesan. Kenenth membuka pesan Agnes dan membaca pesan Agnes.


(Isi pesan Agnes)


"Ken, kau sudah makan siang? Jangan lupa makan walaupun sesuap. Jaga kesehatanmu selalu."


Kenenth senang dan tersenyum tanpa sadar. Jika sebelumny setelah membaca Kenneth langsung menghapus, kali ini Kenneth membalas pesan Agnes. Lenneth sempat kebingungan ingin membalas pesan seperti apa. Berkali-kali Kenneth menghapus pesan yang di ketiknya.


"Kau juga, aku akan makan nanti." Kenneth menggeleng dan menghapus pesannya.


Kenneth menulisnya lagi, "oke, kau sudah makan?" Kenneth menggeleng lagi dan menghapus pesan yang si ketiknya.


"Oke, kau juga." Kenenth tersenyum, "balas seperti ini tidak masalah kan? Jika aku bertanya macam-macam dan banyak bicara aku akan kehilangan mukaku." Ucap Kenneth dalam hati.

__ADS_1


Kenneth mengirim balasan pesan pada Agnes, ini pertama kalinya Kenenth membalas pesan pada Agnes. Kenneth tidaj menyaka akhirnya akan membalas peaan dari Agnes.


Kenenth kembali mendengarkan presentasi, tidak lama kemudian presentasi selesai. Kenenth berdiri dan bertanya.


"Apakah ada pertanyaan?" Uccap Kenneth dengan suara datar.


"Tidak,"


"Tidak,"


"Kami sudah memahaminya."


Kenneth menatap semua orang yang ada dihadapannya. "Baiklah, pertemuan kita akhiro sampai disini. Kerjakan tugas kalian masing-masing." Kata Kenneth sedikit lembut.


Kenneth pergi meninggalkan ruang rapat, semua kaget dan saling memandang. Biasanya Kenneth hanya akan diam dan tiba-tiba keluar dari ruangan tanpa bicara, hanya akan mengatakan ya atau tidak, oke dan hmm saja. Semua kebingungan, ini pertama kalinya Kenneth bicara panjang di hadapan banyak orang saat rapat.


Kenneth kembali ke ruanganya. Jam makan siang masih 30 menit lagi, sembari menunggu jam makan siang Kenneth bersantai sejenak.


-----


James Alexander (papa Kenneth) sedang duduk di ruangannya. Seseorang masuk dan menghampiri James di meja kerjanya.


"Ada apa? Langkahmu begitu cepat." Ucap James tanpa melihat orang yang berdiri dihadapannya.


"Tuan, saya baru saja mendapat informasi jika tuan Ken melakukan hal aneh." Jawab seseorang itu.


James menutup domumen di tangannya, dan menatap seseorang di hadapannya. "Apa maksudmu?" James mengerutkan dahinya, "bicara yang jelas, apa yang Ken lakukan." James penasaran.


"Seperti yang kita ketahui, tuan muda Ken tidak pernah banyak bicara saat berada di perusahaan, atau bicara pada rapat. Kali ini ada yang mengatakan jika tuan muda Ken bicara dan nada suaranya terdengar lembut.


James terkejut putra bungsunya adalah seorang yang berbeda. Tidak pernah mau banyak bicara dan tidak seramah mendiang putra sulungnya. Hanya Jimmy yang bisa berbaur dengan karyawan dan staf sehingga Jimmy di senangi semua orang. Berbeda dengan Kenneth, Kenneth hanya akan berdiam diri di ruanganya dan melakukan pekerjaannya.


Kenneth tidak peduli pada pendapat orang lain mengenai dirinya yang acuh dan enggan bicara dengan orang lain. Bagi Kenneth bekerja ya berkeja saja tidak perlu banyak bicara. Yang terpenting tugas dan pekerjaanya selesai dengan hasil yang baik dan memuaskan.


Setelah laporannya selesai, seseorang itu pergi meninggalkan ruangan. James tersenyum, setidaknya putranya masih punya hati dan perasaan. Bukan manusia batu yang tidak mempunyai rasa.


♡♡♡♡♡


Ben menemui Agnes di ruangannya. Agnes senang karena Ben datang menemuinya. Agnes memeluk Ben dan bertingkah kekanakan.


Ben duduk di sofa, Agnes duduk di samping Ben. "Papa tidak menghubungiku dulu ingin datang." Ucap Agnes.


"Hmm.. ini yang dimanakan kejutan." Jawab Ben.


Agnes merangkul lengan Ben, "aku merindukanmu pa." Agnes merasa senang papanya mau datang.


"Papa juga rindu, sangat rindu pada putri kesayangan papa. Ahh.. papa ada hal penting yang akan papa sampaikan. Papa mendapat undangan pergi ke pesta, sayang sekali hari yang di selenggarakan sama dengan pesta ulang tahun teman papa. Bisakah kamu datang ke pesta klien kita? Ini kesempatanmu menujukan diri, melihat dunia luar selain ruanganmu ini." Ucap Ben.


"Kapan itu pa? Apa ada undangan resmi?" Tanya Agnes.


"Tentu saja, kita adalah tamu spesial. Maka dari itu papa merasa tidak enak jika tidak hadir, disisi lain teman papa databg dan mengadakan pesta ulang tahun. Sebagai teman lama papa juga tidak bisa menolaknya bukan?" Ben menjelaskan.


"Baiklah, baiklah aku akan datang. Papa berikan saja undangannya padamu." Jawab Agnes.


Ben memberikan sebuah undangan pada Agnes, Agnes menerima dan meletakan di meja. "Papa bersenang-senang saja, mama akan ikut bersama papa kan?"


"Mamamu pasti akan ikut, terima kasih sayang sudah mau membantu papa." Ben mengelus kepala Agnes.


"Sama-sama papa, jangan seperti itu. Agnes lah yang seharusnya berterima kasih." Jawab Agnes memeluk Ben.


"Bagaimana dengan Kenneth? Apa dia melakukan hal yang sama setiap hari? Bagaimana bisa dia selalu mengabaikanmu? Papa akan memberinya hukuman." Ben kesal, Kenneth bersikap tidak baik pada putrinya.


"Papa.. jangan gegabah. Siapa yang mengatakan Kenenth seperti itu? Apakah bibi Hana? Papa dengarkan Agnes, Kenenth mungkin punya alasan mengapa seperti itu. Bisa dikatakan dia di jatuhi tanggung jawab yang besar yang sama sekali tidak diduga-duga. Wajar jika Kenneth seperti itu. Kenneth tidak menyukaiku, dan diminta menikah denganku oleh Jimmy, Kenneth juga pasti merasa tertekan. Biarlah pa, Agnes tidak mempermasalah itu. Yang terpenting Agnes akan menjalan tugas Agnes sebagai istri yang baik. Papa tidak perlu banyak berfikir macam-macam, oke?" Agnes berusaha menyakinkan papanya untuk tetap tenang.

__ADS_1


Ben mengehela nafas panjang, "baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Bicara pada papa jika kamu inginkan sesuatu. Jangan simpan bebanmu sendiri, masih ada papa dan mamamu yang mau mendengarkan keluh kesahmu." Jawab Ben.


"Terima kasih papa, papa dan mama yang terbaik. Agnes sayang papa." Agnes mencium kilas pipi Ben dan kembali memeluk Ben.


Meski memanjakan Agnes, Ben juga selalu mendidik Agnes dengan bijaksana. Mengarahkan dan selalu mengawasi Agnes, menjadikan Agnes wanita yang mandiri dan kuat. Ben tidak pernah melarang Agnes melakukan hal-hal yang diinginkan Agnes, selama Agnes tau batasan-batasan. Dan Agnes juga tidak pernah membuat ulah, Agnes mengerti dengan jelas jika dirinya masih harus menjaga nama baik keluarga.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2