
Kenneth dan Agnes mengadakan pertemuan bersama. Baby Kenzo untuk sementara di asuh oleh sekertaris Kenneth. Di perusahaan papanya, baby Kenzo di sukai banyak orang karena sangat lucu dan menggemaskan.
Di ruang rapat, suasana hening. Jarak duduk antara Agnes dan Kenneth tidak jauh. Agnes dan Kenneth fokus melihat dan mendengar rekaman video pendek yang sudah disiapkan.
Kenneth menatap Agnes sekilas, melihat istrinya begitu serius, muncul ide jahil di kepala Kenneth.
Kenneth menggeser tempat duduknya. Kenneth melepas sepatunya, dan menopangkan kakinya di pangkuan Agnes. Agnes kaget, memukul kaki Kenneth. Agnes menatap Kenneth. Kenneth mengalihkan pandangan menatap rekaman video.
"Pria ini membuatku gila, jika saja bukan pria yang aku cintai. Aku sudah pasti melebunya di perapian." Ucap Agnes dalam hatinya.
Kenneth mengusap telinganya yang gatal. "Oooh, kau mengumpatiku rupanya. Kau membuat telingaku gatal istriku. Awas saja, aku akan menerkammu nanti." Ucap Kenneth dalam hatinya.
Agnes mengabaikan Kenneth dan masih fokus pada pertemuan. Kenneth sedikit kesal, rencananya menjahili Agnes gagal.
Kenneth mengankat kakinya dan kembali memakai sepatunya. Kenneth juga fokus pada rapatnya.
10 menit kemudian..
Video selesai di putar. Agnes memberikan tepuk tangan, memuji hasil kerja yang dinilainya bagus dan sempurna.
Agnes dan Kenneth menandatangani berkas dokumen kontrak kerjasama. Setelah selesai tanda tangan, masing-masing menempel stempel di samping tanda tangan mereka, sebagai bukti pengesahan.
Agnes dan Kenneth berjabat tangan. Diiringi tepuk tangan semua staf yang hadir di acara rapat. Rapat pun selesai, Agnes dan Kenneth pergi meninggalkan ruang rapat sesegera mungkin.
Diruangan Kenneth.
Kenneth masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Sesaat kemudian Kenneth keluar dari kamar mandi, dan langsung menggendong baby Kenzo.
"Saya permisi tuan, nyonya." Kata sekertaris.
"Terima kasih sekertaris Ellie." Ucap Agnes.
"Sama-sama nyonya, tidak perlu sungkan." Jawab Sekertaris, yang langsung pergi meninggalkan ruangan Kenneth.
Kenneth duduk memangku baby Kenzo di sofa. Agnes pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan.
"Mmhhh.. mmmm.. mmmm.." Baby Kenzo mengerang.
"Apa sayang? Kenzo ingin apa?" Tanya Kenneth menatap baby Kenzo.
Baby Kenzo bermain hidung Kenneth, tidak lama baby Kenzo mencium hidung Kenneth. Baby Kenzo menarik-narik hidung Kenneth.
"Menggemaskan sekali putraku ini, muaaachh.. papa sayang Kenzo." Ucap Kenneth mencium kening putranya itu.
Kenneth menidurkan baby Kenzo di pelukannya. Kenneth memeluk baby Kenzo erat-erat.
"Kelak, jadilah pria yang bijaksana Kenzo. Jadilah seorang pria pemberani, papa tidak bisa memberikanmu apa-apa selain ketulusan doa. Papa selelalu berdoa yang terbaik untukmu sayang. Papa berharap padamu, pada putra kebanggan papa." Guman Kenneth lirih seperti berbisik. Kenneth mengelus kepala dan punggung baby Kenzo.
Agnes keluar dan berjalan menghampiri Kenneth juga Kenzo. Agnes duduk di samping Kenneth. Agnes melihat baby Kenzo masih membuka mata.
"Kau tidak mengantuk sayang? Lihat lah kau menguap terus." Ucap Kenneth menyentuh gemas bibir mungil baby Kenzo.
"Bernyanyilah untuk putramu, biarkan aku juga mendengar suara indahmu." Sahut Agnes.
"Aku? Bernyanyi? Bagaimana bisa, aku bahkan tidak tahu cara bernyanyi." Kenneth mengelak.
"Hmm, ayolah. Bernyanyilah untuk kami." Bujuk Agnes.
Kenneth terdiam, tidak lama dia bernyanyi.
"Tidur tidur anakku sayang
Papa mama kan menggendongmu
Tidur tidur anak tercinta
Lelapkan tidurmu mimpi yang indah."
Setelah Kenneth diam, Agnes pun ikut bersuara. Agnes juga bernyanyi.
"Tidur tidur anakku sayang
Papa mama kan menggendongmu
Tidur tidur anak tercinta
Lelapkan tidurmu mimpi yang indah."
__ADS_1
Kenneth dan Agnes bernyanyi bersama. Kenneth dan Agnes saling memandang.
"Papa mama selalu berdoa
Untuk masa depanmu yang indah
Papa mama kan selalu menjaga
Dan melindungimu selamanya
Papa mama sayang selamanya"
Kenneth dan Agnes saling melemparkan senyuman. Kenneth mencium kening Agnes lembut.
Nyanyian Kenneth dan Agnes membuat baby Kenzo terlelap tidur. Baby Kenzo terlelap dan sudah bermimpi indah.
"Wah, mendengar suara papa langsung tidur." Kata Agnes membelai lalu mencium kening baby Kenzo.
"Tidak hanya suara papa, suara mama juga." Sahut Kenneth.
"Biarkan aku menidurkannya ke ruang istirahat. Kau kembalilah bekerja." Kata Agnes, mengambil alih baby Kenzo dari gendongan Ken neth.
"Iya, aku masih harus memeriksa laporan. Panggil aku jika ingin sesuatu. Ayo, aku bukakan pintu ruangannya." Kenneth berdiri dari sofa dan berjalan untuk membuka pintu ruang istirahat.
Pintu ruangan terbuka, Agnes dan Kenzo berjalan masuk. Belum sampai jauh Kenneth memanggil Agnes. Agnes memalingkan wajah menatap Kenneth. Kenneth mendekati Agnes dan mencium bibir Agnes.
Puas berciuman, Kenneth pun melepas ciuamannya. Kenneth kembali mencium kening Agnes.
"Aku menyanyangimu juga mencintaimu, istriku." Ucap Kenneth lembut berbisik.
Kenneth tersenyum tampan lalu pergi meninggalkan Agnes dan baby Kenzo di dalam ruangan.
Pintu sudah di tutup oleh Kenneth, Agnes tersipu malu. Wajahnya memerah mengingat ucapan dan prilaku Kenneth padanya.
Agnes membaringkan baby Kenzo diatas tempat tidur. Agnes menatap dan mengusap dada baby Kenzo lembut.
"Sayang, mama berdoa untukmu. Agar kau selalu sehat, mama dan papa akan berjuang demi masa depanmu. Apa pun akan kami lakukan untukmu, buah hati kami. Papa, mama, kasih dan cinta kami tidak akan pernah usai padamu. Percayalah, walau kelak papa dan mama tidak lagi bersamamu, papa dan mama akan selalu ada di dalam hatimu. Jadilah pria kuat putraku. Apa pun yang terjadi padamu di masa depan, jangan pernah menghindar dari masalah. Kenzo adalah putra mama yang tangguh. Anak mama tidak boleh lemah." Guman Agnes dalam hatinya.
Agnes mencium kening baby Kenzo. Tidak tau mengapa, tiba-tiba saja Agnes menangis. Air manta mengalir deras. Agnes merasa terharu, sehinga tidak bisa mengendalikan diri.
Agne menyeka air matanya, memalingkan wajah menatap Kenneth. "Kau.. tidak bekerja?" Tanya Agnes.
Kenneth manarik tangan Agnes dan memeluk Agnes. "Jangan menangis." Kata Kenneth.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Agnes berdebar. Agnes tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak menangis." Ucap Agnes.
"Tidak menangis, hanya mengeluarkan air mata? Begitukah maksudmu nyonya Alexander?" Sahut Kenneth.
Agnes melepas pelukan menatap Kenneth. "Kenapa kau masuk?" Tanya Agnes.
"Karena hatiku terasa sakit, aku merasa kau sedang menangis. Tentu saja aku harus memastikan apakah kata hatiku benar atau salah. Saat aku membuka pintu dan masuk disini, (kenneth mendekatkan tangan Agnes untuk menyentuh dadanya) terasa sangat sakit." Kenneth tidak menggoda atau pun membual. Dadanya memang terasa sesak.
Agnes meraba lembut dada bidang Kenneth. "Kau sakit?" Tanya Agnes mulai panik.
"Kenapa kau menangis?" Tanya Kenneth memegang wajah Agnes.
"Aku hanya merasa terharu saat menatap Kenzo, itu saja. Aku tidak ada apa-apa. Jangan salah sangka." Agnes menjelaskan.
Kenneth menyeka air mata Agnes, Kenneth mencium kedua kelopak mata Agnes dengan lembut secara bergantian.
"Jangan menangis, jika kau menangis. Dadaku akan langsung terasa sakit. Kau mengerti? Menangislah hanya dalam pelukanku, dadaku ini terbuka amat lebar untukmu." Kata-kata Kenneth begitu manis.
Agnes tersenyum, kembali memeluk Kenneth. "Terima kasih sayang. Kau yang terbaik." Kata Agnes senang.
Kenneth mengusap kepala Agnes. "Istirahatlah, aku akan selesaikan memeriksa laporan dulu, dan mengajak kalian pulang setelahnya." Kata Kenneth.
Agnes melepas pelukannya. "Tidak perlu buru-buru. Aku dan Kenzo bisa menemanimu sampai selesai. Bekerjalah, selamat bekerja suamiku." Agnes mengecup pipi Kenneth.
Kenneth tersenyum lebar, senyumannya begitu manis. Agnes tidak tahan untuk tidak membalas senyuman suaminya itu.
__ADS_1
Kenneth mengusap kepala Agnes. "Oke, aku segera kembali." Kata Kenneth yang langsung pergi.
Kenneth keluar dari ruangan, dan kembali ke meja kerjanya. Kenneth duduk di singgasananya, membuka kembali berkas dokumen berisi laporan.
Kenneth memikirkan sesuatu. Tiba-tiba Kenneth tersenyum lebar. Kenneth kembali melihat laporan di hadapannya.
"Ayo Ken, selesaikan pekerjaanmu dan berikan istrimu kejutan." Kata Kenneth dalam hati.
1 jam kemudian..
Kenneth selesai dengan pekerjaanya. Kenneth mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi Edward.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Kamu dan Aku
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1