Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 85


__ADS_3

Polisi dan mobil ambulance datang. Ambulance segera membawa Charlie ke Rumah Sakit. Sedangkan polisi membawa Alex.


Agnes dan Kennethkeluar dari dalam mobil dan menghampiri Ben juga Alea.


"Papa, Mama, apa yang terjadi? Mengapa Pamam Charlie di serang?" Tanya Agnes.


"Agnes, temani Mamamu ke rumah sakit. Hubungi juga Clarya. Papa harus ke kantor polisi," pinta Ben pada Agnes.


"Pa, aku akan ikut bersamamu."


"Baiklah. Kau yang mengemudikan mobil, Ken."


Kenneth mengangguk, "sayang berhati-hati saat menyetir. Aku akan temani Papa," kata Kenneth menatap Agnes.


"Oke, kau juga berhati-hatilah dengan Papa."


"Oke," jawab Kenneth. Mengusap kepala Agnes dengan lembut.


"Ayo. Pa," ajak Kenneth yang langsung berjalan mrndekati mobil Bend dan masuk.


Ben meluk Alea, "jangan cemas, semua pasti baik-baik saja. Kau pergi dengan Agnes dulu. Aku akan menyusul setelah selesai," jelas Ben, melepas pelukan dan mencium kening Alea.


Alea hanya mengangguk, "hati-hati sayang."


Ben mengedipkan dua matanya kilas, tanda mengiyakan. Ben segera menyusul Kenneth yang sudah siap di dalam mobil.


Agnes merangkul Mamanya dan membawa Mamanya masuk dalam mobilnya. Agnes mengantar Mamanya ke rumah sakit.


***


Dikantor polisi, Ben memberikan keterangan. Ben juga menunjukan pesan dari Alea. Ben mengatakan jika dia datang ke kedai kopi memang dengan sengaja. Karena Ben khawatir pada Alea. Ben juga msnceritakan kejadian saat Charlie di tusuk. Ben baru saja datang saat itu. Ben meihat Alex hendak kabur, Alex berniat melarikan diri setelah mencelakai Charlie. Oleh karena itu Ben mencegah Alex pergi.


Kenneth menunggu di luar ruangan. Tidak lama Ben keluar dan menghampiri Kenneth. Ben duduk di samping Kenneth dan menepuk bahu Kenneth.


"Pa, sudah selesai? Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Kenneth penasaran.


"Yang terjadi pasti karena keserakahan dan ketidak puasan. Alex bukan kali ini saja berurusan dengan polisi, dulu Papa juga sudah melaporkannya. Pekerjaannya hanya bisa memeras."


"Mungkinkah Paman Charlie tahu niat buruk Paman Alex?" Tanya Kenneth lagi.


"Charlie juga korban, sama sepertiku. Hanya saja Charlie marasa perlu memberi uang pada Alex, karena Alex sudah memberikannya Clarya. Sepertinya Alex sudah mengancamnya, membuat Charlie begitu khawatir pada Alea. Selebihnya Papa tidak tahu, Ken. Papa tidak mau menebak dan menerka apa yang tidak Papa ketahui."


"Kenneth mengerti Pa, jika Papa sudah selesai. Lebih baik kita kerumah sakit sekarang," usul Kenneth.


"Iya, ayo. Kita berangkat sekarang," ajak Ben.


Ben dan Kenneth berdiri dari duduk mereka. Mereka berjalan beriringan keluar dari gedung kantor polisi untuk selanjutnya pergi ke Rumah sakit.


***


Di rumah sakit, Alea dan Agnes menunggu kabar. Alea terlihat gelisah, Agnes mencoba menenangkan Mamanya.


"Tanang Ma, kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa pada Paman Charlie."


"Iya sayang," jawab Alea.


Clarya datang dengan tergesa-gesa. Napasnya tersengal, Clarya dengan cepat datang setelah di hubungi oleh Agnes.


"Mama," panggil Clarya.


Clarya berjalan menghampiri Alea dan Agnes. Alea berdiri dari duduknya di ikuti oleh Agnes.


"Mama, Papa dimana?" Clarya terlihat sedih dan cemas. Terlihat mata Clarya sembab.


"Masih di dalam, belum ada kabar dari Dokter. Kami juga menunggu kabar sedari tadi. Kau tenangkan diri lebih dulu," jelas Alea mengusap bahu Clarya.


Clarya menangis memeluk Alea, "Mama, Papa tidak apa-apa kan? Papa baik kan? Mama...," jerit pelan Clarya dalam pelukan Alea.


"Kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa. Kau harus kuat," jawab Alea.

__ADS_1


Alea merasakan tubuh Clarya gemetar. Alea memalingkan wajah menatap Agnes, Agnes juga ikut merasakan kesedihan Clarya.


"Kasian sekali, jika aku ada di posisi mu sekarang aku juga pasti akan sedih, cemas, dan khawatir. Bagaimana tidak, Papaku terbaring dan tidak tahu apa yang terjadi padanya. Semoga Paman Charlie baik-baik saja. Bersarlah Clarya," batin Agnes.


Alea melepas pelukan dan mengajak Clarya duduk. Agnes memberikan botol air minum pada Clarya.


"Minumlah, agar kau sedikit tenang."


Clarya menatap Agnes dengan mata berkaca-kaca, "terima kasih," jawab Clarya menerima botol air minum pemberian Agnes.


Clarya membuka tutup botol dan meneguk air dalam botol sedikit. Agnes duduk di samping Alea. Mereka kembali menunggu kabar dari Dokter.


30 Menit Kemudian....


Dokter keluar dari dalam ruangan, Dokter berjalan menghampiri Alea, Agnes dan Clarya.


"Dokter, Bagaimana Papa?" Tanya Clarya khawatir.


Dokter menggelengkan kepala, "Maafkan kami Nona. Kami sudah berusaha namun usaha kami menyelamatkan Tuan Robie gagal. Tuan Robie kehilangan banyak darah, luka tikaman juga dalam. Kami turut berduka," jelas Dokter.


Clarya kaget, matanya melebar. Air mata yang mulai mengering kembali menetes. Alea juga kaget, demikian Agnes yang langsung menutup mulutnya dengan dua tangannya karena kaget.


"Tidak! Papa...," teriak Clarya.


Clarya berlari masuk dalam ruangan, Alea mengikuti Clarya, takut terjadi sesuatu. Agnes hanya diam di tempat, tidak tahu harus berbuat apa.


Ben dan Kenneth sampai, mereka berjalan mendekati Agnes. Mereka melihat Agnes berdiri seorang diri.


"Sayang, dimana Mamamu, Dan juga Clarya?" Tanya Ben.


Agnes menunjuk ruangan yang tidak jauh darinya, "didalam pa...," jawab Agnes dengan suara pelan.


Ben mengerutkan dahi, langsung berjalan menuju ruangan. Ben masuk dalam ruangn, Ben melihat Clarya dan Alea. Clarya menangis tersedu memeluk seseoenag yang terbaring, seseorang itu tidak lain adalah Charlie.


Ben menutup mata perlahan lalu membuka mata kembali. Ben menghela napasnya. Ben tidak menyangka semua akan berakhir seperti ini.


"Jangan sedih sayang," bisik Kenneth di telinga Agnes.


"Aku sedih, bagaimana jika aku ada di posisi Clarya? Ini pasti menyakitkan, kehilangan seseorang yang paling dekat dengan kita adalah sebuah pukulan berat, Ken."


"Aku tahu, inilah jalan kehidupan. Ada yang datang dan pergi, semua pasti sedih saat kehilangan. Dan aku akan sedih melihatmu menangis, jangan menangis lagi sayang."


Kenneth melepas pelukan, mengusap air mata Agnes. Kenneth mencium lembut kening Agnes.


Didalam, Ben memeluk Alea. Alea juga merasa sedih, bagaimana pun Charlie juga orang terdekat dan orang yang di kenal Alea walau di masa lalu. Ben mengusap punggung Alea.


Ben melepas pelukan Alea, menghampiri Clarya. Ben memeluk Clarya.


"Kuatkan hatimu, sayang. Papamu tak ingin melihat kau lemah," ucap Ben mencoba menenangkan Clarya.


Hiks....


Hiks....


Hiks....


Clarya menangis dalam pelukan Ben, "Papa...," panggil Clarya.


Ben marasa kasiahan, "ayo kita keluar dulu. Kita harus menyelesaikan prosedur Rumah Sakit."


Ben melepas pelukan, merangkul Clarya dan menggandeng tangan Alea keluar dari ruangan.


***


Pemakaman berlangsung. Ben, Alea, Agnes, Kenneth hadir mengikuti proses pemakaman. Clarya masih terlihat sedih, air matanya terus berjatuhan.


Ben berdiri disamping Clarya, merangkul Clarya. Ben menepuk pelan bahu Clarya.


"Tersenyumlah dalam hatimu, ucapkan selamat jalan pada Papamu dengan ketulusan. Biarkan Papamu melihat senyummu, bukan kesedihanmu. Kau gadis yang kuat Clarya," bisik Ben di telinga Clarya.

__ADS_1


Clarya menyeka air matanya sendiri, hatinya sedikit tenang. Sepanjang proses pemakaman, Ben mendampingi Clarya. Ben merasa bertanggung jawab akan Clarya. Bagaimana pun, Clarya adalah putri kandung istrinya, Alea.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2