
Agnes dan Kenneth kembali ke kamar. Di kamar mereka tertawa bersama, mereka menganggap jika apa yang mereka lakukan adalah hal yang lucu.
"Jangan tertawa lagi, ayo tidur." Kenneth mengajak Agnes tidur.
"Aku masih merasa aneh, di mansionku sendiri aku mengendap seperti pencuri. Kau nakal Ken, kau terus menerus menggodaku." Agnes tersenyum menatap Kenneth.
"Aku harus apa? Aku tidak ingin orang lain melihat kita berciuman." Kenneth menegaskan. Kenneth duduk bersandar melihat ponselnya.
Kenneth melebarkan mata melihat ponselnya, lalu memanggil Agnes. "Sayang, aku dapat pesan dari Otniel. Kau dapat pesan? Otniel dan Jesika akan menikah, secepat itu? Oh.. ini kabar baik." Kenneth berguman sendiri.
Agnes mengambil ponselnya di tidak jauh darinya. Agnes mebatap layar ponselnya dan melihat pesan.
"Aku dapat, mereka akan mengirim undangannya besok. Dan akan menggelar pernikan 2 minggu kedepan. Otniel, Otniel, tidak aku sangka kau akhirnya akan menikah juga." Guman Agnes yang seperti Kenneth.
"Aku lega, Jesika dapat seseorang yang jauh lebih baik dari Theo. Kasian Sarah jika hanya hidup bersama Jesika." Imbuh Kenneth, meletakan kembali ponselnya.
Agnes mengangguk, "kau benar Ken. Di dunia ini kebahagiaan seorang anak adalah, mereka bisa tumbuh dewasa bersama orangtua mereka. Ada papa mama yang saling melengkapi. Bersyukurlah kita adalah salah satu dari mereka. Orang tua kita bisa menjalin hubungan baik dengan pasanganya masing-masing." Ucap Agnes, yang juga mengembalikan ponselnya ditempatnya semula.
Kenneth mendekat dan mendekap Agnes. "Bukankah baby Kenzo juga beruntung? Ada papa dan mamany yang selalu ada disisinya? Aku juga beruntung ada kau disisiku." Kata Kenneth, mencium pipi Agnes.
"Kau jangan merayuku tuan Alexander." Sahut Agnes dengan wajah bersemu merah.
"Aku tidak merayu. Ini adalah kenyataan bahwa aku memang tidak akan pernah bisa jauh darimu. Tidak kah kau sadar? Sejak awal sepertinya sudah ada ikatan diantara kita. Bukankah kita sudah lebih dulu bertemu jauh sebelum kau mengenal kakakku? Aku harus mengunjungi Jimmy dan berterima kasih sudah memberikanmu padaku. Hadiah spesial dari kakak yang aku kasihi, aku akan menjaganya selalu." Ucapan Kenneth begitu lembut, Kenneth mengeratkan dekapannya.
"Ayo kita pergi bersama, aku juga ingin pergi mengunjungi Jimmy. Bagaimana pun, dia pria pertama yang mengisi hatiku. Dia masih lebih baik di bandingkan kau, kau hanya bisa membuat skandal bersama para wanita-wanitamu." Celetuk Agnes mengenang potongan masa lalu.
"Itu dulu, sekarnag skandalku akan ku buat denganmu saja. Skandal ranjang misalnya? Haha.." Kenneth menggoda Agnes.
Agnes tersenyum, tidak terbayangkan jika dirinya akan menikahi pria seperti Kenneth. Masa lalu mereka memang tidak pernah bisa terulang, dan di masa lalu itu tersimpan banyak kenangan. Baik kenangan buruk maupun kenangan indah. Semua terbungkus dalam kotak memori.
Kenenth menciumi rambut Agnes, rasanya Kenneth tak ingin Agnes lepas dari dekapannya.
"Kau mau sampai kapan mendekapku? Apa kau akan lari jika kau lepaskan?" Tanya Agnes.
"Ya, aku takut kau lari dan berpaling pada pria lain. Kau milikku, hanya milikku seorang. Milik Kenneth Alexander. Kau harus terus ingat ini, ingat hanya aku satu-satunya lelakimu." Kata Kenneth terlihat begitu serius.
"Iya, hanya kau priaku. Karena hanya kau papa dari bayiku. Aku tidak akan lari, Ken. Karena hatiku sudah terjerat oleh cintamu. Bagaimana bisa aku meninggalkan hatiku? Apa kau ingin aku mati?" Jawaban Agnes membuat wajah Kenneth memerah.
"Sayangku, kenapa kau begitu manis huh? Aku gemas mendengar ocehanmu." Kenneth menggigit lembut telinga Agnes.
"Sshhhh.." dengus Agnes.
"Hmm, sepertinya aku harus lakukan lebih." Kata Kenneth dalam hatinya dengan tersenyum nakal.
Kenneth menciumi tengkuk leher Agnes. Tanganya mulai beraksi. Setiap sentuhan dari jemari Kenneth, akan menimbulan sensasi yang berbeda di kulit mulus Agnes.
Agnes hanya bisa pasrah menikmati setiap sentuhan Kenneth. Kenneth melukis senyum kepuasan, melihat Agnes begitu menikmati sentuhannya.
Agnes dan Kenneth saling menatap, tatapan mata penuh kasih sayang dan cinta. Kehangatannya mengalir menjalar ke seluruh tubuh. Agnes dan Kenneth berpelukan, berciuman, sampai pada titik puncak mereka saling memuaskan satu sama lain.
----
Keesokan harinya
Agnes sudah selesai memasak sarapan untuk Kenneth, dan memasak bubur untuk Kenzo. Agnes kembali kamar untuk membangunkan Kenneth.
Dikamar Agnes melihat Kenzo masih tertidur di box nya. Agnes mendekati Kenneth di tempat tidur. Agnes menepuk bahu Kenneth perlahan.
"Sayang bangun.. Ken, Kenneth.." Agnes membangunkan Kenneth.
"Mmhh.." Kenneth masih menutup mata.
"Bangun, matahari sudah meninggi. Kau masih tidur?" Kata Agnes.
"Aku masih ingin tidur, bangunkan aku 5 menit lagi." Jawab Kenneth.
Agnes tersenyum. "Jangan malas, ayo bangun. Kita masih ada rapat pertemuan, kau tidak ingin kehilangan perusahaanmu kan?" Tanya Agnes.
Kenneth langsung membuka mata. Kenneth mengerutkan dahi, mengambil ponsel dan menghubungi sekertarisnya. Agnes hanya diam menatap Kenneth.
__ADS_1
(Percakapan di telepon)
"Hallo, selamat pagi Direktur." Sapa sekertarisnya.
"Kau kirim jadwalku hari ini segera." Kata Kenneth.
"Baik tuan," Jawab sekertarisnya.
Kenneth mengakhiri panggilannya, menunggu pesan dari sekertarisnya. Tidak lama ada pesan masuk di ponsel Kenneth. Kenneth memeriksa jadwalnya dengan seksama. Kepala Kenneth menunduk saat melihat jam pertemuan di majukan 2 jam lebih cepat menjadi jam 8 pagi.
"Ahh, menjengkelakan sekali." Kenneth mengeluh.
"Sekertarismu menghubungiku, klienmu ingin memundurkan pertemuan karena ada kendala di pagi hari. Jadi bisa bertemu sore, siang nanti kita harus ke manasion lama jadi aku meminta sekertarismu untuk memajukan pertemuan kita." Agnes memberikan penjelasan.
"Tidak bisakah kita bahas di rumah?" Tanya Kenneth.
Agnes menggeleng. "Ini pekerjaan kantor Ken, selesaikan di kantor. Jika perkerjaan rumah kita bisa slesaikan di rumah. Bukankah staf mu juga harus hadir mendengarkan hasil keputusan kerjasama kita?" Sahut Agnes.
Kenneth bangun dan duduk. Kenneth mengusap matanya yang masih lengket. "Aku sungguh mengantuk. Bagaimana ini?" Kenneth kembali mengeluh.
"Cup.."
Kecupan lembut mendarat di kening Kenneth. Agnes mencium kedua kelopak mata Kenneth, hidung Kenneth, mencium pipi kiri dan pipi kanan Kenneth, mencium dagu Kenneth. Agnes menatap dalam mata Kenneth.
Kenneth merasa ada yang kurang. Kenneth menatap Agnes, "ada yang terlewat." Kata Kenneth.
"Apa?" Tanya Agnes berpura-pura.
Kenneth diam dan masih terus menatap. Agnes juga diam, Agnes memalingkan muka tidak tahan ingin tertawa melihat ekspresi wajah Kenneth yang sangat berharap di cium olehnya.
Kenneth mendoron Agnes berbaring di tempat tidur. Kenneth mendekat lalu mencium lembut bibir Agnes kilas.
"Jika kau tidak mau menciumku, biarkan aku yang menciummu." Kata Kenneth dengan gemas.
"Jangan.. jangan mulai lagi ken. Kita harus segera bergegas." Kata Agnes.
"1 permainan? Bagaimana?" Tanya Kenneth. Kenneth menggoda Agnes dengan senyuman dan tatapan mata yang menggoda.
Baby Kenzo terbangun dan menangis. Kenneth turun dari tempat tidur dengan cepat langsung menghampiri baby Kenzo.
Kenneth menggendong dan mendekap baby Kenzo.
"Oh sayang, jangan manangis. Papa dan mama ada di sini." Kenneth menimang-nimang baby Kenzo.
"Apa kau haus? Lapar?" Tanya Kenneth mengusap kepala baby Kenzo.
"Putramu sudah minum asi pagi ini, dia menangis mungkin karena terkejut." Kata Agnes.
"Kau mandilah, aku akan jaga dulu baby Kenzo." Ujar Kenenth.
Agnes mengangguk, "ya.. aku rapikan kamar dulu." Jawab Agnes.
Agnes melihat Kenneth bermain dengan baby Kenzo. Kenneth penuh kehangatan, membuat baby Kenzo merasa nyaman.
Agnes manata, bantal dan merapikan tempat tidur juga selimut. Setelah selesai Agnes pergi berjalan ke kamar mandi untuk mandi.
10 menit kemudian..
Agnes keluar dari kamar mandi, dengan langkah cepat Agnes berganti pakaian. Agnes mengenakan pakaian yanga biasa dikenakan saat bekerja. Kenneth menatap dari jauh, diam-diam Kenenth mengamati Agnes saat berganti pakaian. Hal itu tidak di sadari oleh Agnes karena Agnes sibuk merapikan diri.
Kenenth mendekati Agnes. "Wow, nyonya Alwxander. Kau terlihat bersinar." Puji Kenneth.
"Jangan banyak bicara, mandilah. Aku akan mengurus Kenzo." Kata Agnes.
"Tidak apa, lanjutkan saja merapikan diri. Aku akan mandikan baby Kenzo." Kata Kenneth.
Krnneth membaringakan baby Kenzo di atas tempat tidur. Kenneth melepas pakaian baby Kenzo. Kennerh mengajak putranya bermain. Baby Kenzo terlihat senang dan tertawa..
Pakaian baby Kenzo terlepas, Kenneth menggendong baby Kenzo ke kamar mandi untuk dimandikan. Agnes membersikan bekas popok, dan pakaian kotor baby kenzo. Agnes menyiapkan pakaian ganti dan perlengkapan baby Kenzo.
__ADS_1
Tidak lama kemuadian, Kenneth keluar dari kamar mandi bwrsama baby Kenzo yang sudah terbungkus oleh handuk. Kenenth kembali membaringakan baby Kenzo di atas tempat tidur.
"Oke, putra papa ganti pakaian bersama mama ya. Papa harus segera mandi, jika tidak mamamu akan bertanduk dan menanduk papa." Kenneth langsung pergi kembali ke kamar mandi.
Agnes hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Agnes segera mengganti pakaian baby Kenzo.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
• Kamu Dan Aku
•Jatuh Cinta pada Tetangga
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"