Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 114


__ADS_3

"Kamu belum jawab pertanyaan aku" Dinda sekarang menyidak adik iparnya. Ia menatap lakat Yuli yang nampaknya kaget dengan tagihan jawaban tersebut.


Yuli menyelipkan rambut panjang ke belakang daun telinganya sendiri. Menghembuskan nafasnya berat sambil memejamkan matanya sejenak.


"Kak Daniel nyuruh aku buat gak ngomong masalah ini," jujur Yuli berterus terang.


"Gak ada rahasia-rahasia disini" tegas Dinda."Cepat katakan" lanjutnya meminta.


Yuli pun dengan berat hati memulai membuka mulutnya mengatakan dengan perlahan.


Flashback on


Pagi itu seperti biasanya rutinitas diawal hari.


"Kak Dinda mana, Kak?" tanya Yuli belum mendapati sosok Dinda pagi ini.


"Tidur," balas Daniel sambil menuruni tangga. Ia kemudian mengambil sepotong roti yang nganggur di atas meja. Yuli mengangguk mendengarnya.


Deringan ponsel berdering didalam saku celana Daniel, terdengar hingga ke daun telinganya.


Daniel mengangkat benda elektronik tersebut dan meletakkannya pada telinga.


"Sialan Bos, mereka bisa-bisanya mengelabui kita!" ucap salah seorang dari dalam saluran telepon.


"Dia beserta anak buahnya berhasil keluar dari penjara! sepertinya ada orang dalam yang meloloskan mereka!" jelas seorang tersebut yang merupakan anak buah Daniel.


"Nyonya Sonya juga diculik olehnya" ucap pria itu.


Tampak mata Daniel membulat sempurna. Ia sontak menggebrak meja dengan kerasnya sampai-sampai Yuli yang tengah menikmati nasi gorengnya terperanjat kaget.

__ADS_1


"Sialan bunglon spesies dajal!" umpat Daniel marah. "Kumpul di markas sekarang juga!"lanjutnya langsung mengakhiri panggilan tersebut.


Aura kemarahan masih terpampang dengan jelas pada ayah satu anak itu. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal hingga urat-uratnya bermunculan seakan sudah ingin menerkam mangsanya.


"Kak, apa yang terjadi? ada apa dengan Sonya?" Yuli memegangi tangan Daniel, menatap penuh khawatir.


Daniel memejamkan matanya menghembuskan nafasnya cukup kasar.


"Kamu Ikhsan?" balas Daniel dengan pertanyaan.


Yuli mengangguk perlahan, ia menatap serius pada Daniel. "Mantan suami Sonya kan?"


"Hhmm iya. Dia keluar dari penjara." Ucap Daniel menahan emosi.


"Hah kok bisa? bukannya masih lama lagi untuk dia bisa keluar?" heran Yuli tidak mengerti.


"Dia kabur!" kesal Daniel. "Masalahnya sekarang ini Sonya yang dalam bahaya. Dia dibawa lari sama bajingan itu! Aku gak ngeh sama Sonya yang beberapa kali menelpon ku waktu itu."


"Tunggu, tunggu, tunggu" Yuli mulai berpikir. "Kemarin aku sempet liat Sonya dibawa sama orang yang badannya keker banget, mobil alphard hitam, aku lupa buat moto nomor platnya." Beber Yuli.


"Kakak harus cari sekarang, dia gak mungkin jauh karena dia jadi buronan." Yuli menepuk pelan pundak Daniel untuk menyemangati.


"Baiklah, gak usah bilang sama Dinda, aku takut dia ikut khawatir masalah ini." Daniel beranjak dari duduknya. Yuli mengangguk mengerti.


"Gio, ayo sini Papa anter" Daniel melambaikan tangannya pada Gio yang berada diruang tamu tengah sibuk mengikat tali sepatunya.


Yuli menoleh, "Aku aja yang anter Gio pagi ini ke sekolah,"


Daniel menggeleng menolak tawaran dari Yuli. "Aku bisa nganter Gio" balas Daniel.

__ADS_1


Gio pun menggenggam tangan Daniel. Mereka berjalan menuju pintu keluar.


Langkah Daniel terhenti dan membalikkan badannya. "Jaga diri mu baik-baik"


Flashback Off


Dinda tertegun mendengarnya.


"Jadi tadi malam?"


"Kayaknya Kak Daniel berantem sama Ikhsan," pikir Yuli menduga. "Aku belum sempet nanya kelanjutan masalah ini sama Kak Daniel," lanjut Yuli.


"Aku jadi kepikiran sama Sonya, Ikhsan gak bakal berhenti sampai dia dapat" Dinda membayangkan peristiwa cukup mengerikan yang pernah terjadi tempo lalu.


Yuli memegangi lembut tangan Dinda.


"Kita berdoa saja supaya Sonya baik-baik aja,"


"Aku bisa mengontrol kekhawatiran aku, tapi kenapa Daniel harus nyembunyiin masalah sebesar ini?" Dinda masih bertanya.


"Kak, Daniel sayang sama kamu. Dia tau kamu peduli banget sama Sonya, makanya dia gak mau kamu khawatir" ucap Yuli menjelaskan.


Dinda mengangguk, matanya berkaca-kaca ingin mengeluarkan air mata.


"Jadi kalian bertengkar masalah ini?" tanya Yuli melihat tingkah mereka berdua pagi ini.


Dinda menggeleng, "Dia cemburu pas aku ketemu sama Bayu kemarin, aneh banget kan?"


Dinda merasakan perbedaan Daniel yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Yuli menepuk jidatnya dan tertawa, "Kayaknya Kak Daniel kebawa emosi makanya hal kecil aja bikin nyulut amarahnya," jelas Yuli.


"Hhmm mungkin kali ya," Dinda mengangguk memakluminya.


__ADS_2