Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 26


__ADS_3

Setelah bicara banyak hal Ben pergi, Ben mengajak makan siang bersama di rumah namun Agnes menolak, dengan alasan masih ada beberapa pekerjaan.


Agnes kembali ke meja kerjanya, Agnes duduk di kursi kerjanya dan melanjutkan pekerjaanya.


-----


Agnes selesai bekerja, Agnes menghubungi sekertarisnya untuk memesankan makan siang.


Sekertarisnya mengiyakan permintaan Agnes, lalu memesankan makan siang untuk Agnes dengan segera.


Menunggu makan siangnya, Agnes duduk bersandar di kursi dengan menyilangkan dua tangan di dada. Mata Agnes terpejam sesaat melepas penat. Agnes terlalu lelah sehingga tertidur pulas.


♡♡♡♡♡


Jam makan siang, Kenneth pergi ke restorant dekat perusahaannya. Kenneth memesan makan sianganya.


Hampir 30 menit Kenneth menunggu, akhirnya pesanannya datang. Melihat masakan dihadapannya, Kenenth teringat akan Agnes. Kenenth mengeluarkan ponselnya dan memfoto masakan pdi hadapannya, lalu mengirimkan kepada Agnes.


Kenneth tersenyum, memasukan kembali ponsel dalam saku jas nya. Kenneth menikmati makan sianganya dengan santai.


♡♡♡♡♡


Ponsel Agnes bergetar,


Drrttt..


Drrrtt..


Drrttt..


Agnes tidak mendengar dan masih terlelap dalam mimpi nya. Sekertaris Agnes mengetuk pintu, karena tidak ada suara maka sekertarisnya langsung membuka pintu dan masuk.


Klekkk..


Pintu ruangan terbuka, sekertaris masuk dan menutup pintu. Berjalan mendekati Agnes membawa tas berisi pesanan makanan.


Sekertaris Agnes melihat Agnes terlelap tidur, tidak berani membangunkankan Agnes. Sekertaris meletakan tas berisi makan siang di meja Agnes lalu cepat-cepat keluar dari ruangan Agnes.


Beberapa saat kemudian, mata Agnes terbuka, Agnes terbangun dari tidur lelapnya. Agnes melihat bungkusan di hadapannya, makan siangany sudah datang dan siap untuk di nikmati.


Agnes membuka tas dan mengeluarkan kotak makan siang. Agnes menikmati makan sianganya, Agnes merapa ponselnya yang ada di atas meja. Agnes terkejut melihat Kenneth mengirim pesan gambar padanya .


Agnes membuka pesan gambar Kenneth, ternyata Kenneth mengirim menu makan sianganya, di bawah gambar Kenneth menuliskan sesuatu.


"Kau jangan lupa makan!"


Agnes tersenyum, ini pertama kalinya Kenneth mengirim menu makan nya saat sedang makan di luar. Sepertinya suasana hati Kenenth sedang baik, sehingga sikapnya berubah menjadi aneh.


Agnes meletakan ponselnya dan kembali menikmati makan siangnya. Agnes senang jika Kenneth tidak lagi bersikap dingin dan menjengkelkan seperti sebelumnya.


♡♡♡♡♡


Malam harinya..


Kenneth tidak ada acara dan hanya berdiam diri di mansion. Kenneth berdiri di teras kamarnya, Kenneth melihat kearsh kamar Agnes. Tidak ada pergerakan, saat Kenneth datang ke mansion, Agnes sudah pergi keluar.


Kenneth penasaran kemana Agnes pergi, ingin menghubungi Agnes tapi ragu. Agnes juga tidak memberitahu kemana akan pergi dan sedang apa. Kenneth sedikit kgawatir, panik dan cemas. Tiba-tiba saja sikap dinginnya manampik semua pikirannya yg memikirkan keadaan Agnes.


Kenneth menggeleng perlahan, "ahh sial! Kenapa aku jadi terus memikirkan Agnes. Pergi dan melakukan apa saja itu urusannya, bukan urusanku juga. Ken, Ken, jangan menjadi pria bodoh yang lemah pada seorang wanita." Guman Kenneth.


Kenneth duduk di teras memandangi langit malam. Kenneth duduk bersandar kursi dan memejamkan mata secara perlahan. Kenneth tertidur di teras kamarnya.


1 jam kemudian..


Hari sudah menunjukan pukul 23.00 malam, Kenneth terbangun dari tidurnya.


"Ahh aku ketriduran di teras, punggungku sakit, tengkuk leherku juga." Keluh Kenenth.


Kenneth berdiri masuk dalam kamarnya, Kenneth mengabil ponselnya di meja dekat sofa dan melihat beberapa panggilan dari Agnes. Kenenth kaget, berfikir jika matanya rabun.


Kenneth mengedipkan mata berulang-ulang dan melihat baik-baik ke layar ponsel, memang benar-benar Agnes.

__ADS_1


Kenneth kembali menghubungi Agnes, panghilan terjawab namun bukan Agnes yang menjawab. Melainkan temannya.


(Perbincangan di telepon)


"Hallo, Agnes.." Kenneth panik.


"Hallo, inj teman Agnes. Agnes sudah mabuk dan aku tidak bisa mnegantarnya pulang. Aku harus mengantar mengurus dua temanku yang mabuk juga. Bisakah kau menjemput Agnes? Agnes kesal dan mengeluh kau tidak menjawab panggilannya." Ungkap teman Agnes.


"Ahh baiklah, dimana lokasimu?" Tanya Kenenth.


"Club A," jawab singkat.


"Tunggu aku, aku akan segera datang." Jawab Kenneth." Kenneth mengakhiri panggilannya dan bergegas pergi.


Kenneth keluar dari kamarnya, bertemu dengan pelayan rumah, bibi Hana.


"Tuan, anda ingin pergi? Sudah hampir tengah malam." Tanya bibi Hana.


"Bi, aku akan pergi jemput Agnes di club." Jawab Kenneth.


Kenneth langsung pergi meninggalakan bibi Hana dan keluar dari mansion. Bergegas masuk dalam mobilnya dan melesat jauh menjemput Agnes di club.


♡♡♡♡♡


Marry kesal, ketiga sahanatnya sudah tumbang. Marry menunggu kedatangan Kenneth untuk menjemput Agnes.


"Astaga, selalu saja aku yang si repotkan. Liza, Zena, Agnes.. ayo sadarlah.." Marry mencoba menyadarkan ketiga sahabatnya.


Usaha yang sia-sia, ketiga temannya sudah tidak sadarkan diri. Marry memegang ponsel Agnes, berharap bantuan cepat datang.


Ponsel Agnes berdering, panggilan dari Kenenth. Kenenth bertanya ruangan tempat mereka berkumpul, Marry memberitahukan ruangan dan meminta Kenneth segera datang. Kenneth mengakhiri panggilan, Marry semakin panik.


"Kenapa lama sekali, astaga.. bagaimana ini.. sangat menyebalkan." Keluh Marry.


Klekk..


Pintu ruangan terbuka, Marry senang dan memalingkan wajah. "Akhirnya kau sampai.." mata Merry melebar menatap Kenenth, wajah yang tidak asing.


"Ken.. Kenzo?" Panggil Marry.


"Kau yang dulu sempat menolong Agnes saat mabuk kan? Aku Marry, kau ingat teman Agnes." Marry menjelaskan.


Kenneth berfikir, kembali mengingat. "Ahh iya, maaf merepotkanmu lagi. Bisa aku bawa Agnes?" Tanya Kenneth.


"Ahh bisa, bisa, tetapi boleh aku minta bantuanmu. Bisa kau membantuku memanggil pelayan? Aku butuh seseorang memapah temanku." Wajah Marry memelas.


"Oke, aku akan panggil. Tunggu sebentar." Jawab Kenenth keluar ruangan.


5 menit kemudian, Kenenth kembali dengan membawa dua orang pelayan club. Kenenth meminta bantuan menolong Marry.


Seorang pelanyan menggendong Zena, seorang lagi menggendong Liza. Sedangkan Kenenth membawa tas Agnes dan menggendong Agnes. Marry berjalan cepat di depan.


Marry membuka pintu mobil, satu per satu pelayan menurunkan Liza dan Zena. Marry kembali menutup pintu mobil.


"Tetima kasih atas bantuanmu." Ucap Marry mengrluarkan uang untuk upah dua orang pelayan itu.


"Tidak perlu nona, tuan sudah membayar memberi kami upah. Terima kasih, kami permisi."


"Selamat malam, hati hati dijalam nona. Selamat datang kembali."


Marry kaget, "ahh Kenzo.. " gumanya lirih.


Marry menghampiri mobil Kenneth. Mengejutkan Kenneth.


"Ken, thanks.. sudah membantuku tolong antar temanku kembali pulang ke rumahnya." Ucap Marry.


"Oke, hmm.. boleh aku bertanya? Seberapa jauh kau mengenal Agnes?" Tanya Kenneth.


"Ah itu, kami tidak seberapa dekat sebenarnya. Kami hanya teman minum." Jawab Marry.


"Tidak tahu kehidupan pribadi Agnes?" Tanya Kenneth lagi.

__ADS_1


Marry menggeleng, " tidak.. memang kenapa? Kami memang tidak dekat tapi aku tidak pernah menaruh curiga pada Agnes atau teman-temanku yang lain. Kami saat itu hanya kebetulan bertemu dalam satu tempat dan akhirnya menjadi teman minum bersama. Itu saja.. oh, apa ada sesuatu? Sebenarnya apa hubungamu dengan Agnes?" Tanya Maary penasaran.


"Aku adalah suami dari temanmu Agnes." Jawab Kenneth.


Mata Marry melebar, tidak menyangka jika Kenenth adalah suami Agnes. "Maafkan aku.. aku tidak bermaksud membuat Agnes mabuk. Dia sempat marah dan kesal tanpa alasan, lalu minum bayak wine sampai akhirnya mabuk dan hilang kesadaran." Marry merasa bersalah, karena Marry lah yang mengajak Agnes datang ke club.


Kenenth menghela nafas, "oke, kali ini aku akan memaafkanmu. Lain kali jangan seperti ini. Kembali lah pulang, urus teman-temanmu yang lain. Dan tong jangan katakan pada Agnes jika kau tau aku suaminya. Karena kami menikah secara rahasia." Ucap Kenneth.


Marry mengangguk, "iya.. aku mengerti. Aku akan pulang, hati-hati di jalan dan sampai jumpa." Marry pergi maninggalkan Kenneth.


Kenneth menatap Marry sekilas lalu masuk dalam mobil, didalam mobil Kenenth memandangi Agnes, merasa kesal pada Agnes.


"Dasar wanita bodoh! Bagaimana bisa seceroboh ini, minum sampainti tidak sadar. Ck..!" Kenneth mengeluh.


Kenneth akhinya membawa Agnes kembali pulang ke mansion.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2