Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 69


__ADS_3

Agnes keluar kamar, melangkahkan kaki mendekati meja makan. Agnes tersenyum melihat Kenneth dengan hati-hati menyuapi Kenzo.


"Wah, Putra kesayangan Mama makan bersama Papa ya."


Agnes berdiri di samping Kenneth yang memangku Kenzo. Agnes mencium kepala Kenzo lembut. Agnes menarik kursi dan duduk di samping Kenneth.


"Minumlah susumu, dan makanlah sarapanmu. Aku harap rasanya sesuai seleramu," ucap Kenneth.


Agnes melihat meja makan, dihadapannya ada segelas susu dan bubur kaldu. Agnes mengembangkan senyuman.


"Terima kasih sayang."


Agnes mengambil gelas susu lalu meminumnya. Agnes meletakan kembali gelas susu keatas meja. Agnes menyendok bubur di mangkuk. Meniup lalu memakannya.


"Wuah, enak sekali. Hmmm..., sangat enak."


Kenneth menatap Agnes, "kau menyukianya?" Agnes memakan bubur dan mengangguk, "baguslah jika kau suka. Makanlah yang banyak."


Agnes berdiri dari tempat duduknya, Agnes menggeser kursi agar dekat dengan Kenneth. Agnes mengaduk bubur lalu menyendok bubur. Agnes menyuapkan bubur pada Kenneth.


"Aku akan menyuapimu, kau juga harus makan."


Kenneth kembali tersenyum, "terima kasih sayangku."


Kenneth membuka mulut dan melahap bubur disendok. Kenzo manatap Kenneth, bibir Kenzo mengecap-ecap.


"Apa? Kenzo juga mau?" Agnes menggoda Kenzo.


Kenzo tersenyum menatap Agnes. Kenneth kembali menyuap bubur untuk Kenzo. Agnes juga kembali menyuap bubur untuk Kenneth.


Kegiatan itu berlangsung begitu saja. Sangat menyenangkan, walaupun sederhana namun Kenneth, Agnes dan Kenzo merasa senang.


Selesai sarapan, Kenzo diurus Agnes. Kenneth juga harus bersiap ke kantor untuk kembali bekerja. Seperti biasa, mereka melakukan rutinitas mereka. Agnes menyiapkan pakaian kerja Kenneth. Lalu Agnes akan memandikan Kenzo dan mengganti pakaian Kenzo.


Kenneth keluar dari kamar mandi, Kenneth berganti pakaian. Kenneth melihat Agnes sibuk mengurus Kenzo. Kenneth sudah mengenakan kemeja dan celana kerjanya. Kenneth duduk di tepi tempat tidur dengan dasi di tangannya. Kenneth menunggu Agnes memasangkan dasi untuknya.


Agnes selesai dengan Kenzo. Kenzo duduk di samping Kenneth. Agnes menatap Kenneth, meraih dasi ditangan Kenneth lalu memasang dasi itu di leher Kenneth. Kenenth terus memandang Agnes.


"Ada apa?" Tanya Agnes.


"Aku mencintaimu," jawab Kenneth.


Agnes tersenyum manis, "menggodaku lagi?"


Kenneth meraba wajah Agnes dengan Lembut. Agnes masih fokus memasang dasi, tidak lama selesai. Agnes merapikan pakaian Kenneth. Mengusak kedua bahu lapang Kenenth.


"Selesai, suamiku yang tampan siap bekerja."


"Terima kasih sayang, muaach...," Kenneth mengecup bibir Agnes kilas.


Kenneth menciun pipi Kenzo, "Papa pergi bekerja dulu. Kenzo baik-baik di rumah ya, sampai bertemu nanti sore. Daaahh...."


Kenneth melambai pada Kenzo, Kenzo hanya melihat dan tersenyum pada Kenneth.


"Aku pergi dulu, kau jaga dirimu."


Agnes mengangguk, "kau juga jaga diri. Hati-hati di jalan sayang."


Kenneth mengelus rambut Agnes dan pergi, Kenneth membawa hasnya pergi bersamanya keluar dari kamar. Agnes menatap Kenzo, Agnes duduk di tepi tempat tidur.


"Saat dewasa nanti, kau juga akan seperti Papa, Kenzo. Kau pasti akan lebih hebat dari Papa.


Agnes mengangkat dan mendekap Kenzo ke dalam pelukannya. Agnes keluar dari kamar, bermaksud menitipkan Kenzo pada Bibi Hana. Karena Agnes ingin pergi untuk mandi.


--


Siang hari....


Kenneth masih terlihat sibuk bekerja. Sekertarisnya mengetuk pintu dan masuk. Melangkah mendekati Kenneth.


"Maaf Tuan, saya baru saja mendapat panggilan dari Nona Clarya Robie. Nona Robie ingin bertemu anda secara pribadi."


"Katakan saja aku tidak ada waktu. Kemana mereka saat aku menarkan kerja sama, sekarang tiba-tiba datang. Mengesalkan saja," keluh Kenneth.


"Baik tuan. Saya akan segera menghubungi Sekertarisnya."


Sekertaris Kenneth pergi emninggalkan ruangan. Kenneth masih sibuk dengan banyak beekas dihadapannya.


30 menit kemudian, ponsel Kenneth berdering. Kenenth mengambil ponsel dan melihat Agnes memanggilnya. Senyuman mengembang di bibir Kenneth, rasa lelahnya hilang seketika. Kenenth menerima panggilan Agnes.


(Percakapan di telepon)


"Hai sayang," sapa Kenneth.


"Jangan lupa makan, kau pasti lupa itu."


"Iya aku masih harus selesaikan satu berkas lagi. Kau juga jangab lupa makan, oke? Sedang apa Kenzo?"


"Sedang tidur. Kau ingin aku antar makanan?" Agnes khawatir.


"Boleh, jika kau tidak sibuk."


"Aku belikan makan dari luar, aku tidak sempat memasak makanan enak hari ini. Maaf," Agnes tak ingin Kenneth kecewa.


"Tidak apa, kesehatanmu jauh lebih penting. Jika kau lelah dengan urusan pekerjaan rumah maka istirahat, bukankah ada pelayan yang di gaji untuk bekerja? Jika kau tidak ingin memasak kita bisa beli di luar. Tidak perlu sungkan dan meninta maaf. Aku lebih tidak tidak suka saat istri kesayanganku sakit. Kau mengerti?"


"Hm, oke. Aku mengerti sayang. Tunggu aku, aku akan segera datang mengantar makan siangmu."

__ADS_1


"Hati-hati dijalan."


"Oke, Dahh...."


Agnes memutus panggilannya. Agnes berganti pakaian dan bersiap. Agnes melihat keluar jendela kamarnya, cuaca begitu panas. Agnes memutuskan untuk menitipkan Kenzo pada Bibi Hana.


Agnes menatap Kenzo yang tertidur di dalam box. Agnes mengecup kening Kenzo.


"Mama pergi antar makan siang Papa dulu. Kau akan dirumah bersama Bibi Hana."


Agnes mengambil tasnya dan keluar dari kamar. Agnes mencari Bibi Han di belakang dapur.


"Bibi Hana...."


Bibi Hana datang, "ya Nyonya?" Jawabnya cepat.


"Bi, aku akan pergi mengantar makan siang Kenneth. Aku meninggalkan Kenzo. Dia tertidur sekarang, Bibi tolong jaga dan temani Kenzo selagi aku pergi."


"Baik Nyonya, saya akan mencuci tangan dan berganti pakaian lalu segera menjaga Tuan Muda kecil."


"Oke, tolong bergegas Bi. Aku pergi."


Agnes pergi meninggalakan Bibi Hana. Bibi Hana cepat-cepat mencuci tangan dan pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


--


Agnes pergi ke sebuah Restorant. Agens membeli makan siang untuk Kenneth. Agnes duduk menunggu pesanannya.


Agnes ingin ke kamar mandi, Agnes berdiri dari duduknya. Saat berdiri Agnes tidak sengaja bertabrakan dengan Seseorang.


"Ouh! Kau tidak bisa lihat!" Umpat Seorang waita yang bertabrakan dengan Agnes.


"Aku tidak sengaja, maaf."


"Maaf? Kau tau berapa harga pakaianku, hah?" Wanita itu melebarkan mata menatap Agnes.


Pakaian Wanita itu terkena tumpahan minuman yang di bawanya. Wanita itu berniat pindah tempat duduk pada awalnya. Karena Wanita itu sibuk dengan ponselnya tidak melihat jalan dan bertabrakan dengan Agnes yang kebetulan berdiri hendak pergi ke kamar mandi.


"Kau diam? Ganti bajuku."


"Aku akan bayar biaya cucinya. Hubungi aku saja, aku aka berikan nomor teleponku."


"Kau..., kau pikir kau siapa? Bajuku kotor. Kau harus menggantinya dengan yang baru."


"Maaf Nona, tidak sepenuhnya ini kesalahanku. Aku baru saja berdiri dan kita bertabrakan. Bukankah kau juga salah tidak melihat jalan? Aku masih di mejaku, kau lihat?" Agnes mencoba menjelaskan.


"Bilang saja kau miskin dan tidak memiliki uang! Banyak alasan untuk menutupi kesalahanmu. Kau Wanita rendahan!" Wanita itu menghina Agnes.


Agnes kesal, mengepalkan kedua tangannya erat. Agnes melihat jus jeruk di mejanya, Agnes mengambil jus jeruk di mejanya dan menyiramnya ke wajah wanita dihadapannya.


"Jika kau tidak tau siapa aku, jangan banyak bicara! Berapa harga bajumu? Ah..., atau aku juga perlu membeli kakimu?" Kata Agnes menatap tajam.


Agnes meletakan gelas kembali ke meja. Wanita itu sangat kesal, merasa di permalukan. Wanita itu mengancam Agnes lalu pergi.


"Kau lihat saja! Kau akan celaka jika berurusan denganku."


"Benarkah? Kau berniat jahat ingin mencelakaiku?" Tanya Agnes melangkah mendekat.


Wanita itu mundur, "kau..., kau ingin apa?" Kata Wanita itu.


"Apa? Aku ingin mengambil pesanan makan siangku."


Dibelakang Wanita asing itu ada seorang pelayan yang berdiri dengan membawa sebuah tas berisi makanan pesaanan Agnes.


"Nona silahkan," kata pelayan ramag memberikan pesanan Agnes.


Agnes menerima, "terima kasih Nona."


Pelayan pergi, Agnes kembali menatap wanita asing di hadapannya. Agnes tersenyum tipis .


"Aku peringatkan kau Nona aneh. Jangan kau berfikir jika kau cantik maka semua akan kau dapatkan. Kau tidak boleh sembarangan merendahkan orang lain. Lebih baik kau bercermin dulu sebelum mengolok orang."


Agnes pergi setelahnya. Wanita asing itu sangat kesal dan marah. Wanita itu ingin membalas perbuatan Agnes.


Diluar Restorant, tepatnya di parkiran. Agnes sudah masuk dalam mobilnya. Agnes mengatur napasnya berulang-ulang. Sejujurnya Agnes tersinggung atas penghinaan wanita asing itu.


"Hufffttt...," Agnes menghembuskan nafasnya perlahan, "bagaimana masih ada wanita sepertinya? Aku sudah meminta maaf walau tak sepenuhnya salah. Aku juga menawarkan jasa cuci. Apa dia sengaja bergaya di hadapanku? Wah, dia menghinaku miskin dan rendahan? Memangnya dia sekaya apa? Banyak sekali orang kaya yang sombong dan angkuh. Apa aku dulu seperti itu? Aku rasa tidak, meski aku tidak tergolong orang baik. Aku tidak pernah merendahkan orang lain dari kekayaannya atau status mereka. Ahh sudshlah, lebih baik aku mengantar makan siang Kenneth sekarang. Anggap saja hari ini sedikit sial!"


Agnes melajukan mobilnya pergi meninggalkan restorant. Agnes dengan mobilnya pergi ke perusahaan Alexander.


--


Seorang wanita masuk dalam rumah dan marah-marah.


"Aaahhhhhhh...."


"Si*lan! Wanita ja**ng!"


"Lihat saja, kau sudah membuatku malu. Aku tidak akan diam saja."


"Nona anda kenapa? Terjadi sesuatu?" Tanya seorang pelayan.


"Bi, siapakan air mandiku, aku akan mandi. Cepat!" Perintah wanita itu.


"Baik Nona."


Bibi pelayan pergi, tidak ingin terkena marah majikannya. Wanita itu mengatur napasnya berulang-ulang. Hatinya begitu sakit seperti tertusuk pisau.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian....


Bibi pelayan datang dan memberitahu jika air mandi sudah di siapkan. Wanita itu langsung bsrgegas tanpa menjawab. Bibi pelayan kembali kedapur, kembali mengerjakan pekerjaannya.


Wanita itu masuk kedalam kamarnaya, melempar tasnya ke arah tempat tidur. Melepas sepatunya asal, dia bergegas masuk dalam kamar mandinya untuk mandi. Wanita itu mandi begitu lama, hampir sekitar 20 menit barulah dia keluar dari kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka, wanita itu keluar dengan hanya mengenakan kimono handuk untuk menutupi tubuhnya. Di rambutnya yang basah juga terbelit handuk.


Ponsel wanita itu berdering, panggilan dari sekertarisnya. Wanita itu menerima panggilan yang masuk.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Nona Robie?" Sapa Sekertarisnya.


"Ya, katakan ada apa?"


"Nona, Direktur perusahaan Alexander menolak bertemu Anda. Sekertarisnya mengatakan Beliau sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk janji temu."


"Oh, mudah saja. Kita perlu datang langsung ke perusahaanya. Kau siapkan dokumennya, aku akan segera bersiap untuk mengambilnya. Aku akan datang langsung ke perusahaan Alexander, untuk menemui Direkturnya."


"Tapi Nona, apakah itu perlu? Anda seorang Wakil Direktur. Tidakkah kita kirim asisten atau orang lain untuk pergi?"


"Tidak. Ini demi perusahaan, bagaimana pun kita harus bisa bekerjasama dengan perusahaan Alexander. Kau siapkan saja apa yang aku minta. Oke?"


"Baik Nona. Saya segera siapkan."


Wanita itu menutup panggilan dari Sekertarisnya. Wanita itu menatap cermin.


"Siapa yang bisa menolak seorang 'Clarya Robie' hanya orang buta yang menolak pesonaku. Beraninya Direktur itu menolak permintaanku, aku penasaran seperti apa rupanya. Pasti Seorang Paman Tua dengan banyak lemak di perutnya. Hihh!" Calrya merasa jijik membayangkannya.


Clarya Robie. Baru datang dari luar negeri, Clary sapaanya sudah lama tinggal di luar negeri. Clary datang kembali untuk membantu perusahaan Papanya. Clary akan menjadi penerus perusahaan Papanya.


---------- ----------


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2