
6 bulan kemudian
Inggris
Agnes memutuskan kembali ke Inggris. Ingin merawat dan membesarkan baby Kenzo. Otniel mendukung Agnes, memang sudah seharusnya Agnes kembali dan menjalankan kehidupannya, itulah yang dipikirkan Otniel.
Otniel tidak melepas tanggung jawab begitu saja, Otniel bahkan mengantar Agnes sampai ke mansionnya.
Bibi Hana senang Agnes kembali, Bibi Hana melihat Agnes menggendong baby Kenzo. Langsung mengerti jika itu adalah anak Agnes. Bibi Hana senang, kini di mansion bertambah satu anggota keluarga lagi.
Usai mengantar Agnes, Otniel berpamitan untuk kembali ke rumahnya.
"Aku pulang, ada beberapa hal yang harus diurus. (Otniel menggendong baby Kenzo dan mencium baby Kenzo) Sampai jumpa baby Kenzo, paman akan datang lagi nanti. Paman harus pulang karena ada urusan." Otniel menatap baby Kenzo.
Baby Kenzo tersenyum, dan tertawa melihat Otniel. Otniel meletakan baby Kenzo ke box baby yang ada tidak jauh dari tempat tidur Agnes.
"Agnes jaga dirimu, oke? Bye.." Otniel berpamitan pada Agnes.
"Bye Otnie, terima kasih untuk segalanya." Sahut Agnes, melambai kearah Otniel.
Otniel pun pergi meninggalkan mansion Agnes. Agnes menatap ke luar jendela kamarnya, menatap sekitar kamarnya, semua masih sama seperti dulu.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu kamar Agnes di ketuk, tidak beberapa lama pintu terbuka. Bibi Hana masuk dan mendekati Agnes.
"Nyonya, saya sudah siapkan makanan anda. Apakah ingin saya membawanya kesini?" Tanya bibi Hana.
Agnes menggeleng, "aku akan makan di meja makan bi. Ahh.. bagaimana kabar bibi? Apakah bobi baik-baik saja?" Agnes berbalik bertanya.
"Kami semua baik nyonya, sudah lebih dari satu tahan anda pergi, kami sangat merindukan anda. Saya terus memikirkan anda, khawatir pada keadaan anda." Bibi Hana menangis haru, merasa senang nyonya rumahnya kembali.
"Bibi maaf.." Agnes memeluk bibi Hana.
"Nyonya, saya sangat senang anda kembali. Terlebih, ada tuan muda kecil." Ucap bibi Hana lirih.
Agnes melepas pelukan, "bi.. terima kasih sudah setia menunggu. Menjaga mansion ini, juga menjaga papa dan mama. Di Jepang Otniel memperlakukanku dengan sangat baik bi. Sekarang aku kembali, aku harus menjalani kehidupanku kembali. Bibi.. aku akan mengandalkanmu untuk membantuku menjaga dan mengasuh Kenzo." Agnes tersenyum.
Bibi Hana menyeka air mata, "baik nyonya.. saya akan menjaga dan mengasuh tuan muda kecil dengan baik." Bibi Hana menjawab dengan penuh semangat.
"Lanjutkan pekerjaan bibi, aku akan mandi dan segera keluar untuk makan." Sahut Agnes.
Bibi Hana mengangguk pelan, pergi keluar kamar Agnes. Agnes berjalan masuk dalam kamar mandi, untuk mandi.
-----
Kenneth datang ke rumah papa dan mamanya untuk makan malam. Kenneth, Elmia dan James makan dengan tenang dan santai.
"Pergilah ke acara lelang besok malam. Papa tidak bisa ikut menemani Ken." James tiba-tiba bicara.
"Iya pa, papa fokus pulihkan kesehatan papa dulu saja. Masalah pekerjaan aku akan tangani." Jawab Kenneth.
Elmia menghidangkan salad sayur untuk Kenneth, Kenneth mengerutkan dahi. "Apa ini ma? Aku tidak suka," Kenneth menyingkirkan maangkuk berisi salad sayur jauh dari pandangannya.
Elmia bingung, "mau Apel?" Tanya Elmia.
"Mama.. aku tidak mau Apel." Jawab Kenneth.
"Tidak mau? Bukankah saat itu kamu menghabiskan buah Apel mamamu?" Tanya James.
Kenneth menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "entah lah pa, mungkin saat itu aku sedang ingin makan. Saat ini aku tidak ingin makan." Jawab Kenneth.
James mengangguk, "sudah-sudah.. makanlah, nanti makananmu dingin." Kata James.
Kenneth mengangguk, "ya pa.." Kenneth melanjutkan makannya.
Elimia tersenyum "setelah bayinya lahir, Ken kembali menjadi Kenneth yang sebelumnya. Sekarang dia sudah lebih baik dan lebih dewasa." Guman Elmia dalam hati.
Makan malam usai, setelah berbincang dengan papa dan mamanya, Kenneth pamit untuk kembali ke apartemennya. Kenneth susah lelah ingin segera beristirahat.
-----
Keesokan harinya
Bibi Hana menerima panggilan dari Ben. Ben meminta Bibi Hana memanggil Agnes. Ben ingin bicara pada Agnes.
__ADS_1
Agnes keluar dari kamar, menggendong Kenzo. Agnes menerima panggilan dari Ben.
(Percakapan di telepon)
"Hallo pa.." sapa Agnes.
"Hai sayang, kau sibuk? Papa menghubungi ponselmu tetapi tidak aktif." Kata Ben.
"Ahh aku mengisi daya batreiku pa, aku lupa belum menyalakan ponselku. Maaf.. apa ada yang penting?" Tanya Agnes.
"Datanglah ke pesta lelang nanti malam. Papa dan mama akan pergi ke luar kota sore ini, tidak bisa datang ke acata itu karena kami baru akan kembali besok. Apa kau sibuk? Jika sibuk papa akan minta sekertaris yang datang." Ben bertanya.
Agnes terdiam, memikirkan sesuatu. "Hmm.. baiklah pa, aku akan datang. Papa dan mama hati-hati di jalan. Besok aku akan datang ke mansion papa dengan Kenzo." Jawab Agnes.
"Itu bagus, papa ingin bermain dengan Ken." Jawab Ben.
"KENZO.." sahut Agnes.
"Apa bedanya? KEN ya KENZO." Jawab Ben, Ben sengaja menggoda Agnes.
"Ya sudah, terserah papa saja. Aku akan tutup teleponnya pa. Aku sedang memberi asi pada Kenzo. Bye papa." Agnes menutup panggilan Ben.
Agnes meletakan gagang telepon pada tempatnya. Agnes kembali ke kamarnya untuk memberi asi pada Kenzo.
-----
Kenneth sibuk membaca sebuah berkas dokumen. Ponsel Kenneth yang ada di atas meja bergetar, panggilan dari Edward.
Kenneth tersenyum tipis, menerima panggilan Edward.
(Percakapan di telepon)
"Ya Ed, ada apa?" Tanya Kenneth.
"Ken, kau diundang ke acara pesta lelang? Itu pesta lelang mikik tuan Peter." Tanya Edward.
"Tunggu, aku diminta papaku hadir ke acara lelang." Kenneth membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah undangan, Kenneth membaca jika pesta di selenggarakan oleh seseroang bernama Peter.
"Kau sedang apa?" Edward tidak sabar.
"Tunggu, aku sedang memeriksa undangan Ed." Jawab Kenneth.
"Hmm.. aku dapat." Jawab Kenneth.
"Yeaaahhh.. cepatlah selesaikan pekerjaanmu. Ayo kita makan siang bersama dan pergi ke boutique." Edward penuh semangat.
"Untuk apa? Kemeja dan jasku banyak. Jangan menghamburkan uang. Dasar pemboros," Kenneth mengejek Edward.
"Oh ayolah Ken, disana pasti banyak orang yang kita kenal. Jangan mempermalukan dirimu teman, kita masih muda dan tampan. Tunjukan pesonamu, kau tidak ingin mencari pasangan huh?" Jawab Edward menggoda.
"Kenapa aku harus punya teman sepertimu huh? Menyebalkan." Keluh Kenneth.
"Menyebalkan? Kau mengataiku menyebalkan? Hmm.. kau lebih menyebalkan!" Edward memutus panggilannya.
Kenneth hanya tersenyum dan menggelengkan kepala perlan. Kenneth meletakan ponselnya di atas meja dan
Kembali fokus bekerja. Kenneth harus menyelesaikan semua pekerjaanya sebelum jam makan siang tiba.
-----
Agnes menghubungi Otniel. Agnes mengajak Otniel berbelanja beberapa gaun untuk pesta. Otniel mengiyakan permintaan Agnes, Otniel menjemput Agnes dan baby Kenzo untuk berbelanja.
Di boutique
Otniel mendorong kereta baby Kenzo. Agnes berjalan mendahului Otniel dan baby Kenzo.
"Pilihlah gaunmu, aku dan baby Kenzo akan menunggumu disini. Aku" jawab Otniel.
"Uh, kau tidak memilih jasmu? Kau kan juga datang ke pesta itu." Ucap Agnes.
"Aku mudah dalam memilih pakaian, pakai apa saja pasti tampan." Otniel menyombongkan diri.
Agnes terpaku menatap Otniel, lalu tertawa. "Hahahaha.. ya baiklah. Aku akan pilihkan jas untukmu nanti. Aku pilih gaunku dulu, tolong jaga baby Kenzo untukku." Ucap Agnes.
Otniel mengangguk, "oke.. sanatai saja, jangan terburu-buru. Kita masih punya banyak waktu untuk memilih." Jawab Otniel.
Agnes tersenyum, berjalan masuk memlilih gaun pesta. Pelayan datang melayani Agnes dan mengantarkan Agnes memilih gaun.
-----
__ADS_1
Otniel bertanya pada penjaga boutique, mencari pakaian bayi. Pelayan mengantar kan Otniel melihat pakaian bayi. Otniel berniat membelikan beberapa pakaian untuk baby Kenzo. Otniel mendorong kereta bayi mengikuti pelayan.
Otniel disibukan dengan banyaknya pilihan. Otniel meminta pada pelayan untuk membantu memilihkan. Otniel mendapat banyak pujian dari pelayan yang memujinya sebagai ayah yang baik dan perhatian. Otniel hanya tersenyum dan mengangguk-angguk. Seakan mengiyakan ucapan pelayan boutique itu.
-----
Agnes sedang berganti gaun, tangannya tidak bisa melepas ikatan yang tadi diikatkan pelayan. Agnes memanggil-manggil pelayan untuk membantunya.
"Nona.. bisakan anda membantu saya? Ikatan gaun ini terlalu kencang. Sulit sekali dilepaskan." Ucap Agnes.
Agnes saat itu sedang berada di dalam ruang ganti. Sibuk menggapai dan melepas tali gaunnya.
Seseoarng datang, membuka tirai dan membantu Agnes. Agnes yang menunduk merasa lega karena ada yang membantu melepas ikatan tali gaun yang dikenakannya.
Agnes merasakan sesuatu menyentuh punggungnya. Bukan tangan pelayan toko, Agnes tersenyum mengira itu Otniel.
"Otniel, kau.." panggil Agnes, Agnes mengangkat kepala menatap cermin yang ada di hadapannya.
Agnes melebarkan matanya, Agnes terkejut. Seseorang yang membantunya bukan Otniel. Melainkan Kenneth.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"