
Kenneth mengantar Jesika ke rumah lama milik Jesika. Kenneth melihat sekeliling rumah Jesika, rumah lama yang penuh dengan kenangan.
Jesika berdiri di depan pintu rumahnya, "thanks Ken, maaf merepotkanmu. Pulanglah, aku tidak ingin merepotkanmu lagi." Ucap Jesika.
"Umh, oke! Jaga dirimu baik-baik Jesi. Aku masih ada urusan, aku pergi dulu." Jawab Kenneth.
Jesika mengangguk, "hmm.. hati-hati Ken." Jesika menatap kepergian Kenneth.
Kenneth melambai sembari berjalan, masuk dalam mobilnya dan melesat jauh, pergi meninggalkan rumah Jesika. Kenneth hendak pergi ke pemakaman, Kenneth ingin bertemu dengan Jimmy.
-----
Agnes berada di kamarnya, Agnes menghubungi Alfred. Ingin memastikan kembali mengenai berkas yang diberikannya.
(Percakapan di telepon)
"Hallo, ya nona.." jawab Alfred.
"Al, apa kau sudah mengurusnya?" Tanya Agnes.
Alfred diam, memikirkan kembali ucapan Ben, "tentu saja sudah saya urus nyonya, sesuai perintah anda." Jawab Alfred.
"Maafkan saya nona, saya sudah berbohong. Entah apa yang sudah di rencanakan oleh tuan, untuk saat ini saya juga harus bermain permainan yang di mainkan oleh tuan Carney." Dalam hati Alfred.
"Apakah anda berniat mengubah keputusan anda nona?" Tanya Alfred.
Agnes menggeleng, "tidak Alfred! Aku hanya ingin memastikan kau sudah melakukan tugasmu, itu saja. Baiklah jika seperti itu, aku akan menunggu hasilnya." Jawab Agnes.
"Saya akan langsung berikan pada anda saat surat perceraian sudah di keluarkan nona." Jawab Alfred menyakinkan.
"Mmm, baiklah! Aku tutup dulu, terima kasih sudah mau membantuku." Ucap Agnes.
"Ya, sama-sama nona." Jawab Alfred.
Agnes mengakhiri panggilannya, meletakan ponselnya di meja. Agnes berbaring dan menatap langit-langit kamarnya.
"Selanjutnya aku harus mencari cara bagaimana caraku menjelaskan pada papa. Papa pasti akan kecewa dengan keputusanku, bagaimana ini?" Guman Agnes kebingungan.
Pintu kamar Agnes diketuk,
Tok..
Tok..
Tok..
Bibi Hana membuka pintu perlahan, "nona.. ada seseorang yang ingin bertemu anda." Ucap bibi Hana yang berdiri di depan pintu.
"Siapa bi? Aku tidak ada janji dengan siapapun." Jawab Agnes.
"Tuan Jasson nona, apakah anda bersedia bertemu?" Bibi Hana kembali bertanya.
"Otnie?" Guman Agnes, Agnes bangun dari baringnya dan turun dari ranjangnya. Agnes berjalan mendekati bibi Hana. "Buatkan minuman bi, aku akan menemuinya. Ayo.." jawab Agnes.
Agnes menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu, untuk menemui Otniel.
Agnes melihat Otniel berdiri memandangi fotonya. Agnes menyapa, "hai tuan Jasson, apa yang kau lihat?" Ucap Agnes.
Otniel memalingkan wajah menatap Agnes, "hai.. kau tidak kekantor hari ini? Aku datang ke kantormu tadi, sekertarismu mengatakan kau sedang sibuk. Aku jadi penasaran, kesibukan apa yang kau lakukan nona Carney?" Otniel menggoda Agnes.
Agnes duduk di sofa, "hmm.. aku mengurus sesuatu. Kau ada hal penting apa menemuiku?" Tanya Agnes.
"Aku hanya ingin memastikan keadaanmu Agnes, malam itu kau tiba-tiba saja pergi. Dan semenjak itu tidak ada kabar apa-apa darimu, aku khawatir. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Otniel penasaran.
"Aku baik-baik saja, apa yang kau khawatirkan Otnie?" Jawab Agnes tersenyum cantik.
Otniel tersenyum tipis, "jadi siapa pria itu?" Otniel menatap Agnes. "Pria yang tiba-tiba menarik tanganmu dan membawamu pergi." Otniel menjelaskan.
"Dia suamiku," jawab Agnes.
__ADS_1
"Suami ya.. apa dia cemburu kau bersamaku? Apakah dia sudah salah paham?" Otniel menerka-nerka.
"Mungkin saja, sudah jangan cemaskan itu. Kau tidak berkeliling kota?" Tanya Agnes.
"Seharusnya pergi, namun aku tidak punya banyak waktu. Aku akan kembali ke Jepang beberapa hari lagi. Aku masih harus menyelesaikan banyak hal." Jawab Otniel melihat sekeliling ruang tamu.
"Benarkah? Secepat itu?" Agnes terlihat kecewa, "kita baru saja bertemu setelah sekian lama. Kau pergi secepat itu?" Agnes merasa sedih.
"Jika kau punya banyak waktu, ikutlah bersamaku. Ajak suamimu juga, kalian bisa berlibur juga berbulan madu." Otniel memberi saran.
Agnes terdiam, Otniel merasa canggung. "Agnes, apakah ada sesuatu? Ada masalah apa?" Otniel duduk di samping Agnes.
Agnes menangis, "aku dan dia sudah tidak bisa bersama Otnie, kami akan bercerai." Agnes berkeluh kesah.
Otniel mengerutkan dahi, "jangan menangis, bicara baik-baik dulu." Otniel menenangkan Agnes, merangkul Agnes dan mengusap bahu Agnes.
Agnes akhirnya membuka suara, Agnes menceritakan semuanya kepada Otniel. Agnes menceritakan dari awal, dimana Agnes menikah dengan Jimmy, Jimmy meninggal dalam kecelakaan. Sebelum meninggal Jimmy meminta Kenneth adiknya menggantikan Jimmy menikahi Agnes.
Akhirnya Agnes dan Kenneth menikah, Kenneth sejak awal memang bersikap dingin dan tidak terlalu menyukai Agnes. Lebih sering mengabaikan Agnes.
Semua berjalan sama sampai lebih dari sebulan, sampai akhirnya pada saat kejadian di pesta itu. Kenneth emosi dan hilang kendali, Kenneth akhirnya melakukan itu pada Agnes. Agnes merasa kecewa dan dan kesal. Tidak menyangka jika Kenneth akan bersikap kasar dan brutal padanya.
Hampir seminggu Agnes berfikir, terus menatap berkas dokumen yang sudah di tanda tanganinya bersama Kenneth. Setiap hari berfikir dan menetapkan hati sampai akhirnya Agnes memutuskan untuk kembali bersama Kenneth, membuka lembaran baru.
Agnes datang ke apartemen Kenneth, saat sampai di Apartemen Kenneth, Agnes melihat Kenneth masuk dalam mobilnya dan melesat pergi. Agnes mengikuti karena penasaran, sampai Kenenth tiba di cafe. Kenneth bertemu seorang wanita, lama berbincang wanita itu pergi, Kenneth mengejar dan wanita itu pingsan.
Kenneth membawa wanita itu ke rumah sakit, Agnes mendengar hal di luar dugaan, wanita itu sedang hamil. Tidak hanya itu, Agnes juga melihat Kenneth dan wanita itu berpelukan. Agnes sudah menetapkan hatinya untuk bercerai dengan Kenneth.
Agnes selesai bercerita, Agnes terisak. "Aku sudah tidak bisa lagi bertahan, aku ingin semuanya berakhir." Ucap Agnes.
"Agnes, dengar kan aku. Apa kau sudah bertanya langsung pada Ken, siapa wanita itu dan apa hubungan mereka? Jangan terlalu gegabah." Otniel memberi nasihat.
Agnes menggeleng, "itu tidak perlu lagi, aku sangat jelas melihat Kenneth bersikap lembut padanya. Berbeda sekali dengan sikapnya padaku." Agnes menyeka air matanya, mengusap-usap wajahnya lembut.
Otniel diam, tidak bicara apa-apa. Tiba-tiba saja Agnes mengatakan hal yang tidak terduga. "Otnie, boleh aku ikut denganmu ke Jepang? Aku akan tinggal di sana beberapa minggu untuk menenangkan diri." Agnes menatap Otniel.
Otniel bingung, "hmm.. kau sendiri?" Tanya Otniel.
"Ijinlah dulu pada paman Ben, aku tidak ingin di tuduh sebagai penculik istri orang. Jika paman Ben mengiyakan maka aku juga akan setuju kau ikut bersamaku." Otniel menjelaskan.
"Ya, aku akan mengunjungi papaku dan meminta ijin. Ada sesuatu juga yang ingin aku katakan pada papa. Kau tenang saja, tidak akan ada yang menuduhmu dengan tuduhan seperti itu." Agnes kembali tersenyum.
Bibi Hana datang membawa segelas jus jeruk dan setoples cookies. Meletakan dinatas meja, di hadapan Otniel.
"Silahkan tuan.." bibi Hana mempersilahkan Otniel mencicipi sajian.
"Terima kasih bibi Hana, sepertinya bibi terlihat semakin muda." Goda Otniel.
"Tuan muda sangat pandai bicara, saya permisi terlebih dahulu. Masih banyak pekerjaan di dalam." Bibi Hana melangkah pergi meninggalkan Agnes dan Otniel.
Agnes berdiri dari duduknya, "Otnie.. aku ambil ponselku dulu. Kau minumlah jus mu." Kata Agnes lalu melangkah pergi.
Otniel menatap kepergian Agnes, mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Lalu berbicara dengan Ben, Sedari tadi Ben mendengar percakapan Otniel dan Agnes.
(Percakapan di telepon)
"Paman, apa langkah selanjutnya?" Tanya Otniel.
"Tunggu saja sampai Agnes datang padaku, tugasmu cukup baik Otnie, maaf jika paman merepotkanmu kali ini." Ucap Ben.
"Jangan sungkan paman, Agnes sudah seperti adikku sendiri. Baiklah paman, jika tidak ada tugas lagi untukku aku akan tutup panggilannya. Karena setelah ini aku harus pergi menemui temanku." Otniel menatap kedalam rumah, kalau-kalau Agnes datang.
"Oke, bersenang-senanglah." Ben mengakhiri panggilannya.
Otniel melihat-lihat layar ponselnya, temannya sudah mengirim pesan, sudah dalam perjalanan menuju tempat yang di tentukan. Tidak lama Agnes datang, melihat Otniel yang sedang sibuk.
"Ada apa?" Tanya Agnes.
"Agnes maaf, aku harus pergi. Aku ada janjo bertemu dengan temanku." Otniel bangkit berdiri dari duduknya, menatap Agnes.
__ADS_1
"Oke, pergilah. Jangan membuat temanmu menunggu. Aku akan bicara pada papaku dan menghubungimu. Berikan nomor ponselmu padaku." Agnes menyodorkan ponselnya pada Otniel.
Otniel mengambil ponsel Agnes dan berbagi nomor ponselnya. "Simpan baik-baik, jika hilang aku tidak akan memberikan nomor ku lagi." Otniel tersenyum lagi-lagi menggoda Agnes.
Agnes menyimpan nomor ponsel Otniel, mengantar Otniel hingga keluar pintu utama mansionnya.
"Hati-hati dijalam Otnie.." Agnes melambaikan tangan.
Otniel mengusap kepala Agnes lembut lalu pergi mendekati mobilnya. Otniel membuka pintu mobilnya, masuk dalam mobilnya dan menutup kembali pintu mobilnya. Otniel membuka kaca mobil dan melambai, Agnes melambai-lambai dengan senyuman manis yeng menghiasi wajahnya. Menatap kepergian Otniel yang perlahan menghilang dari pandangannya.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"