Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 17


__ADS_3

Malam hari..


Semua berkumpul di rumah sakit, Jimmy, Kenneth, Agnes dan para orang tua berkumpul. Jimmy mengutarakan keinginnanya, semua terkejut mendengar permintaan Jimmy.


Kondisi Jimmy semakin melemah, Jimmy sangat berharap bisa melihat adik dan istrinya menikah di hadapannya. Orang tua Jimmy menuruti dan menyetujui permintaan Jimmy, berharap Kenneth mau menerima Agnes sebagai istrinya.


Orang tua Agnes masih diam, kedua orang tua Agnes meminta waktu untuk bicara pada Agnes, keluarga Agnes berdiskusi tidak jauh dari tempat Jimmy berbaring.


"Agnes, apa kau baik-bak saja?"


"Mama, aku baik." Jawab Agnes dengan suara serak.


"Lalu bagaimana ini? Apakah kita harus menuruti permintaan dari Jimmy? Menikahkan putri kita pada Ken? Bagaimana ini semua bisa terjadi, aku sungguh tidak mengerti." Keluh mama Agnes (Alea), menatap kearah papa Agnes (Ben Carney)


Ben merangkul Alea, "sepertinya Jimmy memiliki pemikirannya sendiri. (Ben menghela nafad panjang menatap Agnes) Agnes, semua ada dalam kendalimu saat ini. Bagaimana pun kamulah yang membuat keputusan, bukan kami. Sekarang papa dan mama hanya bisa menerima apapun keputusanmu." Kata Ben dengan suara lirih.


Agnes menunduk mengepalkan tanganya, Agnes benar-benar merasa tidak berdaya.


"Ini adalah keinginan Jimmy, Agnes akan memenuhi keinginan Jimmy. Meski berat, Agnes akan menjalaninya." Agnes menangis, dan memeluk Ben.


Ben mengusap punggung Agnes dan mencium kening Agnes. Merasakan kesedihan yang dirasakan putrinya.


Ben, Alea dan Agnes kembali pada posisi awal setelah berdiskusi. Jimmy menatap Agnes dan tersenyum, "Agnes, bagaimana?"


"Ya, aku akan memenuhi keinginanmu, berjanjilah kamu akan sembuh." Agnes mendekat, memegang erat tangan Jimmy.


Jimmy menatap Kenneth, "kemarilah Ken." Jimmy memanggil Kenneth.


Kenneth mendekat, berdiri di samping Agnes. Jimmy meraih tangan Kenneth, dan meletakan tangan Agnes diatas tangan Kenneth.


Jimmy menatap Kenneth, "aku menyerahkan Agnes padamu, Ken. Jagalah Agnes baik-baik untukku. (Jimmy menatap Agnes) Agnes, kelak kamu harus melakukan tugasmu dengan baik. Seperti yang kamu lakukan padaku, perlakukan Ken seperti kamu memperlakukanku." Kata Jimmy.


"Jangan banyak bicara dulu kak, pulihkan kesehatanmu." Jawab Kenneth.


Agnes terdiam, hatinya begitu perih dan sesak, seakan hatinya tersayat mendengar kata-kata Jimmy.


"Kalian bisa keluar, aku akan bicara dengan para orang tua." Jimmy meminta Agnes dan Kenneth keluar dari ruangan.


Agnes meski dengan berat hati akhirnya pergi, disusul oleh Kenneth di belakangnya. Jimmy menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya, meminta papa dan mamanya mengundang seorang pendeta untuk menikahkan Kenneth dan Agnes didepannya. Permintaan Jimmy disanggupi oleh papa dan mamanya.


Sementara itu, diluar ruangan Agnes terlihat gelisah, Agnes mondar mandir di depan pintu ruangan Jimmy. Agnes bertanya-tanya mengapa Jimny ingin dirinya dan Kenneth pergi dan hanya ingin bicara dengan para orang tua?


Kenneth juga ada dalam pemikirannya sendiri, seperti mimpi namun terlihat sangat nyata. Masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Lama menunggu tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Ben memanggil Agnes dan Kenneth masuk. Agnes dan Kenneth masuk tanpa ragu, suasana didalam ruangan begitu hening. Hanya ada tatapan mata yang mengutarakan kesedihan.


Malam itu semua terdiam, seperti sedang menunggu sesuatu. Dan benar saja, setelah hampir berdiam diri selama 1 jam ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kamar Jimmy. Pintu ruangan terbuka, terlihat dua orang masuk kedalam ruangan.


"Maaf menunggu lama tuan Carney. Saya sedang ada pekerjaan tadi." Seseorang berusia paruh baya berjalan menghampiri Ben Carney dan berjabat tangan.


"Maafkan saya sudah mengganggu waktu anda, ini adalah hal mendesak. Seperti yang sudah saya bicarakan sebelumnya di telepon, ini adalah menantu saya, Jimmy. (Ben Carney memperkenalkan Jimmy) Jimmy dia adalah pendeta Thomas, seseorang yang bicara dengan papa tadi ditelepon." Ben menjelaskan.


Jimmy tersenyum, "selamat malam." Sapa Jimmy.


"Selamat malam, jadi benar kamu memutuskan untuk menikahkan adik dan istrimu?" Tanya Thomas.

__ADS_1


"Ya, seperti yang anda lihat. Saya.. (Jimmy terdiam) saya sangat yakin, tolong penuhi permintaan saya." Ucap Jimmy memelas.


Thomas menatap Ben, "dimana putri anda dan adik dari menantu anda?" Tanya Thomas.


"Mereka disana, (Ben menatap ke arah Agnes dan Kenneth) Agnes, Kenneth kemarilah." Kata Ben.


Agnes dan Ken saling bertatapan. Mereka berjalan perlahan mendekati Ben dan Thomas. Thomas menatap Agnes dan Kenneth, "kalian sungguh mau menerima permintaan Jimmy?" Tanya Thomas.


Kenneth menatap Jimmy, Jimmy mengangguk dan tersenyum pada Kenneth. Kenneth menghela nafas, "saya akan memenuhi permintaannya." Jawab Kenneth tanpa ragu-ragu lagi.


"Lalu anda nona?" Thomas menatap Agnes.


Agnes ingin sekali menangis dan mengatakan tidak, karena hanya Jimmy satu-satunya pria yang di cintainya. Namun Agnes kembali mengingat janjinya untuk memenuhi permintaan Jimmy.


Agnes mengangguk, "saya menerima." Jawab Agnes dengan suara gemetar.


Jimmy tersenyum, perasaanya begitu lega. Thomas menatap Ben, "baiklah jika sudah menemui kesepakatan. Kita bisa lakukan sekarang." Ucap Thomas.


Thomas menatap seseorang yang datang bersamanya, Thomas meminta Kenneth dan Agnes berdiri berdampingan di samping jimmy. Jimmy menatap Kenneth dan Agnes dengan senyuman. Thomas meminta Kennrth dan Agnes saling bertumpu tangan.


"Malam ini, saya akan menyatukan dua hati dalam satu ikatan pernikahan. Sebagaimana yang telah kita semua tahu, hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Kenneth Alexander, bersediakan engkau menerima Agnes Carney sebagai istrimu? dalam suka mau pun duka, senang mau pun susah, sehat mau pun sakit, kaya mau pun miskin, dan berjanji mencintai juga menyayangi Agnes sampai maut memisahkan? Jika bersedia silahkan mengucapkan janji seperti apa yang saya katakan." Thomas menatap Kenneth.


Kenneth menarik nafas panjang dan menghembuskan nafas perlahan, "saya bersedia. Saya, Kenneth Alexander bersedia menerima Agnes Carney sebagai istri saya. Dalam suka mau pun duka, dalam senang mau pun susah, dalam sehat mau pun sakit, dalam kaya mau pun miskin, berjanji akan mencintai dan menyayanginya sampai maut memisahkan kami." Kenneth mengucapkan janji pernikahan dengan lancar.


Thomas mengangguk, menatap Agnes. "Agnes Carney, bersediakah engkau menerima Kenneth Alexander sebagai suamimu? Dalam suka mau pun duka, dalam senang maupun susah, dalam sehat mau pun sakit, dalam kaya mau pun miskin. Berjanji mencintai juga menyayangi Kenneth sampai maut memisahkan? Jika bersedia silahkan mengucapkan janji sesuai apa yang saya katakan." Thomas menunggu jawaban Agens.


"Ini adalah kedua kalinya aku mengucapkan janji pernikahanku. Harusnya tidak perlu seperti ini kan? Bagaimana ini, kenapa aku ingin sekali menangis? Agnes ayo jangan menangis di depan Jimmy, buatlah Jimmy tersenyum." Dalam hati Agnes.


Agnes menghela nafas perlahan, "saya bersedia. Saya Agnes Carney bersedia menerima Ken.. Kenneth Alexander sebagai suami saya. Dalam suka mau pun duka, dalam senang mau pun susah, dalam sehat mau pun sakit, dalam kaya mau pun miskin. Berjanji mau mencintai dan menyayanginya sampai maut memisahkan." Agnes mengucapkan janjinya dengan suara gemetar.


"Dengan ini saya menyatakan kalian berdua resmi menjadi pasangan suami dan istri secara agama. Besok kalian bisa datang mengurus surat pernikahan kalian." Kata Thomas.


Agnes memalingkan wajah menatap Jimmy. "Jimmy.." Agnes mendekat dan memeluk Jimmy.


Jimmy tersenyum mengusap punggung Agnes, "maafkan aku yang pada akhirnya melakukan ini padamu Agnes, bebahagialah selalu, aku sangat mencintaimu." Bisik Jimmy.


"Bertahanlah, aku tidak ingin kehilanganmu." Bisik Agnes dengan menangis tersedu.


Suasana haru menjadi haru, beberpa lama kemudia, setelah suasana tenang. Thomas dan rekannya meminta ijin untuk pergi karena tugas mereka sudah selesai. Ben mengantar Thomas keluar ruangan.


 


Orang tua Jimmy dan Kenneth kembali pulang, Kenneth mengantar orang tuanya. Sedangkan orang tua Agnes masih tinggal sedikit lebih lama hingga akhinya menyusul kedua orang tua Jimmy dan Kenneth pulang.


Hanya ada Agnes dan Jimmy, Agnes menjaga Jimmy. Jimmy senang Agnes masih begitu peduli padanya, Jimmy senang Agnes mendapinginya di sisa akhir hidupnya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..

__ADS_1


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2