
Agnes melihat sekeliling Restorant, tidak ada siapa pun selain dirinya dan suaminya. Agnes penasaran, bertanya pada Kenneth.
"Sayang, kau merasa ada yang aneh tidak?" Agnes melihat kiri dan kanan.
Kenneth tersenyum, "apa yang aneh? Biasa saja, tidak ada hal aneh apa pun."
"Kenapa hanya ada kita berdua? Bukankah ini waktu makan malam? Seharusnya tempat ini ramai."
"Lupakan, ayo kita duduk. Aku sudah pesan meja untuk kita makan malam romantis. Aku ingin menikmati waktu berduaan denganmu sayang. Oke," ucap Kenneth meyakinkan Agnes.
Agnes mengangguk pelan lalu tersenyum. Belum sampai senyuman Agnes pudar, seorang pelayan datang menghampiri dan menyambut dengan ramah.
"Silahkan Tuan dan Nyonya Alexander."
Sebuah meja sudah tertata rapi dan dihias. Kenneth dan Agnes duduk ditempat yang sudah di siapkan. Pelayan itu membawa sebotol wine, lalu menuang wine kedalam dua gelas.
"Pesananku sudah siap?" Tanya Kenneth pada pelayan.
"Sudah tuan. Kami sudah siapkan, mohon bersabar untuk menunggu."
Kenneth mengangguk, "segera sajikan jika hidangan selesai dibuat."
Pelayan menganggukan kepala perlahan, "baik Tuan. Permisi, akan saya lihat di dapur.
Pelayan pergi meninggalkan Kenneth dan Agnes. Kenneth melihat Agnes sibuk melihat sekeliling. Kenneth tersenyum tampan, meraih tangan Agnes yang ada di atas meja.
"Kau suka?" Tanya Kenneth dengan suara lembut.
Agnes menatap Kenneth, terkejut saat tangannya dipegang oleh Kenneth. Agnes merasa sedikit curiga pada Kenneth.
"Ya, aku suka. Terima kasih sudah mengajakku makan malam."
Beberapa saat kemudian beberapa pelayan datang. Pelayan itu membawa hidangan yang dipesan Kenneth. Pelayan menyajikan hidangan makan malam diatas meja.
"Selamat menikmati, Tuan dan Nyonya."
Pelayan pergi setelahnya. Hanya ada Kenneth dan Agnes yang siap menyantap hidangan makan malam itu.
"Makanlah, aku harap kau menikmatinya. Aku akan ke belakang sebentar, kau bisa menikmati makanannya lebih dulu."
"Oke," jawab Agnes tersenyum cantik.
Kenneth berdiri dan berjalan perlahan menjauh dari Agnes. Agnes menatap hidangan didepannya.
"Sejak kapan Kenneth tau makanan kesukaanku?" Guman Agnes.
Agnes senang, sekian lama bersama Kenneth,ini adalah momen pertamanya makan malam romantis. Agnes mengembangkan senyumannya.
Tiba-tiba ada suara piano dan biola. Juga dua orang penyanyi Pria dan Wanita. Agnes kebingungan, melihat kesegala arah. Tidak ada orang lain selain dirinya, pemain musik, dan penyanyi. Agnes masih tidak mengerti apa yang terjadi.
Dari jauh Kenneth berjalan membawa buket bunga mawar berukuran besar. Agnes kaget, saat Kenneth mendekatinya dan memberikan buket bunga tersebut.
Agnes berdiri dari duduknya, menerima buket bunga pemberian Kenneth. Belum sampai bibir Agnes bicara, Kenneth meraih tangan Agnes dan menyelipkan sebuah cincin berlian. Agnes tertegun melihat cincin yang melingkar di jari manis tangan kirinya.
"Apa ini, Ken?" Tanya Agnes
"Apa lagi, inilah bentuk cintaku padamu. Aku melamarmu, sayang."
"Melar? Bukankah kita memang sudah menikah?" Tanya Agnes lagi.
"Kita menikah tanpa persiapan. Ijinkan aku melamarmu, dan ayo kita gelar resepsi pernikahan kita."
"Ken..., aku sungguh terkejut kau melakukan ini padaku. Aku...."
Agnes langsung memeluk Kenneth, "terima kasih, Ken. Aku mencintaimu."
Kenneth mengeratkan pelukan, "maaf, aku ingin melakukan yang terbaik walaupun sudah terlambat. Aku ingin kau mengenang ini, aku sungguh ingin kau bahagaia berada disisi ku, Agnes."
"Ken, aku bahagia bersamamu."
"Aku juga bahagia bersamamu."
Agnes melepaskan pelukan. Agnes mencium aroma bunga mawar merah yang dipeluknya. Senyumnya kembali merekah.
Kenneth mencium kening Agnes lembut. Kenneth mengelus kepala dan merapikan rambut Agnes kebelakang telinga Agnes.
"Terima kasih untuk semuanya, aku berharap kau menyukai kejutan kecil dariku ini."
Agnes mengangguk senang, "aku suka, sangat suka. Terima kasih untuk kejutan manis ini. Sungguh aku tidak pernah membayangkan kau akan memberikan kejutan ini, Ken. Aku tidak berharap dan tidak inginkan apa-apa darimu. Kau mau menerimaku apa adanya saja itu sudah cukup."
Agnes mengecup pipi Kenneth lembut. Kenneth merasa senang, tidak hanya mendapatkan pujian dirinya juga mendapatkan ciuman dari istri tercintanya.
Kenneth melanjutkan acara makan malamnya. Kenneth membantu Agnes momotong steak menjadi bagian-bagian kecil agar Agnes mudah untuk memakannya. Kenneth sesekali menyuapi Agnes. Malam itu Agnes begitu dimanjakan oleh Kenneth.
Di Mansion, Kenneth dan Agnes baru saja tiba. Mereka mengintip kedalam kamar Kenzo. Ada Bibi Hana yang menjaga dan menemani Kenzo.
"Tuan, Nyonya," sapa Bibi Hana.
"Ya Bi, apakah Kenzo menangis?" Tanya Kenenth.
"Tidak Tuan, Tuan Muda kecil tertidur pulas."
"Hmm..., baiklah Bi, Bibi bisa istirahat sekarang. Terim kasih sudah mau manjaga Kenzo."
"Tidak perlu sungkan, Tuan. Saya sangat menyayangi Tuan Muda kecil. Saya senang bisa menjaganya."
"Bibi Hana yang terbaik," Agnes memuji.
"Nyonya Muda bisa saja. Saya permisi, Tuan, Nyonya."
Bibi Hana pergi meninggalkan kamar Kenzo. Agnes dan Kenneth saling menatap.
"Kita pindah kamar? Atau bermalam di kamar Kenzo saja?" Kenneth menawari.
__ADS_1
"Kita jarang tidur disini. Malam ini kita tidur disini saja. Oke?" Agnes mengedipkan satu mata pada Kenneth.
"Oke, aku akan ganti baju ke kamar. Kau ada yang ingin aku bawakan?" Tanya Kenneth berdiri disamping Agnes.
"Bawakan gaun tidurku yang berwarna hitam. Aku menggantungnya di kamar tadi sebelum pergi kita berangkat."
"Oke, aku segera kembali."
Kenneth pergi keluar dari kamar Kenzo, untuk berganti pakaian di kamarnya senndiri. Agnes duduk di tepi tempat tidur, mengelus kaki Kenzo. Senyuman mengembang di bibir Agnes.
10 menit berlalu, Kenneth kembali membawa gaun tidur Agnes. Kenneth memberikan dan diterima oleh Agnes. Agnes segera berganti pakaian. Usai berganti, Agnes dan Kenneth duduk di samping Kenzo tidur. Agnes di sebelah kanan Kenzo, dan Kenneth di sebelah kiri Kenzo.
"Hadiah apa yang akan kita berikan pada Otniel dan Jesika?" Agnes ragu-ragu bertanya.
"Hmmh, soal itu aku akan memberikan sesuatu. Aku akan mengatur jadwal bulan madu mereka. Biarkan mereka menikmati waktu bersama, Sarah akan tinggal bersama kita atau Mama dan Papa. Bukankah Sarah juga masih terhitung Keponkanaku? Cucu Papa dan Mama juga."
"Kau sudah memikirkan tempatnya?" Tanya Agnes lagi.
Kenneth mengangguk, "ya, bagaimana dengan Hongkong?" Tanta Kenneth pada Agnes.
"Entah lah, aku tidak pernah tau Otniel pergi ke kemana-mana selain Inggris, dan Jepang. Mungkin juga hal baik, mereka bisa pergi berlibur sekaligus berbulan madu."
"Ya, itu hanya rencana saja. Jika kau ada usul katakan saja. Apa kau ada ide, sayang?" Tanya Kenneth.
"Selama aku tinggal bersama Otniel, dia tidak pernah pergi kemana pun. Aku rasa idemu bagus."
"Kau juga ingin berbulan madu, setelah acara resepsi kita?" Kenneth menawari.
"Apa? Tidak perlu. Aku sudah puas seperti ini."
"Hm," Kenneth sedikit kecewa.
Agnes memegang tangan Kenneth. "Kita harus mengatur jadwal pekerjaan kita jika pergi. Jangan kecewa."
"Oke, tidurlah. Ini sudah larut malam. Hari ini aku senang, sangat senang. Apa yang ingin aku lakukan sudah tercapai, melamar wanita yang aku cintai."
Agnes mendekat, mencondongkan badannya ke arah kenneth. Agnes mencium pipi Kenneth.
Cup....
"Sungguh, aku sangat berterima kasih. Ayo tidur," ajak Agnes.
Kenneth tersenyum dan menganggukan kepala. Agnes menata bantal dan berbaring, begitu juga Kenneth. Mereka tidur dengan posisi saling berhadapan, di tengah-tengah mereka ada Kenzo. Kenneth dan Agnes menumpu tangan mereka memeluk Kenzo.
Keesokan harinya....
Kenneth bangun lebih awal, Kenneth di pandu Bibi Hana memasak sarapan untuk Agnes. Juga memasak bubur Kenzo.
Kenneth sangat bersemangat. Bibi Hana senang melihat Tuan dan Nyonyanya begitu harmonis juga romantis.
"Semoga Tuan, dan Nyonya selalu berbahagia bersama sampai akhir. Amin," diam-diam dalam hatnya, Bibi Hana berdoa.
"Bi, kenapa melamun?" Tanya Kenneth.
"Oh, maaf Tuan. Saya saya terlalu senang."
Bibi Hana menggelengkan kepala, "Tidak ada Tuan, saya hanya senang melihat Tuan dan Nyonya baik-baik saja."
Kenneth tersenyum, "kami akan selalu baik-baik saja Bi. Aku, Agnes dan juga Kenzo. Kami akan menjadi kelaurga bahagia."
"Semoga Tuhan mendengar perkataan Anda, Tuan."
"Bibi tolong lihat ini," Kenneth meminta Bibi Hana melihat bubur Kenzo, "apakah ini sudah matang?"
Bibi Han mengaduk, "sudah matang Tuan. Nyonya pasti senang saat bangun nanti."
"Baiklah, aku sudah slesai memasak. Bibi tolong bersihkan dapur, aku ingin melihat Istri dan Anakku dulu."
Dalam sekejap Kenneth sudah berjalan cepat meninggalkan dapur. Kenneth berjalan menuju kamar Kenzo. Pintu kamar terbuka, Kenneth masuk dan menutup pintu kamar perlahan. Kenneth berjalan mendekati Agnes, lalu duduk di tepi tempat tidur di samping Agnes.
Kenenth mengusap rambut Agnes, mengecup kening Agnes.
"Selamat pagi, sayang."
Agnes mengeryitkan dahi mendengar suara lembut Kenneth. Agnes membuka mata perlahan diiringi senyuman manis. Agnes menatap Kenneth, meraba wajah Kenneth.
"Selamat pagi," kata Agnes dengan suara berat khas bangun tidur.
jemari Agens bergerak lembut membelai wajah Kenneth. Kenneth mencium tangan Agnes yang meraba wajahnya. Agnes melihat ke samping, Kenzo masih tertidur lelap. Agnes perlahan bangun, merenggangkan tanagnnya keatas kepalanya.
"Kau sudah bagun?" Tanya Agnes.
Kenneth mengangguk, "ya, aku bangun dan membuat sarapan juga bubur untuk Kenzo."
Agnes kaget, "sungguh? Kau melakukan itu?" Agnes merasa tidak percaya.
"Ya, aku juga harus mengendalikan dapur. Jika sewaktu-waktu Istri kesayangnku lelah di dapur, akulah yang akan memasak."
"Sayangku," Agnes memeluk Kenenth, "aku sungguh beruntung mendapatkan Suami sepertimu. Terima kasih."
Kenneth mengeratkan pelukan, mengusap kepala dan punggung Agnes.
Sesaat kemudian Agnes melepakan pelukannya. Agnes dan Kenneth saling manatap dalam. Kenenth mencium kening dan kedua kelopak mata Agens, pipi Agnes juga hidung Agnes, dagu Agnes, lalu bibir Agnes.
Agnes merangkulkan tanganya ke leher Kenneth. Menikmati ciuman paginya. Ciuman intim itu berlangsung cukup lama, sampai akhirnya Agnes sedikit mendorong kenneth karena kehabisan napas.
Napas Agnes naik turun, Agnes hanya tersenyum masih dengan posisi sama. Mereka masih saling menatap. Kenneth mendekatkan keningnya ke kening Agnes, kecupan lembut di daratkan Kenneth di hidung Agnes. Kenneth mengecup hidung mancung Agnes beberapa kali. Kenneth menempelkan hidungnya ke hidung Agnes.
"Aku mencintaimu," ucap Kenneth.
"Aku juga mencintaimu, Ken."
Kenneth dan Agnes kembali berciuman. Mereka sangat menikmati momen kebersamaan mereka pagi itu.
__ADS_1
Kegiatan mereka terhenti, kareba Kenzo terbangun. Kenenth dan Agens saling memandang dan tertawa.
"Sepertinya, aku akan terabaikan."
Agnes mengusap kapala Kenneth, "ayolah..., aku sayang kalian berdua. Tidak ada yang lebih berharga kecuali kalian."
Kenneth tersenyum, menyapa Kenzo yang bergerak-gerak.
"Selamat pagi Putra kesayangan papa."
"Selamat pagi papa," Agnes menjawab, menirukan suara bayi.
Baby Kenzo perlahan bangun dan duduk. Agnes dan Kenneth kaget, mereka saling menatap.
"Wah hebat, Kenzo mama sudah duduk tegap sekarang."
"Pintar sekali. Kemarilah sayang, beri papa pelukan."
Kenneth menggendong Kenzo dan memeluk Kenzo. Kenneth senang diberi kejutan oleh Kenzo. Sebelumnya Kenzo masih belum kuat duduk tegap, Kenzo hanya bisa duduk bersandar di kursi, di kereta bayi atau di pangkuan.
"Karena Kenzo pintar, Kenzo akan dapat hadiah dari papa."
"Apa? Hadiah apa?" Tanya Agnes.
"Hm, seorang Adik, bagaimana?" Kenneth menggoda Agnes.
"Sayang, jangan asal bicara. Kenzo masih terlalu kecil untuk seorang adik."
"Aku tau, aku hanya menggodamu sayang. Jangan marah," Kenneth megelus pipi Agnes agar tidak kesal.
"Kalian keluar dulu, aku akan bersihkan kamar."
"Oke, ayo sayang kita keluar. Mama akan bersih-bersih. Da-dah Ma...."
Kenneth melambaikan tangan Kenzo kearah Agnes. Kenzo tersenyum pada Agnes, Agnes juga tersenyum menatap kenzo.
"Dahh sayang...," Agnes membalas melambaikan tangannya pada Kenzo.
Kenneth dan Kenzo kelaur dari kamar. Agnes sibuk merapikan tempat tidur dan menata bantal. Agnes membersihkan kamar Kenzo agar kembali bersih.
---------- ----------
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"