Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 62


__ADS_3

1minggu kemudian.


Alfred selesai mengurus surat perceraian Jesika dan Theo. Kabar perceraian Jesika dan Theo juga sudah sampai di telinga Kenneth dan Agnes. Kenneth dan Agnes mengunjungi Jesika di rumah Otniel.


Siang itu begitu terik, Jesika mebuat jus jeruk untuk menyegarkan tenggorokan yang kering.


Otniel dan Kenneth sedang ingin bicara hal serius. Otniel mengajak Kenneth ke ruang kerjanya. Sedangkan Agnes, Jesika, Sarah dan Kenzo ada di kamar Jesika. Sarah dan Kenzo bermain, Jesika dan Agnes menjaga anak-anak mereka bermain.


"Jesi, bagaimana keadaanmu saat ini? Sudah lebih baik?" Tanya Agnes.


"Ya, aku baik-baik saja. Semua berkat Otniel. Dia selalu menolongku, dan membantuku tidak hanya mengurus perceraianku, Otniel juga membantuku mengasuh Sarah." Kata Jesika.


"Otniel begitu peduli padamu, kau tidak perlu khawatir. Otniel orang yang baik Jesi. Dia sangat kompeten dan bertanggung jawab, bisa diandalkan dan dewasa. Dia berpikiran luas. Saat di Jepang dia juga membantuku, memberiku semangat. Mengasuh Kenzo sampai terkadang tidur bersama Kenzo. Kau tidak perlu ragu berbagi beban masalahkmu, Otniel tidak akan bocor mulut atau mengolokmu. Dia pendengar setia." Agnes memuji Otniel.


Mendengar penyataan Agnes Jesika merasa senang. Semua yang di katakan Agnes memang benar. Otniel selalu ada untuknya dalam setiap kesulitan. Itulah mengapa Jesika selalu merasa canggung dan sedikit tidak enak hati. Jesika selalu berfikir jika dia terlalu banyak merepotkan Otniel.


Agnes memanggil Jesika yang melamun. "Jesika.. Jesi, Jesika.." panggil Agnes.


Jesika kaget, tersadar dari lamunan. "Oh ya?" Jawab Jesika.


"Ada apa? Kau melamun?" Tanya Agnes.


"Oh, aku sedang berfikir sesuatu hal Agnes. Otniel selalu membantuku dan Sarah, membuatku merasa terlindungi dan aman. Tetapi aku sedikit canggung, Otniel terlalu baik padaku membuatku tidak berdaya. Aku tidak bisa memberikannya apa-apa, aku tidak bisa membalas apa yang telah dia lakukan padaku." Jesika menjelaskan.


"Kau merasa jika kau hanya seorang yang menyusahkan Otniel?" Tanya Agnes.


Jesika mengangguk. "Dia kaya, aku tidak yakin hidupnya sulit. Dia kesulitan saat membantuku, aku merasa tidak enak Agnes." Jawab Jesika.


Agnes menatap tangan Jesika, meraih tangan Jesika. "Jesi dengar, sejujurnya Otniel adalah orang yang tidak pernah menuntut balasan apa-apa. Soal kesulitan, dia hidup yatim piatu dan di besarkan oleh neneknya di Jepang. Saat itu neneknya mengirimnya ke Inggris untuk belajar. Setelah lulus Otniel kembali ke Jepang, melanjutkan pendidikannya. Baru saja mendapatkan gelarnya neneknya meninggal. Hari dimana seharusnya menjadi hari bahagia, menjadi hari terburuk bagi Otniel. Setelah kepergian neneknya Otniel berusahan bangkit dan melakukan semuanya sendiri. Dengan tangannya sendiri Otniel berhasil mengembangkan perusahaannya. Jadi jangan merasa dirimu adalah beban hidupnya. Jangan murung Jesi, jika kau murung kau akan membuat Otniel sedih. Tersenyumlah, karena Otniel sangat suka melihat orang-orang di sekitarnya tersenyum dan tertawa senang. Kau bisa memberikan semangat dan dukungan pada Otniel lewat senyumanmu. Kau bisa memasak untuknya, menjaganya agar tetap sehat." Agnes selesai bercerita.


Jesika kaget mendengar cerita Agnes. "Aku tidak tau soal itu. Terima kasih Agnes kau sudah mau berbagi cerita denganku." Ucap Jesika.


Agnes mengangguk, Agnes tersenyum cantik. Jesika kini tau apa yang harus dilakukan sebagai ucapan terima kasihnya pada Otniel.


-----


Di ruang kerja, Otneil dan Kenneth membahas Theo. Hampir 30 menit mereka bicara.


"Jadi bagaimana pendapatmu, Ken?" Tanya Otniel menatap Kenneth.


"Itu bagus, tindakanmu sudah tepat. Theo memang pantas di hukum untuk kejahatannya." Jawab Kenneth.


"Sejujurnya aku tidak ingin melakukan ini. Tetapi karena sikapnya yang keterlaluan membuatku ingin dia dihukum. Aku ingin dia jera dan merenungi kesalahannya. Bagaimana bisa dia menganiaya wanita dan bahkan menculik putrinya sendiri." Otniel mengeluhkan sikap Theo yang keterlaluan.


"Terima kasih Otniel, kau sudah mau membantu Jesika." Kata Kenneth.


"Sama-sama, aku lakukan itu karena Sarah. Sejak pertama bertemu Sarah aku sudah menyukainya." Jawab Otniel dengan penuh kasih.


"Aku bisa melihatnya. Kau sangat sayang dan peduli pada Sarah juga pada Jesika." Kenneth mengatakan apa yang ada dipikirannya. Tanpa sadar hal itu membuat Otniel merona.


Kenneth melihat Otniel jadi salah tingkah. Wajah Otniel merona seperti udang rebus.


"Otniel kau baik-baik saja? Wajahmu merah. " kata Kenneth terus menatap Otniel.


Otniel memalingkan wajah. "Ya aku baik. Maafkan aku seharusnya kau tidak melihat ini." Jawab Otniel.


Kenneth diam berfikir, mengingat kembali hal apa yang membuat Otniel jadi salah tingkah. Kenneth menerka sesuatu.


"Otniel, kau menyukai Jesika? Haaa, apa tebakanku benar? Karena itu kan wajahmu merona?" Kenneth langsung bicara sesuai pemikirannya dan membuat Otniel kaget.


"Jangan bicara asal, aku hanya.. ah, hanya.. ya.. hanya ingin menolong saja." Otniel bicara terbata-bata.


Kenneth tersenyum tipis, "ayolah.. jujur saja." Goda Kenneth.

__ADS_1


"Ken, kau.." Otniel terdiam.


"Apa? Aku mengatakan hal benar bukan? Kau mulai menyukai Jesika dan menyayangi Sarah. Jika benar aku pasti mendukungmu Otniel. Jesika butuh sosok pendamping sepertimu. Jesika juga sepertinya menyukaimu, ungkapkan perasaanmu secepatnya. Jangan terlalu menarik ulur, kau tidak ingin apa yang aku dan Agnes alami, terjadi padamu bukan?" Kenneth memberi dukungan pada Otniel.


"Ken, jangan membuatku malu. Hari ini cerah, bagaimana jika mengajak anak-anak bermain. Aku ingin mengajak Jesika berbelanja. Kau juga bisa ajak Agnes." Ajak Otniel.


"Ide bagus, Agnes dan Jesika pasti senang." Kata Kenneth.


Tidak membuang waktu, Kenneth dan Otniel segera keluar dari ruangan.


-----


Di pusat perbelanjaan.


Kenneth dan Agnes berbelanja kebutuhan baby Kenzo. Begitu juga Otniel dan Jesika.


Otniel meminta Jesika memilih beberapa pakaian dan mencoba pakaian itu. Jesika mengangguk, tidak menolak keinginan Otniel.


Jesika memilih pakaian dan mencobanya. Otniel menunggu Jesika berganti pakaian bersama Sarah. Sarah tertidur di kereta bayi.


"Otniel, kau di luar?" Tanya Jesika.


"Hmh, ada apa? Kau sudah ganti pakaian? Keluarlah, biarkan aku melihat." Kata Otniel.


Jesika keluar dari dari ruang ganti. Otniel terkejut melihat Jesika, Jesika terlihat cantik mengenakan Dress sepanjang lutut dengan motif bunga-bunga.


"Kenapa? Apa ini jelek?" Tanya Jesika.


"Tidak, kau cantik." Jawab Otniel.


Otniel melihat rambut Jesika yang berantakan. Otniel melangkah mendekati Jesika, Otniel merapikan rambut Jesika, menyisir rambut Jesika dengan jari tangannya.


Jesika merasa canggung, wajahnya merona.


"Ya, terima kasih Otniel." Jawab Jesika.


Jesika berbalik hendak ke kamar ganti. Karena gugup, kakinya tidak imbang dan hampir jatuh. Sebelum Jesika jatuh, Otniel sudah menolong Jesika lebih dulu.


Otniel menarik Jesika dalam pelukannya. Deru napas Otniel terdengar tidak beraturan. Jantungnya berdebar, Jesika hanya bisa terdiam di dalam pelukan Otniel. Rasanya canggung saat berada dalam pelukan pria asing seperti Otniel, namun terasa hangat dan nyaman. Itulah yang di rasakan Jesika.


Otniel melepas pelukan, "kau baik-baik saja? Ganti baju perlahan, masih ada banyak waktu sampai tiba jam makan malam. Oke?" Ucap Otniel dengan suara lembut.


Jesika mengangguk, "hmm.. oke, maafkan aku merepotkanmu." Jawab Jesika yang langsung berjalan masuk ke ruang ganti.


Jesika mencoba semua pakaian yang di pilihnya. Otniel meminta Jesika memilih lagi jika masih ingin beli pakaian. Otniel juga menawari Jesika membeli sepatu dan tas.


-----


Di ujung lain, Agnes dan Kenneth begitu sibuk memilih. Agnes dan Kenneth memilih pakaian pasangan dan mencobanya di ruang ganti bersama.


Kenneth, Agnes dan baby Kenzo yang sedang tertidur di kereta bayi ada dalam satu ruangan. Kenneth dan Agnes berganti pakaian.


Kenneth mulai jahil, saat Agnes membuka baju Kenneth mengambil kesempatan. Kenneth mencium dan meninggalkan jejak ciuman di punggung Agnes.


"Ken.." panggil Agnes lirih.


"Hmm," jawab Kenneth.


"Apa yang kau lakukan?" Agnes menatap Kenneth tajam.


"Apa lagi, aku sedang menikmati keindahan tubuhmu sayang." Jawab Kenneth seenaknya.


Agnes melebarkan matanya, dan memajukan bibirnya seakan mengejek Kenneth. Kenneth merangkul pinggang Agnes dengan tangan kanannya, dan menahan tengkuk leher Agnes dengan tangan kirinya. Perlahan tapi pasti bibir Kenneth menggapai bibir Agnes.

__ADS_1


Kenneth mencium tepi bibir Agnes sampai pada Akhinya menguasai semuanya. Agnes mengalungkan dua tangannya ke leher Kenneth, membalas ciuman Kenneth. Agnes tak mau kalah dari Kenneth, Agnes mulai lihai meminkan lidahnya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2