Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 48


__ADS_3

Keesokan harinya, Kenneth sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Kenneth mengalami cidera pada kepala, bahu, tangan, juga beberapa luka di kaki. Tidak ada yang serius namun Kenneth masih belum sadarkan diri.


Agnes datang dan merawat Kenneth yang terbaring lemah. Agnes ingin ada disisi Kenneth, menemani Kenneth.


Edward merasa terharu, ternyata Agnes diam-diam menaruh perasaan mendalam untuk Kenneth. Meski Agnes mengatakan jika perlakuannya adalah bentuk rasa kasian, namun Edward bisa mengartikan jika perhatian Agnes bukan karena rasa kasian semata, melainkan rasa sayang.


-----


Agnes berdiri di samping Kenneth. Agnes memegang tangan Kenneth.


"Cepatlah sembuh Ken, jangan berbaring lemah seperti ini." Ucap Agnes.


Agnes membelai lembut wajah Kenneth, mencium kening Kenneth. Agnes merasakan perutnya di tendang-tendang.


Agnes meraba perutnya, "ada apa sayang? Kau ingin apa?" Tanya Agnes.


Agnes meletakan tangan Kenneth ke perutnya, tendangan semakin mereda dan akhirnya bayinya tenang.


Agnes tersenyum, " Ken... kau bisa merasakannya? Ini adalah anakmu, maafkan aku yang harus menyembunyikannya." Agnes menangis.


Klekkk..


Pintu ruangan terbuka, Otniel dan Edward masuk dalam ruangan. Cepat-cepat Agnes menyeka air matanya dan merapikan selimut Kenneth.


"Agnes, ayo pulang. Besok kau bisa datang lagi." Ajak Otniel.


Agnes mengangguk, "oke.." Agnes menatap Esward, "tolong jaga Ken, Ed. Ingat jangan katakan jika aku datang melihatnya. Oke?" Agnes tersenyum pada Edward.


"Oke, terima kasih kau sudah mau melihat dan merawat Kenneth." Kata Edward membalas senyuman Agnes.


Agnes dan Otniel pergi meninggalkan ruangan. Edward mengantar Otniel dan Agnes sampai keluar dari ruangan. Edward kembali masuk dan menutup pintu kamar.


Edrward duduk di kursi dan menatap Kenneth. "Bangunlah Ken, aku perlu bertanya sesuatu hal padamu. Jika kau tidak bangun, aku akan menikahi mantan istrimu kelak." Edward menggoda Kenneth, ucapannya hanya untuk menyemangati Kenneth.


Sejauh ini Edward menyadari jika sebenarnya Kenneth dan Agnes saling menyanyangi dan tidak ingin kehilangan. Terlihat dari sikap Kenneth dan Agnes.


------


Otniel dan Agnes sampai di rumah.


"Otnie?" Sapa Agnes.


"Ya.." jawab Otniel menatap Agnes.


"Boleh aku merawat Kenneth untuk beberapa hari sampai Kenneth sadar? Aku berjanji akan berhati-hati dan menjaga diri." Agnes membujuk Otniel.


"Baiklah, lebih baik kau beristirahat sekarang. Aku akan mandi dan memeriksa pekerjaanku. Jika kau butuh sesuatu, panggil saja bibi Yoshima." Kata Otniel yang berlalu meninggalkan Agnes.


Agnes tersenyum, masuk dalam kamarnya. Agnes kembali memikirkan Kenneth, Agnes khawatir akan keadaan Kenneth.


Agnes mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Edward. Panggilannya di jawab oleh Edward.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Edward?" Tanya Agnes.


"Ya, kau sudah sampai?" Edward bertanya.


"Hmm, baru saja sampai. Aku ingin mengucapkan terima kasih dan meminta maaf padamu, maaf sudah merepotkanmu, dan terima kasih sudah mau menolong Kenneth. Kau juga harus menjaga diri Ed, jangan sampai sakit. Oke?" Kata Agnes.


"Oke, terima kasih untuk perhatianmu. Kau juga, jaga calon keponakanku ya.. jangan terlalu banyak berfikir, jika kau rindu maka datanglah untuk melihatnya." Edward lagi-lagi menggoda Agnes.


"Ya, aku akan datang lagi besok, besok dan besok. Aku akan datang sebelum Kenneth sadar dan bangun, apa boleh?" Tanya Agnes.


"Datanglah, kau tidak ingin melihatnya membuka mata? Berbicara dengannya? Kau menyayanginya, kenapa berat untuk mengakui dan menyatakan perasaanmu, Agnes?" Edward gemas, langsung bicara terus terang.


Agnes melebarkan mata, "Edward maaf, sepertinya aku lelah. Aku ingin tidur, sampai jumpa besok." Agnes memutus panggilannya.

__ADS_1


Agnes terkejut, tidak menduga jika Edward akan mengatakan hal seperti itu. Agnes meletakan ponselnya di meja, berjalan perlahan mendekati kamar mandi. Agnes ingin membasuh muka dan berganti pakaian.


-----


Sudah lebih dari seminggu Kenneth tertidur. Setiap hari Agnes datang dan menemani Kenneth, dari pagi hingga sore hari. Agnes selalu berdoa agar Kenneth segera bangun dari tidur panjangnya.


Agnes kembali datang, senyum manis menghiasi wajah Agnes. Agnes sudah tidak sabar bertemu dengan Kenneth. Agnes berdiri di depan pintu ruangan Kenneth, Agnes membuka pintu ruangan perlahan, Agnes mendengar Edward sedang berbicara.


Agnes tidak langsung masuk, Agnes penasaran Edward berbicara dengan siapa. Agnes diam-diam menguping pembicaraan Edward.


-----


Edward duduk dan memegang tangan Kenneth.


"Ken, ayo bangun. Ini sudah hari ke 8 dan kau masih tidur huh? Jika kau tidak bangun aku akan pergi meninggalkanmu." Edward kesal, sedih dan khawatir. Kenneth tidak lekas bangun dari tidur panjangnya.


Tangan Kenneth bergerak, Edward terkejut. "Ken.. kau bangun?" Edward senang, Edward langsung berlari keluar ruangan memanggil dokter.


Beberapa saat kemudian, Edward kembali kedalam ruangan bersama dokter dan seorang perawat. Dokter langsung memeriksa keadaan Kenneth.


Edward menatap Dokter yang memeriksa Kenneth, Edward berharap temannya baik-baik saja.


Dokter selesai memeriksa, menatap Edward. "Semua baik-baik saja. Saya akan memeriksa keseluruhan esok hari." Kata Dokter.


"Terima kasih dokter." Jawab Edward.


"Saya permisi terlebih dulu tuan," Dokter dan perawat pergi setelah memeriksa keadaan Kenneth.


Edward senang, mendekat dan menatap Kenneth. "Ken, bagaimana perasaanmu? Tanya Edward.


"Ed.." panggil Kenneth dengan suara serak.


"Apa? Kau memanggilku?" Edward tercengang.


"Jika bukan kau siapa lagi? Aku hanya punya 1 teman yang bernama Edward bukan? Kenneth tersenyun menatap Edward.


-----


Agnes kaget, Kenneth sudah bangun dan sadar. Agnes tidak ingin dilihat oleh Kenneth, Agnes menutup pintu ruangan dan menghubungi Edward. Agnes masih berdiri di depan pintu ruangan Kenneth.


(Perbincangan di telepon)


"Hallo,"jawab Agnes.


"Dengarkan aku, cukup jawab ya atau tidak." Ucap Agnes.


"Ya," jawab Edward.


"Apakah Ken sudah sadar?" Tanya Agnes.


"Ya," jawab Edward.


"Kau keluarlah, aku ingin bicara. Aku sudah ada di depan pintu saat ini. Ingat, jangan sampai Kenneth tau aku dayang." Ucap Agnes.


"Ya," jawab Edward yang langaung memutus panggilan dari Agnes.


Agnes mencengkram ponselnya menunggu Edward.


Klekkk..


Pintu ruangan terbuka, Edward keluar dan menemui Agnes. Agnes tersenyum pada saat bertemu Edward.


"Hai Ed, maaf merepotkanmu datang menemuiku." Agnes ingin bicara namun merasa ragu-ragu.


"Ada apa? Kau tidak masuk? Tidak ingin bertemu Kenneth dan melihat Kenenth?" Edward bertanya.


Agnes menggeleng, "maaf.. aku belum siap menemuinya saat ini. Aku ingin memintamu menjaga Kenneth, tolong aku Ed, jangan katakan jika aku pernah datang melihatnya oke? Jangan tanyakan mengapa aku seperti ini. Aku sedang tidak ingin membahasnya untuk saat ini." Agnes membujuk Edward.

__ADS_1


"Hmm, aku mengerti. Jangan cemas, aku akan menyimpan rahasia ini baik-baik. Kau jagalah dirimu baik-baik, oke? Aku akan mengabari perihal kesehatan Kenenth setiap harinya." Jawab Edward.


"Thanks Ed, aku pulang lebih dulu. Sampai jumpa dilain waktu.." Agnes pergi meninggalkan Edward.


Edward menghela napas panjang, kembali masuk dalam ruangan Kenneth.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2