
Kenneth dan Edward bertemu, mereka minum bersama. Seperti biasa mereka di kelilingi oleh wanita-wanita cantik dan sexy. Kenneth sudah terbiasa menjadi bintang utama.
"Ken, aku sudah mengundang seseorang untukmu. Dia sedang dalam perjalanan." Ucap Edward.
"Siapa?" Tanya Kenneth.
"Nanti kau juga tahu, ayo ceritakan padaku. Apa kegiatanmu selama ini? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Edward.
"Hmm baik, kau sendiri terlihat jauh lebih baik." Kenneth melirik ke arah Edward.
"Tentu saja, wanita Jepang jauh lebih memuaskan dibandingkan wanita-wanita disini. Oh.. aku turut berduka untuk kepergian kakakmu, maaf saat itu aku hanya mnegucapkan lewat telepon. Bagaimana keadaan orang tua mu? Mereka baik?" Tanya Edward penasaran.
Edward sangat peduli pada Kenneth, Edward adalah teman semasa sekolah Kenneth. Edward sangat mengenal baik sahabatnya Kenneth. Jika sesuatu terjadi Edward pasti akan langsung tau.
Kenneth diam tidak bicara, Edward merasa sahabatnya itu merahasiakan sesuatu darinya. Edward tahu, jika dipaksa bertanya Kenneth justru akan diam membisu. Edward menghela nafas panjang, hal bisa dilalukan saat ini adalah diam dan menunggu sahabatnya bicara.
"Thanks Ed, seperti yang kau tau. Papa dan mamaku baik-baik saja. Maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa menemanimu. Aku akan pulang.." Kenneth mengambil jasnya, berdiri dari duduknya.
"Ahh.. baiklah, kau pasti lelah. Maafkan aku merepotkanmu datang Ken. Hati-hati di jalan." Jawab Edward, melepas kepergian Kenneth untuk pulang.
Kenneth tersenyum, mendekat dan menepuk bahu Edward. "Tidak masalah, lain waktu aku temani kau bermain dan minum. Aku pergi dulu Ed, kau jaga lah kesehatanmu. Jangan hanya bermain -main." Kenneth menggoda Edward.
Edward tersenyum tipis, menatap kepergian Kenneth. Kenenth menjulurkan tangan ingin membuka pintu, pintu ruangan sudah lebih dulu terbuka.
Seorang wanita cantik berdiri di depan pintu ruangan. Rambut ikal yang tergerai, pakaian ketat berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putih mulus.
"Hai Ken," sapa wanita itu.
"Maaf, kau menghalangi jalanku. Aku harus kembali pulang." Jawab Kenneth dengan nada suara dingin.
Wanita itu tidak menyerah, saat Kenenth melewatinya wanita itu merangkul lengan Kenneth.
"Ken, aku rindu padamu." Ucap wanita itu.
Kenneth menepis tangannya, "cukup Melisa! Kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita hanya sebatas teman bersenang-senang. Jangan merengek seolah kau adalah wanitaku! Aku sudah punya wanita pilihanku sendiri, sebaiknya kau jaga sikapmu." Kenenth kesal, tidak tahan dengan sikap manja Melisa.
Melisa adalah teman sesama sekolah Kenneth dan Edward. seperti Edward Melisa juga dekat dengan Kenneth, karena Melisa mengutarakan rasa sukanya pada Kenneth, hubungannya dengan Kenneth menjadi renggang. Kenneth menjaga jarak dengan Melisa.
Melisa sedih, sebelumnya Kenneth tidak pernah bersikap kasar padanya. Selalu manis dan sangat lembut pada winita, Melisa masuk dan duduk di sofa. Edward menatap Melisa,
"Ada apa?" Tanya Edward.
"Kenapa dia berubah? Dia begitu dingin dan kasar padaku, apa salahku jika aku menyukainya?" Ucap Melisa.
"Hei hei, kau tau sifat Ken seperti itu masih berani membuat ulah." Edward menggoda Melisa.
"Hei Ed, aku temanmu atau musuhmu?" Melisa kesal.
"Hmm bagaimana ya, kau temanku, menjadi wanitaku juga tidak buruk." Edward meneguk wine dalam gelasnya.
"Apa? Wanitamu? Jangan harap Edward! Pemain wanita sepertimu hanya akan menjadi pria tidak berguna." Umpat Melisa.
Edward tertawa, "hahaha.. aku bukan pemain wanita sayang, aku adalah pecinta wanita-wanita sexy dan cantik." Jawab Edward merangkul dua wanita menciumi satu per satu wanita di sampingnya.
Melisa mengerutkan dahi merasa jijik dengan sikap Edward. "Sial! Bagaimana bisa ada aku di hadapannya mereka bercumbu sperti itu. Edward baji**an! Pria mesum. Apakah dia tidak merasa malu? Ahh.." melisa mengepalkan tangan merasa kesal.
__ADS_1
Edward sengaja membuat Melisa kesal, meski mulut Melisa berbisa seperti ukar sejujurnya Melisa sangat baik dan peduli dengannya dan Kenneth, puas melihat Melisa yang kesal dan murung Edward mengakhiri permainannya dengan wanita-wanitanya.
Edward berdiri dari duduknya dan duduk di samping Melisa, Edward memberikan segelas wine pada Melisa. Mengajak Melisa bersulang dan minum bersama.
♡♡♡♡♡
Kenneth bimbang ingin pulang ke apartemennya namun hatinya menariknya untuk pulang ke mansion. Smapai akhirnya Kenneth kembali pulang ke mansion Agnes.
Kenneth berada dalam mobil, mobilnya sudah terparkir tepat di halaman mansion. Kenneth merasa gelisah,
"Ahh untuk apa aku kembali kesini, bukankah aku sudah putuskan untuk tidak pulang malam ini? Sial! Ada apa denganku hari ini, wanita itu mengusik pikiranku." Guman Kenneth.
Kenneth merasa lelah, mengusap tengkuknya untuk meringankan rasa lelahnya. Kenneth akhirnya membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil, Kenneth menutup pintu mobil dan berjalan masuk kedalam mansion.
Kenneth masuk dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Kenneth melihat sesuatu di meja makan, makanan masih tersaji di meja makan. Kenneth teringat akan pesan Agnes yang mengatakan jika Agnes memasak makan malam untuknya.
Kenneth menuang air dalam dan meminumnya. Kenneth merasa lapar, karena jujur saja makan makanan cepwt saji tidak mengenyangkan. Kenneth menjulurkan perlahan tangannya dan membuka penutup makanan.
Mata Kenneth melebar, makana yang ada di meja makan terlihat menggiurkan. Kenneth ingin sekali mencicipi masakan Kenneth, namun Kenneth mengurungkan niatannya. Kennth berbalik dan ingin pergi ke kamarnya.
Saat kakinya melangkah, seseorang memanggilnya. "Tuan, anda pulang?" Suara bibi Hana menyapa.
Kenneth menghentikan langkahnya dan berbalik, "bibi.." Kenenth sedikit terkejut.
"Tuan, ingin makan? Saya akan hangatkan makanannya." Tanya bibi Hana.
"Tidak bi, aku tidak lapar. Katakan pada Agnes, tidak perlu memasak. Aku tidak akan pernah mau memakan masakannya." Kenneth membohongi diri sendiri, sejujurnya dirinya sangat ingin makan masakan Agnes yang terlihat enak dan lezat.
"Tuan maafkan saya, saya tidak akan pernah bisa melarang nyonya. Karena nyonya mengatakan sudah kewajibannya menyiapkan makanan untuk suaminya. Tuan jika anda tidak bisa menerima nyonya, setidaknya anda tidak perlu bersikap dingin dan berkata kasar. Nyonya sangat menghormati anda, juga sangat menghargai anda. Nyonya sangat peduli pada anda sampai mengabaikan kesehatannya sendiri. Maafkan saya tuan, saya terlalu lancang berbicara. Namun saya merasa sangat kasian melihat nyonya yang diam-diam selalu menangis." Bibi Hana meluapkan kekesalannya, keluh kesahnya pada Kenneth.
Tak..
Tak..
Tak..
Langakah kaki Kenneth terdengar, Kenneth bergegas pergi meninggalkan meja makan menuju kamarnya.
Kata-kata bibi Hana begitu menusuk, membuat Kenneth kesal dan marah. Namun Kenneth juga tidak bisa memarahi bibi Hana karena bagimana pun apa yang di katakan bibi Hana ada benarnya. Agnes sudah berusaha keras untuk menjadi istri yang baik, walaupun pada kenyataanya Agnes terpaksa melakukan itu.
Kenneth kembali berfikir keras, Kenneth merasa ragu apakah yang selama ini di lakukannya salah?
"Apa peduliku, bukankah semua wanita sama? Menyebalkan, lagi-lagi aku harus dipusingkan oleh wanita." Gerutu Kenneth.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
__ADS_1
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1