Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 35


__ADS_3

Pagi ini, Agnes bangun lebih awal. Setelah berfikir panjang, dan menetapkan hati, Agnes ingin mencoba mengulang lembaran baru bersama Kenneth.


Agnes merasa dirinya sendiri bergitu egois, bagaimana pun saat Kenneth melakukan itu juga tidak dalam keadaan sadar. Kenneth juga sudah sah menjadi suaminya, seharusnya tidak ada masalah. Hanya karena masih belum siap secara batin, Agnes menjadi kesal dan kecewa. Agnes tidak ingin mengingkari janjinya pada Jimmy.


Agnes selesai sarapan, Agnes pergi dari mansionnya. Agnes ingin menemui Kenneth di apartemen, ingin menjelaskan semuanya. Agnes membawa serta dokumen yang sudah ditanda tangani Kenneth. Ingin menunjukan jika dokumen itu akan dibuang dan mereka bisa mulai kembali semuanya dari awal.


Agnes berharap Kenneth mau mendengar penjelasannya, meski terlambat Agnes tetap harus menjelaskan. Hatinya tidak akan tenang jika tidak meluruskan masalah itu. Apapun yang akan Kenneth katakan Agnes sudah siap, jika Kenneth mau kembali itu lebih baik lagi.


Agnes dalam perjalan menuju apartemen Kenneth..


-----


Kenneth mengeringkan rambutnya yang basah. Kenenth melihat layar ponselnya, Kenenth mendapat pesan dari nomor tidak di kenal, dan setelah di buka itu adalah nomor ponsel Jesika.


Ya.. setelah kejadian saat itu, Kenneth sudah menghapus semuanya. Termasuk nomor ponsel Jesika, bagi Kenneth tidak ada lagi yang perlu di simpan. Menyimpan kenangan Jesika hanya akan membuatnya terluka.


(Isi pesan Jesika)


"Bisa bertemu? Aku ingin bicara padamu, Ken. Datanglah ke Coffee shop, aku menunggumu. JESIKA"


Kenneth merasa kesal, namun penasaran. Apa yang hendak Jesika katakan. Kenenth tidak membalas pesan Jesika, Kenneth meletakan ponselnya di meja dan berganti pakaian.


Selesai berganti pakaian, Kenneth bercermin. Kenneth ingin pergi mengujungi kakaknya Jimmy, Kenenth ingin meluapkan keluh kesahnya pada Jimmy. Ingin meminta maaf karena tidak mampu menepati janjinya.


Drrrrttt..


Drrrrrttt..


Drrrrrrttt..


Ponsel Kenneth berdering, panggilan dari nomor tidak dikenal. "Jesika.." Guman Kenenth menatap layar ponselnya.


Panggilan Jesika berakhir, tidak lama ponsel Kenneth kembali bergetar. Jesika menghubungin Kenneth kembali, Kenneth ragu-ragu namun pada akhirnya menerima panggilan dari Jesika.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Ken.." suara lembut Jesika.


Kenneth terdiam, masih ingat betul suara Jesika yang dulu selalu dirindukannya.


"Ken, kau dengar aku? Ken.. Kenneth.." panggil Jesika berulang-ulang, sentak membubarkan lamunan Kenneth.


"Mhh," Kenenth mendengus.


"Ken, kau sudah membaca pesanku?" Tanya Jesika.


"Hmm," jawab Kenneth.


"Kau datang? Ken.. tolong aku.." tiba-tiba saja Jesika menangis tersedu.


Kenenth mengerutkan dahi, Kenneth bisa membayangkan bagaimana wajah Jesika saat menangis seperti itu.


"Jesi, kau baik-baik saja?" Ucap Kenenth khawatir.


"Uh, maaf aku.. aku.. aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja, Hikk.." suara Jesika gemetar, Jesika terisak.


Kenneth memejamkan mata lalu membuka matanya kembali, Kenneth menghela nafas berat. "Kau dimana?" Tanya Kenneth.


"Aku... di coffee shop," jawab Jesika.


"Tunggu aku, aku akan datang menemuimu. Jangan melakukan hal bodoh!" Kenneth menutup panggilan dari Jesika.


Kenneth mamasukan ponselnya ke dalam saku celana dan bergegas pergi meninggalkan kamarnya. Kenneth berjalam cepat keluar dari apartemennya.


-----


Mobil yang di kendarai Agnes memasuki halaman parkir depan apartemen Kenneth. Agnes mencari tempat parkir, belum sampai mesin mobil dimatikan Agnes melihat Kenneth dengan langkah terburu-buru keluar dari gedung apartemennya. Kenneth masuk dalam mobilnya dan melesat pergi.


Karena penasaran Agnes mengikuti Kenneth. "Kenapa Kenneth berlarian? Apa ada masalah?" Guman Agnes.

__ADS_1


Agnes terus mengikuti Kenneth, Kenneth tidak sadar jika Agnes mengikutinya. Kenneth menginjak pedal gas dan semakin cepat memacu laju mobilnya. Agnes semakin penasaran, hal apa yang terjadi sehingga Kenneth harus mempercepat laju mobilnya.


15 menit kemudian..


Mobil Kenneth berhenti disebuah parkiran depan cafe. Kenneth turun dari mobil dan bergegas masuk dalam cafe.


Dari dalam mobil Agnes melihat Kenneth berjalan cepat menghampiri seseorang. Kenneth menghampiri seorang wanita asing yang tidak dikenal. Agnes terus melihat dari jauh Kenneth dan wanita itu.


-----


Didalam cafe..


Kenneth berjalan cepat menghampiri Jesika. Jesika terlihat sedang sangat menyedihkan, menunduk menatap tangan di pangkuannya.


"Jesi.." sapa Kenneth.


Jesika mengangkat kepala menatap kearah suara yang memanggilnya. Jesika menatap Kenneth, mata Jesika sembab, pipi yang tirus dan ada bekas lebam di wajah.


"Hai Ken," sapa Jesika balik.


Kenneth menarik kursi dan duduk dihadapan Jesika. "Kau.. apa yang terjadi padamu?" Tanya Kenneth.


Jesika kembali menunduk, kepalanya menggeleng. "Tidak ada yang terjadi, aku baik-baik saja. Maaf merepotkanmu datang, apa kau sedang sibuk?" Jesika mengalihkan topik pembicaraan.


"Tidak, aku sedang senggang." Jawab Kenneth. "Kau bersama Theo?" Kenneth bertanya.


Jesika menggeleng kemudia menangis, Jesika tidak mampu lagi membendung tangisannya. "Aku sendirian, aku.. kabur darinya." Jawab Jesika dalam tangisannya.


Kenneth terkejut, "apa maksudmu?" Tanya Kenneth. "Apa yang terjadi padamu Jesika, kau terlihat buruk sekali." Kenneth terus menatap Jesika.


Jesika diam, mengepalkan dua tangan di pangkuannya. Rasa sedih, kesal, kecewa, dan juga rasa bersalah bercampur menjadu satu.


"Maaf Ken, mungkin ini adalah hukuman yang Tuhan berikan karena aku sudah mempermainkamu dulu. Aku sungguh menyesal, aku kesini hanya ingin meminta maaf padamu. Konyol sekali, (Jesika tersenyum tipis) sudah sekian lama baru meminta maaf padamu. Maafkan aku Ken.. maaf.." Jesika menutup mulutnya dengan dua tangan menahan agar tidak menangis.


"Hei, tenangkan dirimu Jesi! Jangan pikirkan apa yang terjadi di masa lalu, lupakan saja." Jawab Kenneth.


Jesika menyeka air matanya, tersenyum cantik pada Kenneth. "Sepertinya aku sudah salah menilaimu Ken. Mataku sudah dibutakan oleh cinta sehingga aku bisa melakukan hal jahat seperti itu padamu. Aku harus tetap meminta maaf meski kata maaf tidak bisa mengembalikan semua yang sudah terjadi di masa lalu." Jawab Jesika.


Jesika kembali menangis, "maaf Ken.. sepertinya aku harus pergi sekarang. Maafkan aku, aku sungguh minta maaf sudah membuatmu dalam masa-masa sulit." Ucap Jesika.


Jesika berdiri dari duduknya, dan berjalan pergi meninggalkan Kenneth. Kenneth mengejar Jesika, Jesika keluar dari coffee shop diikuti Kenneth.


"Jesika.." panggil Kenneth, Kenneth menggapai tangan Jesika.


Jesika merasa pusing, pandangannya tiba-tiba menjadi gelap, Jesika pun pingsan. Kenneth menangkap tubuh Jesika sebelum jatuh ke lantai, membopong tubuh Jesika masuk dalam mobilnya dan pergi menuju rumah sakit.


Tidak disangka kejadian itu di lihat langsung oleh Agnes. Agnes terkejut, mengikut kemana Kenneth pergi membawa wanita asing itu.


Agnes penasaran, siapa wanita yang bersama Kenneth. Agnes penasaran mengapa Kenneth terlihat begitu panik dan cekatan, seolah-olah wanita itu begitu penting.


Selama dalam perjalan Agnes berfikir. Banyak dugaan dan prasangka yang ada dalam benak Agnes. Mobil Kenneth memasuki parkiran gedung sebuah rumah sakit. Agnes juga memarkir mobilny, Agnes turun karena penasaran siapa wanita yang di gendong oleh Kenenth masuk dalam rumah sakit.


Agnes mengendap, mengintip dari jauh. Kenneth terlihat panik mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan. Sekitar 10 menit kemudia, dokter keluar dan memanggil Kenneth. Kenneth pun masuk dalam ruangan, dokter pergi meninggalkan ruangan.


Agnes berjalan mendekati ruangan itu, pintu ruangan tidak tertutup rapat. Agnes mengintip, matanya melebar melihat Kenneth memeluk seorang wanita. Kenenth dan wanita itu berbincang.


-----


Situasi didalam ruang pemeriksaan. Sesaat sebelum Agnes datang dan mengintip.


Jesika histeris, Jesika kaget mendengar jika dirinya sedang hamil. Jesika meronta-ronta memukul perutnya sendiri, tidak ingin melahirnya janin dalam kandungannya.


"Aku membencinya, aku benci.." ucap Jesika memukul-mukul perutnya.


"Jesika hentikan itu." Pekik Kenneth, menahan tangan Jesika.


"Lepaskan aku Ken, aku tidak ingin melahirakan anak ini. Aku benci Theo, aku membencinya." Jesika menangis histeris.


Kenneth merasa kasihan, memeluk Jesika. "Tenangkan dirimu, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik. Jangan sakiti bayi dalam kandunganmu, oke?" Ucap Kenneth mencoba membuat hati Jesika tenang.

__ADS_1


Jesika mendekap erat tubuh Kenneth, menangis sesenggukan. "Jangan pergi, aku takut." Suara serak Jesika.


Kenneth melepas pelukan, memegang erat tangan Jesika. "Hmm, aku tidak akan pergi. Aku akan menjaga dan menemanimu." Jawab Kenenth dengan senyuman.


Kenneth berusaha untuk menghibur Jesika, Jesika tidak dalam keadaan yang baik. Percakapan Jesika dan Kenneth di dengar jelas oleh Agnes. Agnes terkejut, menutup mulutnya dengan dua tangan, Agnes salah menerka jika bayi dalam kandungan Jesika adalah anak dari Kenenth. Agnes merasa kecewa, hatinya hancur, lagi-lagi hatinya merasa sakit.


Agnes menggeleng perlahan, "pria Breng**k!" Ucap Agnes lirih.


Agnes berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu. Agnes menahan tangisnya, keluar dari gedung rumah sakit. Agnes berlari masuk dalam mobilnya dan menangis tersedu. Dadanya terasa sesak, hatinya begitu sakit seakan di hujam oleh tombak.


Lama Agnes menangis, Agnes melihat berkas dokumen perceraiannya. Agnes menyeka air matanya dan mengatur nafasnya. Agnes membawa mobilnya pergi meninggalkan gedung rumah sakit.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2