
Karena merindukan Agnes, Kenneth Akhirnya memutuskan pergi ke Jepang. Kenneth mengajak Edward karena tidak mau pergi sendiri.
Kenneth sudah menyelesaikan pekerjaannya sebelum pergi ke Jepang. Kenneth juga sudah meminta ijin pada James papanya untuk pergi selama beberapa minggu. Kenneth ingin menenangkan diri, dengan alasan itu akhinya James mengijinkan Kenneth pergi.
Elmia yang tau niat tersembunyi Kenneth hanya bisa berdoa agar Kenneth dan Agnes bisa bertemu.
-----
Jepang
Edward dan Kenneth ada di rumah milik teman Edward. Teman Edward meminjamkan rumanhnya untuk di tempati Edward dan Kenneth.
"Biasanya jika kesini aku hanya akan tidur dikamar hotel. Demi kau aku rela membuang mukaku, meminta bantuan temanku." Edward berbicara seakan menjadi seorang pahlawan.
Kenenth membuka pakaian dan melempar pakaianya ke muka Edward. "Jangan banyak bicara! Kau ke hotel pasti juga dengan seorang wanita, ah tidak.. dua atau tiga.. atau.." belum sampai Kenneth menyelesaikan perkataanya, Edward mendekat dan memukul bahu Kenenth.
"Jangan banyak bicara, kau lah yang memiliki banyak wanita. Dibandingkan denganku, wanita lebih tertarik padamu." Edward mengeluh.
"Haha.. itu karena mereka tau betapa jeleknya kau Ed, haha.." Kenneth mengejek Edward.
Edward kesal, memukul lagi bahu Kenenth. "Sial! Kau bicara apa tuan? Kau mengataiku hah? Kau sudah bosan hidup ya." Edward memukul-mukul bahu Kenneth.
Kenneth mengangkat tangan, "oke.. oke.. aku mengaku salah. Maafkan aku oke.." Kenneth tersenyum.
Edward tersenyum, " aku senang kau kembali ceria Ken. Mandilah.. aku akan menunggu di luar. Ayo kita makan, perutku lapar." Kata Edward keluar dari kamar Kenneth.
Kenneth berjalan masuk dalam kamar mandi untuk mandi. 10 menit kemudian, Kenneth keluar dan berganti pakaian. Selesai berganti pakaian Kenneth mengambil ponselnya di atas tempat tidur.
Kenneth melihat foto Agnes, "apakah kita bisa bertemu, meski aku sudah pergi Jepang? Apa aku masih punya keberanian menemuimu? Sudah 1 minggu aku disini, aku hanya bisa berdiam diri disini." Ucap Kenneth dalam hati.
Kenneth memasukan ponselnya dalam saku celananya dan keluar dari kamarnya.
Diluar rumah Edward sudah menunggu, Edward melihat Kenneth tidak bersemangat. "Kau baik-baik saja Ken?" Tanya Edward.
"Ya.. aku baik-baik saja. Ayo pergi makan.." ajak Kenneth.
Edward dan Kenneth pergi berjalan kaki mencari restorant terdekat.
"Kau ingin makan apa? Ada banyak pilihan disini, pilihlah makanan yang ingin kau makan. Aku akan memakan apa saja pilihanmu." Edward mengerti jika sejak di Inggris Kenneth pemilih sekali soal makan.
"Ayo makan cumi-cumi." Ajak Kenneth.
Edward melebarkan mata, "apa? Cumi-cumi? Kau sungguh merepotkan Ken." Keluh Edward.
Kenneth hanya tersenyum, tidak menjawab Edward. Kenneth hanya mendengarkan Edward mengomel.
-----
Seorang pencuri beraksi. Merampas tas milik seorang wanita yang sedang menggandeng anaknya dan wanita itu sedang hamil besar.
Wanita itu berteriak meminta pertolongan, sesaat setelah tasnya di rampas. Wanita itu menangis, memeluk anaknya.
Beberapa orang mengejar, pencuri itu terus berlari tanpa tujuan. Pencuri itu berlari menabrak Edward, pencuri itu menjatuhkan tas dan tidak lama mengambil kembali tas dan memeluk erat.
"Hei, kau tidak bisa melihat?" Umpat Edward kesal.
Kenneth menatap pencuri itu, beberapa orang berlari berteriak.
"Berhenti kau pencuri!"
"Pencuri!"
Mendengar teriakan banyak orang, pencuri itu kembali berlari. Edward memberanikan diri bertanya pada seseorang. Seseorang itu menjelaskan jika pencuti itu mencuri tas seoang wanita yang tengah hamil besar dan membawa seorang anak.
Mendengar hal itu Kenneth merasa kasian. Kenneth berlari mengejar pencuri itu. Edward berteriak-teriak mengejar Kenneth.
"Ken, Kenneth.." teriak Edward yang terus berlari.
Kenneth terlihat terus mengejar pencuri itu. Pencuri itu menyebrang jalan, Kenneth juga tanpa sadar menyebarang tanpa melihat lampu jalan untuk menyebrang sudah berubah warna dari hijau menjadi merah. Kenneth tidak sadar jika sebuah mobil melaju kencang kearahnya.
Pengemudi mobil melihat lampu jalan berwarna hijau dari kejauhan, pengemudi itu tidak sengaja menjatuhkan ponselnya. Karena lampu jalan hijau pengemudi itu, tidak terlalu fokus melihat kedepan, pengemudi mobil sibuk menggapai ponselnya yang terjatuh.
Braaakkkk..
Mobil itu menabrak Kenneth hingga Kenneth terpental. Karena kaget pengemudi mobil menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Edward terkejut, melihat Kenneth tersungkur bermandikan darah.
Edward berteriak, "Kenneth......" Edward berlari mendekati Kenenth, Edward panik, meminta pertolongan.
"Kenneth.. Ken.. Kenneth.. bertahanlah.."
-----
Prakkkk..
Gelas minum yang dipegang Agnes tiba-tiba terlepas dan jatuh ke lantai. Jantung Agnes berdebar kencang.
Deg..
Deg..
__ADS_1
Deg..
"Nyonya, anda baik-baik saja?" Tanya perawat yang saat itu ada di samping Agnes.
Agnes terkejut, "i-iya tidak apa-apa," jawab Agnes pelan.
Kleeek..
Pintu ruangan terbuka, Otniel masuk dan kaget melihat ada gelas yang pecah. Otniel berlari mendekati Agnes, takut terjadi sesuatu pada Agnes.
"Agnes, kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?" Tanya Otniel panik.
"Maaf, tanganku tidak memegang gelas dengan benar." Ucap Agnes.
"Tidak apa-apa, aku akan panggil petugas kebersihan datang. Jangan cemas, oke?" Otniel menenangkan Agnes.
Meski sudah dihibur oleh Otniel, Agnes masih tidak merasa senang. Agnes merasa telah terjadi sesuatu, tetapi tidak tau apa.
Agnes menyentuh dadanya, merasakan detak jantungnya yang kencang. Agnes merasa tidak tenang, hatinya gelisah.
Otniel menitip pesan pada perawat untuk memanggil petugas kebersihan. Perawat mengiyakan permintaan Otniel dan pergi dari ruangan Agnes.
Otniel berdiri di samping Agnes, "apa kau sungguh baik-baik saja? Wajahmu pucat, sepertinya kau harus patuh pada dokter untuk menginap disini semalam sampai keadaanmu membaik.
Agnes mengangguk, "saat ini aku ingin keluar berjalan-jalan, kau bisa temani aku Otnie?" Tanya Agnes.
Otniel mengangguk, "oke.. ayo kita keluar jalan-jalan agar suasana hatimu lebih baik." Jawab Otniel.
Agnes tersenyum, Agnes dan Otniel keluar dari ruangan dan berjalan -jalan. Otniel mendampingi Agnes, berjaga-jaga.
"Kau ingatlah pesan Dokter, kau tidak boleh terlalu lelah. Jika kau sudah merasa lebih baik, kita harua kembali kedalam ruanganmu. Kau mengerti Agnes?" Otniel mengomel, tidak ingin terjadi apa-apa pada Agnes.
Agnes tersenyum, "oke.. jangan terus-menerus mengomel Otnie, kau semakin mirip mama yang terus di pusingkan oleh anaknya." Sahut Agnes menggoda Otniel.
Otniel tersenyum, mengelus kepala Agnes. "Kau ini, anggap saja aku seperti mama dan kau anak nakal yang membuatku pusing." Jawab Otniel.
Agnes ada pemeriksaan rutin, namun karena tubuh Agnes lemah dan sempat pingsan, Dokter meminta Agnes beristirahat dan menginap semalam untuk memantau kondisi dan keadaan Agnes.
Langkah kaki Agnes sampai di depan ruang IGD, Agnes melihat sekeliling. Melihat orang-orang yang menunggu anggota keluarganya yang sakit.
"Kau lihat apa?" Otniel mengalihkan perhatian Agnes.
"Tidak ada, hanya melihat-lihat saja. Aku lelah, ayo kita kembali Otnie." Ajak Agnes.
"Hmmhh," jawab Otniel.
"Cepat panggil dokter jaga,"
"Dokter, tolong teman saya. Selamatkan teman saya." Suara Edward panik.
"Tuan, silahkan ikut saya mengisi data pasien." Ajak perawat.
"Ken.. Kenneth.." teriak Edward saat Kenneth dibawa masuk dalam ruangan.
Langkah kaki kaki Agnes terhenti saat mendengar Suara Edward. Agnes mendengar seseorang memanggil nama Kenneth. Agnes mengepalkan tangan, perasaanya semakin tidak nyaman.
Edward berjalan mengikuti perawat, di jalan Edward menceritakan jika dirinya dan Kenneth berasal dari Inggris. Perawat mengiyakan perkataan Edward dan membawa Edward bersamanya untuk mengisi data Kenneth.
Mendengar ucapan Edward, Agnes mengikuti Edward dan perawat yang baru saja melewatinya. Otniel juga mengikuti.
Edward selesai mengisi data. Agnes memberanikan diri bertanya pada Edward karena merasa penasaran, karena nama dan negara asal yang sama seperti Kenneth nya.
Agnes menyapa Edward, "permisi tuan, maaf.. boleh saya bertanya?" Tanya Agnes.
"Ya.. ada apa?" Edward memalingkan wakah menatap Agnes, melihat Agnes Edward terkejut, matanya melebar.
"Agnes.." guman Edward.
Agnes terkejut, "kau mengenalku? Ya.. aku Agnes. Kau siapa?" Tanya Agnes.
"Aku Edward, teman Kenneth." Jawab Edward.
Agnes seketika lemas, tubuhnya terhuyung.
"Jadi, tadi... Ken... neth?" Tanya Agnes.
Edward mengangguk lalu menunduk, Edward menangis, merasa sedih. "Maafkan aku, aku tidak bisa menjaganya dengan baik." Jawab Edward.
Agnes hampir jatuh, dan ditolong oleh Edward. Otniel juga membantu, Otniel dan Edward membantu memapah Agnes untuk duduk di ruang tunggu.
Air mata Agnes jatuh, saat Agnes melihat ke arah ruang IGD. Untuk ke dua kalinya hatinya hancur, pertama kali dirinya harus kehilangan Jimmy, dan sekarnag Kenneth juga terbaring lemah tidak berdaya.
Agnes menangis tersedu, Otniel merangkul dan menenangkan Agnes. "Tenangkan dirimu Agnes, ingat bayimu." Ucap Otniel.
Mendengar ucapan Otniel, Edward kaget. Edward lalu melihat perut Agnes yang membesar.
"Kau hamil?" Edward menatap Otniel, mengira Agnes hamil dengan Otniel.
Agnes menatap Edward. "Ya.. aku hamil, ah.. jangan salah paham padanya, dia temanku sudah seperti kakakku." Jawab Agnes menyeka air matanya.
__ADS_1
"Jadi, bukan dia ayah bayimu? Mungkinkah itu bayi Kenneth?" Tanya Edward.
Agnes mengangguk, "hmm.. karena kau sudah menolong Kenneth aku sangat berterima kasih padamu, Ed. Jangan beritahu Kenneth aku mengandung anaknya, kau tau kan.. kami sudah bercerai. Dan dia sudah memiliki anak dari kekasihnya." Agnes menunduk, menahan tangis.
"Apa? Anak? Kenneth memiliki anak dari kekasihnya? Apa maksud semua ini?" Guman Edward dalam hati.
"Kau tenang saja, rahasia ini aman ditanganku. Kau cukup menjaga dirimu dan bayi dalam kandunganmu baik-baik Agnes. Oke?" Edward ingin Agnes mempercayai ucapannya.
"Terima kasih Ed.." jawab Agnes.
"Bisa kau ceritakan mengapa Kenneth sampai terlibat kecelakaan?" Tanya Otniel.
Edward diam tidak menjawab, menatap kearah Otniel. Otniel merasa canggung, "Hai, aku Otniel teman Agnes." Sapa Otniel memperkenalkan diri.
Edward menyatukan dua tangannya di pangkuannya. Edward mendongakkan kepala menutup matanya perlahan, lalu membuka matanya kembali.
Edward menceritakan kejadian yang menimpa Kenneth.
..
..
..
..
..
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1