Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 51


__ADS_3

Kenneth dan Edward sampai di Boutique. Mereka di sambut oleh pelayan, Edward asik melirik pelayan toko yang cantik dan menggoda mereka. Kenneth berjalan-jalan melihat sekeliling.


Kenneth melihat sebuah gaun cantik berwarna hitam. Kenneth berhenti dan mengamati gaun itu, Kenneth tersenyum tipis membayangkan Agnes yang mengenakan gaun itu.


Seorang pelayan datang dan bertanya, "permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan dengan ramah.


Kenneth menatap pelayan, "dimana pakaian pria? Aku ingin mencari beberapa jas." Jawab Kenneth.


"Saya akan mengantar anda tuan, silahkan ikuti saya." Kata pelayan, berjalan menunjukan koleksi pakaian pria yang ada di Boutique. Kenneth berjalan mengikuti pelayan di depannya.


Pelayan berhenti, "ini adalah koleksi kami tahun ini tuan. Silahkan melihat dan anda bisa mencobanya di ruang ganti yang ada di ujung." Pelayan menunjukkan arah menuju ruang ganti.


"Oh, baiklah. Terima kasih." Jawab Kenneth.


Kenenth menatap dan mencari jas yang cocok dengannya, pelayan itu berjalan mengikuti Kenneth.


Seseorang dari jauh memanggil pelayan itu. "Tuan maaf, saya hatus membantu staf yang lain. Saya akan segera kembali untuk melayani anda, permisi." Kata pelayab yang langsung pergi.


Kenneth menghela napas, mengambil sebuah jas dan membawanya ke ruang ganti. Kenneth berjalan ke ruang ganti, saat hendak masuk ke ruang ganti, Ken mendengar seseorang berteriak memanggil pelayan.


Kenneth melihat ke kiri, dan ke kanan mencari pelayan namun tidak ada. Kenneth pun kembali ingin masuk ruang ganti saat suara itu menghilang. Baru saja memalingkan wajah, suara itu kembali terdengar.


"Nona.. bisakah anda membantu saya? Ikatan gaun ini terlalu kencang. Sulit sekali di lepaskan." Ucapnya.


Kenneth merasa tidak asing dengan suara yang di dengarnya. Mata Kenneth melebar, Kenneth masuk dalam ruang ganti yang ada di sebelah ruang gantinya. Kenneth meletakan jasnya di sofa yang ada di ruang ganti.


"Agnes.." panggil Kenneth dalam hati.


Jantung Kenneth berdebar, Kenneth membuka tirai dan melihat seorang wanita yang sibuk menggapai tali gaun yang terikat.


Kenneth tersenyum tipis mengetahui wanita yang ada di depannya adalah Agnes. Kenneth membantu Agnes melepas ikatan tali gaun yang dikenanakan Agnes.


Agnes merasa lega saat ada yang membantunya, Agnes merasakan sesutu yang aneh saat ada tangan yang menyentuhnya. Agnes mengangkat kepalanya dan menatap cermin, menyangka itu Otniel.


"Otnie, kau.."


Agnes melebarkan mata, yang membantunya bukan Otniel melainkan Kenneth.


Kenneth menatap kearah cermin, begitu juga Agnes. Kenneth tersenyum tampan pada Agnes.


"Lama tidak berjumpa Agnes, kau kecewa karena aku yang membantumu?" Ucap Kenneth.


Agnes membalikan badan menatap Kenneth. "Kau sedang apa di sini?" Tanya Agnes.


"Ada luka di punggungmu, biar aku lihat." Kenneth memebalikan badan Agnes, Agar Agnes membelakanginya.


Kennth meraba perlahan punggung Agnes yang terluka karena tali gaun yang di pakainya. "Jangan pakai gaun yang seperti itu." Kenneth meniup punggung Agnes dan mencium lembut punggung Agnes.


"Apa yang kau lakukan Ken?" Agnes merasa aneh, wajahnya memerah.


"Menyembuhkan lukamu." Jawab Kenneth.


Agnes kembali membalikan tubuhnya, "kau jangan sembarangan menyentuhku Ken, kau.." Agnes menghentikan kata-katanya dan memalingkan wajah.


"Kau, apa? Kenapa berpaling? Kau ragu manatap wajahku?" Kenneth mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes.


Agnes memejamkan mata tidak ingin menatap Kenneth. Melihat Agens yang seeprti itu, Kenneth tertawa kecil.


"Maaf, aku tidak bermaksud mengejutkanmu Agnes. Aku akan keluar dan mencoba jasku." Kata Kenneth.


Kenneth berbalik dan melangkah keluar, namun tiba-tiba berhenti.


"Aku akan minta pelayan mengantar gaun untukmu, aku yakin kau pasti suka, aku yang akan membayar tagihannya. Anggap saja hadiah dariku." Kenneth pergi meninggalkan Agnes.


Agnes terdiam, tidak menyangka akan seceapat itu bertemu Kenneth. Sejujurnya jantungnya berdegup kencang saat Kenneth meraba dan mencium luka di punggungnya.


Seseorang datang, "nyonya.. anda masih di ruang ganti?" Tanya pelayan.


"Ya, ada apa?" Tanya Agnes.


Agnes keluar ruang ganti, Agnes melihat pelayan membawa sebuah gaun. Gaun berwarna hitan yang sebelumnya di lihat oleh Kenneth.


"Seseorang ingin anda mencoba gaun ini nyonya." Jawab Pelayan. Pelayan memeberikan gaun pada Agnes.


Agnes menerima, "akan aku coba." Jawab Agnes.


Agnes masuk dalam bilik dan membawa gaun pilihan Kenneth. Agnes menatap cermin, ada rasa ragu dalam hatinya. Agnes menghela nafas panjang, akhirnya mencoba gaun itu.


"Nyonya.. anda butuh bantuan saya?" Tanya pelayan.


Agnes membuka tirai dan keluar, pelayan melebarkan mata manatap Agnes.


"Kenapa? Tidak cocok?" Tanya Agnes.


"Sangat cantik." Sahut Kenneth.


Kenneth berdiri jauh dari Agnes dan pelayan, Kenneth tersenyum, sesuai bayangannya. Agnes terlihat sangat cantik dengan gaun pilihannya itu.


"Nyonya.. tuan benar. Anda sangat cantik. Gaun ini sangat cocok untuk anda." Jawab pelayan.


Kenenth berjalan menghampiri Agnes, "terima kasih sudah mau mencoba gaun pilihanku. Sesuai bayanganku, kau sangat cocok dengan gaun ini Agnes." Suara Kenenth lembut.


Agnes menatap Kenneth, Kenneth menatap Agnes. Keduanya saling menatap satu sama lain. Tatapan mata yang bergitu dalam.


-----

__ADS_1


Edward dan Otniel melihat dari jauh. Melihat Kenneth dan Agnes yang masih saling menatap.


"Oh.. inikah yang dinamakan cinta akhirnya bersemi?" Edward senang.


"Tidak ku sangka secepat ini mereka bertemu. Kau ikut aku saja, jangan ganggu mereka. " kata Otniel.


"Ya lebih baik seperti itu, biarkan saja mereka berbicara." Jawab Edward.


Edward mengajak Otniel untuk minum kopi bersama di sebuah Cafe di dekat Boutique. Otniel tidak menolak, dan mengiyakan ajakan Edward.


Edward dan Otniel duduk, mereka sudah memesan pesanan mereka masing-masing. Edward mengintip ke arah kereta bayi.


"Jadi, ini putra mereka?" Tanya Edward.


Otniel mengangguk, "ya.." jawab Otniel.


Edward menarik kereta bayi mendekat, Edward kaget, "Ken.." Edward langsung memanggilnya Ken, karena wajahnya yang sangat mirip seperti Kenneth.


"Ya, namanya Ken, Kenzo." Jawab Otniel.


"Uh, bukan itu maksudku tadi, dia sangat mirip dengan Kenneth. Hidung, mata alis bahkan bentuk bibinya. Astaga.. ini Ken junior." Edward begitu senang.


Otniel tersenyum, "kau senang sekali, bagaimana keadaanya? Dia baik?" Otniel menanyakan keadaan Kenneth.


"Ya, dia baik. Aku terkejut, aku kira Agnes tidak akan kembali." Jawab Edward.


"Aku juga terkejut, pada awalnya saat aku bertanya padanya, Agnes hanya menjawab nanti akan ku pikirkan." Jawab Otniel.


Pelayan datang membawa pesanan Otniel dan Edward. Otniel dan Edward saling bercerita, mereka terlihat akrab.


-----


Agnes dan Kenneth duduk di sofa dan berbincang.


"Kau terlihat baik, Ken." Ucap Agnes.


"Ya, aku baik. Kau bagaimana? Oh.. siapa itu Otnie? Kekasihmu atau suamimu?" Tanya Kenneth.


Agnes kaget, "ah.. dia temanku. Aku datang bersamanya." Agnes menatap sekeliling, mencari Otniel dan anaknya.


Kenneth mengikuti arah pandangan Agnes, "kau mencari siapa?" Tanya Kenneth.


"Temanku dan ba.." kata-kata Agnes terhenti.


"Ah, hampir saja kelepasan bicara." Kata Agnes dalam hatinya.


Agnes mengluarkan ponselnya, menghubungi Otnie. Tidak lama panggilannya di terima oleh Otniel.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, kau dimana?" Tanya Agnes.


"Aku di Cafe dekat Boutique bersama Edward." Jawab Otniel.


Agnes kaget, "dia.. tau?" Tanya Agnes.


"Tentu saja, Edward sangat menyukai baby Kenzo. Dia mengatakan jika Kenzo adalah Ken junior." Jawab Otniel.


Agnes menunduk, "astaga.. bagaimana ini? Aku harus apa?" Dalam hati Agnes.


"Ahh.. begini saja, kau pulanglah dulu. Aku akan mneyusul, kau tau maksudku kan?" Agnes berharap Otniel mengerti maksudnya.


"Oh, oke.. kau pulang dengan siapa? Tunggu.. Edward ingin lebih bersama dengan baby Kenzo, dia juga ingin pulang bersamaku." Jawab Otniel.


"Ya.. baiklah terserah saja. Kirim pesan jika kau sudah pulang. Oke?" Agnes mengakhiri panggilannya.


Kenneth merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Agnes. Saat ingin bertanya tiba-tiba saja ponsel Kenneth berdering.


Kenneth menatap layar ponselnya, panggilan dari Edward. Kenneth menerima panggilan dari Edward.


(Percakapan di telepon)


"Hallo Ed, kau dimana?" Tanya Kenneth. Agnes terus melihat ke arah Kenneth.


"Ken, aku ada urusan mendesak di kantor. Tiba-tiba klien ku datang, aku di jemput supirku tadi. Kau pulangkah dan istirahat, sampai bertemu di pesta malam nanti." Kata Edward berbohong, yang sebenarnya terjadi Edward masih belum rela lepas dari baby Kenzo.


"Baiklah, selesaikan dulu pekerjaanmu Ed. Sampai bertemu nanti." Jawab Kenneth.


Edward mengakhiri panggilannya. Kenneth menatap ke arah Agnes yang menatapnya.


"Ada apa?" Tanya Kenneth.


"Tidak ada, aku pulang dulu Ken. Aku masih ada banyak urusan" Agnes berdiri dari duduknya.


"Kau pulang sendiri?" Tanya Kenneth.


"Ya, aku pulang sendiri dengan taxi. Ada apa?" Tanya Agnes.


"Boleh aku mengantarmu?" Tanya Kenneth.


Agnes menghela napas, "tidak perlu Ken, aku bisa pulang sendiri." Jawab Agnes. Agnes membawa tas belanjaannya dan berjalan meninggalkan Kenneth.


Kenneth membawa tas belanjaanya, mengikuti Agnes dari belakang. Agnes dan Kenneth keluar dari Boutique.


Agnes mencari taxi namun tidak terlihat ada taxi. Kenneth mendekati Agnes, mengambil alih barabg bawaan Agnes. Agnes kaget, manatap Kenneth.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan, Ken?" Tanya Agnes.


Kenneth mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes, "apa lagi? Aku sedang berperan sebagai super hero yang sedang menolong seorang wanita cantik. Ayo naik mobil, jika ada pria jahat menculikmu aku tidak akan menolong." Kenneth menggoda Agnes.


Kenneth membuka pintu belakang dan meletakan barang belanjaan Agnes. Agnes berjalan dan ingin masuk ke dalam mobil. Belum juga masuk ke dalam mobil, Kenneth sudah menutup pintu mobilnya.


"Kau, kenapa pintu mobilnya ditutup?" Tanya Agnes kesal.


"Aku tidak ijinkan kau duduk dibelakang, aku bukan supirmu. Naiklah di kursi depan." Jawab Kenneth membuka pintu mobil depan, mempersilahkan Agnes masuk.


Agnes menghela napas panjang. Akhinya masuk kedalam mobil, Kenneth menutup pintu dan berjalan kesisi lain, membuka pintu mobil dan masuk.


Kenneth memasang sabuk pengaman, Kenneth melihat Agnes, Agnes melum memasang sabuk pengamannya. Kenneth mendekati Agnes, Agnes melebarkan mata, menjadi gugup.


"Kau.. kau.. ingin apa?" Agnes gugup.


Kenneth tersenyum, "aku sedang membantumu, jangan berfikir yang tidak-tidak." Kenneth membantu Agnes memasang sabuk pengamannya.


Agnes kembali menghela napas, Agnes memukul bahu Kenneth. "Aku membencimu.." Agnes kesal, Agnes memalingkan wajah karena malu.


Kenneth hanya tersenyum, entah mengapa Kenneth merasa senang saat Agnes mengatakan "aku membencimu", bagi Kenneth kata-kata itu terdengar seperti "aku menyukaimu". Kenneth mengantar Agnes pulang ke mansion.


@@@@@... @@@@@...



ilustrasi gambar: Kenneth Alexander


-----



ilustrasi gambar: Agnes Carney


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2