Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 58


__ADS_3

Kenneth merangkul Agnes di depan Ben. Ben sedikit terkejut, namun masih berusaha bersikap tenang.


"Pa, aku menyukai Agnes. Aku menyayanginya, mencintainya. Izinkan aku menjaga dan melindungi Agnes juga Kenzo." Kenneth berbicara lantang di hadapan Ben.


"Hmm, kau bagaimana Agnes?" Tanya Ben, menatap Agnes.


"Aku juga merasakan hal yang sama pa, aku ingin bersama Kenneth." Jawab Agnes.


Ben berdiri, "baiklah jika seperti itu. Aku akan mengabulkan permintaan kalian." Ben berjalan kembali ke meja kerjanya, membuka laci dan mengeluarkan sesuatu.


Kenneth dan Agnes tersenyum, mereka terlihat senang.


"Terima kasih pa," kata Agnes.


"Aku tidak akan mengecewakanmu pa," kata Kenneth.


"Katakan rencana kalian selanjutnya." Ben membuka amplop cokelat besar di tangannya.


"Apa lagi, tentu kami akan menikah papa." Kata Agnes.


Ben kembali berjalan mendekati sofa. Ben berdiri si sisi meja dekat sofa.


Bruuukk..


Ben melempar amplop cokelat besar yang di pegangnya. Amplop itu mendarat di atas meja, di hadapan Agnes dan Kenneth. Agnes dan Kenneth kaget, mengira Ben marah.


"Untuk apa menikah lagi, kalian tidak pernah bercerai." Kata Ben.


Kenneth mengambil amplop coklat dan mengeluarkan isinya. Mata Agnes dan Kenneth seakan melompat keluar. Amplop itu berisikan surat pernikahan Agnes dan Kenneth.


"Bagaimana bisa? Bukankah ini sudah aku serahkan pada Alfred?" Guman Agnes tidak percaya.


"Pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan. Pikirkan dengan hati dan kepala dingin, jika Alfred dan bibi Hana tidak melapor kala itu maka aku tidak akan pernah tau." Kata Ben.


"Jadi surat cerai yang ada padaku?" Kenneth mengerutkan dahi.


Ben menghela napas panjang, "apa lagi, itu surat cerai palsu. Papa meminta seseorang membuatkannya untuk kalian." Jawab Ben.


Agnes mendekat, memeluk Ben dan menangis, "papa maaf.. Agnes sungguh menyesal." Kata Agnes terisak.


Ben mengeratkan pelukan, mengusap kepala Agnes. "Maafkan papa juga, selama ini papa sudah berbohong, menyembunyikan semua kebenarannya. Papa lakukan ini demi kalian, papa ingin kalian bahagia. Jangan seperti ini lagi, jika ada masalah selesaikan dengan cara baik-baik. Oke?" Ben melepas pelukan, menatap Agnes.


"Oke pa, Agnes tidak akan mengulangi ini lagi. Terima kasih untuk segalanya, papa.." Agnes tersenyum cantik.


Ben tersenyum menatap Kenneth, "kau berdiri saja? Kemarilah, aku juga papamu Ken." Kata Ben.


Kenneth mendekat dan memeluk Ben. Ben menepuk punggung Kenneth pelan. Kenneth menangis, Kenneth merasa terharu. Kenneth tidak menyangka jika Ben sungguh merencanakan ini semua sejak awal.


"Hei, kau menangis?" Ben melepas pelukan, melihat Ken menangis. Ben menepuk wajah Kenneth perlahan.


Kenneth menyeka air matanya, "terima kasih pa, aku sungguh tidak menyangka papa melakukan ini semua." Kata Kenneth.


"Selama aku masih hidup, tidak akan ada kata perceraian di keluarga ini. Aku tidak akan ijinkan kalian bercerai, terlebih kalian punya Kenzo sekarang. Jaga dan rawat putra kalian dengan baik, didiklah dengan cinta dan kasih sayang kalian." Ben menasihati.


"Kami mengerti pa," jawab Kenneth.


Ben merasa lega, seakan semua bebannya terangkat. Ben meraih tangan Agnes lalu menumpunya dengan tangan Kenneth.


"Jadikan ini semua sebagai pelajaran. Jangan egois, ingat ada putra kalian yang harus kalian besarkan bersama. Mulailah dari awal, mulailah saling menyayangi dan mencintai. Papa bahagia melihat kalian yang seperti ini, ahh.. ada debu yang masuk ke mata." Mata Ben terasa panas dan pedih, perlahan air matanya jatuh. Ben merasa terharu, bahagia, juga puas melihat putri dan menantunya bisa kembali bersama.


Ben mangajak Kenneth dan Agnes minum teh bersama. Mereka keluar dari ruang kerja Ben dan berjalan ke ruang tengah. Kenneth kaget, di ruang tengah papa dan mamanya sudah duduk dan bermain dengan Kenzo.


"Papa, mama," sapa Kenneth.


"Ken," panggil James, papa Kenneth.


"Sayang, lihatlah Kenzo sepertimu saat masih kecil dulu." Elmia tersenyum memeluk baby Kenzo.


"Hai, James, Elmia, kalian menunggu lama? Maaf aku masih harus mengikat mereka tadi." Ben duduk di sofa, diikuti Agnes dan Kenneth.


"Tidak apa, mereka masih muda, pemikiran mereka masih belum stabil." Jawab James.

__ADS_1


Elmia melihat Alea sibuk membuat teh, " sayang, kau gendong Kenzo dulu. Aku akan bantu Alea." Bisik Elmia, yang memindah Kenzo dari pangkuannya untuk di gendong James.


Elmia berdiri dan berjalan ke dapur. Agnes melihat mama dan mama mertuanya didapur, Agnes ingin membantu. Agnes pun berdiri dan menyusul mama juga mama mertunya ke dapur.


James, Ben dan Kenneth berbincang santai. Di dapur, Agnes mencuri dengar pembicaraan Elmia dan Alea. Agnes duduk dikursi posisinya terhalang vas bunga, Elmia dan Agnes tidak tahu jika Agnes juga ada di dapur. Agnes duduk diam tidak bergerak.


"Bagaimana kabarmu Alea, kau tampak begitu sehat dan ceria." Puji Elmia.


"Kau juga Mia, kau sehat? James juga sehat?" Tanya Alea ingin tahu.


"Hmm, kami sehat. Senang rasanya anak-anak kita bisa kembali berkumpul." Kata Elmia menghela nafas panjang. "Aku takut, jika hal buruk terjadi. Perpisahan itu hal yang mengerikan" imbuhnya.


"Kau benar Mia, perpisahan memang hal buruk. Aku tau perasaanmu, pasti sulit untuk menahan rasa kecewamu saat kami menikah dulu. Maafkan aku Mia, aku sungguh tidak tahu jika dulu Ben sudah punya kekasih." Alea merasa tidak enak hati.


Elmia memegang tangan Alea, "hei, itu sudah lama sekali Alea. Ayolah, Ben hanya masa laluku. Kita sudah punya pasangan masing-masing bukan? Aku pada akhirnya bisa menikah dengan pria baik seperti James, dan Ben mendapatkan wanita yang luar biasa sepertimu. Walau kita sudah berakhir, kita akan berteman baik, bukankah kita sekarang sudah menjadi keluarga? Kita memiliki Kenzo, pemuda tampan masa depan." Elmia tersenyum manis.


"Kau sangat baik Elmia, James pria beruntung." Puji Alea.


"Ben juga beruntung, kau wanita yang tangguh. Aku tidak setangguh kau Alea, pasti sulit melewati semuanya. Ben adalah pria dingin, Ben adalah pria yang paling bertanggung jawab jika menyangkut keluarga. Baginya, keluarga adalah segalanya. Sesungguhnya dibalik sikap dinginnya dia punya sisi hangat yang bisa membuat orang lain disisinya merasa nyaman. Apa Ben pernah menyakitimu?" Tanya Elmia.


Alea menggeleng, "tidak pernah. Yang kau katakan memang benar, Ben pun mengakui jika sulit menerima ku saat awal pernikahan kami. Namun Ben mengatakan jika masa lalu adalah kenangan dan pengalaman yang patut dijadikan pelajaran. Dia mengatakan akan berusaha menerimaku dengan sepenuh hati. Oh, apa kau tau? saat mendengar Ken dan Agnes akan berpisah, Ben begitu gelisah dan murung. Ben seharian diruang kerjanya. Sampai pada akhirnya melakukan rencananya itu." Alea tersenyum.


"Aku kaget mendengar ide gila pak tua itu. Aku kira dia sungguh ingin memisahkan Agnes dan Ken." Elmia menuang teh dalam cangkir, lalu mengaduknya.


"Haha, dia memang gila, haha.."Alea mengolok suaminya sendiri.


"Sudah-sudah, ayo.. suami kita sudah menunggu." Kata Elmia.


Mendengar suara mama mertuanya Agnes cepat-cepat pergi dan kembali ke ruang tengah. Agnes menatap papanya lekat, merasa aneh. Ben manatap Agnes, merasa ada sesuatu dengan Agnes.


Agnes duduk di samping Ben, Ben mendekat dan berbisik. "Ada apa?" Tanya Ben.


"Hmm, ada gosip hangat. Ada hal yang ingin aku tanyakan pada papa nanti. Sekarang kita nikmati dulu waktu kebersamaan kita." Kata Agnes.


Ben penasaran dengan apa yang ingin Agnes tanyakan. Namun Ben berusaha menahan rasa ingin tahunya itu. Elmia dan Alea datang membawa nampan berisi teh dan cookies.


Elmia duduk kembali di samping James, sedangkan Alea duduk di samping Ben. Masing-masing menyuguhkan teh pada suami mereka. Begitu juga Agnes mengambil teh dari nampan dan meletakan cangkir teh di hadapan Kenneth.


-----


Dirumah sakit, Otniel menjaga Jesika. Jesika masih terlihat sedih, Otniel mencoba menenangkan Jesika.


"Jangan sedih, kita pasti punya cara untuk membawa Sarah kembali." Otniel menggenggam erat tangan Jesika.


"Aku takut Theo menyakiti Sarah. Dia masih bayi, bagaimana jika Sarah terus menangis karena haus dan lapar?" Keluh Jesika.


Otniel memeluk Jesika, mencoba memberi semangat dan menguatkan Jesika. "Kita berdoa saja, semoga Theo tidak menyakiti Sarah." Otniel melepas pelukan.


Otniel duduk di samping Jesika, menatap dalam mata Jesika. "Katakan padaku semua informasi mengenai Theo yang kau ketahui. Seperti apa dia dan, apa kelemahannya?" Otniel bertanya.


Jesika menunduk, kali ini sudah tidak bisa mengabaikan perbuatan Theo. "Theo adalah pria yang haus akan uang dan kekayaan, kelemahannya tentu saja uang." Jawab Jesika.


"Hmm, uang ya.. " guman Otniel.


"Kau ingin lakukan sesuatu?" Tanya Jesika.


Otniel mengangguk, "ya.. aku ingin membebaskanmu dari belenggu Jesi." Jawab Otniel.


Tok..


Tok..


Tok..


Pintu ruangan diketuk, seseorang masuk dan menemui Otniel.


"Direktur, ini berkas yang anda minta." Kata seseorang itu, sembari memberikan berkas dokumen pada Otniel.


Otniel menerima, membuka berkas ditangannya. "Hmm, kau bisa kembali. Terima kasih untuk kerja kerasmu." Otniel berterima kasih pada orang yang membantunya itu.


Otniel duduk di hadapan Jesika, Jesika diam dan terus mangamati Otniel yang serius membaca berkas di tangannya.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu Otniel?" Tanya Jesika.


Otniel membuka semua halaman berkas, lalu menatap Jesika. "Jesika, kau mau bekerja sama denganku? Percayalah padaku, aku akan menyelamatkanmu dan juga Sarah." Kata Otniel.


Jesika tertarik, "apa yang bisa aku lakukan? Katakan saja, jika aku bisa membantu aku merasa senang." Jawab Jesika.


Otniel bercerita, memberitahukan rencananya pada Jesika. Otniel dan Jesika akan melakukan sandiwara untuk membebaskan Jesika dari belenggu Theo.


Mendengar rencana Otniel, Jesika sedikit terkejut. Jesika tidak menyangka jika Otniel merencanakan hal di luar dugaannya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2