
Agnes sampai di kator suaminya. Dia berjalan menuju ruangan suaminya, dengan membawa tas berisi bekal makan siang.
Dari jauh Agnes melihat Sekertaris suaminya menyambut. Sekertaris Kenneth berdiri dari tempat duduknya, menyapa Agnes.
"Selamat siang, Nyonya."
"Siang, kau sudah makan siang?" Tanya Agnes.
Sekertaris menggeleng, "belum Nyonya. Saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan."
"Oh...," Agnes membuka tas yang dibawanya dan mengeluarkan sesuatu, "ini untukmu. Makanlah selagi hangat," Agnes membagi kotak makan siang yang dibawanya.
Sekertaris menerima dan tersenyum, "terima kasih Nyonya. Sungguh saya minta maaf sudah merepotkan Anda. Terima kasih," Sekertaris itu terlihat senang.
"Makanlah dulu, baru lanjut bekerja. Waktu istirahat kau harus istirahat, jaga kesehatanmu. Jangan sampai jatuh sakit, jika kau sakit kau tidak bisa bekerja."
"Baik Nyonya. Saya akan mendengar nasihat Anda. Mari saya bukakan pintu," Sekertaris melangkah membuka pintu ruangan Kenneth, "silahkan Nyonya."
Agnes tersenyum, "terima kasih."
Agnes berjalan masuk kedalam ruangan Kenneth. Sekertaris menutup kembali pintu ruangan, lalu kembali ke meja kerjanya.
Agnes meletakan tas berisi kotak makan siang diatas meja. Agnes berjalan menghampiri Kenneth, Agnes duduk di meja di hadapan Kenneth.
Agnes melipat dua tangannya di dada. Menaikan kaki kiri diatas kaki kanannya. Agnes menatap Kenneth yang fokus pada Komputernya.
Agnes membelai wajah Kenneth dengan jemarinya. Ujung jari telunjuk tangan kiri Agnes menelusuri dahi dan turun sampai ke rahang kokoh milik Kenneth.
"Penggoda," ucap Kenneth yang masih fokus pada komputernya.
"Hmm," sahut Agnes.
Kenneth selesai dengan pekerjaanya. Kenneth memalingkan wajah menatap Agnes. Kenneth melihat Agnes murung, wajahnya kusut dan tidak ceria seperti biasanya.
"Ada apa? Kau murung?" Kenneth menarik tangan Agnes, sehingga Agnes terjatuh dalam pangkuannya.
Kenneth mengusap dahu Agnes, "katakan siapa yang mengganggumu? Apa terjadi sesuatu? Jangan hanya diam, sayang."
Agnes memajukan bibirnya, "aku kesal. Aku dikatai seseorang."
"Oh, apa yang dia katakan?" Tanya Kenneth.
"Wanita itu menyebutku wanita rendahan. Kau tau, aku tidak sepenuhnya salah. Dialah yang jalan dan aku masih berdiri di mejaku, dia yang marah dan mengataiku. Menjengkelkan sekali!" Agnes mengeluh pada Kenneth.
Melihat ekspresi dan mendengar keluhan Agnes, Kenneth tidak tahan untuk tidak tertawa. Dimata Kenneth, Agnes sangat menggemaskan.
"Ha ha ha...," Kenneth tertawa keras.
"Kau..., kenapa kau tertawa?" Tanya Agnes.
"Kau sangat lucu sayang," Kenneth mengusap gemas pipi Agnes, "kau membuatku gemas."
"Aku serius sayang, kau menertawakanku?" Agnes memutar bola mata.
Kenneth tersenyum, mendekat lalu mengecup bibir Agnes. Cukup lama mereka berciuman, ciuman mereka pada akhirnya terlepas. Kenenth memeluk Agnes.
"Ceritakan, apa lagi yang terjadi?" Tanya Kenneth mengusap kepala Agnes.
"Karena dia banyak bicara aku menuang segelas jus jeruk ke wajahnya."
"Lalu?" Sambung Kenneth.
"Lalu? Dia marah-marah dan aku pergi karena pesananku sudah siap."
"Ck ck ck..., siapa wanita itu? Dia sungguh punya nyali mengganggu harimau betinaku."
"Apa? Harimau betina?" Kata Agnes mengulang ucapan Kenneth.
"Ya, harimau betina kesayangaku. Kecintaanku, kesukaanku. Hm, aku benar-benar ingin menerkammu saat ini."
"Ini dikantor, jangan bertindak konyol. Ah..., hampir saja lupa. Ayo makan siangmu akan dingin nanti."
Agnes berdiri dari pangkuan Kenneth, Dia menggandeng tangan Kenneth. Kenneth berdiri dari duduknya mengikuti Agnes melangkah mendekati sofa.
"Sayang, kau cuci tanganmu lebih dulu. Aku siapkan makananmu," kata Agnes yang lalu melepaskan tangan Kenneth dari genggamannya.
"Oke," Kenneth nenurut dan bergegas mencuci tangannya.
Beberapa saat kemudian, Agnes sudah menyiapkan makan siang Kenneth. Agnes sudah mengeluarkan dan membuka kotak bekal makan siang. Kenneth yang sudah cuci tangan pun duduk disofa.
"Kenzo bersama Bibi Hana?" Tanya Kenneth.
__ADS_1
Agnes mengangguk, "ya, aku temani kau makan lalu pulang."
"Tidak menungguku? Aku akan pulang lebih awal."
"Kau tidak sibuk?" Tanya Agnes.
Kenneth menggeleng, "tidak."
"Sudahlah, makan saja dulu. Baru bicara lagi."
Kenneth mengambil sendok dan memakan makanan dihadapannya. Kenneth menyendok makanan, menyodorkan sendok itu ke mulut Agnes. Agnes diam menatap Kenenth.
"Ayo buka mulutmu. Kau pasti belum makan. Benar kan?" Kenneth menatap dalam mata Agnes.
Agnes membuka mulut dan melahap makanan di sendok. Agnes mengunyah perlahan makanan didalam mulutnya.
"Kau tidak boleh kelaparan. Kesayanganku harus gemuk berisi. Oke?" Ucap Kenneth menggoda Agnes.
"Tidak! Aku tidak mau gemuk. Jika aku gemuk, aku akan jelek. Kau bisa saja mencari wanita lain nanti. Kau akan menendangku jauh-jauh darimu."
Kenneth kembali tersenyum, "apa yang kau katakan. Seperti apa bentuk tubuh dan rupamu aku tetap akan suka padamu. Kau Istriku, Ibu dari Anakku. Kau sangat berharga dari hal apapun."
"Oh..., manis sekali. Kau belajar bicara manis dari mana? Apa kau suka merayu gadis-gadis?" Agnes menggoda Kenneth.
"Tidak. Mungkin dulu banyak wanita yang dekat dneganku. Bagiku mencari wanita sangatlah mudah. Tetapi itu dulu, jauh sebelum aku mengenalmu. Aku hanya suka bersenang-senang dan bermain dengan banyak wanita cantik. Sekarang berbeda, aku sudah punya Istri dan Anak. Aku tidak boleh menyakiti hati Istriku, dan memberi contoh yang tidak baik pada Putraku. Jadi apa yang aku katakan bukan bualan dan rayuan. Apa yang aku katakan adalah kenyataan. Kehidupanku dulu tidak akan aku ulangi di masa depan. Aku harus menjadi Suami dan Ayah yang baik."
Kenneth mengatakan ucapannya dengan penuh perasaan. Agnes terkejut, tidak menyangka seorang Kenneth akan mengatakan hal seperti itu. Agnes tersenyum manis, hatinya tersentuh dengan ucapan Kenneth.
"Kau percaya padaku kan?" Tanya Kenneth pada Agnes.
"Aku percaya, sangat percaya. Makanlah, nanti dingin."
Kenneth kembali makan, Kenneth juga menyuapi Agnes. Kenenth dan Agnes makan bersama-sama. Mereja begitu mneikmati makan siang mereka.
--
Clarya ada di dalam mobilnya. Clarya sudah berdandan cantik, mengenakan pakaian yang indah. Clarya dalam perjalan perjalan menuju perusahaan Alexander.
Clarya begitu percaya diri, tidak tahu jika dirinya akan berhadapan dengan seorang yang tidak biasa.
"Hanya dengan menatapku, Direktur itu pasti akan tergila-gila padaku. Ah, semua pria sama saja. Menggilai kecantikan dan kemolekan tubuh."
Clarya tersenyum puas dengan penampilan yang dinilainya sempurna. Baginya, pria mana yang tidak akan bisa ditundukkan. Semua pria akan tergoda, dan mebggilainya. Semuanya akan mengerumuni, dan memperebutkannya.
--
Agnes dan Kenneth selesai makan siang. Kenneth membantu Agnes membersihkan meja, dan membuang sampah.
"Aku akan ke kamar mandi, aku juga harus menghubungi Bibi Hana. Kau kembalilah bekerja," kata Agnes.
Kenneth hanya mengangguk, Kenneth melihat Agnes membawa tasnya masuk kedalam kamar mandi. Kenneth duduk di sofa dan bermain ponsel, melihat beberapa pesan masuk.
Diluar ruangan, Clarya datang dan masuk kedalam gedung perusahaan. Semua mata memandang, Clarya menjadi pusat perhatian. Clarya merasa bangga semua mata terpana melihatnya.
Clarya menghampiri seseorang dan bertanya. Seorang staf meminta Clarya untuk menunggu. Staf itu berjalan menemui Sekertaris Kenneth, memberitahukan apa yang terjadi. Clarya tidak tinggal diam, dia tidak mau menunggu dan mengikuti staf itu pergi. Sampai akhirnya bertemu Sekertaris Kenneth.
"Apa ini ruangan Direktur kalian?" Tanya Clarya.
"Maaf Nona, Anda tidak diizinkan masuk tanpa membuat janji lebih dulu. Mohon Anda kembali dan membuat janji temu," kata Sekertaris ramah.
"Hah, kau siapa? Hanya pekerja rendah saja sudah berani mengaturku. Dengar baik-baik. Aku adalah Clarya Robie, dari perusahaan 'R'. Kalian tidak bisakah menyambutku dengan baik?"
"Tetap saja, Direktur kami hanya bisa ditemui jika Anda sudah memiliki janji temu. Direktur sedang sibuk dan tidak bisa diganggu."
"Peduli apa sibuk atau tidak. Aku akan tetap masuk!" Bentak Clarya.
Clarya mendorong Sekertaris dan memaksakan diri menerobos masuk ruangan Kenneth. Clarya membuka pintu ruangan dan masuk. Sekertaria mengikuti Clarya, ingin menjelaskan pada Kenneth.
"Kau tidak mengetuk pintu, Sekertaris Zizi?" Suara Kenneth tiba-tiba.
"Ma-maafkan saya Tuan. Nona Robie memaksa masuk, saya sudah jelaskan perihal prosedur perusahaan jika ingin bertemu Direktur."
Kenneth mengangkat wajah dan menatap ke depan. Kenneth kaget melihat Clarya. Clarya terkejut, tidak menyangka jika Direktur yang akan ditemuinya masih muda dan sangat tampan.
"Siapa Dia?" Kenneth menatap Sekertarisnya.
"Nona ini...," belum sampai bicara ucapan Sekertaris terpotong oleh Clarya.
"Hallo Direktur Alexander, saya Clarya Robie. Wakil presiden perusahaan 'R'."
Begitulah Clarya memperkenalkan diri. Kenneth mengacuhkan Clarya, menatap kembali Sekertarisnya.
__ADS_1
"Kau kembalilah," perintah Kenneth.
"Baik Tuan, permisi."
Sekertaris pergi, Clarya memandangi kepergian Sekertaris Kenneth dengan tatapan kemenangan.
Clarya berkata dalam hatinya, "Huh! Hanya seorang Sekertaris saja sudah berani berdebat denganku. Rasakan," Clarya kembali menatap Kenneth, "Pria ini tampan sekali. Tubuhnya begitu gagah. Ahh..., aku harus dapatkan dia bagaimana pun caranya. Dia juga pasti pria mesum dan mata keranjang seperti yang lain."
"Ada keperluan apa sampai Nona Robie memaksa bertemu?" Tanya Kenneth, berdiri dari duduknya. Kenneth memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin membicarakan kerja sama kita. Saya tidak menolak jika saya tau itu Anda. Maafkan saya," Clarya bersikap manis.
"Bukankah Perusahaan 'R' sudah menolak? Saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Anda silahkan kembali."
Kenneth melangkah ingin mendekati meja kerjanya. Tanganya ditahan oleh Clarya. Clarya langsung merangkul lengan Kenneth. Kenneth terkejut, menatap Clarya. Clarya dengan tatapan mata menggoda menatap balik kearah Kenneth.
---------- ---------- ----------
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"