
Agnes menghubungi pengacaranya, membuat janji untuk bertemu. Penggacara Agnes mengiyakan, sepakat untuk bertemu Agnes di sebuah cafe di sekitar kantor Agnes.
Agnes mengakhiri panggilannya. Memasukan ponselnya dalam tasnya. Agnes mengambil buket bunga yang di belinya di sebuah toko bunga saat dalam perjalanan.
Agnes membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil, Agnes menutup kembali pintu mobilnya, berjalan perlahan menuju pemakaman Jimmy.
Kakinya terus melangkah menyusuri jalan, dari jauh terlihat batu nisan milik Jimmy. Agnes tersenyum tipis, seakan ingin menyembunyikan rasa sedih dan kecewanya.
Agnes telah sampai di depan batu nisan Jimmy, Agnes meletakan buket bunga dan berlutut di depan nisan. Agnes menunduk, air matanya jatuh menetes.
"Aku datang.." suara Agnes terdengar berat, Agnes menangis tersedu-sedu.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
"Jimmy maafkan aku.. aku sungguh minta maaf.." Agnes terisak, "aku.. aku.. aa..aku harus pergi. Aku sudah tidak mampu bertahan lagi. Maafkan aku.." Agnes menyeka air matanya yang berlinang. "Mungkin inilah yang terbaik untuk kami, aku dan Kenneth sejak awal memang tidak pernah ditakdirkan bersama. Kami tidak menyukai satu sama lain, kami saling menutup diri. Kenneth berhak hidup bahagia, " Agnes membayangkan apa yang dilihatnya tadi, bibirnya tersenyum tipis namun air matanya berjatuhan. "Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku Jimmy, setidaknya aku sudah pernah mencoba menjadi yang terbaik. Aku akan mengunjungimu saat aku kembali, aku ingin menenangkan diriku lebih dulu." Ucap Agnes.
Agnes berdoa, setelah itu Agnes pergi meninggalkan pemakaman. Agnes bergegas menemui pengacaranya, untuk membicarakan sesuatu hal yang penting.
-----
Ben sedang menerima panggilanndari Alfred, pengacara Agnes. Alfred menceritakan jika hari itu Agnes ingin menemuinya.
(Perbincangan di telepon)
"Jadi.." Ben penasaran.
"Saya tidak tahu apa yang di rencanakan nona tuan, terakhir kali saya hanya diminta menyiapkan dokumen untuk perceraian." Jawab Alfred.
"Ah, begitu.. lalu? Dimana kau sekarang?" Tanya Ben lagi.
"Saya sudah sampai di tempat yang kami sepakati, saya belum melihat tanda-tanda nona Agnes datang." Ucap Alfred yang menatap sekeliling, Alfred memalingkan wajahnya, melihat ada mobil Agnes. "Tuan.. nona datang, jangan memutus panggilan saya. Anda bisa mendengar percakapan kami nanti." Imbuh Alfred.
"Hmm, aku mengerti. Biarakan dia bicara Alfred, kita dengarkan saja apakah putriku mau mengakui apa yang sudah terjadi atau justru tutup mulut." Jawab Ben, Ben ingin mendengar apa alasan Agnes ingin bercerai dengan Kenneth.
"Nona sudah masuk ke dalam cafe, tuan maafkan saya, saya hanya akan diam dan tidak bisa bicara pada anda selama saya bersama nona Agnes." ucap Alfred.
Alfred meletakan ponselnya diatas meja dengan posisi terbalik. Alfred menatap Agnes dan tersenyum menyambut Agnes.
"Hai Al, sudah lama menunggu? Maaf aku pergi ke suatu tempat lebih dulu tadi." Agnes duduk di hadapan Alfred.
"Saya juga baru datang dan memesan tempat nona, nona ingin minum sesuatu? Silahkan memesan terlebih dulu." Kata Alfred memanggil pelayan.
Pelayan datang dan menyapa, "selamat datang, silahkan.. ini daftar menu minuman dan makan yang ada di cafe kami." Kata pelayan itu ramah.
Agnes mengambil buku menu dan membuka, "berikan aku 1 jus strewberry dan cake keju." Agnes menatap Alfred, "Al apa yang kau pesan?" Tanya Agnes.
"Ahh.. aku pesan 1 moccacino," jawab Alfred spontan.
Agnes menutup buku menu dan memberikan pada pelayan, "itu saja." Agnes menatap pelayan dan tersenyum.
"Baik nyonya, saya sudah catat pesanan anda. Mohon menunggu, permisi." Pelayan itu pergi membawa daftar pesanan Agnes dan Alfred.
Agnes menatap Alfred, "Al.. bantu aku," Agnes meletakan berkas dokumen di atas meja, dihadapan Alfred. "Aku ingin bercerai dengan Kenenth, kami sudah menandatanganinya." Agnes menghela nafas panjang.
"Nona, anda sudah pikirkan baik-baik?" Tanya Alfred meyakinkan kembali keputusan Agnes.
__ADS_1
Agnes mengangguk, "ya, aku sudah memikirkannya. Jangan katakan apa-apa pada papa, aku akan memberitahu sendiri nanti pada papa saat kau sudah selesaikan berkasnya." Ucap Agnes.
Alfred menarik napas dan menggembuskan napas perlahan. "Baiklah, saya mengerti nona." Jawab Alfred.
Dari balik telepon, Ben masih mendengarkan percakapan Alfred dan Agnes. Ben tidak mengerti mengapa Agnes begitu ingin bercerai dengan Kenneth.
20 menit kemudian..
Agnes memakan sesuap cake dan menikmati jus strawberry nya. Agnes lalu berpamitan pada Alfred, Agnes lelah ingin beristirahat.
Alfred mengiyakan, menatap kepergian Agnes sampai masuk dalam mobil. Alfred mengambil ponselnya dan memanggil Ben.
(Percakapan di telepon)
"Tuan, anda masih disana?" Tanya Alfred.
"Ya.. aku sudah dengar semuanya. Bawa dokumen itu padaku, dan aku akan berikan tugas penting untukmu." Ucap Ben.
"Baik tuan, saya akan segera datang." Jawab Alfred.
Ben mengakhiri panggilan, Alfred menyimpan ponsel nya dalam saku jas nya. Alfred mengambil berkas dokumen di atas meja dan berdiri, pergi meninggalkan cafe. Alfred keluar dari cafe, masuk dalam mobilnya. Alfred hendak pergi menuju mansion Ben, untuk membawa berkas dokumen pada Ben.
(Kilas balik)
Pada saat Agnes meminta Alfred menyiapkan berkas perceraian, Alfred langsung memberitahukan pada Ben secara diam-diam tanpa sepengetahuan Agnes. Ben terkejut! Ben lalu menghubungi bibi Hana, dan bertanya apa yang terjadi.
Hana menceritakan apa yang terjadi, Ben langsung bisa menerka apa yang terjadi diantara Agnes dan Kenneth. Hal seperti itu adalah hal yang biasa dilakukan saat keadaan tidak sadar, Ben hanya bisa diam mendengarkan cerita Hana.
Hana bercerita jika Agnes terus menangis dan bersedih. Agnes tidak mau sarapan dan hanya mengurung diri di kamar. Hana sudah membujuk Agnes namun gagal, Agnes hanya meminta Hana segera membersihkan alas ranjang dan selimut yang bernoda darah.
Hana tidak berani untuk bertanya, dan segera melakukan apa yang diperintahkan Agnes. Setelah tugasnya selesai, Hana langsung pergi dari kamar Agnes.
Hana juga menceritakan, saat itu dirinya bertemu Kenneth. Kenneth terlihat gelisah dan panik, Kenneth memerintah Hana membersihkan kamar. Saat Hana keluar dari kamar Kenneth, Hana Melihat Kenneth melangkah keluar dari mansion dam langsung masuk dalam mobil.
(Kilas balik berakhir)
-----
Ben masih berada dalam ruang kerjanya. Pintu ruang kerjanya diketuk. Alfred datang, Masuk dalam ruangan menemui Ben.
"Tuan.. ini dokumen yang anda minta." Alfred menyerahkan berkas dokumen pada Ben.
Ben menerima dan membuka dokumen di tangannya. "Hmm, lakukan tugasmu Al." Jawab Ben.
Alfred terlejut, "maksud anda..?" Tanya Alfred.
"Besok, temuilah seseorang. Orang itu akan memberikan sesuatu padamu. Setelah itu berikan itu pada Agnes dan Ken. Aku akan membuat permainan seru untuk dimainkan. Ucap Ben.
Alfred mengangguk, "baik tuan." Jawab Alfred.
"Hmm, permainan seru? Permainan apa yang akan dilakukan tuan Ben?" Alfred berguman dalam hatinya. Alfred penasaran dengan apa yang akan dilakukan Ben.
"Pulanglah.. besok aku akan memberitahumu waktu dan tempat petemuannya. Jika Agnes menghubungimu, katakan saja berkas dokumen sudah kau ajukan." Ucap Ben.
"Baik tuan, saya permisi." Alfred berpamitan, segera pergi meninggalkan ruang kerja Ben.
Ben duduk bersandar di kursinya, Ben menatap berkas dokumen milik Agnes di atas meja di hadapannya.
"Ingin bercerai? Selagi aku masih hidup tidak akan ada perceraian!" Ucap Ben.
__ADS_1
Ben mengambil berkas dokumen dihadpaannya dan menyimpan di brankas pribadi miliknya.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"