Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 115


__ADS_3

"Bos, akhirnya datang juga" ucap Amang melihat kedatangan Daniel ke rumah sakit.


Ya, usai mengantarkan Gio ke sekolah, Daniel menyempatkan untuk ke rumah sakit. Menjenguk Sonya yang masih dirawat akibat peristiwa tadi malam.


"Reyhan mana?" tanya Daniel tidak mendapati keberadaan salah seorang kepercayaannya itu.


Amang mengangkat kedua bahunya pertanda ketidaktahuannya.


"Itu apaan Bos?" tanya Amang melihat plastik hitam yang tengah menjuntai dijari-jari tangannya.


Daniel menatap tajam Amang. Ia kemudian memberikan kantong plastik tersebut dengan kasar.


Amang sontak terkaget. Ia langsung membukanya.


"Seblak!" seru Amang sudah menduga terlebih dahulu. Ia sudah mencium aroma tersebut sedari tadi.


"Jangan sok kaget deh Mang, dari tadi kamu emang ngincer ini kan?" tuding Daniel.


Amang menyengir dan menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal. "Bos emang peka banget sama saya"


"Gimana keadaan Sonya? udah sadar?" tanya Daniel.


"Udah Bos" jawab Amang menyantap seblak sambil duduk lesehan dilantai.


Daniel kemudian mengintip keadaan Sonya dari balik kaca pintu ruangan rawat Sonya. Nampak Sonya yang pucat pasih dan memar-memar pada wajah dan tangan.


"Bos masih sayang sama Nyonya Sonya?" tanya Amang masih sibuk menyantap seblaknya.


Pertanyaan tersebut lantas membuat Daniel menendang Amang yang tengah duduk tersebut.

__ADS_1


"Aduh Bos sakit tau! kdrt" Amang langsung mengelus-elus belakangnya yang baru saja mendapatkan hantaman dadakan dari Daniel.


"Kdrt mata mu!" sewot Daniel. "Ngomong itu disaring dulu Mang, jangan ngasal."


Amang menunduk, "Ya maaf"


"Tuh seblak belum dibayar Mang, kamu yang makan ya yang bayar" ucap Daniel berlalu masuk ke dalam ruangan.


"Lah Bos begimana ceritanya anak buah disuruh bayar? gajian belum lagi malah disuruh bayar" apes Amang tidak digubris oleh Daniel.


Daniel menghampiri Sonya.


"Udah mendingan?" tanya Daniel.


Sonya mengangguk untuk merespon pertanyaan dari Daniel.


Flashback On


Daniel langsung berangkat dengan terburu-buru menuju basecamp. Ia membawa sang putra begitu ngebut untuk mengantarkannya ke sekolah, tidak dipikirkan lagi akan nyawa. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan Sonya.


Daniel seakan menguji maut diperlintasan jalan raya. Tidak butuh waktu lama akhirnya sampailah dia di basecamp tempat anak buahnya berkumpul.


"Reyhan sama Amang mana?" tanya Daniel sambil berjalan cepat masuk ke basecamp tersebut. Disana sudah banyak anak buahnya berkumpul.


"Bos, tenang" ucap Amang menenangkan.


*"Gimana aku bisa tenang? bajingan itu bisa-bisanya lolos!" Daniel mengacak-acak rambutnya frustasi *


Mereka semua masih sibuk berdiskusi menyusun strategi.

__ADS_1


"Tuan, kita sibuk memikirkan rencana untuk menangkap Ikhsan, tapi kita tidak tahu sama sekali keberadaannya. Kita gak bisa untuk melacaknya" Reyhan menengahi.


"Iya saya setuju Bos" ucap anak buah yang lainnya.


"Terus kita harus gimana? kemana kita harus mencarinya?" kali ini Daniel tidak dapat berpikir lagi, ia ikut bingung.


"Hah saya tau!" ucap Amang membuat semuanya menatap pria itu penuh penasaran.


"Apa?" tanya Reyhan ingin segera mungkin mendengar solusi yang diberikan oleh Amang.


"Di warung jablay, logikanya kan Ikhsan ini suka senang-senang, bukan?" solusi Amang membuat semuanya menatap penuh kekesalan.


BRAK


Daniel sontak melempar ke sembarang arah asbak rokok yang tidak jauh dari jangkauan tangannya. Membuat semuanya kaget tidak berkutik.


"LOGIKA MANG! LOGIKA! MIKIR PAKAI OTAK!" amarah Daniel.


"Diem Mang, tidak usah bicara lagi kamu" bisik Reyhan agar meredam amarah yang seharusnya tidak seharusnya dikeluarkan sekarang.


Heran di situasi genting saat ini, bisa-bisanya Amang menawarkan solusi yang cukup membuat geleng kepala.


"Kita ke kantor polisi sekarang" ucap Daniel membuat keputusan.


"Untuk apa, Tuan? Ikhsan tidak ada disana?" ucap Reyhan.


"Iya, setidaknya kita bertemu dengan orang dalam yang telah membebaskannya" jawab Daniel dibalas anggukan setuju oleh semuanya.


Mereka pun pergi melaju dengan begitu cepat menuju kantor polisi

__ADS_1


__ADS_2