
Kenneth menghentikan mobilnya dihalaman mansion Agnes. Agnes menatap Kenneth.
"Kau langsung pulang?" Tanya Agnes.
Kenneth memalingkan wajah menatap Agnes, "ada apa? Tidak ingin aku pergi?" Tanya Kenneth, Kenneth kembali menggoda Agnes.
Agnes memalingkan wajah, lalu membuka pintu mobil. "Kau terlalu percaya diri tuan Alexander." Kata Agnes keluar dari dalam mobil.
Agnes menutup pintu mobil dan berjalan membuka pintu belakang mobil. Agnes memeriksa tas belanjaannya agar tidak tertukar dengan milik Kenneth.
Agnes kembali menatap Kenneth. "Terima kasih sudah mengantarku. Hati-hati di jalan." Kata Agnes yang lalu menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke dalaam mansion.
Kenneth tersenyum, Kenneth dan mobilnya kembali melaju meninggalkan mansion Agnes.
Agnes membuka pintu utaman mansion, meletakan tas belanjanga di sofa. Agnes mengambil ponselnya dari dalam tasya dan menghubungi Otniel. Otniel menerima panggilan dari Agnes.
(Percakapan di telepon)
"Hallo, Otnie?" Tanya Agnes.
"Hallo, iya.. kami dalam perjalanan. Kau sudah di mansion?" Tanya balik Otniel.
"Hmmh, aku di mansion." Jawab Agnes.
"Tunggu sebenatar lagi, kami akan sampai." Jawab Otniel.
"Oke, hati-hati di jalan." Agnes mengakhiri panggilan, duduk di ruang tamu menunggu Otniel dan putranya datang.
Saat duduk, Agnes teringat akan Kenneth. Agnes tersadar, menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan.
"Oh tidak, apa yang aku pikirkan? Ayolah Agnes, kepana kau jadi memikirkannya huh?" Guman Agnes.
Bibi Hana keluar dari dalam, menyapa Agnes. "Nyonya sudah kembali?" Bibi Hana melihat sekeliling, "dimana tuan muda kecil nyonya?" Tanyanya lagi.
"Masih bersama Otnie bibi, sebentar lagi datang. Bibi, tolong bawakan ini ke dalam kamarku, aku masih akan menunggu baby Kenzo datang." Kata Agnes memberikan barang belanjaannya pada bibi Hana.
Bibi Hana menerima barang belanjaan dari Agnes, "baik nyonya." Jawab Bibi Hana yang langsung pergi menuju kamar Agnes untuk meletakan barang.
5 menit kemudian, Otniel datang bersama dengan Edwarsd yang menggendong baby Kenzo.
"Hai Agnes," sapa Edward.
"Hai Ed," sapa balik Agnes.
"Ed, berikan baby Kenzo pada mamanya. Ayo.. aku akan mengantarmu pulang." Kata Otniel.
"Oh, iya.. Agnes, kau sungguh luar biasa. Boleh aku bermain dengan Ken junior lain waktu?" Tanya Edward, memberikan baby Kenzo untuk digendong Agnes.
"KENZO, bukan Ken junior." Agnes menekankan kata-katanya.
"Terserah saja, bagiku Kenzo adalah Ken junior. Jangan mengelak, lihat lah wajahnya begitu mirip dengan Kenneth." Edward tersenyum, menggoda Agnes.
Otniel tersenyum, "sudah-sudah. Apapun itu tetap saja Kenzo adalah putra Kenneth. Wajar jika wajah mereka mirip, ayo Ed.. jika terlalu lama kau naik taxi saja." Kata Otniel.
"Agnes, aku pulang. Bye Ken junior." Edward mencium tangan baby Kenzo.
"Nanti malam aku akan menjemputmu. Bye-bye baby Kenzo, paman pulang dulu ya." Otniel mengusap kepala baby Kenzo.
Agnes tersenyum, "hati-hati, Otnie, Edward." Kata Agnes melambaikan tangan.
Otniel dan Edward masuk kedalam mobil, Otniel membawa mobilnya melesat jauh meninggalkan mansion Agnes.
Agnes menggendong baby Kenzo masuk dalam kamar. Agnes menciumi pipi baby Kenzo yang lembut, Agnes menimang-nimang baby Kenzo dalam pelukannya.
-----
Malam harinya
Agnes sudah memberi asi pada baby Kenzo. Agnes pergi mandi, seleaai mandi Agnes merias wajah. Agnes memakai make up sederhana dan tipis, tidak ingin terlihat mencolok. Agnes berganti gaun pesta yang di belikan oleh Kenneth. Agnes mengenakan gaun itu dan berdiri di depan cermin. Agnes tersenyum meraba gaunnya.
Agnes mengurai rambutnya, menyisirnya dengan jari tangan. Agnes sudah siap pergi ke pesta bersama Otniel.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu kamar di ketuk pelan, bibi Hana masuk dan mendekati Agnes.
"Nyonya, tuan sudah menunggu." Kata Bibi Hana.
"Oke, bibi.. tolong jaga baby Kenzo. Ada asi di botol susu, jika menangis berikan saja. Aku tidak akan lama bi." Ucap Agnes.
Bibi Hana mengangguk, "baik nyonya, saya mengerti."
__ADS_1
Agnes membawa tasnya dan menghampiri baby Kenzo. "Sayang, mama pergi dulu ya. Jangan menangis, mama tidak akan lama." Agnes mengusap dada baby Kenzo, membenahi selimut baby Kenzo.
Agnes keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu. Di ruang tamu Agnes bertemu Otniel, Otniel menuji kecantikan Agnes, mengatakan jika gaun itu sangat cantik dan cocok di kenakan oleh Agnes. Agnes tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas pujian dari Otniel. Tidak ingin membuang waktu, Otniel dan Agnes pergi dari mansion ke tempat pesta berlangsung.
-----
Di pesta
Kenneth bertemu dengan teman lama, teman-teman wanita yang dulu digosipkan berkencan dengan Kenneth.
Wanita-wanita itu mendekati Kenneth. Mengajak Kenneth berbincang. Kenneth hanya diam dan memasang wajah datar, Kenneth menikmati minuman dalam gelas yang di pegangnya.
Edward datang dan membawa Kenneth menjauhi wanita-wanita itu. Edward mengajak Kenneth duduk di sampingnya.
"Wah-wah, senang sekali ya di kerumuni wanita?" Edward menggoda Kenneth.
"Kenapa kau kesal?" Tanya Kenneth.
"Ck! Memang pria tampan sepertimu, tidak bisa di bandingkan dengan pria jelek sepertiku." Keluh Edward, meminum minuman yang dipegangnya sampai habis lalu meletakan gelas di atas meja.
Kenneth hanya diam, mata elangnya menyelisik, menatap sekitar. Pandangannya terpaku pada seseorang, Kenneth melihat gaun yang tidak asing. Kenneth melihat dari bawah ke atas, wanita itu berdiri jauh membelakanginya dengan rambut terurai indah.
Bibir Kenneth menorehkan senyuman, "Kita bertemu lagi Agnes." Kata Kenneth dalam hatinya.
Kenneth sudah menebak, wanita itu adalah Agnes. Benar saja, wanita itu memalingkan wajah dan tersenyum cantik pada seseorang. Wanita itu memang Agnes, Agnes terlihat tengah berbincang dengan seseorang. Ada Otniel juga di samping Agnes.
Mata Kenneth terus mengamati gerak-gerik Agnes. Edward kebingungan awalnya, melihat sekeliling dan mencari apa yang mebuat Kenneth terpaku sampai mengacuhkannya.
Saat Edward tau Kenneth mengawasi Agnes, Edward menyerah untuk marah. Edward tersenyum menggoda Kenneth.
"Hei, kau merindukannya? Ayo.. dekati dia lagi. Bukankah itu Agnes?" Edward memancing Kenneth.
"Apakah pria itu benar-benar suaminya?" Tanya Kenneth.
"Bukan! Dia.." Edward kelepasan bicara, Kenneth menatap Edward, Edward gelagapan. "Maksudku, jika suaminya pasti akan terlihat mesra bukan? Ayolah jangan menerka-nerka. Datang dan temuu saja dia." Edward mendukung Kenneth.
"Ide bagus Ed, aku memang ingin menggodanya." Jawab Kenneth dengan tersenyum.
"Yeahhhh! Akhirnya aku bisa menyatukan dua hati yang sudah lama saling merindu, Ohh ya ampun, kenapa aku begitu senang sampai merasa sesak? Ken juniorku, kau akan bisa melihat papa dan mamamu bersama nak." Guman Edward dalam hatinya, Edward merasa senang dan senyum-senyum sendiri.
Kenneth melihat Edward merasa aneh, Kenneth mengernyitkan dahi lalu menggelengkan kepala pelan.
"Hei, apa kau gila? Di tempat umum tersenyum seperti itu? Ada apa?" Tanya Kenneth.
"Ahh, hentikan Ed!" Kenneth merasa kesakitan. Kenneth melempar tangan Edward jauh-jauh dari wajahnya.
Pembawa acara sudah menyerukan suara. Pelelangan akan segera di mulai. Semua tamu undangan diharuskan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Setelah semua duduk tenang, acara lelang di mulai. Satu persatu barang mulai terjual, Kenneth dan Agnes juga Otniel dan Edward turut memeriahkan acara pelelangan.
1 jam kemudian..
Acara lelang selesai, Agnes berpamitan pada Otniel untuk pulang. Otniel ingin mengantar Agnes namun Agnes menolak. Agnes memilih naik Taxi. Agnes ingin agar Otniel menyelesaikan acara pesta sampai akhir. Otniel mengiyakan, menemani Agnes keluar untuk mencari Taxi.
Kenneth berpamitan pada Edward. Edward memberikan semangatnya. Edward merasa senang, Kenneth melihat Otniel membukakan pintu taxi untuk Agnes. Agnes masuk dan melesat jauh dari gedung acara.
Kenneth berlari mendekati mobilnya. Kenneth membuka pintu mobil dan masuk. Kenneth bergegas mengemudikan mobilnya mengikuti Agnes.
20 menit perjalan, Agnes sampai di mansionnya. Agnes membayar taxi dan keluar dari dalam mobil, Agnes langsung masuk kedalam mansion.
Mobil Kenneth memasuki halaman mansion. Kenneth mengamati mansion Agnes. Kenneth membuka pintu mobil, dan turun. Kenneth menutup pintu mobil dan berjalan masuk mendekati pintu utaman mansion.
Dua orang penjaga menatap Kenneth. Kenneth hanya diam, menatap tajam. Penjaga itu tidak berani pada Kenneth.
Kenneth mrmbuka pintu utama mansion Agnes. Kenneth masuk dan berjalan ke dapur. Kenneth bertemu bibi Hana.
Bibi Hana Kaget, "tu.. tuan muda," panggil Bibi Hana.
"Ssssstttt," Kenneth menutup mulutnya dengan jari telunjuk tangan kanannya. Kenneth memberi isyarat jika Bibi Hana harus diam.
Bibi Hana mengangguk, Kenneth tersenyum. "Terima kasih sudah mengerti bi, sampaikan pada semua pelayan untuk tidak bicara apa-apa pada Agnes. Aku datang karena aku rindu." Kata Kenneth berbisik.
Bibi Hana kembali mengangguk. Kenneth berjalan ke arah kamar Agnes, jantung Kenneth berdebar kencang. Kenneth tiba di depan pintu kamar Agnes, saat membuka pintu Kenneth mendengar suara tangisan bayi.
Kenneth kaget, segera membuka pintu. Agnes yang mengira Kenneth bibi Hana mengucapakan sesuatu.
"Bibi, kau sudah siapkan makananku?" Tanya Agnes yang sibuk menimang baby Kenzo.
Agnes heran, mengapa tak ada jawaban. Agnes memlingkan wajah, kaget melihat Kenneth.
"Kau..? Untuk apa kau datang? Pergi...!" Kata Agnes, Agnes kaget juga bingung. Tidak tau harus apa.
Baby Kenzo terus menangis. Kenneth perlahan mendekat. Detak jantungnya semakin cepat berdegup. Kenneth mengambil alih baby Kenzo dari gendongan Agnes.
"Kau, apa yang kau lakukan?" Tanya Agnes.
__ADS_1
"Sssttt" Kenneth menatap tajam pada Agnes. Agnes langsung diam.
Kenneth menimang baby Kenzo. Kenneth menatap baby Kenzo, Kenneth mencoba menenangkan baby Kenzo yang menangis, menimang-nimang baby Kenzo.
"Sayang, jangan menangis..." suara Kenneth lembut mencium kening baby Kenzo.
Perlahan-lahan tangisan baby Kenzo mereda. Tidak lama tangisan tidak terdengar lagi, baby Kenzo terlelap tidur digendongan Kenneth. Kenneth tersenyum manatap baby Kenzo.
"Kau sepertiku, wajahmu mirip denganku." guman Kenneth dalam hati.
Agnes kaget saat melihat Kenneth bersikap begitu lembut pada baby Kenzo. Lamunanya terhenti saat Kenneth memanggilnya.
"Hei, kau melamun?" Tanya Kenneth.
Agnes menggeleng, "ti-tidak, aku hanya.." kata-kata Agnes terpotong, Agnes memegang perutnya karena lapar.
"Makanlah, aku akan menjaganya." Kata Kenneth.
Agnes mengangguk, "maaf merepotkanmu, Ken." Kata Agnes yang langsung pergi keluar kamar.
Kenneth membaringkan Baby Kenzo di atas tempat tidur. Kenneth membukajas dan melonggarkan dasinya, membuka satu kancing kemeja paling atas, membuka kancing lengan kemejanya dan menggulung lengan kemejanya sebatas siku.
Kenenth berbaring di samping Baby Kenzo, terus memandangi baby kenzo. Kenneth mencium tangan baby Kenzo, hatinya begitu senang melihat baby Kenzo. Kenneth memeluk dan mendekatkan wajahnya ke wajah baby Kenzo, Kenneth memejamkan mata dan terlelap tidur bersama baby kenzo.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1