Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 42


__ADS_3

1 minggu kemudian..


Ben dan Alea mengantar kepergian Agnes dan Otniel yang akan bernagkat ke Negeri Sakura-Jepang. Agnes memeluk Alea dan Ben, memberikan salam perpisahan.


"Mama, jaga diri mama baik-baik. Begitu juga papa, jangan tidur terlambat dan tidak boleh terlalu lelah bekerja. Papa tidak harus setiap hari ke kantor, sekertaris dan Alfred akan membantu memberikan infromasi yang akutrat pada papa. Aku juga akan memantau dari jauh." Agnes menjelaskan.


Ben tersenyum, "kau baik-baik disana sayang. Jangan khawatir papa dan mama akan ingat pesanmu. Oke? Jangan cemaskan kami, bersenang-senanglah hilangkan rasa penatmu." Ben mengelus-elus rambut Agnes, Ben mencium kening Agnes dan Kembali memeluk Agnes.


Agnes tersenyum dalam pelukan Ben, "oke papa. Agnes sayang papa.." ucapnya.


Ben melepas pelukan, "kau berfikir apa? Papa lebih menyayangimu dari siapapun." Ben tersenyum menepuk lembut bahu Agnes.


Agnes menatap Alea, "mama.. Agnes juga sayang pada mama.."


Agnes mendekat dan mencium pipi Alea, memeluk kilas Alea.


Agnes melangkah mundur dan melambai, "bye-bye.." gumannya lirih.


Otniel tersenyum, melambai pada Ben dan Alea. "Sampai jumpa, paman.. bibi.. lain waktu kita berjumpa kembali. Kami berangkat," Otniel berpamitan.


Ben mengangguk, dengan tenang melepas kepergian putrinya Agnes dan Otniel. Agnes dan Otniel berjalan meninggalkan Ben dan Alea, Ben dan Alea juga pergi meningalkan bandara untuk kembali pulang ke rumah.


------


Didalam pesawat, Agnes dan Otniel duduk bersebelahan. Agnes hanya diam dan menunduk, Otniel tidak bertanya apa-apa karena tahu apa yang di pikirkan oleh Agnes.


"Selamat tinggal Ken, aku harap aku bisa melupakan semuanya nanti. Melupakan semua hal buruk diantara kita, Aku tidak pernah membencimu, aku selalu menganggapmu suamiku meski kau hanya pengganti kakakmu kala itu. Aku tulus membetikan perhatian dan rasa peduli ku padamu. Meski kau terus acuh dan dingin padaku, aku terus bertahan! Sangat disayangkan kita akhirnya harus berakhir dengan cara seperti ini Ken. Hiduplah bahagia bersama orang kau cintai." Agnes berkeluh kesah dalam hatinya.


"Semangat Agnes! Aku akan mendampingimu selama kau ada di Jepang." Suara Otniel tiba-tiba, mengejutkan Agnes.


Agnes memalingkan wajah menatap Otniel, "terima kasih Otniel. Aku pasti akan semangat, kau juga harus semangat, oke?" Agnes tersenyum.


------


Ben dan Alea dalam perjalanan pulang ke rumah. Ben melirik kearah Alea yang sedang menatap kearah luar dari kaca mobil, menatap sebuah toko kue.


"Kau ingin pergi kesana?" Tanya Ben.


Alea kaget, menunduk tidak berani menatao Ben. "Tidak, aku hanya sedang melihat-lihat saja." Ucap Alea gugup.


Meski suda sangat lama bersmaa namun Alea masih ragu dan sesekali takut menghadapi Ben. Mengingat sikap Ben yang begitu dingin, membuatnya menjadi salah tingkah. Alea sangat takut jika ucapannya menyinggung dalam hati Ben, Alea tidak ingin membuat Ben marah dan membencinya, atau bahkan pergi meninggalkannya. Alea akan menurut pada apa yang di katakan Ben, Alea selalu memasang senyum manis saat Ben menatapnya.


Ben meraba tangan Alea, Ben membawa tangan Alea mendekat pada wajahnya, Ben mengecup lembut punggung tangan kanan Alea.


"Ayo kita berkencan, Alea." Suara Ben sangat lembut terdengar di telinga Alea.


Alea mengangkat kepala menatap Ben, "kau.. kau bicara apa?" Tanya Alea.


Ben menepikan mobil, dan berhenti. Ben menatap Alea, "aku berkata.. ayo kita berkencan, istriku Alea? Kau tidak salah dengar, aku memang mengatakannya." Jawab Ben.


Alea tersenyum senang, air matanya jatuh menetes. Ini adalah pertama kalinya Ben mengatakan ingin berkencan dengan Alea, selama Alea hidup bersmaa Ben hanya diam dan tidak banyak berbicara. Sekali berbicara hanya akan mengatakan kata maaf dan terima kasih. Tidak pernah mengatakan hal romantis atau merayu Alea.


Ben menyeka air mata Alea, mendekat dan mengucup kening Alea. "Jangan menangis Alea, maafkan aku jika selama kita bersama aku selalu menyakiti hatimu. Maafkan aku.." ucap Ben, membelai wajah Alea.


Alea mengangguk, "aku baik-baik saja Ben, aku hanya terkejut, merasa terharu dengan ucapanmu." Jawab Alea.


Ben tersenyum, mobil yang di tumpanginya bersama Alea kembali melaju. Ben membawa Alea pergi ke toko kue yang tadi dilihat oleh Alea.


-----


Ditoko kue, Alea masuk didampingi Ben. Ben menggandeng tangan Alea, "anggap saja ini kencan pertama kita." Bisik Ben, membuat Alea tersipu.

__ADS_1


Alea tidak menjawab, memilih kue yang diinginkannya. Alea menarik tangan Ben, Ben mengikuti kemauan Alea.


"Apa kita perlu membungkus sebanyak itu?" Tanya Ben, kebingungan karena Alea begitu banyak memilih cake.


"Pelayan dan penjaga kita banyak, aku membeli ini untuk di bagikan pada mereka sayang. Tubuhku akan mengembang jika aku makan cake sebanyak ini." Jawab Alea, Alea menunjukan kue chocolate di hadapan Ben. " inilah cake faroritku. Rasa coklat yang mmhhh.." Alea memejamkan matanya, menggambarkan betapa nikmat cake coklatnya.


Ben terkejut, Alea terlihat begitu menggemaskan. Ben tidak memungkiri, meski usia Alea tidak muda lagi, namun kecantikan Alea tetap bisa dinikmati. Ben mengusap-usap kepala Alea.


"Ayo cari kita cari tempat dan menikmati cakenya." Ajak Ben.


Alea sangat senang, selama ini dirinya begitu berhati-hati dalam berbicara dan juga menjaha sikapnya. Namun hari ini Alea menunjukan sisi ke kekanakannya. Membuat Ben tersenyum dan terpukau akan kecantikan Alea, Alea terlihat polos.


-----


Jepang..


Setelah menempuh perjalanan panjang, Agnes dan Otniel akhirnya sampai di Jepang. Agnes tinggal di rumah Otniel untuk sementara waktu, di rumah itu Ada seorang pelayan kepercayaan Otniel bernama bibi Yoshima.


Bibi Yoshima menyambut tuanya dan Agnes dengan senyuman ramah. "Selamat datang, tuan, nyonya.." ucap bibi Yoshima.


"Bibi, ini Agnes. Teman sekolahku di Inggris. Sementara ini Agnes akan tinggal bersama kita, tolong bantu aku menjaga dan mengawasinya." Otniel tersenyum pada pelayan setianya.


"Bibi mengerti tuan, semoga anda tidak merasa keberatan dengan saya nyonya." Bibi Yoshima menundukan kepala sebagai sikap menghormati.


Agnes tersenyum, "maafkan aku bibi, sepertinya aku akan banyak merepotkanmu." Agnes senang pelayab rumah Otniel begitu baik.


"Bibi, antar Agnes beristirahat. Aku harus melakukan sesuatu." Otniel menatap Agnes, "jika ada apa-apa kau bisa bicara dan meminta sesuatu apda bibi Yoshima. Jangan sungkan, setelah mamaku, bibi Yoshima sudah sepeti ibu ke duaku." Otniel menjelaskan.


Agnes mengangguk mengerti, Otniel pergi melangkah menuju ruang kerjanya. Belum sampai langkah kakinya sampai di ruang kerja, Otniel dikejutakan oleh suara bibi Yoshima yang menjerit.


"Nyonya.." jerit bibi Yoshima, sesaat melihat Agnes terjatuh dan pingsan. Bibi Yoshima bertelut memeriksa keadaan Agnes.


Otniel memalingkan wajah, terkejut melihat Agnes yang tergeletak di lantai. Kakinya berlari menghampiri Agnes. Otniel panik, karena sejak perjalan Agnes tidak mengeluh sakit atau apapun.


Otniel membopong Agnes menuju kamar tamu. Sementara bibi Yodshima berdiri dan berlari menggapai gagang telepon rumah Otniel. Bibi Yoshima menghubungi dokter pribadi rumah Otniel, meminta untuk segera datang. Bibi Yoshima merasa panik juga cemas, takut terjadi seauatu pada Agnes.


-----


Dokter Rikaru datang dan memeriksa keadaan Agnes, Otniel dan Bibi Yoshima menunggu di luar kamar. Setelah memeriksa detai keadaan Agnes, dokter Rikaru keluar dari kamar dan memberikan resep pada Otniel.


"Apa dia kekasihmu Otniel?" Tanya dokter Rikaru.


Otniel menggeleng, menerima resep dari Dokter Rikaru. "bukan. Dia teman sekolahku semasa di Inggris, aku sudah anggap dia seperti adikku. Ada apa dokter? Apa ada sesuatu yang serius?" Tanya Otniel penasaran.


"Ya.. ini serius!" Jawab dokter Rikaru membuat Otniel semakin penasaran, Otniel tidak ingin mendengar kabar buruk, tidak ingin sampai terjadi apa-apa pada Agnes.


"Seserius apa dokter? Agnes sakit apa?" Otniel kembali bertanya.


Dokter Rikaru tersenyum, melihat Otniel yang panik dan cemas, Dokter Rikaru menepuk bahu Otniel perlahan. "Dia sedang hamil," jawab Dokter Rikaru.


Deg..


Otniel terkejut, ini di luar skenario yang di buat oleh Ben. Bagaimana Agnes bisa hamil hanya dengan bercinta semalam? Hal ini yang ada dipikiran Otniel.


"Untuk lebih pastinya ajak dia ke klinikku besok, aku akan melakukan pemeriksaan ulang." Kata Dokter Rikaru menjelaskan.


Otniel mengangguk, "baik dokter, aku mengerti. Terima kasih sudah mau datang memeriksa Agnes, bibi Yoshima.. tolong antar dokter Rikaru." Otniel merintah.


"Baik tuan, mari dokter, silahkan.." Bibi Yoshima bersikap ramah.


Dokter Rikaru pergi meninggalkan Otniel, Otniel bingung harus apa, tidak menyangka jika Agnes akan hamil.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Sepetinya aku harus bicara pada paman Ben, aku tidak mengerti ini semua." Guman Otniel.


Otniel berjalam masuk dalam kamar Agnes, Otniel melihat Agnes masih terlelap tidur. Otniel perlahan mendekat dan duduk di tepi ranjang, disamping Agnes.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2