
Malam pesta..
Agnes sudah dalam perjalanan menuju pesta. Agnes diantar oleh supir pribadinya, Agnes merasa sedikit kecewa karena Agnes hanya pergi seorang diri ke pesta tersebut. Agnes sudah membayangkan bertama memuakkan nya pesta itu.
10 menit kemudian..
Mobil yang di tumpangi Agnes berhenti, seorang petugas jaga menbuka pintu. Tersenyum ramah menyambut.
"Nyonya, hubungi saya pesta sudah berakhir." Kata supir.
"Hmm, tetaplah siaga Ron." Jawab Agnes.
Agnes keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung. Agnes tersenyum tipis membalas senyuman penjaga pintu yang membantunya turun dari mobil.
Agnes menyapa sang empu acara pesta. Menitipkan hadiah dari papanya (Ben) untuk diberikan.
"Terima kasih nona Carney." Ucap pria paruh baya dihadapannya.
"Sama-sama tuan, saya hanya menyampaikan pesan dari papa." Jawab Agnes.
"Sampaikan rasa terima kasih saya pada tuan Carney, silahkan nona menikmati pesta kami." Ucapnya lagi.
"Terima kasih tuan, saya pasti akan bersenang-senang." Agnes tersenyum manis.
Agnes pergi meninggalkan sang empu acara pesta untuk berkeliling. Semua mata menatap Agnes, meski hanya memakai gaun sederhana namun Agnes terlihat cantik. Agnes berdiri dan menatap sekitar, seseorang menghampiri Agnes, menyuguhkan segelas wine pada Agnes.
"Hai, Agnes.." sapanya lembut.
Agnes menatap pria muda tampan di depannya, sepertinya tidak asing. Agnes mencoba mengingat-ingat.
"Kau.." ucap Agnes, "sepertinya pernah melihat, dimana ya.." guman Agnes lirih.
Pria itu tersenyum tampan, "kau melupakanku, sungguh wanita yang jahat." Ucapnya sembari menggoyangkan gelas wine ditangannya.
"Maaf.." jawab Agnes merasa bersalah.
"Aku Otniel Jasson, teman sekolahmu." Jawabnya memperkenalkan diri.
Agnes melebarkan mata, " Otnie?" Celetuk Agnes.
"Hah.. kau ingat." Otniel merasa senang.
Agnes tersenyum, menerima gelas berisi wine dari Otniel. "Maafkan aku tidak mengenalimu, sungguh.. penampilanmu telah berubah dari masa sekolah. Sekarang kau nampak keren, tampan dan semakin berwibawa." Agnes memuji.
"Woahhh, ini pujian atau rayuan? Awal pertemuan kau menggunakan kata-kata manis padaku. Sekian lama tidak bertemu kau juga telah berubah, menjadi wanita karir yang sukses dan cantik." Otniel berbalik memuji Agnes.
"Haha.. jangan menggoda, ayo bersulang. Chresss.." Agnes mengangkat gelas wine nya.
"Chersss.." sahut Otniel.
Gelas wine Agnes dan Otniel saling bertemu. Agnes dan Otniel menikmati wine digelas mereka masing-masing. Otniel mengajak Agnes berkeliling, Otniel bertanya kabar pada Agnes. Mereka menghabiskan waktu bersama diacara pesta itu.
-----
Kenneth masuk kedalam gedung, menyapa dan membari hadiah pada sang empunya pesta.
Kenneth tinggal sejenak untuk berkeliling. Tidak menyangka dalam langkahnya berkeliling, Kenneth bertemu dengan Agnes, mereka saling berhadapan. Agnes dan Kenneth saling memandang dan terdiam
Agnes ingin menyapa, ingin bertanya. Belum sampai Agnes membuka suara, terdengar seorang wanita menghampiri Kenneth.
"Ken.. Kenneth.." wanita itu mendekati Kenenth dan langsung merangkul lengan Kenneth.
Melihat itu Agnes langsung perdi dari pandangan Kenenth. Agnes kembali menemui Otniel, Agnes memikirkan sesuatu, Memikirkan saat wanita itu merangkul Kenneth dan Kenneth hanya diam tanpa ekspresi apa-apa.
Otniel mengejutkan Agnes, membubarkan lamunan Agnes. "Apa yang kau pikirkan? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Otniel.
__ADS_1
"Ahh iya, aku baik-baik saja." Jawab Agnes. "Jadi katakan, bagaimana kehidupanmu di luar negeri? Apakah di Jepang sungguh menyenangkan?" Tanya Agnes.
"Hmm.. disana sangat menyenangkan. Kau harus pergi kesana sesekali, menikmati keindahan negara Jepang dan makanan lezat khas Jepang." Jawab Otniel.
"Oke, bila saatnya tiba nanti. Aku akan pergi ke Jepang dan menemuimu." Ucap Agnes tersenyum manis.
Otniel terpesona melihat senyuman Agnes. Otniel ingin menjalin sebuah hubungan yanh baik dengan Agnes. Karena senyuman Agnes bergitu manis, Otniel mencoba membuat lelucon. Membuat Agnes tertawa lebar tanpa beban.
Tidak jauh dari Agnes dan Otniel, Kenneth berdiri menatap keduanya. Agnes terlihat sangat cantik, terlebih saat Agnes tersenyum dan tertawa. Dada Kenneth merasa sesak, darahnya seperti direbus diatas tungku. Kenenth meeeasa cemburu disaat Agnes dekat dengan orang lain selain dirinya, melihat Agnes bisa lekukan apa saja dengan pria asing disisinya.
Kenenth mengepaljan tangannya, sudah tidak tahan melihat adegan romantis Agnes dan Otniel. Adegan romantis yang dikatakan Kenneth adalah dimana Agnes tersenyum dan menatap penuh arti pada pria lain selain dirinya.
Kenneth berjalam mendekati Agnes, Kenenth menarik tangan Agnes dan membawa Agnes pergi secara paksa.
"Ken, apa yang kau lakukan.." ucap Agnes. "Lepaskan tanganmu, ini sakit." Keluh Agnes.
Kenneth begitu kuat mencengkram tangan Agnes sampai berbekas merah. Agnes terus mengibas-ibaskan tangan Kenneth. Menjadi kesal pada Kenneth karena sikap Kenneth yang aneh.
"Apa kau gila? Apa yang kau lakukan Ken?" Bentak Agnes tiba-tiba.
Kenneth mengentikan langkahnya, Kenneth memalingkan wajah mendorong Agnes sampai kedinding. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Kenenth.
Agnes mengusap sikunya yang terbentur dinding, "apa? Apa yang kau bicarakan. Ada denganmu Ken?" Agnes semakin tidak mengerti dengan Kenneth.
"Kau menikmatinya? Kau menikmati pesta dengan kekasihmu?" Bentak Kenneth. Karena sudah minum beberapa gelas wine, Kenneth juga mulai hilang akal.
Kenneth mencengkram dagu Agnes dan mncium paksa Agnes. Agnes berontak, mengigit bibir Kenenth. Agnes mendorong Kenneth, bahkan menampar Kenneth.
Plaaakkk..
Tamparan keras mendarat di wajah Kenenth.
Kenneth merasa marah dan kesal, Kenneth menarik paksa Agnes mendekati mobilnya. Kenneth mendorong Agnes masuk dalam mobil. Kenneth membawa Agnes kembali pulang ke mansion.
-----
"Ken.." Agnes gemetar ketakutan.
Kenneth dengan paksa merobek pakaian Agnes. Agnes mejerit, mencengkram erat pakaiannya yang tersisa.
"Kenneth, apa yang kau lakukan. Jangan seperti ini." Ucap Agnes dengan menangis.
"Jangan seperti ini? Kau istriku, aku berhak melakukan apa saja." Jawab Kenneth.
Kenneth menjadi brutal dan tidak terkendali, Agnes tidak mampu lagi menghadapi Kenneth yang seperti ini.
Pada akhirnya Kenneth manjamah tubuh Agnes, Agnes hanya bisa menangis. Rasa sakit yang dirasakannya sungguh sangat menyiksa.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Kenneth tersadar, ingin meminta maaf atas apa yang dilakukannya. Kenneth merasa kesal pada dirinya sendiri. Hanya karena cemburu akhirnya melakukan hal bodoh.
"Agnes maaf, aku.. aku.." Kenneth terdiam.
".. keluar! Keluar dari kamarku. Kau pria breng**k! Aku membencimu.." Agnes marah.
Kenneth mengambil dan mengenakan celananya, mencengkaram kemeja dan jasnya di tangan. Kenneth akhirnya pergi meninggalkan kamar Agnes.
Agnes terdiam, air matanya deras mengalir. Agnes dangat sedih, hatinya hancur.
Hiks..
__ADS_1
Hils..
Hiks..
Agnes sangat kecewa pada Kenneth. Agnes tidak mengira jika Kanneth akan memaksanya melakukannya. Meski sudah sah menjadi suami istri dengan Kenneth namun Agnes masih belum siap. Masih berusaha untuk mau menerima Kanneth, Agnes hanya bisa menangis malam itu.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"