
Hari pertunangan akhirnya tiba. Agnes bertunangan dengan Jimmy. Acara pertunangan berlangsung sederhana dan hanya mengundang beberapa tamu besar saja. Agnes dan jimmy berdiri berdampingan menyambut para tamu yang hadir dan memberi selamat. Agnes terlihat cantik dengan gaun berwarna pink lembut yang memadu sempurna dengan kulit putih susunya. Jimmy juga terlihat tampan dengan memakai stelan jas putih.
Kennteh datang, dengan memkai stelan jas hitam Kenneth terlihat sangat tampan dan gagah. Langkah kakinya yang tegas, pandaangan yang tajam membuat semua wanita terpesona. Pandangan teralihkan dengan kedatangan Kenneth di acara pertunangan kakaknya. Kenneth menatap Agnes dari jauh tanpa berkedip. Senyum tipis menghiasi bibi Kenneth, membuat Kenneth semakin manis.
"Lihat bukankah itu Ken?" Kata seorang wanita.
"Ya, si tampan Ken yang terkenal bersanding dengan beberapa artis dan pengusaha besar. Tidak disangka aku bisa melihatnya secara langsung sekarang, dia sangat tampan. Bukankah kalian sependapat denganku?" Ucap wanita lain.
"Tampan sekali, wanita mana yang tidak akan jatuh hati dan tergila-gila. Dia sangat populer diantara wanita-wanita. Kita tidak akan bisa memikatnya, kita bukan seleranya" kata wanita yang sedang menikmati cake.
"Lihat mereka, kakak dan adik yang bertolak belakang. Kakaknya begitu lembut dan baik, tidak seperti adiknya yang selalu muncul di berita dan selalu muncul bersama wanita. Beruntunglah wanita yang menikah dengan Jimmy Alexander, mendapatkan suami yang baik dan bebas dari gosip." Sahut seorang wanita yang baru saja meneguk segelas wine.
Wanita-wanita itu menggosipkan Kenneth dan juga kakaknya.
Kenneth mendekat dan tersenyum lebar pada Jimmy. "Hai kak, selamat atas pertunanganmu. Semoga kakak selalu bahagia, aku doakan acaramu lancar sampai akhir." Ucap kenneth menatap Jimmy.
"Thanks Ken. Aku juga mendoakan yang terbaik untukmu, secepatnya mendapatkan jodohmu." Jawab Jimmy.
"Hmm.. aku tidak akan salah memilih pasanganku kak." Jawab Kenneth melirik ke arah Agnes.
Kenneth dan Jimmy berpelukan, Agnes merasa sedikit kesal dengan ucapan Kenneth. Namun Agnes memilih untuk menahan kekesalannya, Agnes tersenyum melihat dua saudara yang akur di depannya, saling menyapa, saling tersenyum dan saling mendoakan.
"Melihat dua saudara ini akur, aku merasa senang. Ya meskipun aku sangat kesal dengan Kenneth, dia pria namun ucapanya sangat menusuk seperti wanita. Sangat menyebalakan, jika saja bukan adik Jimmy aku pasti sudah menarik lidahnya keluar." Batin Agnes menatap Kenneth.
Kenneth mendekati Agnes dan mengulurkan tangan. "Kakak ipar, selamat juga untukmu. Dihari bahagia ini boleh aku mengajakmu berdansa? (Kenneth menatap Jimmy) kak, boleh aku ajak kakak ipar?" Kennth meminta ijin.
"Jika kakak iparmu mau kenapa tidak. Kakak akan selalu mengijinkan karena kamu adalah adikku ken, bukan begitu Agnes?" Kata Jimmy, Jimmy menatap Agnes.
"Ah.. tentu saya adik ipar tersayang, mari kita berdansa. Kakak iparmu ini ingin tau keahlianmu dalam merayu wanita." Kata Agnes.
Jimmy tertawa, "hahaha.. oppss, astaga Ken bahkan kakak iparmu sudah mengetahui tinggkah lakumu diluar sana." Ucap Jimmy.
"Hehe.. (tertawa tidak senang) kakak iparku memang sangat peduli padaku, sehingga tau apa saja yang aku lakukan." Jawab Kenneth.
Agnes menyambut tangan Kenneth dan menerima tawaran berdansa bersama. Jimmy berjalam dan kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Agnes dan Kenneth berjalan bersama berbaur dengan beberapa orang yang berdansa. Kenneth dan Agnes mulai berdansa, melakukan gerakan-gerakan ringan. Agnes dan Kenneth saling memandang.
"Kamu sengaja kan mengajakku berdansa, katakan apa maumu adik ipar?" Bisik Agnes.
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin tahu kemampuanmu dalam berdansa dan berakting kakak ipar. Katakan padaku, apa kamu sungguh menyukai kakak ku? Atau kamu akan membuangya suatu saat nanti?" Tanya Kenneth.
"Ada apa denganmu adik ipar? Kamu begitu peduli pada hubuangan kami, jika aku menyukai kakakmu kenapa? Dan jika tidak suka kenapa? Itu semua adalah masalah pribadi kami, bukan masalahamu." Jawab Agnes.
"Wah, kakak iparku ternyata seorang singa betina. Aku takut kamu akan menerkamku suatu saat nanti, baiklah anggap saja aku tidak pernah bertanya soal itu. Untungnya bukan aku yang harus menikahimu." Kenneth tersenyum seakan menggejek.
Agnes kesal melihat tampang Kenneth yang terkesan sombong dan arogan. Dengan sengaja Agnes menginjak kaki kenneth dengan sepatunya, Kenneth terkejut dan melebarkan mata. Kakinya terasa sakit namun Kenneth berusaha menahan. Agnes menyudahi dansanya dan pergi meninggalkan Kenneth, Kenneth hanya bisa memandangi kepergian Agnes.
"Sial! Wanita itu beraninya menginjak kakiku. Ahh ini sakit sekali, aku akan membalasmu nanti Agnes! Kamu selalu membuatku dalam kesulitan dan membuatku kesal. Dasar wanita menyebalkan!" Batin Kenneth, Kenneth mengeratkan gigi berjalan mengikuti Agnes.
Agnes berjalan mendekati Jimmy, Agnes tersenyum manatap Jimmy menyembunyikan kekesalannya. Senyuman Agnes di balas oleh Jimmy.
"Ah manisnya calon suamiku. Jimmy lebih baik di bandingkan Kenneth, ah sial! Pria itu sangat menyebalkan, kenapa aku harus bertemu pria menyebalkan seperti itu? Terlebih menjadi keluargaanya." Batim Agnes kesal.
__ADS_1
Agnes duduk di samping Jimmy, Jimmy menatap Agnes dan bertanya tentang keadaan Agnes. "Agnes, kamu baik-baik saja? Bagimana dengan dansanya? Adikku lebih pandai berdansa dariku." Ucap Jimmy.
"Biasa saja, dia tidak pandai bahkan tidak bisa berdansa." Kata Agnes saat melihat Kenneth berjalam mendekat.
Jimmy memalingkan wajah dan melihat Kenneth. Jimmy kembali menatap Agnes, "apa kalian ada masalah? Ada apa? Ada apa Kenneth, kenapa kakak iparmu murung?" Tanya Jimmy pada Kenneth.
"Oh.. itu, kakak ipar mengatakan jika tubuhnya sedang tidak baik karena kemarin terlalu banyak minum di club." Kenneth membuat alasan agar Agnes terkena masalah.
Agnes melebarkan mata takut jika Jimmy akan marah dan kesal. "Tidak Jimmy bukan seperti itu, Kenneth.. jaga ucapanmu!" Agnes menatap tajam pada Kenneth.
"Benarkah? Apa kamu baik-baik saja sekarang? Perlu kita ke rumah sakit atau memanggil dokter?" Diluar dugaan Kenneth, bukannya kesal Jimmy justru panik dan cemas dengan keadaan Agnes.
Agnes juga terkejut, Jimmy tidak kesal atau marah. Melaiankan cemas dan peduli padanya, Agnes menatap Jimmy dan tersenyum cantik. "Aku baik-baik saja Sayang, jangan khawatir. Aku masih bisa bertahan sampai acara ini selesai." Jawab Agnes.
"Baiklah, tetaplah disampingku agar aku bisa terus melihatmu. Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk bicara." Jimmy memegang erat tangan Agnes.
Agnes mengangguk, "oke.."
Kenneth kesal sendiri, rencana membuat kakaknya kesal pada Agnes tidam berhasil. Yang ada kakaknya semakin perhatian dan peduli pada Agnes.
"Huh menyebalkan, wanita ini memakai sihir apa sampai memikat kakakku seperti ini. Membuat kakakku begitu peduli dan perhatian berlebih. Aku sudah salah menilaimu kakak ipar, permainanmu sangat luar biasa." Batin Kenneth sedikit merasa kecewa.
Acara pertunangan berakhir, Orang tua Jimmy dan orang tua Agnes sudah kembali pulang kerumah masing-masing sesaat setelah acara pertunangan berakhir.
Agnes tidak ingin buru-buru pulang dan akhirnya Jimmy membawa Agnes berkeliling taman kota. Di taman kota, Agnes dan Jimmy duduk berdampingan melihat air mancur.
"Katakan padaku, ada apa? Apakah Kenneth menggodamu? Apa yang dia katakan?" Tanya Jimmy dengan suara lembut.
"Agnes dengar, yang ingin menikah denganmu aku. Bukan Kenneth! Jangan hiraukan kata-katanya, abaikan saja. Oke.. aku menerimamu apa adanya Agnes, ya.. meskipun ini hanya sebuah perjodohan tetapi aku sungguh menyukaimu. Aku sangat menyukaimu. Aku ingin kamulah satu-satunya wanita yang berada di sampingku hingga akhir usiaku. Aku ingin membahagiakanmu Agnes." Kata\-kata Jimmy begitu tulus.
Agnes meneteskan air mata mendengar kata-kata Jimmy, Agnes menatap Jimmy, Jimmy terkejut saat melihat Agnes menangis.
Jimmy menyeka air mata Agnes, "ada apa? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?" Jimmy menatap dalam mata Agnes.
Agnes menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku hanya terharu, dari semua pria yang aku kenal hanya kamu yang mau menerima ku apa adanya, membuatku tenang dan merasa nyaman. Terimakasih Jimmy, aku akan berusaha menerima cintamu dan aku akan berusaha mencintaimu." Ucap Agnes dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan terlalu memaksakan diri, aku akan menunggu. Kapanpun cinta itu tumbuh dalam hatimu. Aku tidak mau wanitaku ini merasa terbebani, aku tidak ingin kamu merasa kamu harus mencintaiku. Biarkan semua mengalir dengan sendirinya, jika kita memang benar-benar berjodoh kita tidak akan terpisahkan." Jawab Jimmy, Jimmy meraba wajah Agnes dan mencium lembut kening Agnes.
Jimmy menatap Agnes dan tersenyum, Jimmy mencium bibir Agnes. Agnes menutup mata dan mencengkram lengan Jimmy merasakan ciuman Jimmy. Jimmy begitu lembut mencium bibir Agnes. Jimmy melepas ciumannya dan memeluk Agnes. Jimmy mengussap kepala dan punggung Agnes. Agnes tersenyum senang, Agnes begitu nyaman berada dalam pelukan Jimmy.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
__ADS_1
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"