Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 30


__ADS_3

Kenneth kembali ke mansion saat hampir tengah malam, keadaan sudah sangat sepi, semua pelayan sudah tertidur. Kenneth berjalan perlahan menuju kamarnya, saat melewati kamar Agnes kenneth melihat pintu kamar Agnes sedikit terbuka. Kenneth memegang gagang pintu hendak menutup namun karena penasaran ingin melihat Agnes, Kenneth memutuskan masuk kedalam kamar Agnes.


Kenneth membuka pintu dan melangkah masuk, Kenneth menutup pintu perlahan. Kakinya melangkah, matanya menyelisik mencari keberadaan Agnes. Agnes tidak ada di tempat tidur, Kenenth melihat teras kamar.


Agnes duduk diteras kamar menatap langit. Kenneth berdiri di samping Agnes.


"Kau sedang apa? Kau lupa menutup rapat pintu kamarmu." Ucap Kenneth.


Agnes kaget, memalingkan wajah menatap Kenenth. "Ken.. kau sudah pulang? Sudah makan?" Tanya Agnes.


"Hmm.. aku sudah makan. Mamaku memaksa ku banyak makan tadi." Jawab Kenneth.


"Kau sudah ingin tidur, duduklah di sampingku kita lihat bintang bersama." Ajak Agnes dengan senyuman manis. Agnes menepuk kursi di sampingnya.


Kenneth duduk di samping Agnes, menatap langit. "Malam ini hanya ada sedikit bintang." Ucap Kenneth.


"Ya, mereka bwrsembunyi karena ada pria es yang menatap mereka." Jawab Agnes asal.


Kenneth mengerutkan dahinya menatap Agnes. "Maksudmu?" Kenneth mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes.


Agnes mengerutkan dahi, memalingkan paksa wajah Kenneth yang menatapnya dengan tangannya. "Jangan menatapku seperti itu." Ucap Agnes.


Kenneth memegang tangan Agnes yang menyentuh wajahnya. Menggenggam tangan Agnes, "tanganmu dingin. Sudah berapa lama kau berada di luar kamar? Masuklah, angin malam tidak baik untuk kesehatan." Kenneth bicara dengan sangat lembut.


Agnes segera menarik tangannya dengan cepat. "Aku baik-baik saja." Jawab Agnes.


Agnes kembali menatap langit, begitu juga Kenneth. Perut Agnes tiba-tiba saja terasa sakit. Agnes meringis menahan rasa sakit, "ouchhhh" keluh Agnes.


"Ada apa?" Tanya Kenneth.


"Perutku sakit," suara Agnes tertahan.


"Sakit? Kenapa?" Tanya Kenneth.


"Tidak apa, ini hal biasa saat siklus datang bulan ku datang. Aku akan ambil air hangat dulu." Jawab Agnes.


Agnes berdiri dari duduknya, berjalan masuk ke kamar. Kenneth merasa kasian, menyusul Agnes masuk ke dalam kamar.


Kenneth kembali melihat gaun tidur Agnes bernoda darah. Kenenth menghentikan Agnes untuk keluar dari kamarnya.


"Agnes, lebih baik kau ganti pakaian tidurmu." Suara Kenneth menghentikan langkah Agnes.


Agnes berhenti dan memalingkan wajah. "Ada apa?" Agnes penasaran.


Kenneth mengusap tengkuknya, ragu untuk bicara. Agnes melihat gaunnya, merasa tidak ada masalah dan baik-bwik saja.


"Mm, itu.. di gaunmu ada noda darah. Begini saja, kau ganti pakaianmu dulu aku akan siapkan air hangat untukmu. Ok," Kenneth keluar dari kamar Agnes, Agnes diam merasa malu untuk yang ke dua kalinya.


-----


Didapur Kenneth bertemu bibi Hana, Kenneth menyapa bibi Hana.


"Bi," panggil Kennerh.


"Ya tuan, ada keperluan apa? Apakah anda butuh sesuatu?" Tanya bibi Hana.


"Agnes sedang sakit perut karena datang bulan, bisakah membantuku menyiapkan sesuatu untuk meredakannya? Atau aku perlu ke toko obat untuk mwmbeli obat pereda nyeri?" Tanya Kenenth.


Kenneth menyiapkan air hangat, bibi Hana melihat dan tersenyum. "Tuan.. jika nyeri nyonya biasanya akan meminum air hangat dan susu hangat. Juga akan mengkompres perutnya. Saya akan membantu siapkam susu hangatnya." Jawab Hana.

__ADS_1


Kenneth berdiri menunggu. Sekitar 10 menit akhirnya semua siap dibawa masuk dalam kamar. Kenneth ke kamar membawa segelas air hangat dan segelas susu hangat.


Kenneth membuka pintu kamar dengan satu tangan perlahan, dan satu tangan lainnya membawa nampan. Kenenth masuk dan menutup pintu dengan menggunakan kakinya. Kenneth berjalan menemui Agnes, Agnes sudah ada di atas ranjangnya dengan buku dintangannya.


Kenneth meletakan nampan diatas meja. "Bibi Hana menyiapkanmu susu." Ucap Kenneth.


"Oh, thanks. Kau tidak tidur?" Tanya Agnes.


"Ya, sebentar lagi. Hmm, mamaku ingin aku membawamu ke rumah kami, ingin makan dan berbincang bersama. Itu jika kau tidak keberatan." Kenneth menyampaikan pesan mamanya. "Lupakan saja, kau pasti sibuk bekerja. Lain waktu saja datang berkunjung, aku akan keluar dari kamarmu, kau tidurlah!" Imbuh Kenneth yang tidak lama melangkah pergi.


"Ayo kita pergi besok!" Jawab Agnes.


Kenneth menghentikan langkahnya, "besok? Kau yakin?" Kenneth meragukan jawaban Agnes, memalingkan wajahnya menatap Agnes.


Agnes mengangguk, "hmm.. sudah lama juga tidak berkunjung, aku merindukan mereka." Agnes tersenyum cantik.


"Jika sudah kau putuskan itu bagus. Tidurlah, aku akan kembali ke kamarku." Kenneth berbalik dan langsung pergi.


Agnes tersenyum lebar, Kenneth yang hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Agnes melihat gelas air hangat dan susu di sampingnya.


"Pria ini, sebenarnya punya hati yang lembut dan baik. Entah mengapa hanya karena di campakkan menjadi pria liar yang dingin. Apakah karena itu dia menjadi pecinta wanita? Punya banyak wanita? Mmh, mungkin ini yang dinamakan pembalasan." Guman Agnes menggelengkan kepala perlahan.


Agnes mengambil gelas berisi air hangat dan meminumnya. Perutnya mulai hangat, Agnes berharap perutnya mulai membaik setelah meminum minuman hangat.


-----


Kenneth kelaur dari kamar mandi, berjalanan mendekati ranjang. Kenneth berbaring asal, mengehela nafas panjang dan menatap langit-langit kamarnya.


Kenneth kembali memikirkan perkataan papanya, sebelum kembali pulang ke mansion, papanya kembali mengingatkan untuk memikirkan baik-baik penawaran yang sudah di sampaikan saat di ruang kerja.


(Kilas balik)


Kenneth terdiam, Kenneth memandangi kedua tangannya yang terlipat di pangkuannya. James memegang tangan Kenneth dengan erat, Kenneth menatap James dan terkejut melihat papanya (James) tersenyum hangat.


"Papa tau, papa selama ini selalu mengaturmu, mengatur kakakmu juga. Maafkan papa nak, papa hanya ingin kedua putra keluarga Alexander bisa sukses, bisa diandalkan. Kini papa sadar, semuanya tidak benar. Hidupmu.. papa tidak akan mengaturnya lagi, hidupmu adalah milikmu sepenuhnya. Teruslah berjuang putraku, papa tau kau pasti bisa." James menepuk bahu Kenneth.


Kenneth merasa terharu, memeluk James. "Papa.." Kenneth menangis dalam pelukan papanya, Kenneth merasa binging. Pikirannya benar-benar kacau, perasaannya sudah campur aduk.


"Papa, maafkan Kenneth! Maafkan Kenneth! Maaf.." Kenneth tersedu.


"Tidak apa, papa megerti perasaanmu. Itu pasti menyakitkan, jika papa ada dalam posisimu papa juga pasti akan sangat kecewa. Papa bangga kau mampu bertahan Ken, jangan pernah menyerah." James mengeratkan pelukan, mengusap punggung Kenneth.


Kenneth melepas pelukan dan menyeka air matanya sendiri. Kenneth sadar jika selama ini sudah banyak mengecewakan papanya. Bukan tanpa alasan, Kenneth hanya merasa ingin hidup bebas tanpa tekanan, tanpa paksaan tanpa tuntutan. Ingin bisa menikmati hidup tanpa di kekang.


Setelah melewati masa sulit, Kenneth bangkit dan berdiri tegap. Kenneth merubah semua dari penampilan dan sikapnya. Kenneth yang selalu rapi, menjadi berantakan tidak mempedulikan penampilan lagi, sikap Kenneth lebih dingin. Kenneth suka bermain-main dengan wanita, dan menggoda wanita. Kenneth mencoba melupakan masa lalunya, namun hati Kenenth semakin sakit. Kenneth terus mengumpat dalam hati, merasa dunia tidak adil padanya.


"Aku akan pikirkan pa, papa juga jangan terlalu berharap pada Ken. Ken tidak ingin papa kecewa lagi, lagi dan lagi. Oke?" Kenneth menatap dalam mata James seakan ingin mengatakan sesuatu, seakan matanya ingin menjerit menyampaikan betapa sulitnya jalan yang di lalui Ken.


"Bagus, bagaimana jika akhir bulan ini kau mewakili papa datang ke pesta? Papa akan kirim alamat pestanya nanti. Datanglah sebagai perwakilan dari Alxander. Papa ingin kamu belajar mengenal banyak orang, dan dunia luar selain dunia malammu itu." James menjelaskan.


"Iya pa, Kenneth mengerti." Jawab Kenenth.


(Kilas balik berakhir)


Kenneth kembali berfikir, memikirkan apakah dirinya akan benar-benar bisa menjalankan perusahaan papanya dengan baik? Selama ini kenneth hanya melihat kakanya yang sibuk mengurusi perusahaan tanpa campur tangannya.


"Mungkin sudah saatnya aku membantu papa, entah ini adalah keputusan yang tepat atau tidak. Melihat papa yang terus memohon seperti itu, hatiku terasa sakit dan sesak." Guman Kenneth.


Kenenth menguap merasa lelah dan mengantuk, Kenneth perlahan menutup mata dan terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2