Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 54


__ADS_3

Kenneth duduk memangku baby Kenzo. Baby Kenzo mengecap mulutnya menatap Kenneth yang sedang makan sarapannya. Kenneth tersenyum, meraba lembut wajah baby Kenzo.


"Ada apa? Kau mau hmmm? Tunggu ya.." kata Kenneth memalingkan wajah menatap ke dapur. "Agnes, mana bubur untuk baby Ken?" Tanya Kenneth yang masih menimang baby Kenzo.


"Iya tunggu," jawab Agnes dari jauh.


"Kau dengar kan, mama menjawab iya tunggu. Jadi tunggu ya sayang, hmmm.. jangan menatap seperti itu." Kenneth mendekat dan menempelkan hidungnya pada hidung baby Kenzo.


Baby Kenzo tertawa, memegang wajah Kenneth. Baby Kenzo terus menatap Kenneth hingga Kenneth menghentikan sejenak memakan sarapannya.


Tidak lama Agnes datang membawa bubur baby Kenzo.


"Sayang, kau pasti lapar hmm, maafkan mama ya." Agnes tersenyum pada baby Kenzo.


"Berikan padaku buburnya, aku yang akan suapi. Kau duduklah dan makan." Kata Kenneth mengaduk-aduk bubur baby Kenzo.


"Hati-hati itu panas." Jawab Agnes, memperingatkan.


Kenneth mengangguk, Kenneth meniup-niup bubur di sendok sampai dingin. Lalu menyuapkan pada baby Kenzo.


"Ayo, buka mulutmu sayang. Aaaaaa.."


"Aaaamm.. pandainya."


Kenneth memberi pujian pada Kenzo yang pandai, menuruti kata-katanya untuk membuka mulut dan makan.


Agnes terus menatap kearah Kenneth dan Kenzo. Kenneth memalingkan wajah, memergoki Agnes yang diam menatapnya.


"Ada apa? Kau juga mau aku suapi?" Tanya Kenneth, Kenneth mengambil roti di piring dan menyuapkan pada Agnes. "Ayo buka mulutmu." Kata Kenneth, meminta Agnes membuka mulut.


"Apa? Aku bisa makan sendiri." Sahut Agnes, merasa canggung.


"Sudah, ayo buka mulutmu. Jika tidak aku akan menciummu." Kenneth tersenyum, menggoda Agnes.


Agnes membuka mulut dan menggigit roti yang Kenneth suapkan padanya. Agnes menggunyah perlahan.


Kenneth kembali menyupakan bubur untuk baby Kenzo. Kenneth terlihat begitu sabar dan penuh kasih. Kenneth mengusap bibir baby Kenzo yang belepotan.


Agnes berdiri, menarik kurainya mendekatu Kenneth. Kenneth tidak memperhatikan Agnes dan fokus pada baby Kenzo yang lucu. Agnes duduk, mengambil roti dan menyuapkan roti pada Kenneth.


Kenneth kaget, saat melihat roti di hadapannya. Kenneth menatap Agnes, begitu juga Agnes yang menatap Kenneth.


Kenneth tersenyum, melihat ada sisa roti yang menempel di sudut bibi Agnes. Kenneth mendekat dan menyapu sisa roti di sudut bibir Agnes dengan lidahnya. Kenneth mengecup bibir Agnes lembut.


"Thanks," kata Kenneth, langsung melahap roti ditangan Agnes.


Wajah Agnes memerah. Kenneth senang berhasil menggoda Agnes.


"Ahh kenapa jantungku berdebar seperti ini? Wajahku panas, aku malu." Kata Agnes dalam hati.


Agnes ingin berteriak namun tidak bisa. Ia harus menahan diri untuk tidak membuat keributan.


"Kau, jaga sikapmu Ken! Jangan sembarangan menciumku." Kata Agnes berbisik takut ada yang mendengar ucapannya.


"Muachh.." kecupan Kenneth kembali di daratkan di bibir Agnes.


Agnes terdiam, tidak bicara. Kenneth menatap mata Agnes dalam. "Jika kau banyak bicara dan mengaturku, aku akan menutup mulutmu ini dengan ciumanku." Kata Kenneth menunjuk bibir Agnes dengan jari telunjuk tangan kanannya.


Agnes menepis tangan Kenneth. "Kau.." belum sampai Agnes melanjutkan ucapannya, Kenneth krmbali menciumnya.


Kenneth mencium bibir Agnes lembut. Agnes hanya melebarkan mata tanpa penolakan.


Ponsel Kenneth berdering, Kenenth dan Agnes terkejut. Kenneth melepas pelukan dan mengambil ponselnya di atas meja. Panggilan dari sekertarisnya.


(Perbincangan di telepon)


"Ya hallo," jawab Kenneth.


"Tuan, ada tamu datang dari luar kota ibgin menemui anda. Mereka baru saja menghubungi perusahaan, akan sampai dalam waktu kurang dari 1 jam." Kata sekertaris memberitahu.


Kenneth melihat jam yang melingkar ditangan. "Baiklah, aku akan berangkat sekarang." Jawab Kenneth.


"Baik tuan," jawab sekertaris.


Kenneth memutus panggilan dan meletakan ponselnya di meja. "Sayang, ayo habisakan makanmu." Kata Kenneth kembali menyuapi baby Kenzo.


Baby Kenzo akhirnya memakan habis buburnya. Kenenth mengusap bibi dan wajah baby Kenzo dengan lembut. Membersihkan sisa-sisa bubur yang menempel.


"Pandai sekali, muacchh.." Keneth mencium pipi baby Kenzo.

__ADS_1


Kenneth memindah baby Kenzo dari pangkuannya ke pangkuan Agnes. "Kenzo dengan mama dulu ya, papa harus bekerja." Kenneth tersenyum mengelus kepala baby Kenzo. Kenneth menatap Agnes, "kau makan yang banyak, aku akan datang lagi nanti." Kenneth mencium kening Agnes.


Agnes mengangguk, "hati-hati." Jawab Agnes.


Kenneth hanya tersenyum, Kenneth mengambil ponselnya dan berdiri. Kenneth melambai pada baby Kenzo. "Bye sayang.." Kenneth berbalik dan berjalan menjauh.


Wajah baby Kenzo berubah, tiba-tiba baby Kenzo menangis, seakan tidak ingin di tinggal oleh Kenenth.


Mendengar baby Kenzo menangis, Kenenth kembali mendekat, dadanya terasa sesak mendengar tangisan baby Kenzo. Kenneth menggendong baby Kenzo dan menenangkan baby Kenzo.


"Sayang.. sudah jangan menangis. Sayang.." Kenneth memeluk, mengusap-usap punggung baby Kenzo.


Perlahan tangisan baby Kenzo mereda. Benar saja, baby Kenzo tidak ingin papanya pergi meninggalkannya.


Kenneth menatap Agnes, "ayo ikut aku ke kantor. Jika tidak dia akan menangis lagi, bersiaplah, aku tunggu di mobil." Kata Kenneth, berjalan meninggalkan Agnes.


Agnes menghela napas panjang, "sepertinya Kenzo sudah mengenali papanya." Guman Agnes.


Agnes berjalan meninggalakan ruang makan menuju kamarnya. Agnes berganti pakaian dan bersiap, juga menyiapkan keperluan baby Kenzo.


Di luar mansion, di dalam mobil, Kenneth dan baby Kenzo menunggu. Kenneth masih memangku dan bermain dengan baby Kenzo.


Agnes keluar dari mansion dan masuk ke dalam mobil. Kenneth dan baby Kenzo menatap kearah Agnes. Agnes merasa aneh ditatap oleh Kenneth dan baby Kenzo, "ada apa?" Tanya Agnes.


"Kau sudah siapkan keperluan baby Ken? Kau bisa mengganti bajunya di kantor nanti." Kata Kenneth.


Agnes mengangguk, "sudah. Berikan dia padaku, kau akan kesulitan mengemudi jika seperti itu." Agnes mengangkat baby Kenzo dan memangkunya.


Baby Kenzo mengecap-ecap bibirnya. "Mmm... hhhmm" gumannya.


Kenneth tersenyum pada baby Kenzo, "ayo berangkat.." kata Kenneth tertawa, diikuti baby Kenzo.


Kenneth membawa Agnes dan baby Kenzo bersamanya ke kantor. Mobilnya melesat pergi meninggalkan mansion.


-----


Bibi Hana menghubungi Ben, memberitahukan kejadian saat di meja makan. Diam-diam ternyata bibi Hana mengamati Agnes dan Kenneth di meja makan.


(Percakapan di telepon)


..


..


"Iya tuan. Tuan muda terlihat akrab dengan tuan muda kecil." Kata bibi Hana.


"Darah memang kental bi, meski terpisah jarak dan waktu tetap bisa merasakan keterikatan. Syukurlah, semua berjalan lebih dari yang kita harapkan. Jadi mereka sekarang pergi?" Tanya Ben.


"Iya tuan, saat tuan muda ingin pergi bekerja dan berpamitan pada tuan muda kecil, tuan muda kecil menangis. Tuan muda kembali dan menggendong tuan muda kecil, memeluk lekat, menenangkan tuan muda kecil sampai tidak menangis. Tuan muda kecil akhirnya diam. Tuan muda meminta nyonya muda untuk bersiap. Tuan muda mengajak nyonya dan tuan muda kecil ke kantor." Bibi Hana menceritakan pada Ben.


"Terima kasih terus memberikan informasi padaku bi. Lanjutkan pekerjaanmu, kita lihat perkembangan selanjutnya." Jawab Ben.


"Baik tuan," jawab bibi Hana. Ben mengakhiri panggilannya.


-----


Di kantor.


Kenneth menggendong Baby Kenzo masuk ke gedung kantornya. Agnes mengikuti Kenneth di belakang.


Semua mata menatap, terkejut melihat Kenneth menggendong seorang bayi. Kenneth membawa Baby Kenzo dan Agnes ke ruangannya.


Kenneth berjalan mendekati sebuah pintu dan membukanya. Ternyata itu adalah sebuah ruang istirahat. Ada tempat tidur kecil, dan rak buku lengkap dengan buku-buku yang tersusun rapi. Agnes melihat sesuatu, sebuah bingkai foto ada di atas meja. Agnes tersenyum, itu adalah fotonya dengan Kenenth.


Kenneth membaringkan baby Kenzo di atas tempat tidur. Kenneth membuka jasnya dan membuka kancing lengan kemejanya. Kenneth menggulung kemejanya. Menyelipkan dasinya ke dalam saku kemeja.


"Kau mau apa?" Tanya Angnes bingung.


Kenneth menatap Agnes, "menyeka dan mengganti bajunya. Ada masalah?" Tanya Kenneth.


"Oh, biar aku saja. Kau bisa bekerja." Kata Agnes.


"Tidak apa. Mana perlengkapannya, aku akan mengurusnya." Kata Kenneth.


Agnes meletakan tas dan mengeluarkan perlengkapan baby Kenzo. Kenneth membuka pakaian baby Kenzo perlahan, dengan sangat hati-hati Kenneth mengganti pakaian baby Kenzo.


Agnes tersenyum, menepuk bahu Kenneth. "Kau kaku sekali, santai saja. Tidak perlu seperti itu." Agnes mengerti Kenneth seperti itu karena tidak ingin melukai baby Kenzo.


Kenneth mengehela napas panjang, "Hufffhhh, akhirnya selesai. Yuhuuu putraku sudah harum.. hmmm, hmmm, muaaachh.." Kenneth dengan gemas mencium pipi baby Kenzo. Baby Kenzo tertawa lepas, meraba wajah Kenneth.

__ADS_1


"Kau bekerjalah, aku dan Kenzo akan menunggu disini." Kata Agnes.


Kenneth melihat jam tangannya lagi. "Masih ada waktu, aku masih bisa bermain dengannya." Jawab Kenneth.


Kenneth berbaring dan memeluk baby Kenzo. Kenneth mengelus kepa dan mengusap punggung Baby kenzo. Menatap dalam mata baby Kenzo.


Baby Kenzo bermain dasi Kenneth sampai tertidur di pelukan Kenneth. Kenneth berusaha melepas tangan baby Kenzo yang mencengkram dasinya, Agnes membantu melepaskan. Kenneth dan Agnes saling menatap, Agnes merasa canggung dan memalingkan wajahnya.


Agnes berdiri jauh, membelakangi Kenneth. Setiap berdekatan dengan Kenneth, jantungnya berdebar kencang. Kenenth bangun dan berdiri, mendekat dan memeluk Agnes dari belakang.


"Kau istirahatlah, berbaringlah disamping Kenzo. Aku akan menemui tamu dan menyelesaikan rapat, setelah itu aku akan ajak kalian pergi jalan-jalan. Oke.." Kenneth melepas pelukannya, Kenneth membalikan badan Agnes sehigga mereka saling berhadapan.


Kenneth merapikan rambut Agnes ke belakang telinga. Kenneth mencium kening Agnes, hidung Agnes dan mencium lembut bibir Agnes. Kenneth memeluk Agnes erat, mengelus kepala Agnes.


Agnes melepas pelukan. "Pergilah, jangan seperti ini saat jam kerja." Kata Agnes.


Kenneth tersenyum, mencium pipi Agnes dan melangkah pergi, "bye sayang.." kata Kenneth di sela-sela kepergiannya keluar ruangan.


Agnes menatap kepergian Kenneth sampai pintu ruangan di tutup oleh Kenneth. Agnes tersipu, wajahnya memerah. Baru kali ini Kenneth bersikap begitu lembut sampai Agnes takut salah mengenalinya sebagai Kenneth. Agnes berjalan mendekati tempat tidur, naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar menjaga baby Kenzo yang terlelap tidur.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2