Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 43


__ADS_3

Beberapa jam tertidur, Agnes pun terjaga dari tidurnya. Agnes bangun perlahan dan duduk bersandar bantal. Agnes merasa sangat lelah, kepalanya terasa berat.


Klekk..


Pintu kamar Agnes terbuka, Otniel masuk membawa sebuah nampan. Otniel menutup pintu, berjalan mendekati Agnes.


"Kau sudah bangun?" Tanya Otniel, duduk di tepi ranjang. Meletakan nampan di meja di samping tempat tidur.


"Aku kenapa? Kepalaku pusing, terasa berat." Jawab Agnes dengan suara lirih.


"Makanlah dulu, setelah makan aku akan beritahu kau sesuatu." Jawab Otniel.


Agnes mengangguk, "iya, aku akan makan." Jawabnya.


Otniel tersenyum, mengambil mangkuk dan mulai menyuapi Agnes. Agnes merasa enggan, Agnes menolak bantuan Otniel.


"Aku bisa makan sendiri Otnie, jangan seperti ini." Agnes mengambil alih mangkuk berisi bubur dari tangan Otniel.


Otniel mengelus kepala Agnes, "lucu sekali, kau masih begitu sungkan padaku." Ucap Otniel.


Agnes menunduk, memakan bubur dengan lahap. Agnes hanya diam dan fokus untuk makan bubur di mangkuk yang pegangnya.


Setelah selesai makan, Agnes meletakan mangkuk di nampan. Otniel meminta Agnes meminum obat dan air putih yang disediakannya. Agnes menurut dan melakukan sesuai permintaan Otniel.


Agnes menatap Otniel, matanya yang coklat menatap dengan penuh rasa penasaran pada Otniel. "Sekarang bisa katakan ada apa? Apa aku sakit? Kenapa aku juga harus minum obat." Tanya Agnes.


Otniel menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan perlahan. "Agnes.. kau akan segera menjadi seorang ibu." Jawab Otniel.


Agnes kaget, matanya membulat. Agnes lantas meraba parutnya, air matanya langsung jatuh tanpa diminta. "Aku hamil?" Agnes bertanya lagi. "Hamil? Bagaimana bisa? Itu hanya semalam.. tidak mungkin.." Agnes mere**s selimutnya.


Otniel memegang tangan Agnes. "Agnes.. tenangkan dirimu. Ingat ada janin dalam perutmu. Jangan banyak menangis, oke?" Otniel mencoba memberikan penjelasan.


"Aku harus bagaimana Otnie?" Agnes menatap Otniel dan menangis. "Aku harus apa? Aku dan Ken sudah berpisah, bagaimana mungkin seperti ini? Aku hamil disaat aku dan Ken berpisah." Agnes menangis keras.


Otniel memeluk Agnes, "Agnes tenang! Jangan menangis lagi. Aku mengerti perasaanmu, aku mohon tenanglah." Otniel berusaha menenangkan Agnes.


Agnes masih menangis, Agnes mencengkram pakaian Otniel. Agnes tidak menyangka jika dirinya akan hamil, Agnes berfikir jika hubungannya dengan Ken sudah berakhir. Namun pada kenyataanya ikatan di antara keduanya masih terhubung dengan adanya janin dalam perut Agnes.


Lama Agnes menangis dalam pelukan Otniel, Akhirnya tangisannya terhenti. Agnes melepas pelukan menyeka air matanya.


"Kau bisa tinggalkan aku sendiri? Aku ingin istirahat." Kata Agnes dengan suara serak.


Otniel mengangguk, "oke.. istirahatlah! Katakan saja jika kau ingin sesuatu." Jawab Otniel.


Otniel berdiri, mengambil nampan dan berjalan keluar dari kamar Agnes. Otniel membuka pintu dan keluar kamar, Otniel kembali menutup pintu kamar Agnes.


Otniel berjalan menuju dapur, belum sampai langkah kakinya sampai ke dapur, bibi Yoshima mendekat dan mengambil alih nampan dari tangan Otniel.


"Apakah nyonya baik-baik saja, tuan?" Tanya bibi Yoshima.

__ADS_1


"Ya, aku akan keruang kerjaku bibi. Tolong bantu aku menjaga Agnes." Ucap Otniel.


"Baik tuan." Jawab bibi Yoshima ramah.


Otniel berjalan menuju ruang kerjanya, bibi Yoshima berjalan menuju dapur untuk mencuci mangkuk dan gelas kotor.


-----


Agnes masih duduk bersandar, mengusap-usap perutnya. Agnes tidak lagi manangis, namun dirinya berfikir akan apa dan bagaimana untuk kedepannya.


"Aku dan Ken sudah berakhir. Bagaimana ini? Aku tidak menyangka kau akan meninggalkan benih dalam rahimku Ken. Apa ini pertanda jika kita memang terhubung? Tetapi kau juga memiliki anak dari bersama wanita lain. Dasar playboy! Pemain wanita yang handal." Keluh Agnes.


Agnes diam berfikir, jika menggugurkan kandungan itu tidak mungkin. Agnes tidak ingin menjadi seorang pembunuh.


"Maafkan mama sayang, mama tidak ingin papamu tau jika kamu ada. Mama akan merawatmu, mama akan menjaga dan melindungimu. Tumbuh sehat dan kuat sayang, mama sayang padamu." Ucap Agnes tersenyum.


Pada akhirnya Agnes memutuskan untuk mempertahankan janin nya. Agnes ingin kehamilannya di sembunyikan dari Kenneth, Agnes takut jika sampai Kenneth tau, Kenneth akan mengambil anaknya. Memisahkan Agnes dengan bayinya atau Kenneth akan mengganggu kehidupan Agnes lagi.


"Aku akan bicarakan ini dengan Otniel nanti." Guman Agnes.


-----


Otniel berada di ruang kerjanya. Otniel sesang berbincang dengan Ben melalui panggilan. Otniel kembali menginformasikan keadaan Agnes pada Ben.


(Percakapan di telepon)


"Jadi...?" Tanya Ben pada Otniel.


"Tenang saja, aku tau bagaimana Agnes. Dia tidak akan melempar tanggung jawab begitu saja, jika memang benar Agnes putriku maka Agnes akan mempertahankan bayinya meski harus menahan rasa sakit menghadapi kenyataan." Jawaban Ben penuh dengan keyakinan.


"Paman begitu yakin? Bahkan saat pertama kali mendengar berita ini Agnes terlihat sangat murka, paman jangan meremehkan hal ini." Otniel panik dan cemas, karena tidak yakin dengan kata-kata Ben.


Ben tertawa, "hahaha.. Otnie, kau belum sepenuhnya mengenal Agnes rupanya. Dengar baik-baik, putriku tidak akan melakukan hal yang tidak menguntungkan. Hal-hal seperti membunuh atau menggugurkan kandungan, lihat saja dia pasti akan merawat bayinya. Jika dugaanku tidak salah dia hanya ingin kau merahasiakannya dari Ken. Itu saja, entah mengapa perasaanku mengatakan ini. Jangan panik dan cemas Otnie. Semua akan baik-baik saja, tolong jaga Agnes untuk saat ini. Aku masih ada urusan di kantor beberapa hari ini. Aku akan ke Jepang dan menemui kalian jika urusan disini sudah selesai." Ben mencoba menenangkan Otniel yang sedang gelisah.


"Baiklah paman, aku mengerti. Aku akan menjaga Agnes dengan baik. Paman dan bibi jagalah kesehatan. Hubungi aku jika paman dan bibi akan datang." Jawab Otniel yang sudah mulai tenang.


"Kau juga jagalah kesehatanmu. Oke? Paman akan tutup panggilannya." Setelah berbicara Ben memutus panggilannya.


Otniel menghela napas panjang. "Semoga saja apa yang paman katakan benar, bagaimana pun bayi itu tidak bersalah. Bayi ini adalah anugrah dari Tuhan untuk Agnes, mungkin untuk mengobati rasa sakit hati Agnes karena perselisihannya dengan Ken." guman Otniel.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..

__ADS_1


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2