
Beberapa kali Kenneth menghubungi Edward. Panggilannya terabaikan. Kenneth terus mencoba sampai pada akhirnya di terima oleh Edward.
(Percakapan di telepon)
"Halo, ada apa? Siapa disana?" Jawab Edward dengan suara berat.
Kenneth mengerutkan dahinya, "Kau masih di atas tempat tidur?" Tanya Kenneth.
"Uh, Ken. Kau mengganggu tidurku. Ada apa?" Tanya Edward.
"Aku membutuhkan bantuanmu Ed, tolong aku. Aku ingin memberikan kejutan pada istriku. Bisa kau lakukan beberapa hal untukku?" Kenneth bertanya lagi kepada Edward.
"Kejutan? Kejutan apa?" Tanya Edward.
"Ah soal itu aku akan mengirimimu pesan, Oke? Aku tutup dulu panggilanku," kata Kenneth.
"Oh, oke," jawab Edaward.
Sesudah mendengar jawaban Edward, Kenneth mengakhiri panggilannya.
Kenneth mengirim pesan pada Edward. Kenneth begitu serius mengetik keyboard ponselnya. Selesai mengetik Kenneth pun mengirim pesannya.
Kenneth menatap layar ponselnya. Ada fotonya, Agens dan Kenzo di sana. Kenneth tersenyum tipis memandangi foto istri dan anaknya.
Pintu ruangannya di ketuk.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan terbuka, Seseorang masuk ke dalam ruangan. Seseorang itu tidak lain adalah Sekertarisnya.
Sekertaris berjalan mendekati Kenneth yang sedang ada di meja kerjanya.
"Maafkan saya mengganggu Anda, Direktur. Saya ingin memberikan ini," kata Sekertaris. Sekertaris itu meletakan sebuah undangan di meja yang ada di hadapan Kennerh.
"Ya, kau bisa pergi jika sudah tidak ada urusan. Terima kasih," ucap Kenneth, yang masih sibuk dengan ponsel di tangannya.
Kenneth milihat undangan di mejanya. Kenneth mengambil undangan, dan membuka undangan itu. Bibir Kenenth mengembangkan senyuman.
"Akhirnya kalian menikah."
Kenneth berdiri dari duduknya. Kenneth membawa undangan itu bersamanya. Kenneth melangkah menuju ruang istirahat, pintu ruangan di buka oleh Kenneth perlahan.
Di dalam ruangan ada Agnes, dan Kenzo yang tertidur lelap di atas tempat tidur. Kenneth masuk ke dalam ruangan, berjalan mendekati Agnes dan Kenzo. Kenneth duduk di tepi tempat tidur, Kenneth mengelus lembut rambut Agnes. Sentuhan Kenneth membangunkan Agnes dari mimpinya.
"Kau sudah selesai?" Tanya Agnes.
Kenneth mengangguk, "sudah, aku sudah selesai."
Agnes tersenyum cantik menatap Kenneth. Kenneth mendekatkan wajahnya pada Agnes, lalu mengecup kening Agnes dengan penuh kasih sayang.
"Kau lapar? Ingin makan apa?" Tanya Kenneth.
Agnes menggelengkan kepalanya, "aku tidak lapar," Agnes melihat sesuatu ditangan Kenneth, "apa itu? Seperti sebuah undangan."
"Ya. Ini undangan pernikahan Otniel dan Jesika."
"Oh, mereka sungguh akan menikah rupannya. Kapan akan berlangsung?" Tanya Agnes.
"Awal bulan depan," jawab Kenneth.
Kenneth meletakan undanngan di meja. Kenneth berbaring di samping Agnes. Kenneth memeluk Agnes dengan erat.
"Ada apa? Kau manja sekali."
"Tidak ada. Aku hanya ingin seperti ini saja."
Agnes tersenyum, melihat Kenzo dan merapikan selimut Kenzo. Agnes mengubah posisi tidurnya menghadap Kenneth. Agnes menatap Kenneth yang menutup mata. Tangan Agnes meraba wajah Kenneth dengan lembut. Agnes menyentuh setiap inci wajah suaminya itu.
"Kau suka padaku?" Tanya Kenneth tanpa membuka mata.
"Ya. Aku suka," jawab Agnes.
"Kau mencintaiku?" Tanya Kenneth lagi.
__ADS_1
"Ya. Aku mencintaimu," jawab Agnes tanpa ragu.
Kenneth membuka mata perlahan. Senyumnya mengembang menatap Agnes. Kenneth mengecup kening Agnes dengan lembut.
"Aku menyukaimu, menyayangimu, dan juga mencintaimu sepenuh hatiku."
"Manis sekali. Kau pandai merayu dan menggoda sayang," Agnes tersenyum malu. Wajahnya merona.
"Boleh aku menciummu?" Tanya Kenneth.
Agnes menggeleng, "tidak."
"Jawaban tidak utukku adalah iya."
Kenneth meraih tengkuk leher Agnes lalu mengecup lembut bibi Agnes. Ciuman kilas mendarat, Kenneth kembali mengecup dan melepas, mengecup dan melepas lagi. Kenneth melakukannya beberapa kali membuat wajah Agnes semakin merona.
"Kau malu? Ah, kau seperti anak remaja saja yanga baru mengenal cinta pertama."
"Ken, tentu aku malu. Kau terus-menerus mengecup bibirku."
"Ah baiklah, aku akan memelukmu saja."
"Tidak. Kembalilah bekerja. Ini masih belum jam pulanh kantor," desak Agnes.
"Siapa peduli. Ini perusahaanku, dan aku adalah Direkturnya. Apa pun yang aku lakukan tidak ada yang berani mencegahnya."
Agnes hanya tersenyum, "baiklah, aku mengaku kalah. Ayo, peluk aku."
"Dengan senang hati," jawab Kenneth.
Kenneth memeluk Agnes. Agnes mengusap punggung Kenneth lembut. Tidak terasa mereka tertidur sampai sore.
Sore harinya....
Kenneth, Agnes dan Kenzo bersiap pulang.
Diperjalanan, sebelum kembali ke Mansion. Agnes meminta Kenneth mampir ke Supermarket, untuk berbelanja kebutuhan Kenzo. Kenneth mengangguk, mengiyakan permintaan istri kesayangannya.
"Agnes...."
"Ya?" Jawab Agnes.
Agnes menatap Kenneth, "kau? Mengajakku berkencan? Tanya Agnes.
"Ya, aku ingin menghabiskan sedikit waktu berdua denganmu. Aku harap kau tidak keberatan," Kenneth sangat berharap.
"Hmm, baiklah."
"Terima kasih, sayang."
"Iya, sama-sama."
Kenneth merasa senang. Tidak mengira jika Agnes sungguh mau menerima ajakannya.
20 menit perjalan mereka berlalu, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah supermarket. Kenneth memarkir mobilnya. Setelah itu Kenneth dan Agnes keluar dari mobil bersama-sama.
Kenneth mengambil alih Kenzo dari gendongan Agnes. Agnes dan Kenneth berjalan bersama masuk dalam supermarket.
Di dalam Agnes mengambil keranjang belanjaan. Agnes sibuk memilih barang kebutuhan Kenzo. Kenneth mendekap erat tubuh Kenzo. Sesekali menciumi kening dan pipi Kenzo.
Melihat keranjang belanjaan yang penuh. Kenneth meminta Agnes menjaga Kenzo. Kenneth memberikan Kenzo pada Agnes, Kenneth mengambil alih membawa keranjang yang lumayan berat.
"Kau katakan saja apa yang harus dibeli. Aku akan ambilkan."
"Oke," jawab Agnes.
"Mmmmhh, hhhhhmmmmhh," rengek Kenzo.
"Ada apa sayang? Kau ingin sesuatu?" Tanya Kenneth.
Kenneth mwndekat dan mencium Kenzo. Kenzo meraba wajah Papanya dan tertawa.
"Ahh, ambil biskuit itu dan ayo ke kasir."
Kenenth mengangguk, mengambil biskuit dan berjalan bersama mendekat ke meja kasir. Kenzo menatap pelayan kasir, Kenzo mengembangkan senyumannya.
"Lucu sekali."
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Agnes.
"Dia sangat menggemaskan nyonya," imbuh pelayan kasir.
Agnes hanya tertawa kecil mendengar pujian dari pelayan kasir. Pelayan kasir menghitung jumlah barang belanjaan Agnes dan meminta uang pembayaran. Kenneth mengeluarakan dompetnya dan melakukan pembayaran. Proses pembayaran pun dilakukan, beberapa saat kemudian proses selesai. Agnes dan Kenneth pergi meninggalakan meja kasir.
Kenneth membawa barang belanjaan dan kelaur dari supermarket bersama Agnes. Agnes masuk kedalam mobil, Agnes duduk memangku Kenzo. Kenneth masih sibuk menyimpan belanjaan yang mereka beli. Tidak lama pintu mobil sisi kemudi terbuka, Kenneth masuk dan menutup pintu mobil.
Kenneth menatap Kenzo, mengusap kepala Kenzo dengan lembut. Kenneth mengemudi, membawa Agnes dan Kenzo melesat jauh kembali ke mansion.
Malam harinya....
Kenneth dan Agnes pergi makan malam bersama. Seperti yang diminta Kenneth, Kenzo ada di mansion dijaga oleh Bibi Hana. Kenzo sudah tertidur saat Kenenth dan Agens pergi.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"