Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 103


__ADS_3

"Baiklah itu yang bisa saya sampaikan pada meeting kali ini, mungkin dari yang lainnya ada yang ingin di tambahkan?" tanya Daniel menatap pada kliennya menunggu respon.


Daniel lalu meneguk air mineral melepas dahaganya usai hampir 30 menit berbicara non stop membahas proyek.


"Bagiamana Tuan Kenny?" tanyanya kembali pada kliennya.


Kliennya itu pun meresponnya dengan menganggukkan kepalanya perlahan.


"Saya rasa tidak ada," jawab Tuan Kenny sambil tersenyum lebar. "I like your idea!" serunya menimpali.


Daniel seketika tersenyum lebar. "Good, kalau begitu meeting kali ini cukup sampai disini."


"Tepuk tangan untuk kita semua!" seru Daniel langsung berdiri.


Semuanya yang ada di ruangan pun sontak bertepuk tangan.


Selesai sudah meeting kali ini. Daniel membaringkan badannya pada sofa panjang yang ada di ruangannya sambil menarik nafas panjang.


"Eva, setelah ini jadwal ku harus kemana lagi?" tanya Daniel para sekretaris nya itu.


"Hari ini jadwalnya...."


Belum selesai Eva, sang sekretaris menyelesaikan kalimatnya, Amang si asisten langsung menerobosnya.


"Bukankah saya sudah bilang, bahwa Bos hari ini akan pergi ke beberapa perusahaan?!" jawab Amang menegaskan.


Daniel dan Eva pun menatap tajam pada Amang.

__ADS_1


"Saya gak nanya ke kamu Amangggg!" jengkel Daniel memutar bola matanya malas.


"Tau nih Amang, Tuan Daniel nanyanya ke aku tau!" jawab Eva.


"Kan aku cuman bantuin jawab, lagian si Bos udah di kasih tau tadi pagi malah nanya lagi." Ucap Amang pelan.


"Ya terserah saya dong, kok kamu yang repot" jawab Daniel mendengarnya.


"Iya bos, maaf" ucap Amang menyadari kelancangannya tersebut.


Daniel langsung beranjak bangun dari sofa menatap jengah pada asisten sengklaknya itu.


"Jadi ada jadwal kerjaan apa lagi aku, EVA?" tanya Daniel kembali dan menekankan nama sekretarisnya itu diakhir kalimat.


"Oke baiklah, sekitar 1 jam lagi kita akan mengadakan kunjungan ke perusahaan Bima Group." Jelas Eva.


"Selepas itu, kita akan lanjut ke Popok Tuyul Group." Ucap Eva menambahkan.


"Bhahahhahaha" mendengar nama yang nyeleneh, Daniel dan Amang sontak tertawa terbahak-bahak.


"Tuh tuyul kok gak koloran aja sih, bahahah" komentar Amang masih dengan tawa nyaringnya.


Tidak hanya Amang, Daniel juga ikut tertawa terpingkal-pingkal.


"Eva, sejak kapan kita menjalin kerja sama dengan perusahaan gaib hah? buhahaha" tanya Daniel sambil memegangi perut sakit terus tertawa saking lucunya.


"Astaghfirullah Tuan, apa anda tidak ingat dengan Tuan Tuyul yang sudah menjalin bisnis dengan perusahaan kita 2 tahun ini?" jelas Eva membuat Daniel diam sejenak dan kali ini ia mulai bisa menghentikan tawanya. "Dan Popok, adalah istri beliau." Timpal Eva menjelaskan secara rinci.

__ADS_1


Daniel diam namun otaknya terus berpikir. Sedangkan Amang masih cekikikan tertawa.


Daniel sontak saja menggeprak meja membuat Eva dan Amang terperanjat kaget.


"Ohh si Jack!" seru Daniel.


"Jack?" tanya Eva dan Amang bersamaan. Mereka pun saling pandang.


Daniel pun terkekeh, " Iya Jack, aku memanggil Tuan Tuyul itu Jack biar keren aja gitu panggilannya."


"Jauh banget jadi jack namanya, kalau panggilannya Uyul baru normal." Heran Amang kembali cekikikan.


"Kalau jack, sama kayak nama anjing peliharaan bapak saya." Jujur Eva tertawa.


"Bhahahaha," ketiganya pun kembali tertawa.


"Oh iya Bos, apakah jack itu botak plus dengan bedak yang dempul?"tanya Amang.


"Enggak dempul sih, cuman botak mengkilap aja plus sama kumis yang di anyam." Jelas Daniel mengingat rupa rekan bisnis yang sudah lama tidak jumpa.


"Cocok tuh di ajak nuyul hehe"sahut Eva.


"Eh sudah sudah, kena batunya baru tau rasa," ucap Daniel menyudahi perghibahan kali.


"Baik Bos,"


Selang beberapa saat terdengar bunyi ketukan pintu.

__ADS_1


"Masuk!" respon Daniel.


__ADS_2