Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 40


__ADS_3

Kenneth sedang berkunjung ke rumah Jesika. Membawakan sayur dan buah, Kenneth yang tau Jesika sedang hamil ingin agar Jesika dan bayinya baik-baik saja.


"Ken, ada apa? Kau terlihat sedih." Tanya Jesika menatap Kenneth.


"Tidak ada, kau jaga lah kesehatanmu. Selanjutnya aku mungkin akan jarang menemuimu, kau harus tetap berjuang untuk bayimu Jesi." Ucap Kenneth.


Jesika mengangguk, "aku mengerti Ken! Terima kasih kau sudah banyak membantuku, menolongku. Kau juga harus berjuang meraih kebahagiaanmu. Oke?" Jesika tersenyum memberi semangat pada Ken, "ahh.. apa kau akan pergi? Sebelum pergi makanlah dulu sup yang aku buat. Anggap ini permintaan maaf dan terima kasih dariku." Jesika berharap Kenneth tidak menolak.


Kenneth mengangguk, "oke.." jawab Kenneth.


Jesika merasa senang, mengambil sup dalam panci dan memindahkan ke mangkuk. Jesika menyajikan sup nya pada Kenneth, meletakkan di atas meja makan di hadapan Kenneth.


"Silahkan.." ucap Jesika ramah.


Kenneth memegang sendok dan mencicipi kuah sup itu, Kenneth teringat masakan Agnes, lebih tepatnya Kenneth merindukan masakan Agnes. Kenneth diam dan makan sup itu perlahan.


Jesika menarik kursi dan duduk di samping Kenneth. "Bagaimana? Enak?" Tanya Jesika.


"Enak, thanks sudah membaginya untukku. Kau juga makanlah.." jawab Kenneth.


Jesika merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Kenneth. Ingin bertanya namun Jesika ragu, Jesika menikmati supnya dan terus bertanya-tanya mengenai Kenneth dalam hati.


"Ada apa dengan Kenneth? Terlihat sangat sedih, apakah ada sesuatu? Aku ingin bicara namun aku ragu, aku tidak ingin Kenneth merasa kesal padaku karena aku terlalu banyak bicara. Sungguh aku tidak ingin lagi mengganggu kehidupanmu Ken, aku hanya ingin kau bahagia dan baik-baik saja. Kau sudah membantu dan menolongku, kelak aku akan membalas budimu dan menebus kesalahanku." Ucap Jesika dalam hati.


------


Sore harinya..


Kenneth sudah datang dan menunggu di tempat yang sudah ia sepakati dengan Agnes. Kenneth duduk dan terus menunggu, 10 menit berlalu Agnes dengan tergesa-gesa datang.


Agnes tergopoh-gopoh berjalan menghampiri Kenneth. "Hai Ken, maaf terlambat aku tertidur tadi. Apa kau sudah menunggu lama?" Agnes duduk dihadapan Kenneth.


"Tidak, aku juga baru datang. Aku kira aku lah yang terlambat." Kenneth berbohong, tak ingin Agnes merasa canggung dan tidak enak hati karena terlambat datang.


"Kau ingin memesan minuman?" Tanya Kenneth.


"Hmm.. aku ingin minum, minuman masam dan manis, aku akan memesan jus jeruk." Jawab Agnes.


Agnes melambaikan tangan memanggil pelayan, pelayan datang membawa sebuah buku catatan dan mencatat pesanan Agnes. Kenneth terus menatap Agnes tanpa berkedip. Agnes selesai memesan, Agnes menatap ke arah Kenneth. Kenneth tiba-tiba saja memalingkan wajah dan menatap pelayan, memesan makanan dan minumannya.


Agnes menatap Kenneth yang sedang bicara, "ini adalah pertemuan terakhir ku dengan mu Ken, setelah ini aku tidak yakin kita akan bertemu kembali." Dalam hati Agnes.


Pelayan pergi membawa pesanan Agnes dan Kenneth. Kenneth menunduk, jantungnya tiba-tiba saja berdebar. Seakan hal buruk akan datang menimpanya, perasaannya sangat tidak nyaman.


"Ken.." sapa Agnes dengan suara lembut.


Kenneth mengangkat kepala, "ya..?" Jawab Kenneth langsung.


"Kau baik-baik saja? Kau terlihat lebih kurus," ucap Agnes.


"Ah.." Kenneth meraba wajahnya sendiri, " aku baik-baik saja. Hanya terlalu banyak mengurus pekerjaan saja." Jawab Kenneth.


Kenneth kembali berbobong, pada kenyataanya selama berpisah Kenneth hanya meneguk wine dan jarang makan, Kenneth tidur terlambat dan terkadang tertidur di meja kerja. Kenneth menyembunyikan itu semua dan mengatakan semua baik-baik saja.


Mereka terdiam, sampai pesanan mereka datang. Pelayan menyajikan hidangan mereka lalu pergi.


"Ada hal penting apa, kau mencariku?" Tanya Kenneth.


Agnes mencengram jemarinya, "aku ingin memberikan sesutu Ken." Jawab Agnes.


Agnes meletakan sesuatu di atas meja di hadapan Kenneth. Kenneth mengerutkan dahi, meraba berkas dokumen di depannya. Kenneth tersenyum masam, hal yang tidak di inginkannya pada akhirnya terjadi.


"Sudah berakhir ya.." seru Kenenth dengan suara lirih.


"Maaf, dan terima kasih Ken. Maaf karena aku belum bisa menjadi yang terbaik, dan terima kasih kau sudah menjadi pelindungku selama ini. Mari kita akhiri semua ini, kita akhiri secara baik-baik. Aku tidak ingin kita saling bermusuhan, tidak ingin kita masing-masing menyimpan dendam. Hiduplah bahagia ken," Ucap Agnes.


Kenneth terkejut, ingin rasanya berdiri dan menarik Agnes dalam pelukannya, meminta Agnes tetap bertahan dengannya. Namun semuanya pasti hanya akan menjadi impian semata. Surat perceraian sudah ada di depan mata.


Kenneth mengatur napasnya, "ya.. aku pasti hidup baik. Kau juga!" Jawab Kenneth.


Agnes menikmati cake dan jusnya, begitu juga Kenneth yang menikmati kopi dan cakenya. Mereka berdua terdiam, larut dalam pikiran masing-masing.


30 menit kemudian..


Agnes berpamitan, Agnes berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Sesuatu menahannya, Agnes melihat tangannya di pegang oleh tangan seseorang.

__ADS_1


Agnes menatap Kenneth, "ada apa?" Tanya Agnes.


"Jaga dirimu baik-baik. Aku masih berharap kita bisa kembali bersama Agnes." Ucap Kenneth.


Agnes melebarkan mata, "apa?" Agnes merasa ragu dengan apa yang di dengarnya.


"Tidak ada, aku hanya salah bicara. Maaf.." Kenneth melepaskan tangan Agnes.


Ponsel Kenneth berdering, Kenneth meraba saku celananya dan menerima panggilan.


"Ya Jesi?" Jawab Kenneth.


Ternyata panggilan dari Jesika. Mendengar Kenneth memanggil nama wnita lain Agnes kembali kesal. Agnes mengepalkan tangannya dan pergi dengan buru-buru.


Kenneth memutus panggilan, memalingkan wajah. Kenneth tidak melihat Agnes lagi. Kenneth berlari keluar keparkiran berharap masih bisa melihat Agnes, namun Agnes sudah tidak ada lagi.


-----


Elmia duduk di sofa ruang tengah. Elmia kembali memikirkan kata-kata yang Ben katakan saat makan malam. Memikirkan itu, Elmia menjadi cemas dan gelisah.


"Bagaimana keadaan Ken sekararang?" Guman Elmia, "apakah semua baik-baik saja?" Elmia mulai panik.


Elmia mencoba menghubungi Ben, memastikan semuanya. Panggilannya tersambung, namun belum di terima oleh Ben.


Tut.. tut.. tut..


(Suara panggilan tersambung)


Panggilan Elmia dinterima oleh Ben, Elmia langsung bertanya mengenai Ken dan Agnes pada Ben.


(Percakapan dalam panggilan)


"Ben, apa sudah ada kabar? Maksudku Kenneth dan Agnes?" Elmia mengigit ujung kuku ibu jari tangan kanannya.


"Belum, kita tunggu saja. Jangan panik, jangan gigit ujung kukumu." Jawab Ben.


Elmia kaget, langsung menjauhkan tangannya dari mulutnya. "Ti..tidak, siapa yang menggigit ujung kuku. Jangan bisara sembarangan tuan Carney." Elmia merasa malu.


Ben tertawa kecil, "hahaha.. kita sudah pernah bersama lebih dari 10 tahun Mia, aku tau semua kebiasaan mu. Jangan panik, percaya padaku semua akan baik-baik saja." Ben mencoba menenagkan hati Elmia.


"Hmmh, aku percaya padamu. Menurutmu apakah aku harus bertanya pada Ken, atau menunggu dia bercerita?" Tanya Elmia.


Elmia mendengar suara di ujung panggilannya. "Papa.. aku datang." Ucap seseorang yang tidak lain adalah Agnes.


Elmia terkejut, "Agnes datang. Kau berbincanglah, aku akan akhiri panggilanku." Ucap Elmia yang langsung memutus panggilannya.


Elmia penasaran apa yang ingiin di bicarakan Agnes dengan Ben.


-----


Ben meletakan ponselnya dan menatap Agnes. "Hai sayang.. kau datang?" Sapa Ben.


Agnes mendekat dan memeluk Ben, Ben mengusap punggung Agnes.


"Papa aku rindu padamu.." ucap Agnes yang masih ada dalam pelukan Ben.


Ben melepas pelukan, "ada hal penting apa kau datang sayang? Bagaimana dengan perusahaan?" Tanya Ben, meraba wajah putrinya dengan dua tangan, "apa ini.. kau nampak kurus sayangku." Ben menatap wajah Agnes yang tirus.


"Papa, aku baik-baik saja." Agnes memegang tangan Ben. Agnes melepaskan tangan Ben dan duduk di sofa yang ada ruang kerja Ben. "Agnes ingin mengatakan sesuatu pa.. sebelum itu papa harua berjanji untuk tidak marah padaku, oke?" Agnes mengacungkan jari kelingking tangan kanannya.


Ben menghela nafas, bersikap seoalah tegang. Dalam hati Ben sudah menduga jika Agnes akan membahas masalah perceraian.


"Katan sayang, papa berjanji tidak akaj marah." Ben duduk di samping Agnes, menjulurkan jari kelingking tangan kanannya dan meyatu dengan jari kelingking Agnes.


Agnes menunduk, memberikan sebuah berkas dokumen pada Ben. Ben mengerutkan dahi, lagi-lagi berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Apa ini sayang?" Tanya Ben, seoalah bingung dan tidak mengerti.


"Papa.. maaf, aku sudah bercerai dengan Ken." Jawab Agnes lirih. "Aku awalnya tidak ingin seperti ini pa, aku ingin bersama Kenneth. Namun aku melihat Kenenth sudah berpaling pada wanita lain." Agnes menjelaskan.


Ben masih diam, mendengarkan keluh kesah Agnes. Agnes menceritakan dari awal mengapa ingin berpisah dari Ken, sampai bercerita saat terakhir bertemu Kenneth beberpa waktu yang lalu.


Ben tidak bersuara, semua seperti dugaaanya kecuali 1 hal. Agnes dengan berani meminta bertemu dengan Kenneth dan memberikan secara langaung berkas dokumen pada Kenneth. Hal itu di luar dugaan Ben, membuat Ben semakin percaya jika rencananya pasti akan berjalan lancar kedepannya.


"Papa marah?" Tanya Agnes.

__ADS_1


Ben memegang tangan Agnes, "tidak! Jika sudah kau putuskan papa bisa apa? Papa tidak akan ikut campur urusan tumah tanggamu sayang, semua sudah kau putuskan. Kelak jangan menyesalinya, itu saja! Papa ingin yang terbaik untukmu, kebahagiaanmu. Lalu? Apa rencanamu kedepannya?" Ben beryanya mengenai rencana Agnes di masa depan.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan Agnes mengutarakan keinginanya pada Ben.


"Pa, boleh aku pergi ke Jepang? Aku ingin menenagkan pikiranku sejenak. Maafkan aku jika harus metepotkan papa datang sesekali ke kantor untuk memeriksa laporan. Sisanya aku akan meminta Alfred membantu papa." Agnes meminta ijin secara langsung untuk pergi ke Jepang.


"Ya, baiklah.. pergilah sayang. Kapan kau pergi? Jaga dirimu baik-baik disana." Jawab Ben.


Agnes bercerita mengenai Otniel, lagi-lagi apa yang diceritakan Agnes sudah bisa dibaca oleh Ben. Maka dari itu Ben lebih dulu menemui Otniel dan meminta Otniel menjaga Agnes.


"... begitu pa, bagaimana? Papa tidak keberatan bukan?" Tanya Agnes lagi.


Ben tersenyum, "undang Otniel makan malam bersama kita. Ayo kita makan malam bersama, papa rindu makan bersama putri papa. Kau mau kan?" Bujuk Ben.


Mendapat lampu hijau, Agnes merasa senang. Agnes memeluk Ben. "Terima kasih papa.." Agnes melepas pelukan, "aku akan hubungi Otniel dan meminta datang kesini. Kita akan makan malam bersama malam ini." Imbuh Agnes.


Ben merasa lega, dia tidak salah menilai putrinya. Sebelum putrinya bercerita Ben sudah lebih dulu tau apa yang akan disampaikan putrinya. Ben merasa senang, Agnes mau berkeluh kesah padanya, dengan seperti ini Ben berfikir sungguh bisa berperan menjadi seorang ayah yang berguna bagi putrinya.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2