
Agnes tersenyum menyentuh kepala Kenneth. Agnes mengusap-usap lembut rambut Kenneth.
"Terima kasih, Ken. Kau sudah mau memikirkanku."
"Kau Istriku, tentu saja aku harus memikirkanmu. Memikirkan Kenzo juga."
"Kau tidak makan? Mau aku suapi?" Tanya Agnes pada Kenneth.
Kenneth tersenyum, Kenneth berdiri dari duduknya dan menyeret kursinya mendekat pada Agnes. Kenneth duduk dan terus memandangi Agnes.
"Ayo, suapi aku," pinta Kenneth.
"Hm," Agnes menyendok makanan dan menyuapkan ke arah Kenneth, "ayo buka lebar mulutmu bayi besar," Canda Agnes menggoda Kenneth.
Kenneth senang saat istrinya memanggilnya bayi besar. Kenneth membuka mulut dan melahap makanan di sendok.
***
Malam harinya, Alea dan Ben berada di dalam kamar. Alea menceritakan semuanya pada Ben tanpa kurang satu pun. Alea detail bercerita, Alea tidak ingin bermain rahasia dengan Ben.
Ben memalingkan wajah menatap Alea, Alea menatap Ben dan berhenti bicara. Alea kaget karena Ben tiba-tiba daja menatapnya.
"Kenapa diam?" Tanya Ben.
"Kau kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Alea.
"Seperti apa?" Sambung Ben.
"Seperti...," belum sampai ucapan Alea tersampikan. Ben sudah lebih dulu mendekat dan mencium Alea.
Alea kaget, melebarkan matanya. Ben dan Alea saling memandang dalam. Ciuman pun berakhir, Ben mencium kening Alea.
"Terima kasih kau sudah mau bicara jujur padaku. Aku sangat senang, Alea."
Alea meraba wajah Ben, "aku tidak akan merahasiakan apa-apa lagi padamu. Kau berhak tau apa saja yang aku lakukan bersama Charlie dan Clarya."
"Alea...," panggil Ben.
"Ya?" Jawab Alea.
"Tetaplah berada di sisiku. Aku ingin kita jalani hari indah bersama, aku berharap sampai akhir akan terus bersamamu."
"Ben..., aku mencintaimu," sambung Alea yang langsung memeluk Ben.
Ben membalas pelukan Alea. Memeluk Alea begitu erat.
"Kini aku tau, betapa kau begitu penting dalam hidupku. Aku tak bisa kehilanganmu, Alea. Maafkan aku yang begitu terlambat menyampaikan perasaanku."
Alea mengusap kepala belakang Ben, "kita bisa memulai semuanya lagi, Ben. Kau tidak perlu meminta maaf. Kau tau? Aku senang mendengar kau tak ingin aku pergi. Ini seperti mimpi bagiku," jelas Alea mengembangkan senyuman.
Alea begitu bahagia. Meski hanya mendengar kata-kata sederhana dari Ben. Dengan begitu Alea merasa dirinya begitu penting untuk Ben. Begitu berharga dalam hidup Ben. Sekian lama menunggu, kini hari itu pun tiba. Hari dimana Ben mau mengakui dan mengutarakan perasaannya.
***
Chaerlie mendapat panggilan dari Alex. Alex meminta sejumlah uang pada Charlie. Charlie menolak dengan alasan baru seminggu lalu mengirim uang dengan jumlah yang ckup. Dua kali dari jumlah yang seharusnya.
(Percakapan di telepon)
"Beri aku uang," pinta Alex.
"Uang? Bukankah sudah ku berikan seminggu lalu?" Jawab Charlie.
"Itu masih kurang, kau berikan lagi."
"Tidak ada uang lagi," tegas Charlie.
"Aku ingin sesuatu terjadi pada Clarya? Asal kau tau, aku ada di Inggris sekarang."
__ADS_1
"Kau mengancamku? Aku tidak takut padamu, Alex."
"Terserah saja, jangan sampai menyesal jika sesuatu terjadi pada putri kesayanganmu. Aku hanya peringatkan saja," ucap Alex.
"Jangan kau mencoba menyakiti putriku. Aku tidak akan biarkan sesuatu hal buruk terjadi pada puttiku. Kau paham?" Sentak Charlie.
Alex tertawa, "hahaha..., kau begitu sayang pada putrimu rupannya. Santailah, aku hanya bergurau saudaraku. Bicara soal sayang, kau sayang Kakakku tidak?" Tanya Alex.
"Bukan urusanmu, jika kau sudah selesai bicara tutup saja panggilanmu. Aku lelah ingin istirahat," jelas Charlie.
"Bagaimana ya jika yang celakai bukan Clarya, melainkan Alea?" Lirih Alex.
Brakkkkkk....
Charlie menggebrak meja, Charlie naik darah.
"Cukup, Alex! Jangan kau buat aku hilang kesabaran. Jangan sentuh Clarya atau Alea. Jika sampai kau menyakiti salah satu atau keduanya, aku sungguh akan membuatmu membusuk di penjara!" Bentak Charlie mengancam balik Alex.
Charlie langsung mengakhiri panggilannya dari Alex. Charlie mengusap rambut bagian depannya. Charlie cemas, bagaimana jika ancaman Alex tidak main-main.
"Si*l! Bedebah itu membuatku kesal. Uang, uang, dan uang. Aku sudah meberi lebih dari yang seharusnya. Aku menyesal telah memanjakannya dengan uang. Bagaimana ini, jangan sampai ada apa-apa dengan Clarya atau pun Alea."
Charlie berdiri dari duduknya, keluar dari ruang kerjany menuju kamar Clarya. Charlie membuka pintu kamar Clarya, Charlie masuk dan menutup pintu kamar Clarya perlahan.
Langkah kaki Charlie berjalan mendekati Clarya yang sudah berbaring, dan terlelap tidur di tempat tidurnya. Charlie duduk di tepi tempat tidur Clarya, dia membelai rambut Clarya. Merapikan rambut Clarya yang menutupi wajah.
Charlie mendekat, mencium kening Clarya.
"Selamat tidur sayang, selamat malam. Mimpi indahlah, Papa sayang sekali padamu," batin Charlie.
Charlie untuk sesaat memandangi Clarya. Charlie menorehkan senyuman menatap putrinya itu. Setelah puas memandangi Clarya, Charlie berdiri dan membenahi selimut Clarya. Charlie pergi meninggalkan kamar Clarya. Dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.
***
Keesokan harinya, seperti biasa Ben berpamitan untuk bekerja. Ben ada pertemua penting pagi itu. Alea mengantar Ben sampai ke depan pintu, Alea mencium pipi Ben sebagai ungkapan rasa sayangnya. Ben memeluk Alea dan mengecup kening Alea.
"Jaga dirimu, aku pergi dulu. Setelah selesai pertemuan, aku akan menghubungimu. Oke," ucap Ben dengan suara lembut dan senyuman manisnya.
Ben mengangguk, melambaikan tangan pada Alea. Ben masuk kedalam mobil, setelah Ben masuk, supir menutup pintu mobil dan masuk ke dalam mobil. Mobil yang di tumpangi Ben melaju meninggalkan mansion.
Alea melambaikan tangannya dengan senyuman, mengantar kepergian suaminya ke kantor. Dari jauh seseorang mendekati Alea. Alea kaget dan menjerit.
"Ahh...," teriak Alea.
"Ssssttt..., ini aku Kak, Alex."
Alea mengeryitkan dahi, "kau? Alex?" Ulang Alea.
Alex membuka topi dan masker wajahnya. Alea meluhat jika seseorang itu adalah Alex, adik kandungnya.
"Masuklah, Lex."
Alea mengajak Alex masuk. Alex melihat sekitar Mansion dan mengikuti Kakaknya masuk ke dalam.
"Kau hidup baik, Kak. Aku iri," ungkap Alex.
"Apa yang kau irikan. Bukankah kau sendiri juga di nikahkan oleh wanita kaya raya."
"Ya, tapi sekarang perusahaanya sudsb gulung tikar."
"Hah? Bagaimana bisa seperti itu?" Tanya Alea.
"Panjang ceritanya," Alex duduk di sofa ruang tengah, "sofa ini empuk sekali."
"Aku buatkan minum dulu," ucap Alea berjalan ke dapur. Di dapur Alea sibuk membuat minuman untuk Alex.
Di ruang tengah, Alex melihat sekitar ruangan. Bibirnya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Alea, Alea, beruntung sekali kau. Lepas dari Charlie dan mendapatkan Ben. Tidak ku sangka Ben begitu kaya raya, wow, rumahnya saja sudah seperti istana. Ini baru rumah, bagaimana dengan aset berharga lainny ya? Uang, emas, berlian? Alea pasti punya semua itu. Dengan memanfaatkan Alea aku bisa menguras uang Ben dan Charlie. Hahaha...," batin Alex tertawa jahat.
Alex menyusun rencana gilanya. Entah apa yang ada dalam pikiran Alex. Demi uang apa pun akan di tempuh Alex. Demi mendapat kenikmatan dan kesenangan dunia.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Oh My Husband
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"