Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 63


__ADS_3

Kenneth dan Agnes selesai berbelanja. Mereka bersama baby Kenzo menunggu Otniel, Jesika dan Sarah di ruang tunggu.


10 menit menunggu akhirnya Otniel, Jesika dan Sarah datang.


"Kalian sudah lama?" Tanya Otniel.


Kenneth saling memandang dengan Agnes. "Tidak.. kamu juga baru duduk. Kalian sudah selesai?" Kenneth tidak ingin Otniel dan Jesika merasa canggung.


"Ya, kami sudah selesai." Jawab Otniel.


"Kalian tidak ingin makan malam di rumah?" Tanya Jesika.


"Maaf Jesi, aku dan Kenneth harus pergi ke rumah orang tua Kenneth. Karena Kenneth ada panggilan." Jawab Agnes.


"Hmmh, apa ada hal serius?" Otniel penasaran.


"Tidak ada, hanya makan malam biasa. Mereka merindukan Kenzo." Jawab Kenneth mencoba menghilangkan rasa penasaran Otniel.


"Oh begitu, baiklah. Sampai jumpa di lain waktu, ayo kita pergi jalan-jalan lagi." Kata Jesika.


"Sampai jumpa sayang," Otniel mengusap rambut baby Kenzo yang duduk di kereta bayi.


Kenneth menatap Sarah, Kenneth tersenyum memegang pipi sarah yang menggembang. Sarah terlihat lucu dan menggemaskan.


Mereka akhirnya berpisah jalan setelah keluar dari pusat perbelanjaan. Mereka pulang ke rumah masing-masing.


-----


Setibanya di rumah, Otniel membantu Jesika untuk menggendong Sarah. Otniel meminta izin pada Jesika membawa Sarah ke kamarnya. Jesika mengiyakan, Jesika meminta Otniel menjaga Sarah sementara dirinya menyiapkan makan malam.


Otniel menjawab dengan senyuman dan anggukan. Otniel bergegas kembali ke kamarnya bersama Sarah.


Jesika bergegas kedapur, menyiapkan hidangan makan malam.


Didalam kamar Otniel membaringkan Sarah di atas tempat tidurnya. Otniel membuka jas nya dan melemparnya asal. Otniel membuka beberapa kancing kemejanya dan juga kancing lengan kemejanya. Otniel menggulung lengan kemejanya sampai ke siku.


Otniel ikut berbaring di samping Sarah, Sarah terlihat sangat senang. Wajahnya selalu tersenyum. Otniel mengelus lembut kepala Sarah dan menciumi wajah Sarah.


Otniel memeluk Sarah, Otniel menepuk-nepuk kaki Sarah perlahan untuk menidurkan Sarah. Perlahan Sarah menutup matanya, Sarah sudah menguap dan menyipitkan mata sebelum akhirnya mentutup mata. Itu tanda jika Sarah sudah mengantuk dan ingin tidur.


Sarah pun tertidur. Otniel bangun dan turun dari tempat tidur. Otniel menata bantal di sisi kanan dan kiri Sarah. Untuk berjaga-jaga agar Sarah tidak jatuh dari tempat tidur.


Otniel buru-buru berlari masuk kamar mandi untuk mandi. Otniel bergegas, tak ingin meninggalkan Sarah seorang diri.


Jesika selesai memasak, Jesika mencuci tangan dan pergi ke kamar untuk mandi. Jesika meminta pelayan rumah untuk membersihkan peralatan memasak yang kotor dan juga meja dapur yang berantakan. Jesika pergi kemarnya untuk segera mandi.


10 menit kemudian..


Jesika sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Jesika berjalan keluar kamarnya, Jesika pergi ke kamar Otniel.


Jesika berdiri di depan pintu kamar Otniel, Jesika mengetuk pintu kamar perlahan dan masuk ke dalam kamar Otniel. Jesika menutup pintu dan melangkahkan kakinya mendekati Sarah yang tertidur.


Jesika melihat tidak ada Otniel, hanya ada Sarah yang tertidur lelap. Jesika tersenyum menatap Sarah.


Tanpa di sadari Jesika, Otniel keluar dari kamar mandi dengan langkah kaki perlahan. Otniel ingin mengejutkan Jesika, Otniel berdiri di belakang Jesika.


Jesika menghela napasnya perlahan, Jesika berbalik dan terkejut saat mendapati Otniel ada di belakangnya. Karena kaget Jesika pun berteriak, dengan cepat Otniel membungkam mulut Jesika dengan tangannya. Otniel mendekatkan jesika sampai menempel pada lemari pakaian.


"Sssttt.." desis Otniel menatap Jesika.

__ADS_1


Jesika mengerti maksud Otniel dan mengangguk perlahan. Otniel melepaskan tangannya, Jesika mengatur napasnya kembali.


"Kau kenapa berdiri di belakangku?" Tanya Jesika berbisik.


"Aku ingin mengejutkanmu, kau sudah lebih dulu berbalik dan berteriak." Ucap Otniel.


"Maaf, aku tadi terlalu terkejut." Ucap Jesika diiringi senyuman manis.


Otniel terpaku melihat kecantikan Jesika. Otniel tiba-tiba saja menarik Jesika dalam pelukannya. Jesika kaget, tidak mengerti dengan sikap Otniel yang aneh.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Jesika.


"Tidak, aku tidak baik." Jawab Otniel menyakinkan.


"Kau.. kenapa?" Jesika khawatir.


Otniel terdiam begitu lama, tidak lama kemudian melepaskan pelukannya. Jesika menatap Otniel, tangannya menyentuh dahi Otniel.


"Apa kau demam?" Tanya Jesika.


Otniel memegang tangan Jesika yang menyentuh dahinya. "Jesi.." panggil Otniel.


"Ya," jawab Jesika pelan.


"Sepertinya aku menyukaimu." Kata Otniel tiba-tiba.


Jesika melebarkan mata kaget, Jesika hanya bisa menatap Otniel. Otniel mendekatkan wajahnya perlahan, lalu mencium kilas bibir Jesika dengan lembut.


Jantung Jesika berdebar, "oh.. apa ini? Selama aku dengan Theo jantungku tak pernah berdebar sekencang ini. Oh tidak, apa yang harus aku lakukan?" Teriak Jesika dalam hatinya.


Otniel tersenyum tipis, mencium kening Jesika. "Jadilah istriku, izinkan aku menjadi bagaian dari masa depanmu dan Sarah." Pinta Otniel.


"Kau bilang apa, Otniel?" Tanya Jesika.


Otniel memegang kedua tangan Jesika. "Aku bilang, aku ingin kau menjadi istriku, ingin Sarah menjadi putriku. Sudah jelas? Atau masih ingin aku katakan lagi? Aku ingin kau..." belum sampai Otniel melanjutkan kata-katanya. Jesika langsung memeluk Otniel dengan erat.


"Terima kasih, aku senang ada kau yang mau menjaga dan melindungiku juga Sarah. Terima kasih Otniel." Kata Jesika menangis.


Otniel tersenyum, mengusap punggung Jesika lembut. "Menangislah sampai puas, setelah ini kau tidak aku ijinkan menangis lagi." Jawab Otniel.


Jesika melepaskan pelukannya setelah puas memeluk Otniel dan menangis. Jesika menyeka air matanya di bantu Otniel. Jesika dan Otniel saling memandang dalam penuh kasih sayang, Otniel dan Jesika berciuman mesra.


-----


Kenneth menyelimuti baby Kenzo yang terlelap tidur di boxnya. Kenneth mencium lembut kening baby Kenzo.


Agnes memeluk Kenneth dari belakang. "Kau sedang apa?" Tanya Agnes.


Kenneth melepas tangan Agnes lalu berbalik. "Menunggumu.." jawab Kenneth.


Agnes menatap Kenneth, mengerutkan dahinya. "Menunggu ku?" Tanya Agnes.


Kenneth mengangguk, "ya menunggumu. Menunggu istri ku yang aku cintai." Jawab Kenneth yang langsung mencium bibir Agnes.


Agnes mencengkaram piama Kenneth saat Kenneth menciumnya. Tangan Kenneth mulai menjalar kemana-mana. Kenneth memberikan sentuhan lembut dan hangat pada Agnes. Membuat Agnes merasa nyaman, Agnes menikmati setiap sentuhan yang Kenneth berikan.


Dimalam yang dingin itu keduanya saling memberikan kehangatan. Mencurahkan cinta dan kasih sayang mereka.


@@@@@... @@@@@...

__ADS_1


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Oh My Husband


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2