Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 95


__ADS_3

Dinda sangat kesal hari ini, ia sangat bete dengan rumput liar yang merusak pemandangannya saja. Ia menyilangkan tangannya di depan dada.


Sementara Deniel dengan cepat membuang rumput-rumput liar yang tadi sempat menjadi pemicu amarah sang istri.


"Sudah dong marahnya, Sayang..."Deniel berusaha keras membujuk Dinda yang masih menampakkan ekspresi datarnya.


Perlahan Deniel menuntun lembut Dinda untuk duduk pada kursi. Dinda pun duduk berhadapan dengan Deniel.


Deniel mengambil sesuatu yang berada di dalam saku celananya. Ia menampilkan kalung emas terlihat begitu mewah.


"Ini hadiah untuk kamu." Deniel beranjak dari kursinya dan memasangkan kalung mahal itu pada leher jenjang istrinya.


Melihat perilaku Deniel, Dinda tersenyum sumringah. Ia kegirangan mendapatkan hadiah tersebut.


Cup


Deniel mencium lembut pucuk kepala sang istri.


"Gimana, udah ngambeknya?" tanya Deniel tersenyum miring.


"Hehehe, sayang deh sama kamu" Dinda menghadap pada Deniel dan langsung memeluknya.


Deniel pun membalas pelukan tersebut. Deniel mencium bibir sang istri. Sebelum ciuman itu terlalu dalam, Dinda langsung melepas paksa adegan tersebut.


"Kenapa?"tanya Deniel belum puas.


"Malu," jujur Dinda tertunduk.


"Kenapa harus malu? tidak ada orang disini. Hanya ada kita berdua." Jelas Deniel.


"Gak ah," tolak Dinda.


Deniel menghembuskan nafasnya kasar.Ia belum puas menerkam bibir ranum sang istri tapi sudah dihentikan oleh istrinya sendiri.


"Nafsu ku digantung!"Deniel mengumpat dalam hati.

__ADS_1


Interaksi kedua pasangan itu tak lepas dari pandangan Yuli, Reyhan, Amang. Mereka menyaksikannya dibalik semak-semak.


Mata ketiganya tak berkedip usai melihat adegan hot tersebut. Mereka sedang asik dengan pikiran masing-masing.


"Aku tidak percaya bisa melihat ini secara langsung, biasanya hanya melihat di ponsel saja, tapi sekarang aku melihatnya langsung!"batin Amang.


"Ganas juga ya Kak Deniel, kenapa juga Kak Dinda menghentikannya, aku ingin melihat bagaimana Kak Deniel menanam bibit unggulnya diladang Kak Dinda." Yuli jengkel dan mengumpat dalam hati.


Bisa-bisanya otak Yuli semesum ini. Aduh Yuli!! Untung saja mereka tidak mengajak Gio untuk datang ke sini, bisa-bisa Gio si polos nan lugu itu seketika ternodai. Jangankan ternodai, dia akan terus banyak bertanya.


Tidak dengan kedua temannya tadi, Reyhan hanya mengelus dada.


"Kenapa aku harus menyaksikan ini," batin Reyhan merasa kepolosannya sudah termodai.


Kembali pada pasutri tadi. Deniel dan Dinda menikmati hidangan makanan. Saling suap-suapan juga mereka lakukan.


"Gak nyangka yah udah satu loh," ucap Deniel.


"Waktu terasa begitu cepat," jawab Dinda tersenyum kembali mengingat-ingat momen indah bersama Deniel.


"Gak nyangka, kamu jadi suami aku sekarang, aku kira suami aku itu Teahyung, Jungkook, Jin," Dinda menyebutkan nama-nama artis korea.


Deniel mengeriyitkan dahinya, "Tapi kalau dibandingin aku, kalah mereka. Aku udah kaya, udah tampan, rajin, pinter menabung, dan murah senyum." Deniel pun tertawa.


Deniel kemudian menggenggam lembut tangan Dinda. "Aku harap kamu jodoh aku untuk selamanya."


Dinda tersenyum mendengarnya. Bahagia sekali dia hari ini.


"Aa..."


"Aamiin!!" belum sempat Dinda mengaminkan, dari balik semak terdengar suara serentak dan nyaring mengaminkan ucapan Deniel.


Dinda dan Deniel saling pandang. Dinda menduga jika dibalik semak-semak tersebut adalah seorang penjahat. Dinda bersembunyi dibalik badan Deniel karena takut.


"Siapa disana?!" tanya Deniel berteriak.

__ADS_1


"Kucing,"jawab Amang disemak-semak.


"Kucing kok bisa ngomong?"tanya Dinda masih gemetaran takut.


"Kucing jadi-jadian," sahut Yuli spontan.


"Gak bener nih!" Deniel langsung mendekati semak-semak tersebut.


Matanya melotot pada ketiga orang yang tengah cengengesan itu.


"Sudah berapa lama kalian di sini?"tanya Deniel mengintrogasi ketiganya.


"Dah lama,Kak. Mungkin sudah satu abad." Sahut Yuli asal.


Ketiganya pun berdiri. Dinda kaget dengan keberadaan kedua asisten suaminya, adik iparnya dibalik semak-semak itu.


"Yul, kamu mesum sama kedua pria ini?"tanya Dinda.


"Ya gak lah, orang kami lagi ngintilin kalian."Jujur Yuli tak ada jiwa untuk berbohong karena sudah tertangkap basah.


"Maaf kami Bos, saya merasa sangat berdosa sekali." Ucap Reyhan menyesal.


Deniel geleng-geleng kepala melihat perilaku dari mereka.


"Kamu si Mang, kenapa juga tadi ngaminin paling keras!" Yuli menyalahkan Amang.


"Y-ya maaf," jawab Amang.


"Jadi kalian melihat kami dari awal sampai akhir?"tanya Dinda.


"Iya,Nyonya."Sahut Amang dan langsung menutup mulut karena keceplosan.


Dinda menutup wajahnya karena malu disaksikan oleh mereka.


Berabe banget!

__ADS_1


__ADS_2