
Di sisi lain, Yuli kini tengah berada di sebuah angkringan yang letaknya tidak jauh dari kampusnya.
Ya, usai dari kantor sang kakak, ia pergi ke kampus untuk mengambil barang yang tertinggal di kampus kemarin.
Tidak sendirian, ia ditemani oleh temannya.
"Buset Rik, kamu mau makan atau hajatan?" kaget Yuli melihat temannya mengambil berbagai macam sanggar yang hampir memenuhi isi piringnya.
"Laper Yul," balas Rika sambil meletakkan makan yang di ambilnya ke atas meja.
Yuli menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang kawan tersebut.
Mereka menikmati makanan di angkringan tersebut.
Di tengah kenikmatannya menyantap makanan, matanya terfokus pada suatu objek.
"Itu kan Sonya, sama siapa dia?"batin Yuli melihat mantan kakak iparnya dari kejauhan.
Terlihat mobil hitam memberhentikan tepat di depan Sonya.
Nampak dua orang pria berpostur kekar membukakan pintu. Sonya pun masuk ke dalam mobil.
"Mukanya nampak murung gitu," batin Yuli melihat raut wajah Sonya dari kejauhan.
Perlahan mobil tersebut berjalan dan menghilang dari pandangan Yuli.
"Yuli." Panggil Reyhan.
Yuli menoleh dan seketika tersentak kaget. Makanan yang sedari tadi masih bermain dalam mulutnya secara tiba-tiba langsung tertelan karena kaget.
"Uhuk..uhukk..."
__ADS_1
Ia pun seketika batuk dan mencari cari air minum.
"Ini minum," Reyhan langsung menyodorkan air minum pada Yuli.
Yuli pun langsung meminumnya.
"Makanya jangan melamun Yul,"tegur Rika yang sampai detik itu melahap begitu cepat makanannya.
Tidak menggubris ucapan Rika, ia hanya heran dengan Reyhan yang seakan seperti jelangkung. Datangnya tiba-tiba dan entah dengan hajat apa.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Yuli ketus.
"Ya aku cuman mau makan doang disini," jawab Reyhan langsung duduk ikut bergabung dengan kedua wanita itu.
Yuli memutar bola matanya malas,"alasan!"
"Jangan geer, ini emang beneran cuman mau makan. Eh ga tau nya kamu juga ada di sini, mungkin jodoh kali ya hehe" ucap Reyhan disertai dengan tawa renyahnya.
Reyhan yang mendengarnya tersenyum, "ga usah bisik-bisik, kenalin Reyhan."
Reyhan kemudian mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Bukan mahram!" tegas Rika yang mendadak menjadi cewek alim. "Tapi kalau dikit gak papa sih," sambungnya langsung membalas uluran tangan dari Reyhan.
Reyhan sontak saja terkekeh. Sedangkan Yuli langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu dengan kelakuan sang teman itu.
"Pacarnya Yuli ya?" Rika langsung menyodori pria ber jas itu dengan pertanyaan.
"Bukan pacar, tapi calon istri."Jawab Reyhan.
"Allahuakbar," takbir Rika heboh. "Yul, kamu kenapa gak bilang-bilang sama aku?" tanyanya heboh.
__ADS_1
"Apaan sih Rik, boro-boro jadi calon istri, lamaran aja kagak ada. Chuakkss" Singgung Yuli.
"Badan lelah, habis ngangkat beban
Ya Udah, kapan?" Balas Reyhan dengan sebuah pantun.
"Anjazz kelazzz!" umpat Rika heboh.
Yuli langsung tertawa mendengarnya. Senyumnya merekah dengan sempurna.
"Buah mangga, buah kedondong" ucap Yuli.
"Cakeppp!" seru Reyhan dan Rika bersamaan.
"Ya udah gitu aja, cuman nyebutin nama buah aja. Sekian terima gaji"balas Yuli tertawa.
"Yahh kirain mau pantun," ucap Rika kecewa.
"Mana bisa aku pantun, emangnya aku sapri apah" sahut Yuli.
Mereka bertiga tertawa renyah di angkringan tersebut. Mereka kembali menikmati makanan masing-masing.
"Aku ngerestuin aja sih kalau Reyhan sama kamu Yul. Soalnya Reyhan kan baik" ucap Rika disela-sela makannya.
Reyhan menganggukkan kepala setuju dengan pendapat Rika.
"Begitu syulit lupakan Reyhan... apalagi Reyhan baik...." Rika menyanyikan sepenggal lagu yang sempat viral media sosial.
Yuli menepuk jidat, "Ya enggak lah Rik, aku cuman temenan doang, ya gak Han?"
Yuli merapat giginya sambil menatap pada Reyhan menyuruh pria itu untuk mengiyakan.
__ADS_1
"Alah Yul, nanti nangis." Balas Rika.