Suami Pengganti

Suami Pengganti
Bagian 108


__ADS_3

Celah matahari masuk dari celah jendela kamar. Nampaknya waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Eeemmm" Dinda meregangkan badannya.


Perlahan ia membuka matanya. Terlihat suaminya tidak berada disampingnya.


"Aku kesiangan" ucap Dinda usai membuka jendela dan melihat matahari yang sudah hampir meninggi.


Dinda turun tangga seusai mandi dan melihat suasana rumah yang begitu sunyi.


"Sunyi banget," guman Dinda melihat sekeliling.


"Kak Din, baru bangun?" tanya Yuli terkesan ngeejek iparnya itu.


"Hehe iya nih, gegara tadi malam tidurnya larut" jawab Dinda menyengir.


"Gio udah berangkat?" tanya Dinda memastikan.


"Iya udah, tadi Kak Daniel yang anter. Kasian katanya bangunin istri tercintah yang lagi bobo manja" ledek Yuli sambil mempraktekan gaya bicara Daniel.


"Apaan sih kamu Yul, gaje banget deh" tawa Dinda sambil menuruni tangga.


Dinda kemudian duduk pada sofa diikuti oleh Yuli. Mereka menyalakan siaran televisi.


"Eh tau gak Yul, tadi malam pas kami jalan-jalan, aku sama Daniel ketemu sama kuntilanak gelantungan dipohon." Cerita Dinda menginginkan kejadian yang cukup suram.


"Hah.... serius? didekat mana ketemu kuntinya?" tanya Yuli kaget.


"Didekat pertigaan, disitu kan ada pohon gede." Jelas Dinda. "Iiiihh serem deh pokoknya!" lanjut Dinda merinding.

__ADS_1


"Kayaknya pohon itu rumahnya deh Kak, aku juga pernah ketemu begituan pas pulang ngampus," Yuli ikut menceritakan pengalamannya juga.


"Sendirian?" tanya Dinda.


"Sama Reyhan waktu itu," jawab Yuli spontan."Dah lama kejadian itu," jelas Yuli.


"Ciee ekhem yang habis dilamar diangkringan kampus," seketika topik pembicaraan pun berubah.


Dinda menyipitkan mata entah apa yang dia cari pada Yuli. Aksi Dinda itu lantas membuat Yuli salah tingkah dan gugup.


"Terus gimana Kak? kuntinya kayang atau selebrasi?" Yuli berusaha mengembalikan topik pembicaraan.


Dinda sama sekali tidak tertarik lagi untuk membicarakan masalah hantu. Ia tidak menggubris sama sekali pertanyaan dari Yuli.


"Coba sini liat!" seru Dinda begitu excited dan langsung menarik tangan kiri Yuli.


Benar saja ia menemukan sebuah cincin yang melingkar pada jari manis adiknya itu.


Dinda tersenyum miring, "jadi mau pakai adat apa nanti? Banjar, Jawa, atau Sunda nih?" goda Dinda berhasil membuat Yuli tersipu malu.


Dinda sangat senang selain bersyukur atas hubungan yang sudah mulai membaik antara Yuli dan Reyhan.


"Ku terima cintanya diangkringan kampus, bhahahahah" ledek Dinda.


Yuli pun sontak tertawa, " apaan sih Kak kayak judul ftv aja hahaha"


Yuli menghentikan tawanya yang hampir saja menjadi-jadi. Dia diam sejenak.


"Oh iya Kak, malam ini katanya Kak Daniel pulangnya telat. Sibuk banget hari ini di kantor, jadi gak bisa ngabarin katanya" Yuli berucap perlahan menyampaikan amanat dari sang kakak.

__ADS_1


Nampak ada sedikit keresahan pada wajah manis Yuli.


"Kenapa ragu gitu ngomongnya?" selidik Dinda menyadari raut wajah yang ditampakkan oleh Yuli.


"Ragu gimana sih maksudnya? makanan kali ragu" jawab Yuli asal.


"itu TAHU Yul!" koreksi Dinda.


"Biasanya dia ngabarin aku kalau ada lembur kayak gini" pikir Dinda. "Kamu gak nyembunyiin sesuatu kan?" tanyanya mengangkat salah satu alisnya.


"Ya gaklah Kak" jawab Yuli membantah tuduhan yang diberikan oleh Dinda.


Dinda mengangguk mengerti. Dia hanya berpikir terlalu berlebihan.


"Kak, jalan-jalan yuk?" ajak Yuli sambil melahap keripik pisang yang baru saja diambilnya dari dapur.


"Gak ngajak Reyhan aja buat jalan-jalan?" tanya Dinda menggoda.


"Apaan sih Kak, ini jam kerja tau." Cemberut Yuli usai mendapat ejekan.


Dinda bangun dari posisi bersandarnya, "kemana?" tanya Dinda mengisyaratkan tanda setuju atas ajakan Yuli.


"Ke mall?" jawab Yuli menawarkan.


Dinda mengangguk perlahan,"boleh juga"


"Sekalian pulang dari situ kita jemput Gio," lanjut Dinda.


Dinda memang merasa suntuk di rumah. Maka dari itu, ia pun menerima tawaran dari Yuli.

__ADS_1


Mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke mall. Dinda mengenakan celana kulot berwarna pink dipadukan dengan sweater putih lengan panjang.


Sedangkan Yuli, gadis itu mengenakan baju polos berwarna coklat dipadukan dengan celana hitam.


__ADS_2