
(Kilas balik)
saat sore hari. Dimana Agnes menjaga Jimmy. Jimmy meminta pada Agnes untuk menghubungi asistennya. Agnes mengiyakan dan menghubungi asisten Jimmy.
Jimmy memerintah asistennya mengurus surat perceraiannya dengan Agnes. Sebenarnya Agnes sedih namun terpakasa menuruti kemauan Jimmy. Jimmy mengatakan jika Agnes dan dirinya harus bercerai terlebih dahulu sebelum akhinya Agnes menikah dengan Kenneth.
Asisten Jimmy mengiyakan permintaan tuannya. Jimmy menutup panggilannya, menatap Agnes yang terlihat sedih.
"Agnes, kamu tidak membenciku kan? Aku harap kamu mengerti, ini semua demi kebaikanmu." Ucap Jimmy.
"Aku sudah menurut padamu, meski kita bercerai ijinkan aku tetap merawatmu. Aku ingin melakukan yang terbaik untukmu, jangan memaksaku menjauh darimu." Agnes menangis.
Jimmy memegang tangan Agnes, "lakukan apapun yang kamu inginkan Agnes. Aku tidak akan melarangmu, terima kasih sudah mau memenuhi permintaanku. Maafkan aku yang tidak berdaya ini, aku tidak bisa menjagamu sampai akhir." Jimmy merasa sedih.
Agnes diam dalam kesedihannya, meratapi nasib pernikahannya yang berakhir dengan derai air mata.
Jimmy juga tidak bicara, matanta terus menatap Agnes, merasa bersalah saat melihat wanita yang di cintainya bersedih. Jimmy sungguh ingin Agnes bisa menjalani kehidupannya dengan baik.
"Jika aku tidak melakukan ini, kelak pasti aku akan kecewa jika kamu menikahi laki-laki yang jahat dan hanya mementingkan diri sendiri. Aku harap keputusanku ini benar dan kamu bisa selalu bahagia Agnes. Tidak semua laki-laki mencintaimu hanya karena uang dan kekuasan. Kenneth tidak akan tertarik pada uang dan kekayaan keluargamu, meski sikap nya buruk dan suka berbuat onar. Aku sangat mengenal adikku, dia adalah orang yang prnuh kasih sayang dan perhatian." Jimmy maracau dalam hati.
1 jam kemudian..
Asisten pribadi Jimmy dan pengacara datang kerumah sakit untuk menemui Jimmy dan Agnes.
"Tuan, saya sudah mendapatkan apa yang ada inginkan, silahkan anda periksa terlrbih dulu." Ucap sang asisten memberikan sebuah berkas dokumen.
Jimmy dengan tangan gemetar menerima, membuka dan melihat isi dokumen. Jimmy tersenyum paksa, surat perceeraiannya dengan Agnes sudah ada di depan mata. Jimmy menatap Agnes, Agnes hanya melihat kearah Jimmy dari jauh dengan tatapan mata kosong.
"Agnes kemarilah," ucap Jimmy.
Agnes mendekat tanpa bicara apa-apa. Jimmy menatap asistennya, seakan mengerti asistennya langsung memberikan pena pada Agnes.
"Nona Agnes silahkan," kata si asisten.
Agnes menahan nafas menerima pena dari asiaten Jimmy, tangannya gemetar, keringat dingin bercucuran.
Baru seminggu yang lalu, dirinya menandatangani surat pernikahan. Dan sekarang harus menandatangani surat perceraian.
Agnes menatap Jimmy, Jimmy mengangguk dengan senyuman. Walaupun hati terluka namun Jimmy berusaha tidak menangis di depan Agnes.
Agnes menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan, jemarinya masih gemetar dengan pena yang masih di genggamnya. Agnes menatap dokumen di hadapannya dan menandatanganinya.
Tik..
Air mata Agnes jatuh menetes membasahi kertas yang baru saja ia tandatangani. Agnes memejamkan mata perlahan menahan kepedihan, usai sudah harapannya dan impiamnya membangun bahtera rumah tangga bersama Jimmy.
Agnes meletakan pena di atas dokumen dan memalingkan tubuhnya membelakangi Jimmy, Agnes menyeka air matanya yang terus menerus mengalir tanpa diminta.
Jimmy mengambil pena dan dokumen, dengan perlahan-lahan menorehkan tanda tangan pada dokumen.
Semua berakhir, Jimmy dan Agnes sudah resmi bercerai. Mereka tidak ada ikatan lagi, Jimmy merasa lega sekaligus merasa sesak. Jimmy menceraikan Agnes dan akan menikahkan Agnes dengan Kenneth adiknya. Dengan begitu apa yang menjadi ke khawatirannya akan sirna. Meski tiada Jimmy tidak akan cemas meninggalakan Agnes bersama Kenneth. Jimmy sangat percaya pada adiknya Kenneth.
Jimmy memberikan dokumen pada asistennya. Asisten menerima dan menyerahkan pada pengacara.
"Dengan ini tuan Jimmy Alexander dan nyonya Agnes Carney telah resmi bercerai." Ucap pengacara.
Tugas selesai, asiaten dan pengacara meminta ijin kembali dan mengurus hal yang lain. Jimmy mengangguk, dan mengiyakan. Asisten dan pengacara pergi, melangkah keluar dari ruangan.
Blamm..
Suara pintu tertutup.
Jimmy menatap punggung Agnes, "Agnes, kamu mau sampai kapan membelakangiku?" Tanya Jimmy.
Agnes terkejut, buru-buru menyeka air mata dan ngusap wajahnya. Tidak ingin Jimmy melihatnya menangis. Agnes menghela nafas panjang dan berbalik, Agnes tersenyum cantik.
"Maaf, aku hanya terlalu banyak perfikir. Ada apa? Kamu perlu sesuatu?" Tanya Agnes dengan suara lembut.
Jimmy menggeleng, " kemarilah dan duduk di sampingku. Biarkan aku melihat wajahmu." Jawab Jimmy.
Agnes mengangguk, mengiyakan permintaan Jimmy. Agnes duduk dan menemani Jimmy berbincang, meski Jimmy jarang bicara dan hanya beberapa kata. Itu pun terdengar serak dan lemah. Agnes dan Jimmy menghabiskan waktu bersama menunggu datangnya malam, menunggu kedatangan kelaurga mereka masing-masing.
__ADS_1
(Kilas balik berakhir)
Agnes merapikan ruangan, Jimmy terbangun dari tidurnya merasakan tubuhnya sudah tidak bertenaga dan tidam mampu bertahan lagi.
Waktu sudah menunjukan tengah malam, Agnes akhirnya selesai dan menghampiri Jimmy. Agnes melihat Jimmy membuka mata dan hanya diam menatapnya.
"Ada apa? Kamu bangun? Ingin sesuatu?" Tanya Agnes.
Jimmy tersenyum," duduklah di sampingku, temani aku sebentar." Suara Jimmy lirih hampir tidak terdengar.
Agnes duduk di samping Jimmy seperti yang di lakukannya sore hari tadi. Perasaan aneh muncul, Agnes tiba-tiba merasa takut tanpa sebab.
"Agnes, boleh aku mencium dan memelukmu?" Tanya Jimmy.
Agnes melebarkan mata mendengar kata\-kata Jimmy. Agnes mengangguk, mendekatkan wajahnya ke wajah Jimmy. Agnes mencium bibi Jimmy, perasaan takut semakin kuat.
Ciuman berakhir, Agnes memeluk Jimmy. Agnes mendengar suara nafas Jimmy begitu berat.
"Terima kasih Agnes, sudah mau menjadi bagaian dalam kehidupanku. Aku bahagia mengenalmu, menjadi suamimu. Aku tidak akan pernah menyesal. Maafkan aku, aku melakukan semuanya untuk kebaikanmu. Hiduplah bagia sayangku.." suara Jimmy terbata-bata semakin melemah.
Agnes merasakan keadaan Jimmy tidak baik, Agnes melepas pelukan dan menatap Jimmy. Wajah Jimmy begitu pucat, suhu tubuh semakian dingin.
"Diam, aku akan panggilakan dokter." Agnes dengan cepat berdiri dan pergi.
Agnes berlari keluar menuju pintu, Agnes membuka pintu dan terkejut. Kenneth berdiri di depan pintu, melihat Agnes cemas dan panik, Kenneth bertanya.
"Ada apa?" Tanya Kenneth.
"Aku rasa terjadi sesuatu, jaga Jimmy! Aku akan memanggil dokter." Agnes berlari keluar meningglkan Kenneth.
Kenneth terkejut, berlari masuk menemui Jimmy. Kenneth melihat Jimmy masih dalam posisi yang sama dengan mata tertutup.
Kenneth memegang tangan Jimmy. "Kak.." Kenneth memanggil Jimmy.
Perlahan mata Jimmy terbuka, meski terasa berat. Jimmy menggerakkan tangannya dan menatap ke arah Kenneth.
"Ken," panggil Jimmy.
"Ken, mendekatlah." Ucap jimmy.
Kenneth mendekat, menatap Jimmy. "Ada apa kak?" Tanya Kenneth.
Nafas Jimmy melemah, "Ken.. jaga papa, mama dan juga Agnes baik-baik. Jadilah pria baik dan jangan melakukan hal-hal bodoh. Aku.. aku.. a aku percaya padamu. Aku menyayangi.. mu a.. dik.. ku, biarkan aku memeluk.. mu.." Jimmy ter enggah-enggah.
Kenneth menuruti permintaan Jimmy, Kenneth memeluk Jimmy, nafas Jimmy yang berat di dengar oleh Kenneth, hati Kenneth merasa seperti tertusuk mendenagr suara nafas kakaknya. Jimmy menangis saat Kenneth adiknya memeluknya. Perasaanya begitu bahagia, Jimmy sudah merelakan semuanya.
"Ma.. afkan ak.. ku ken, dan terima kasih.. " Jimmy tiba-tiba terdiam.
Kenneth kaget, tidak mendengar nafas berat kakaknya. Kenneth panik, melepas pelukan dan memeriksa kakaknya.
"Kak, bangun kak! Kakak!" Kenneth menggoyang-goyangkan tubuh Jimmy.
Air mata Kenneth mengalir, ketakutan Kenneth memuncak. Kenneth terus memanggil kakaknya.
"Kak, kakak.."
"Kak Jimmy, bangaun dan lihat aku!"
"Kakak....." Kenneth menjerit, memeluk Jimmy.
Kenneth menjerit dan menangis sesenggukan, sampai Agnes dan dokter di depan pintu mendenagr jeritan dan tangisan Kenneth.
Agnes berlari masuk dalam ruangan bersama dokter. Agnes mendekat dan melihat Jimmy terkulai lemas dalam pelukan Kenneth. Agnes membulatkan mata, air matanya mengalir, kedua tangannya menutupi mulutnya yang seakan ingin berteriak kencang-kencang.
Dokter bergegeas memeriksa keadaan Jimmy. Kenenth menatap dokter yang memeriksa kakaknya tanpa bicara.
Dokter menggeleng dan meminta maaf pada Kenneth dan Juga Agnes. Jimmy sudah tiada, Agnes menggeleng dan berteriak.
"Tidaaakkk.. Jimmy! Jangan tinggalkan aku, Jimmy!" Agnes berlari mendekati Jimmy dan memeluk Jimmy.
__ADS_1
Kenneth mengepalkan tangan, air matanya terus berderai. Kenneth benar\-benar merasa terpukul atas kepergian kakaknya.
Agnes menangis keras, Agnes meracau meraba wajah Jimmy yang pucat. Agnes terus memanggil jimmy sekaan tidak percaya jika Jimmy sudah tiada.
"Masih banyak yang belum kita bicarakan, kenapa kamu pergi meninggalkanku Jimmy. Kenapa? Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku sudah menuruti apa pu kemauanmu, kenapa kamaua tidak bisa bertahan demi diriku. Jimmy, jangan pergi.. Jimmy.." Agnes meracau merasa sedih, meluapkan kesedihan terdalamnya.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"