
Agnes memasak bubur untuk Kenneth. Agnes meminta Edward untuk memberikan bubur pada Kenneth. Agnes mengingatkan Edward untuk bungkam soal dirinya. Demi kebaikan Edward diam, Edward tidak ingin Agnes salah paham padanya, menganggapnya tidak menepati janji.
Sebulan lamanya Kenneth di rawat, selama sebulan pula Agnes memasak makanan yang enak dan bergizi untuk Kenneth.
Karena tak ingin mamanya khawatir, Kenenth mengajak Edward untuk kembali ke Inggris. Edward kaget, tidak bisa menolak dan mengiyakan permintaan Kenenth.
Edward diam-diam mengirim pesan apda Agnes. Memberitahukan jika dirinya dan Kenneth akan kembali pulang ke Inggris. Agnes hanya mengiyakan dan meminta Edward dan Kenneth berhati-hati. Edward semakin bingung dengan dua orang yang dikenalnya ini. Tidak mengerti apa kemauan mereka dan apa yang harus di lakukan Edward.
-----
Edward kembali meyakinkan Kenenth. Bertanya, apakah keputusannya sudah matang untuk kembali ke Inggris?
"Kau yakin?" Tanya Edward lagi. "Kita masih bisa kembali sebelum naik ke dalam pesawat." Imbuh Edward.
"Hmm, ayo pulang! Aku tidak ingin mamaku cemas Ed, soal Agnes.. aku akan pikirkan lagi nanti. Agnes tidak mungkin tidak pulang ke Inggris kan? Papa dan mamanya ada di Inggris." Jawab Ken, berjalan mendahului Edward.
Edward diam, berjalan mengikuti Ken. "Semoga kalian bisa bertemu kembali, Agnes.. aku berharap kau dan Ken bisa bersama." Ucap Edward dalam hati.
Kenneth mengejutkan Edward. "Hei, apa yang kau pikirkan. Ayo.. aku sudah lelah berjalan." Kenneth mengeluh.
Edward tersadar dari lamunanya. Tersenyum tipis pada Kenneth. Edward hanya mengangguk dan berjalan beriringan dengan Kenneth.
Dari kejauhan Agnes dan Otniel melihat Kenenth dan Edward. Otniel merangkul Agnes, berusa menghibur.
"Apa kau sedih?" Tanya Otniel.
Agnes menggeleng, "tidak. Aku baik-baik saja." Jawab Agnes berbohong. Sebenarnya hatinya merasa sedih.
"Terus saja berbohong Agnes, sampai kapan kau akan membohongi dirimu sendiri hah?" Guman Otniel dalam hatinya.
"Otnie, ayo kita belanja. Aku ingin membuat masakan enak untukmu." Agnes mengalihkan topik pembicaraan.
Otniel mengangguk, "ahh oke, ayo.." jawab Otniel.
Agnes dan Otniel pergi meninggalkan bandara, Agnes ingin puas hanya dengan melihat Kenneth dari jauh. Merasa senang melihat Kenneth sudah baik-baik saja.
"Selamat jalan Ken, jika kita ditakdirkan bersama. Kita pasti akan bertemu kembali." Kata Agnes dalam hatinya.
Agnes dan Otniel pergi dari bandara menuju supermarket untuk berbelanja.
-----
1 bulan kemudian
Agnes merasa perutnya sakit. Otniel langsung membawa Agnes ke rumah sakit. Agnes akan segera melahirkan, Otniel harap proses persalinan Agnes berjalan lancar tanpa kendala apapun.
"Agnes, berjuangalah.." seru Otniel dalam hatinya, memberikan semangat pada Agnes.
Otniel setia menunggu di ruang tunggu. Otniel panik, cemas dan gelisah. Otniel merasa gugup ini pertama kalinya dalam hidupnya berurusan dengan seorang wanita hamil yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan. Otniel gelisah, berdiri dari duduknya dan mondar-mandir menunggu kabar gembira.
-----
Inggris
Kenneth sedang memimpin rapat, jantungnya tiba-tiba berdebar. Kenneth meraba dadanya, merasakan degup janyunya yang kencang.
Deg..
Deg..
Deg..
Suara detak jantung yang berdegup kencang. Kenneth menarik napas dan menghela napas panjang.
__ADS_1
Sekertarisnya mendekat, "tuan ada masalah? Apa kesehatan anda terganggu?" Tanya sekertaris.
Kenneth menggeleng, "tidak! Aku baik-baik saja." Jawabnya.
Kenneth merasakan sesuatu, entah mengapa perasaanya merasa senang dan bahagia.
"Ada apa? Jantungku berdebar kencang seperti ingin meledak, tetapi perasaanku sangat baik hari ini. Aku merasa bahagia, dan senang." Kenneth berbicara sendiri dalam hatinya.
Kenneth merasa bingung dengan keadaanya. Pikirannya tiba-tiba saja teringat akan Agnes.
-----
Jepang
Agnes melahirkan bayinya. Bayinya seorang laki-laki. Otniel melihat bayi Agnes, Otniel tersenyum.
"Apa ini? Ken junior?" Gumannya lirih.
"Apakah anda suaminya?" Tanya perawat.
Otniel menatap perawat yang bertanya padanya, "bukan, saya paman bayi ini." Jawab Otniel.
"Oh, selamat tuan.. keponakan anda snagat lucu dan tampan. Pasti ayahnya juga tampan." Puji perawat itu.
"Ya, ayahnya memang tampan. Sangat tampan." Jawab Otniel.
Otniel memberi kabar pada Ben, Ben senang dan meminta Otniel mengirim foto. Ben menanyakan kabar Agnes, Otniel mengatakan Agnes baik-baik saja. Setelah melahirkan Agnes masih harus beristirahat.
Ben kembali meminta bantuan Otniel untuk menjaga Agnes juga cucunya. Otniel mengiyakan permintaan Ben, meminta Ben untuk tidak khawatir.
Panggilan berakhir. Otniel berjalan menuju ruangan Agnes. Otniel membuka pintu dan masuk, Agnes ternyata sudah bangun dan menyapa Otniel.
"Hai Otnie.."sapa Agnes.
"Hai, bagaimna perasaanmu?" Tanya Otniel.
"Selamat Agnes, kau melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Aku sudah melihatnya tadi, dia sangat lucu dan menggemaskan. Kau beruntung." Otniel merasa senang.
"Terima kasih Otnie. Selamat juga kau sudah resmi menjadi paman mulai sekarang." Kata Agnes.
"Kau benar, ahh.. paman Ben sudah aku hubbungi. Paman terlihat senang, aku juga mengirim foto bayimu pada paman. Jika kesehatanmu sudah pulih, dan bayimu sudah mulai kuat kau bisa kambali Agnes, paman dan bibi juga pasti merindukan kalian." Otniel membero saran pada Agnes.
"Mmh, akan aku pikirkan nanti. Saat ini aku masih harus fokus pada kesehatanku dan juga pada bayiku. Terima kasih Otnie." Agnes ingin mempertimbangkan saran Otniel.
Otniel tersenyum, "benar.. pulihkan kesehatmu dan rawat bayimu. Soal kembali, jika kau ingin kembali itu hal yang mudah. Kapan pun kau akan bisa kembali ke Inggris." Jawab Otniel.
-----
Perawat membawa bayi Agnes untuk di beri asi. Agnes memberi bayinya asi, tangan Agnes membelai lembut kepala bayinya.
"Kau sungguh mirip papamu sayang. Hmmh.. sangat tampan." Guman Agnes dalam hati. Agnes tersenyum lalu mencium kening bayinya.
"Selamat nyonya, maaf.. suami anda tidak datang?" Tanya perawat.
Anges menggeleng, "sedang sibuk." Jawab Agnes.
Agnes berfikir, tidak mungkin akan menjelaskan jika dirinya dan suaminya sudah bercerai pada perawat. Agnes memilih menjawab asal pertanyaan perawat itu.
"Oh begitu, siapa nama bayi anda nyonya? Saya sangat menyukai bayi anda." Kata perawat Gemas.
"Aku akan memberi nama Kenzo." Jawab Agnes.
"Woah.. baby Ken.." sahut perawat girang.
__ADS_1
"Baby Ken?" Agnes mengulang perkataan perawat.
Perawat mengangguk, "ya nyonya, Ken dari Kenzo, menarik bukan?" Perawat tersenyum.
Agnes merasa sedikit canggung, Ken.. untuk Kenzo terlihat sedikit berlebihan. Karena nama Ken mengingatkan Agnes akan Kenneth. Bukan karena sengaja memilih nama yang mirip, Agnes hanya memberikan nama pada bayinya sesuai apa yang ada di pikirannya. Dipikirannya terlintas nama Kenzo, maka dari itu Agnes langsung menamai bayi nya Kenzo.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Oh My Husband
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"