
Kenneth membawa Agnes masuk dalam mansion. Kenneth berjalan menuju kamar Agnes, membaringkan Agnes di ranjangnya. Kenneth melepas sepatu Agnes, duduk ditepi ranjang.
Kenneth menatap dalam ke arah Agnes, tangan Kenneth tanpa sadar membelai wajah Agnes.
Agnes mengigau, bibirnya meracau. "Apa si dingin Ken masih belum menjemput? Dimana lemari pendingin itu pergi, panggilanku di abaikan. Lelaki dingin tidak punya perasaan, aku kesal.." Guman Agnes memukul-mukul bantal karena kesal.
Kenneth tersenyum, "bodoh! Aku sudah datang dan membawamu kembali pulang, untuk apa meracau seperti itu." Ucap Kenenth dengan suara pelan.
Kenneth mendekat dan mengecup kening Agnes, "selamat tidur.." bisik Kenenth di telinga Agnes.
Saat menatap wajah Agnes kembali, Kenneth melihat Agnes menangis. Wajah Agnes basah karena air mata, Kenneth menyeka air mata Agnes.
"Aku takut, jangan tinggalkan aku sendiri. Dia tidak sepertimu, adikmu begitu dingin Jimmy.. Hiks..Hiks.. Jimmy.. Jimmy.." Agnes mengigau lagi memanggil-manggil nama Jimmy.
Kenneth terkejut, niatan Kenneth tidak seperti itu. Kenenth hanya akan menjaga jarak dengan wanita asing, itu saja. Meski Kenneth dan Agnes telah menikah namun bagi Kenenth peran yang di jalaninya membuatnya tertekan, bagaimana bisa dirinya menjadi seperti kakaknya? Jimmy begitu lembut dan penuh kehangatan, sedangkan dirinya hanya bisa menyakiti hati dan perasaan orang lain saja.
Kenneth meraba wajah Agnes dengan penuh kasih, "Agnes.. kau baik-baik saja?" Ucap Kenenth dengan suara lembut.
Agnes membuka mata perlahan, Agne tersenyum manatap Kenneth. "Kau.. lemari pendingin? Ken Kenneth..? Kau disini?" Agnes berbicara terbata-bata, matanya terpejam tak mampu terbuka.
"Aku akan minta bibi Hana menyeka dan mengganti bajumu. Bersikaplah baik nyonya Alexander." Kenneth berdiri hendak melangkah namun Agnes merengek.
"Mmmhh jangan tinggalkan aku, temani aku pria dingin. Bisakah kau tetap disini?" Suara Agnes menghilang berasamaan berubahnya posisi tidur.
Kenneth memalingkan wajah, "ck.. merepotkan!" Keluh Kenneth.
Kenneth masuk dalam kamar mandi yang ada di kamar Agnes, mencari baskom dan mengisi dengan air lalu mencari handuk kecil untuk menyeka Agnes.
Kenneth kembali mendekati Agnes yang tidur, Kenneth menyeka wajah Agnes, Kenenth membersihkan tubuh Agnes.
"Bagaimana ini? Apa aku harus mengganti bajunya? Panggil bibi Hana, tapi..?" Kenenth terdiam, mengehentikan kata-katanya. Kenneth melihat jam di dinding, jam sudah menunjukan tengah malam.
Kenneth menghela nafas, "apa boleh buat, aku akan mengganti pakaianmu." Imbuh Kenenth.
Kenenth berdiri dan mendekati lemari, Kenneth mencari gaun tidur Agnes. Kenneth mengambil asal gaun tidur Agnes, lalu kembali mendekati Agnes. Tangan Kenenth perlahan membuka pakaian Agnes yang melekat ditubuh Agnes.
"Astaga, kenapa aku begitu panik. Bukan kah aku sudah biasa melihat tubuh wanita di club? Dibanding tubuh Agnes, wanita-wanita diclub lebih sexy dan berisi." Batin Kenenth.
Kenneth menggantikan pakaian Agnes dan menarik selimut menyelimuti Agnes. Kenneth duduk bersandar di samping Agnes, menjaga Agnes. Kenneth merasa lelah, pekerjaanya begitu banyak pagi itu dan hanya bisa meluangkan waktu sebentar untuk makan siang dan menghirup udara di luar kantor. Lama Kenneth duduk menunggu, sampai rasa kantuk melanda.
Kenneth berbaring di samping Agnes, Kenenth tidak masuk dalam selimut, hanya Agnes yang tidur di dalam selimut. Kenneth menatap Agnes lagi, meraba hidung mancung Agnes. Kenenth memejamkan mata dan terlelap tidur.
-----
Keesokan paginya..
Agnes terbangun dan membuka mata perlahan, Agnes memegang kepalanya, terasa berat dan sakit.
"Ahh sakit sekali, semalam aku mabuk berat." Batin Agnes.
Agnes melihat sekeliling dan sadar jika dirinya berada di dalam kamarnya. Agnes meraba-raba ranjangnya, merasakan sesuatu. Agnes memalingkan wajah dan terkejut, ada Kenneth yang tidur di sebelahnya.
"Apa ini? Apa dia mengigau? Apa yang dia lakukan dikamar ku?" Batin Agnes lagi.
__ADS_1
"Ken.." panggil Agnes.
"Ken.." Agnes menepuk bahu Kenneth pelan.
"Ken.. Kenneth, ayo bangun." Agnes membangunkan Kenneth.
Kenneth merasa sangat lelah, Kenneth tidk menghiraukan Agnes karena ingin menikmati waktu tidurnya.
Agnes kesal, memajukan bibirnya. Agnes memutar bola mata. Merasa jika Kenenth sengaja mengerjainya dan membuatnya kesal.
"Ken, bangun.. Kenneth.." Agnes tidak menyerah membangunkan Kenneth.
Kenneth kesal dibuat Agnes, Kenneth membuka mata perlahan. "Ada apa? Berisik sekali, aku mengantuk dan ingin tidur." Jawab Kenneth, kembali menutup mata.
"Ken, apa kau.." belum sampai Agnes selesai berbicara Kenneth memeluknya dan mendekapnya. Membuat Agnes terkejut dan terdiam, tidak tahu harus bicara apa.
Kenneth berbisik, "aku mengantuk, semalaman aku menjagamu semalaman." Suara Kenneth lembut.
Agnes diam, merasakan deru nafas Kenenth. Agnes mengusap punggung Kenenth, tiba-tiba saja hatinya merasa tersentuh.
"Maafkan aku, tidurlah lagi.." jawab Agnes.
Agnes terjaga, matanya tidak bisa terpejam. Agnes masih berada dalam pelukan Kenneth, Agnes perlahan melapaskan diri dari pelukan Kenenth. Kenneth benar-benar tertidur pulas.
Agnes tersenyum, Kenneth benar-benar manja seperti bayi. Agnes mengelus rambut Kenneth perlahan, Agnes bangun dari tidurnya, turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Agnes ingin mandi lalu membuat sarapan.
1jam kemudian..
Kenneth terbangun, Kenenth mengusap matanya perlahan. Matanya berkedip perlahan, matanya masih menyitip Kenenth kaget dan langsung duduk. Melihat sekeliling kamar Agnes, dan melihat di sampingnya Agnes sudah tidak ada.
Agnes selesai memasak, berjalan membawa piring berisi masakan yang di buatnya. Agnes meletakan di meja dan menatap Kenneth.
"Pagi.. sudah bangun?" Sapa Agnes.
"Hmm, kau kenapa sudah bangun? Sejak kapan? Tanya Kenneth penasaran.
"Sejak pagi, aku sempat ingin bangun. Kau memelukku dan tertidur pulas seperti bayi. Karena hari sudah mulai siang aku bangun dan memasak sarapan. Ada apa? Apakah ada masalah?" Tanya Agnes.
Mendengar kata Agnes, Kenneth terbelalak. "Ahh itu, kau janggan salah paham! Aku.. aku.. aku.. hanya mengantuk tadi, masih ingin melanjutkan tidurku dan tidak ingin bangun. Jangan berfikir jauh, memelukmu sangat tidak nyaman." Jawab Kenneth.
Agnes mengerutkan kening, "sangat tidak nyaman?" Agnes mengulang kata-kata Kenenth.
Kenneth mrndekat dan berbisik di telinga Agnes, "ya.. karena kau terlalu kurus dan rata." Ejek Kenneth yang langsung pergi.
Agnes kesal diejek oleh Kenenth. "Apa? Kau.. apa yang kau katakan? Menyebalkan! Huh.." Agnes kesal, Kenneth tidak peduli dan berjalan masuk kamarnya.
"Menjengkelkan sekali dasar pecinta wanita, berhati dingin. Seberapa cantik wanita yang sudah bersamanya? Seberapa sexy sehingga dia mengejekku? Hiiihhh aku kesal." Gerutu Agnes menusuk-nusuk roti di piring dengan garpu.
Dimeja makan, Agnes duduk sembari menggerutu, sementara di dalam kamar Kenneth tersenyum puas mengerjai Agnes. Kenenth senang saat Agnes kesal, Kenenth melihat Agnes sangat manis saat kesal.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
__ADS_1
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK 2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"