
3 hari kemudian,
Jimmy mendapatkan laporan jika ada pertemuan penting diluar kota. Jimmy berdiskusi dengan papanya, sampai akhinya Jimmy memutuskan pergi menggantikan papanya untuk acara pertemuan yang berada di luar kota itu.
Cuaca hari itu begitu buruk, perkiraan cuaca menagatakan akan ada hujan di sertai angin kencang. Agnes meminta Jimmy pergi dengan supir, namun Jimmy menolak dengan alasan jarak tempuh yang dekat. Hanya memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalana.
Agnes tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Jimmy. Perasaan Agnes sedikit tidak tenang sebenarnya, hatinya begitu gelisah. Namun Agnes berusaha tenang dan memasang senyuman manis untuk menutupi kegelisahannya.
Jimmy bersiap-siap berganti pakaian. Agnes masuk kedalam kamar dan membantu mengancingkan kemeja Jimmy.
"Kamu akan akan langsung pulang kan?" Tanya Agnes penasaran.
"Tentu saja, tidak akan lama sayang. Nanti malam aku pasti sudah dirumah. Ayo makan malam bersama nanti malam." Jawab Jimmy.
"Hati-hati di jalan, jika lelah dan mengantuk lebih baik berhenti. Atau bawa saja supir untuk berjaga-jaga." Agnes mulai cemas
Jimmy menatap Agnes, terlihat sekali Agnes begitu khawatir. Jimmy menghela nafas panjang, mencium kening Agnes.
"Jangan khawatir sayang, aku baik-baik saja. Jaga dirimu baik-baik, tunggu sampai aku kembali." Ucap Jimmy.
Agnes memeluk Jimmy, "kenapa kamu tidak ijinkan aku ikut? Aku bisa menemanimu." Agnes merengek.
"Tidak, aku tidak akan melibatkanmu dalam urusan pekerjaan. Kita akan mengambil waktu berlibur nanti, kita bisa berjalan-jalan kemana pun yang kamu inginkan. Saat ini aku harus selesaikan pekerjaanku dulu, oke? Jimmy mencoba memberi pengertian pada Agnes.
"Ya, oke.." jawab Agnes.
Jimmy siap dan bergegas pergi. Meski berat namun Agnes harus merelakan Jimmy pergi. Agnes mengantar Jimmy hingga depan pintu utama mansion.
Jimmy pergi, Agnes berbalik dan masuk ke dalam. Langkah kakinya membawanya kembali ke dalam kamarnya.
♡♡♡♡♡
Perjalanan di awal baik -baik saja, cuaca juga masih bersahabat. Tiba-tiba saja di pertengahan perjalanan hujan lebat turun di sertai angin, Jimmy berusaha lebih fokus menyetir.
Lama bertarung dengan hujan angin, Jimmy mendekati setengah perjalan. Ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menuju ke arah mobil Jimmy, Jimmy panik dan akhirnya membanting setir menghindari mobil di depannya namun sayangnya mobil Jimmy menabrak pembatas jalan dan dihantam oleh mobil lain dari belakang.
Bagian depan dan samping mobil rusak parah, keadaan Jimmy juga tidak baik. Kecelakaan itu membuat Jimmy tidak sadarkan diri, dengan luka yang parah.
Seseorang menghubungi ambulance dan polisi. Hujan masih turun lebat, cuaca begitu buruk.
♡♡♡♡♡
Agnes yang sebelumnya duduk di ranjang berdiri tiba-tiba dan secara tidak senganja tangannya menyentuh binkai foto yang ada di atas meja hingga jatuh.
Prakkk..
(Suara bingkai foto yang jatuh)
Agnes terkejut, tiba-tiba saja perasaanya tida enak. Agnes mengambil bingkai foto yang jatuh di lantai, Agnes melihat bingkai foto itu pecah. Foto pernikahanya dengan Jimmy.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Agnes berdebar kencang saat Agnes menatap gambar Jimmy dalam foto. Perasaanya tidak tenang.
__ADS_1
"Ada apa ini? Belum ada sehari, Jimmy baru saja berangkat beberapa jam yang lalu, apakah dia sudah sampai? Aku sangat penasaran, apakah dia baik-baik saja." Batin Agnes.
Agnes meletakan foto, mengambil ponsel dimeja dan mengirim pesan pada Jimmy. Lama menunggu tidak ada jawaban dari Jimmy.
"Apa aku harus telepon? Aku ragu, aku tidak ingin mengganggu Jimmy di perjalanan. Tetapi aku sangat penasaran, bagaimana ini?" Batin Agnes ragu ragu.
Agnes akhirnya memutuskan untuk menghubungi Jimmy. Panggilan tersambung namun belum di jawab oleh Jimmy. Sampai akhirnya seseorang lain menerima panggilan dari Agnes, seorang wanita.
(Percakapan di telepon)
"Hallo.."
"Hallo, Jimmy?" Tanya Agnes.
"Maaf nyonya, apakah anda keluarga tuan Alexander? Saya dari rumah A. Mohon maaf tuan Alexander mengalami kecelakaan dan sedang dintangani. Bisakah anda datang nyonya?" Tanya perawat.
Mata Agnes melebar, seketika jantungya terasa berhenti. Agnes terkejut mendengar jika Jimmy mengalami kecelakaan dan sedang ada di rumah sakit, tubuh Agnes gemetar, air matanya jatuh mengalir.
"nyonya anda baik-baik saja? Saya menunggu kedatangan anda untuk menandatangani beberapa berkas dokumen." Perawat kembali bertanya pada Agnes.
"Baiklah, saya akan segera datang." Jawab Agnes.
Agnes menutup teleponnya dan langsung menghubungi orang tuanya. Agnes terisak, Agnes menangis dan mwrasa sangat sedih. Agnes memberi tahu orangtua Jimmy, tidak lupa Agnes memberi tahu Kenneth.
Semua merasa sedih, tdak menyangka kemalangan menimpa Jimmy.
♡♡♡♡♡
Keadaan Jimmy tidak baik, Jimmy dalam masa kritis. Banyak kehilangan darah, luka dikepalanya cukup serius. Kenneth merasa sangat sedih melihat kondisi kakaknya yang terbaring diruang icu.
Kenneth juga meminta papa dan mama Agnes untuk kembali ke hotel. Kenneth membujuk orang tuanya dan orang tua Agnes untuk pergi meninggakan rumah sakit. Kenneth menyakinkan kedua orangtuanya dan juga orang tua Agnes utuk tetap tenang dan terus mendoakan yang terbaik untuk Jimmy.
Orang tua Jimmy dan Kenneth pergi bersamaan dengan orang tua Agnes. Kini hanya tersisa Kenneth dan Agnes seorang diri. Jimmy dan Agnes menunggu di ruang tunggu, didepan ruang icu.
"Kamu pulang lah, aku akan jaga Jimmy." Kenneth bicara pada Agnes.
"Tidak, aku ingin disini." Jawab Agnes.
"Apa kakakku bicara sesuatu sebelum pergi?" Tanya Kenneth.
Agnes menggelang, "tidak ada mmebicarakan hal serius Ken, hanya berpamitan saja. Jimmy mengatakan akan kembali dan mengajakku makan malam bersama. Aku sudah memintanya pergi bersama supir tetapi kakakmu menolak." Agnes bercerita sambil menangis.
"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa." Kenneth mencoba menghibur Agnes.
Kenenth sebenarnya merasa sangat sedih melihat kakaknya yang tergeletak tidak berdaya. Kenneth berusaha tenang dan terus berusaha menahan diri agar tidak menangis.
Agnes dan Kenneth duduk berdampingan, karena lelah menunggu Agnes tertidur. Agnes tidak sengaja bersandar pada Kenneth, Kenneth ingin membangunkan Agnes, namun niatannya diurungkan. Kenneth akhirnya merelakan bahunya di pakai oleh Agnes. Kenneth berjaga, sampai malam hari.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
__ADS_1
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Pelukan Hangat Paman Tampan
(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)
•Vampir "Sang Abadi"
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy (CLYDK2)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•Perfect Father
•Kamu Dan Aku
•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1