Suami Pengganti

Suami Pengganti
SUAMI PENGGANTI - 79


__ADS_3

Malam hari, Agnes, Kenneth dan Kenzo datang ke Mansion lama untuk makan malam. Kenneth menggendong Kenzo dan merangkul Agnes berjalan masuk ke dalam. Agnes dan Kenneth tidak tahu jika malam itu akan ada kejutan besar.


Sesampainya di dalam, Agnes melihat Papa, Mama, dan seorang wanita duduk-duduk santai di sofa, yang ada di ruang tengah. Mereka sedang berbincang.


"Pa, Ma, aku datang...," seru Agnes. Di samping Agnes berdiri Kenneth dan Kenzo.


Ben dan Alea memalingkan wajah, mereka berdiri dari posisi duduk mereka, dan menyambut Agnes.


"Hai sayang, kau sudah sampai?" Sapa Alea.


Agnes melangkah mendekati Alea dan memeluk Alea. Agnes tersenyum, merasa senang. Sesaat kemudian, tiba-tiba senyuman Agnes menciut. Agnes melihat seseorang yang tidak asing. Seseorang itu tidak lain ialah Clarya. Clarya duduk di diam sofa.


Agnes melepas pelukan, "dia...," ucap Agnes menatap Clarya.


"Dia adalah Clarya. Kalian saling kenal bukan?" Jawab Alea.


"Kenapa dia disini, Ma?" Tanya Agnes.


"Agnes, Kenneth, duduk lah lebih dulu. Akan yang ingin disampaikan soal Clarya. Tolong jaga sikap kalian," ucap Ben.


Kenneth melangkah mendekat, duduk di samping Ben memangku Kenzo. Agnes duduk di samping Alea, disisi lain Alea ada Clarya yang masih duduk diam membeku.


Suasana hening, Ben berdehem. Memecah keheningan malam itu. Ben memulai pembicaraan membantu Alea menjelaskan mengenai Clarya.


"Mungkin kalian sudah saling mengenal sebelumnya. Yang ada di hadapan kita saat ini, adalah Clarya Robie. Clarya adalah bagian dari keluarga kita, Clarya adalah kakak tiri dari Agnes. Jadi tolong kalian bersikap dewasa, jangan saling menikam satu sama lain. Papa disini mewakili Mama memulai pembicaraan. Selebihnya akan dijelaskan sendiri oleh Mama kalian," jelas Ben. Ben menjelaskan singkat mengenai Clarya.


Kenenth dan Agnes kaget, masih mencerna kata-kata yang di ucapkan Ben. Kenneth berusaha tenang, menunggu penjelasan dari Alea. Agnes juga duduk diam, menungu penjelasan Mamanya. Lama menunggu, Akhirnya Alea membuka suara. Alea menceritakan semuanya. Alea mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Alea tidak ingin lagi ada yang di sembunyikan.


(....)


Agnes kaget mendengar cerita Alea. Dari sinilah Agnes akhirnya tahu jika Ben dan Alea awalnya tidak saling mencintai. Agnes merasa sedih, tidak menyangka kehidupan masa lalu Mamanya begitu menyedihkan. Agnes menyesalkan perbuatan Kakeknya yang egois dan mau menang sendiri.


"Jadi Mama mohon pada kalian, Agnes dan Clarya untuk tidak bertengkar lagi. Clarya," Alea menatap Clarya, "tolong berhenti mengganggu hubungan Agnes dan Kenneth. Agnes adalah Adikmu, Kenneth adalah Adik Iparmu. Tidak seharusnya kau menjadi orang ketiga diantara mereka. Jadilah Kakak dan Kakak Ipar yang baik. Kau paham?" Jelas Alea pada Clarya.


"Iya Ma," jawab Alea. Alea menatap Agnes, "maafkan aku Agnes, aku menyesal sudah membuatmu kesal. Aku bersalah telah padamu, juga pada Kenneth. Aku tulus meminta maaf," Clarya menyatukan kedua telapak tangannya di dada seakan memohon.


"Hm, maaf juga. Mungkin kata-kataku sedikit kasar padamu saat itu. Itu karena aku tidak ingin kehilangan suamiku. Aku berusaha untuk menjaga keutuhan keluargaku. Terima kasih sudah mau mengerti," jawab Agnes.


"Kau bisa kan menerima Clarya?" Tanya Alea menatap Agnes.


Agnes terdiam sesaat lalu menganggukan kepala, "aku akan mencoba menerimanya Ma. Bagaimana pun Clarya adalah putri kandung Mama, Mama adalah Mamaku, yang artinya kita memang bersaudara. Kami terlahir dari Mama yang sama," tegas Agnes.


Alea mengusap kepala Agnes, "putri Mama memang tidak pernah mengecewakan. Terima kasih sayang," jawab Alea.


"Baiklah, masalah selesai. Ayo kita makan malam sekarang. Kita akan bahas hal lain setelah makan," kata Ben, Ben mengambil Kenzo dari Kenneth dan menggendongnya.


Mereka berpindah dari ruang tamu ke meja makan. Mereka makan malam bersama. Alea menyiapkan makan untuk Ben, Kenneth, Agnes dan Clarya.


"Terima kasih Ma," ucap Kenneth saat Alea menghidangkan sepiring makanan di hadapan Kenneth.


Alea tersenyum, "sama-sama. Makan yang banyak."


Alea mendekati Agnes, dan melakukan hal yang sama. Menghidangkan sepiring makanan dihadapan Agnes.


"Terima kasih Ma," ucap Agnes.


"Iya, ini makanan kesukaanmu. Tadi Mama sengaja memasak ini."


Clarya menatap kearah Agnes dan Alea yang saling tersenyum, Clarya merasa cemburu.


"Kau sudah mengambil hakku, Agnes. Aku akan merebut kembali semuanya yang seharusnya aku miliki. Mama hanya akan menjadi Mamaku," batin Clarya.


Ben menatap Clarya yang terus menatap Alea dan Agnes. Ben mengikuti arah pandangan Clarya.


Ben tersenyum, "sayang, kau melupakan putrimu yang satu lagi. Lihatlah dia terus menatap kearahmu," jelas Ben.


Alea menatap kearah Clarya, "ah..., maaf sayang. Mama melupakanmu."


Alea berjalan meninggalkan Agnes dan menghampiri Clarya. Alea menyiapkam makanan untuk Clarya.


"Terima Kasih, Ma."


Clarya tersenyum cantik, Alea mengusap kepala Clarya lembut.


Alea menatap Ben, "kau makan sedikit?" Tanya Alea.

__ADS_1


"Aku tidak selera makan. Kau duduklah dan makan, jangan terus berdiri."


Ben berdiri dari duduknya, Ben mendudukan Alea di kursinya. Ben menyiapkan makan untuk Alea.


Alea tersenyum, "apa yang kau lakukan. Aku bisa ambil makanku sendiri."


"Kenapa? Kau istriku, melayanimu juga kewajibanku."


Agnes dan Kenneth saling menatap. Mereka saling melempar senyuman satu sama lain. Ben menjukan rasa pedulinya pada Alea. Clarya begitu kesal, menusuk-nusuk makanannya dengan garpu.


Waktu terus berjalan, akhirnya makan malam usai. Clarya mencari muka, berusaha mengambil hati Alea dan mendekati Alea. Clarya membantu Alea membereskan meja dan membantu mencuci piring.


Praaakkkk....


Karena tidak hati-hati Clarya memecahakan piring. Clarya sengaja memungut pecahan piring, tangannya tergores dan berdarah.


"Sshhh...," desis Clarya.


"Kau terluka, sayang?" Tanya Alea panik.


Alea membuka laci dan mengambil kotak obat. Alea mencuci luka Clarya di air yang mengalir. Alea mengeringkan luka, lalu mengobati dan memplester luka Clarya.


"Jangan ceroboh," tutur Alea.


"Mama...," panggil Clarya yang langsung memeluk Alea.


Alea mengusap kepala Clarya dengan lembut. Alea mengeratkan palukan.


"Ada apa?" Tanya Alea pada Clarya.


"Tidak apa, aku hanya ingin memeluk Mama. Itu saja cukup bagiku. Aku ingin terus bersama Mama, tetapi itu tidak mungkin."


Alea melepas pelukan, "kenapa? Kau bisa menginap. Mama akan temani kau tidur."


"Aku tidak berani bicara pada Papa. Mama bisa ijinkan aku tidak?" Bujuk Clarya.


"Berikan ponselmu, hubungi Papamu. Mama yang akan bicara."


"Oke," jawab Clarya.


"Sudah tersambung," ucap Clarya.


Alea menerima ponsel Clarya dan mendekatkan ke telinga kirinya. Menunggu panggilan diterima Charlie. Tidak beberapa lama Charlie menerima panggilan.


(Percakapam di telepon)


"Hallo, sayang kau belum pulang?" Tanya Charlie.


"Hallo, Charlie?" Panggil Alea.


"Alea...," panggil Charlie.


"Ya, ini aku."


"Kau bersama Clarya? Clarya ke rumahmu? Kenapa belum pulang? Dimana dia?" Tanya Charlie.


"Dengar baik-baik. Clarya akan menginap disini. Kau jangan cemas, besok dia akan kembali pulang."


"Apakah dia setuju?" Tanya Charlie.


"Dia?" Batin Alea, "ah..., aku akan bicara padanya nanti. Ini sudah malam, berbahaya mengemudi di malam hari seperti ini."


"Baiklah jika begitu. Maaf merepotkanmu."


Alea memberikan ponsel Clarya kembali. Clarya melihat ponselnya, panggilan sudab di akhiri oleh Papanya.


"Apa yang Papa katakan, Ma?" Tanya Clarya.


"Apa lagi, dia hanya pasti mengatakan iya. Ayo, Mama siapkan kamarmu."


Alea dan Clarya berjalan, saat melewati sofa Clarya membawa serta tas nya bersamanya. Clarya mengikuti Alea. Mereka berjalan menuju kamar tamu.


Dari jauh Agnes melihat, Agnes diam-diam melihat dan menguping percakapan Alea juga Clarya. Ben berdiri di belanag Agnes, mengusap kepala Agnes.


"Kau tidak tidur?" Tanya Ben.

__ADS_1


Agnes kaget dan memalingkan wajah, "Papa, Papa tidak tidur?" Tanya Agnes balik.


"Papa baru saja akan kemarmu, Papa ingin tidur bersama Kenzo. Mamamu pasti akan menemani Clarya."


"Oh, aku akan antar Kenzo ke kamar Papa sebentar lagi. Papa kembalilah ke kamar, aku masih ingin ambil air minum untuk Kenneth."


"Ya," Ben berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Agnes.


Agnes berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Setelah selesai menuang air dalam gelas sampai penuh, Agnes kembali ke kamarnya.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Oh My Husband


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2