
Bab 107
''Mi, Mas kerja dulu ya, kamu kalau bosen di rumah boleh jalan-jalan. Hubungi aku aja nanti aku akan temani kamu,'' ucap Anwar.
''Mas, aku pengen balik lagi ke toko pusat. Aku rindu pengen kerja lagi, boleh ya,'' rengek Mika.
''Tapi nanti kamu kecapekan loh, sayang,'' khawatir Anwar pada Mika dan juga calon anaknya.
'Aku akan hati-hati, aku ikut ya.'' Mika langsung bergelayut manja.
Akhir-akhir ini sikap Mika sangat manja dan cengeng. Perasaannya sangat sensitif dan mudah sekali merajuk kalau kemauannya tidak di turuti.
'' tapi mau nggak mau kita harus pindah ke rumah yang di dekat sana, kamu mau pindah ke sana?'' usul Anwar.
Mika mengangguk dengan sangat antusias. Wanita itu merasa bosan berada di rumah mewah ini tanpa melakukan apa-apa. Sudah bagai di kurung dalam penjara saja. Dia ingin keluar dan bersosialisasi dengan banyak orang.
''Baiklah kalau begitu, kita akan pergi sekarang, kamu bersiaplah.'' titah Anwar.
Pria itu duduk di sofa sembari menunggu Mika untuk bersiap-siap ikut dengannya. Anwar akan mengajak Mika untuk pindah ke rumah lamanya di mana di sana ada Anggi adiknya.
mlMungkin jika bersama Anggi Mika tidak akan bosan dan jenuh, dia memiliki teman untuk saling berbagi cerita teman bercanda teman shopping dan lain-lain.
''Ayo, aku sudah siap Mas,'' ucap Mika. Wanita itu merangkul lengan Anwar dan menariknya keluar menuju garasi mobil.
Semangat Mika sangat membara, dia bahagia bisa melihat dunianya yang dulu. Setelah sekian lama berada di Mansion mewah milik Anwar dia benar-benar penat.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Anwar dan Mika tiba di toko pusat toko pakaian di mana Mika pernah bekerja di sana dan dia melihat suasana toko itu masih sama yaitu ramai.
'' Mas kok bablas sih bukannya malah mampir dulu. Emang kita mau ke mana, nih?'' tanya Mika sedikit sewot.
'' Kita ke rumah dulu hari ini. Mas belum mengizinkan kamu untuk bekerja, tapi nanti siang setelah kita selesai makan siang kita akan ke toko. kamu bebas mau ngapain aja di sana oke,'' ucap Anwar.
''Baiklah,'' sahut Mika. Dia tetap senang meski tertunda untuk ke toko tersebut.
__ADS_1
Kediaman Anwar.
Rumah itu tampak sepi, karena memang penunggunya hanya para asisten rumah tangga Anwar dan juga adiknya Anggi, tapi adiknya itu kemarin pergi ke luar negeri dan beberapa hari lagi baru akan kembali.
''Ayo, kita masuk dulu dan istirahat. Kamu pasti capek,'' ajak Anwar yang baru tiba di rumah lamanya.
'' Selamat pagi, tuan.'' sapa salah satu asisten rumah tangga Anwar yang sedang menyapu di depan rumah saat melihat Anwar bersama Mika memasuki rumah tersebut.
Sebelumnya Mika memang sudah pernah ke rumah itu sekali waktu itu bersama dengan Anggi, dia masih ingat benar posisi itu di mana banyak bunga-bunga di halaman rumah itu bermekaran dengan sangat cantik. Mika mendekat ke arah Taman Bunga itu dan memetik satu persatu bunga yang berwarna merah muda dan merah tua dia Satukan lalu diikatnya dengan karet yang dia temukan di bawah rimbunan bunga-bunga tersebut.
'' Mau buat apa itu bunganya?" tanya Anwar begitu Mika sudah selesai dengan aksi memetik bunganya yang dilakukan dengan kilat.
" mau aku taruh di dalam botol dan taruh di dalam kamar, boleh kan?" tanya Mika.
"apapun itu, asalkan membuat kamu senang dan bahagia mas tidak akan melarangmu sayang," sahut Anwar.
Mereka pun masuk dan menuju kamar utama di mana kamar itu berada di lantai bawah, karena Anwar sudah sejak lama mempersiapkan itu. kamar yang sangat wangi dan rapi. Karena di bersihkam setiap hari meski tak di huni oleh tuan pemiliknya.
" Mas aku minta Botol yang diisi air dong," pintanya pada Anwar.
" Ya, tunggu sebentar ya." Anwar pun memanggil salah satu asisten rumah tangganya untuk mengambil botol yang diminta Mika. Tak lama setelahnya asisten itu pun membawakan satu botol yang sudah diisi dengan air lalu diberikan pada Anwar.
" ini botolnya sayang," Anwar meletakkannya di atas meja nakas. Mika pun bergegas menaruh bunga tersebut dan menatanya dengan sangat cantik.
"Mas aku laper..." rengek Mika pada Anwar yang baru saja akan memejamkan mata. Dengan terpaksa Anwar pun bangkit,
" Kamu mau makan apa sayang," tanya Anwar.
" aku mau makan telur ceplok pakai kecap sama saos, kuningnya setengah matang dan nggak boleh pecah. Aku mau kamu yang masak ya Mas." pinta Mika.
"Baiklah, kamu tunggu sebentar ya, mas akan buat kan," ucap Anwar sembari mengusap perut Mika yang masih datar.
Anwar pergi menuju ke dapur dan bertanya pada para asisten untuk menyiapkan satu piring telur.
__ADS_1
" ini Tuan telurnya," ucap salah satu asisten dan menyerahkan satu piring telur pada Anwar.
" Ya baiklah terima kasih." Anwar Mulai mengambil teflon dan menyalakan kompor setelah itu dia menuangkan sedikit minyak goreng lalu memecahkan telur.
Tak tak tak
Pyar
telur pertama kuningnya pecah dan ambyar, Anwar pun memindahkan telur itu ke dalam piring lalu dia mengulangnya kembali, meraih satu telur dan menceplokkan telur itu dan hasilnya kuningnya berada di pinggir tidak di tengah. dia pun mengulang kembali menggoreng telur itu hingga hampir habis setengah piring telur barulah dia mendapatkan hasil yang sempurna kuningnya di tengah-tengah. Setelah itu Dia memberi topping sesuai permintaan Mika dengan menuangkan kecap di tepi piring.
Satu piring penuh telur yang gagal dan satu butir telur yang berhasil.
"Akhirnya jadi juga, ternyata susah ya bikin telor ceplok yang setengah matang dan bulat sempurna." keluh Anwar ngomong sama teplon.
Anwar pun menatanya dengan cantik lalu dia membawanya ke kamar utama, tak lupa Ia juga membawa segelas su su untuk ibu hamil.
" Tara... makanan sudah siap, silakan tuan putri," ucap Anwar dengan gaya menirukan seperti di film-film dongeng.
Mata Mika berbinar kala menatap telur yang di request-nya tadi. Mika pun langsung duduk bersila dan meraih piring berisi telur ceplok itu.
Mika mulai menyuapnya dan hanya tiga kali suap telur itu habis dalam sekejap.
"Mas mau lagi,... bikin dua ya. Jangan lama masak telur satu gini aja kamu lama banget, oke." Pinta Mika membuat Anwar Melongo.
dia sudah ber susah payah untuk bisa berhasil membuat telur ceplok itu dengan sempurna dan Mikaa pun memintanya lagi dengan waktu yang lebih cepat dari yang pertama.
Mau tidak mau Anwar pun kembali ke dapur dan memasak sisa telur yang ada. Kini dia sudah tahu agar telur itu tidak pecah dengan pelan Anwar mengerjakan telur itu Dan Dia menggorengnya dengan penuh kesabaran. Kini dia tidak hanya membuat satu porsi dia membuat tiga dan sengaja dia tinggal di dapur, jika Mika memintanya kembali.
" ini, Mi, telurnya sudah matang. makanlah," seru Anwar sembari menyerahkan satu porsi telur berisi 2 telur ceplok. Mika kembali melahap telur itu hingga habis.
" terima kasih ya Mas, sekarang Aku sudah kenyang. Aku mau tidur dulu ya, Kamu pergilah sana ke tempat kerja, nanti kalau ada apa-apa nanti aku telepon kamu," usir Mika yang sukses membuat Anwar melongo seperti orang bego.
Belum hilang rasa capek habis menyetir mobil dalam perjalanan yang lumayan jauh, baru mau istirahat sudah disuruh masak, selesai masak pengen istirahat malah diusir suruh kerja. Batin Anwar. Dia hanya bisa mengeluh dalam hati saja. Jika dia ungkapkan dengan kata-kata sudah bisa dia pastikan Mika akan mengomel panjang dan berakhir merajuk lagi.
__ADS_1