Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Bab 99


__ADS_3

Bab 99


Kehidupan Mika


sebulan telah berlalu


Mika tidak pernah kemana-mana, dia hanya ingin berdiam diri di dalam rumah dan di kamar. dia juga menjadi wanita yang pendiam tidak banyak bicara dan juga Anwar yang menjadi suaminya dibuat bingung oleh wanita itu. karena sikap dinginnya Mika membuat bingung harus berbuat apa.


karena Anwar pun memiliki stok kesabaran yang sudah mulai menipis, dia pun rasanya sudah tidak sanggup lagi harus membujuk Mika dengan cara seperti apa agar wanita itu kembali ceria seperti sebelumnya.


'' Apa kamu mempunyai satu permintaan yang ingin kamu sampaikan padaku?'' tanya Anwar seraya berlutut di hadapan Mika yang sedang duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


Mika hanya menatap Anwar dengan tatapan datar lalu dia pun menggelengkan kepala. Mika lebih banyak diam dan tidak banyak mengeluarkan suara. Jika ditanya apa maunya dia selalu menggeleng dan lama-kelamaan Anwar pun menjadi jenuh dan bosan.


''tolong Mika, katakan apa yang kamu mau dariku sekarang agar aku bisa mengabulkan permintaanmu itu. jangan hukum aku seperti ini Mika.'' Anwar sudah tidak tahu lagi harus berbuat seperti apa lagi dia sudah kehabisan kata-kata dan juga ide untuk membujuk istrinya itu agar mau berbicara padanya.


Anwar pun beralih pindah posisi dan dia merebahkan tubuhnya di kasur sebelah Mika duduk. dia terdiam sejenak dan mulai memejamkan mata rasanya Dia sudah putus asa dan menyerah.


terbesit dalam pikiran Anwar, Apakah dia harus mengajak mika untuk bercerai saja agar wanita itu kembali ceria seperti sedia kala. tapi dia belum Rela jika harus berpisah dengan Mika sekarang juga karena dia benar-benar belum merasakan sebuah kehidupan rumah tangga yang diimpikan setiap orang.


Mika pergi menuju ke jendela kamarnya yang masih terbuka dia menatap langit-langit yang bertabur bintang dan kerlap kerlip nampak sangat cantik. Wanita itu di serang rasa rindu. Pelupuk matanya mulai mengembun.


Membayangkan masalalu yang sering hinggap di ingatan membuat Mika tersenyum sendiri. Masa-masa bahagia kala itu di saar ia sedang berjalan di danau bersama Aji.

__ADS_1


Canda tawa, obrolan ringan di iringi gurauan yang sudah biasa mereka lakukan terkesan begitu indah.


Saat-saat mereka liburan di labuan bajo, mereka mengelilingi lautan menggunakan kapal serta menikmati keindahan malam di pulau itu begitu berkesan.


Namun sayang, semua kenangan itu tiba-tiba mulai terkikis dan memudar saat seseorang hadir dan menghancurkan segalanya.


Mika terlonjak, saat pinggangnya di peluk dari belakang. Tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya. Pria itu menumpukan dagunya di bahu Mika serta ikut memandang tingginya langit.


Mika menolak dan melepaskan pelukan tersebut, akan tetapi pria itu berkata pelan.


''Please, sebentar saja. Untuk kali ini, biarkan aku merasakan kenyamanan dari dirimu.'' ujar Anwar lirih dan setengah berbisik.

__ADS_1


Mika pun hanya bisa menghembuskan nafas pelan dan membiarkan pria itu. Ia merasa ada yang berbeda sari nada bicara Anwar kali ini. Suara yang terdengar pasrah di iringi sebuah kecewa.


__ADS_2