Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Bab 123


__ADS_3

Bab 123


Hari-hari terus berlalu, usia kandungan Mika kini sudah masuk tujuh bulan. Banyak rintangan yang dia hadapi karena kemajuan usaha yang suaminya garap semakin membuat waktu kebersamaan mereka menipis.


Mika merasa kesepian setiap hari melihat suaminya pulang malam. perutnya yang sudah nampak membuncit itu membuat geraknya sedikit terganggu karena tubuhnya yang mengembang seperti kue apem.


saat ini Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam Mika masih terjaga duduk di ruang tengah menunggu kepulangan sang suami. mulutnya telah menguap berkali-kali dan matanya pun terasa berat sekali. dia mengganti channel televisi berkali-kali karena tidak ada tontonan yang pas di hatinya. hampir saja matanya terpejam. Tapi urung saat Mika mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.


Dengan hati yang riang Mika pun langsung bersusah payah bangkit dari kursi untuk menyambut seseorang yang datang mendekat ke arahnya.


''mas, kamu sudah pulang,'' sambut Mika Seraya meraih tas kerja yang dibawa oleh Anwar. Anwar pun tersenyum dan mengec'up kening sang istri dengan lembut sepersekian detik.


Anwar duduk di sofa sembari merenggangkan tali dasi yang mengikat di lehernya, merentangkan kedua tangan pada kepala sofa dan menyilangkan kaki. dia menunggu Mika mengantarkan Secangkir Kopi, Pasti dia tahu Mika sedikit kewalahan Saat berjalan karena perutnya yang besar. tapi Anwar senang melihatnya karena di menurutnya Mika terlihat begitu seksi dengan penampilan yang seperti itu.


'' ini kopinya Mas.'' Mika menyerahkan Secangkir Kopi dan di letakkan di atas meja lalu Anwar pun meraih dan langsung menyeruput kopi panas tersebut.


Anwar berdecap Karena rasa kopi itu sungguh sangat enak apalagi tangan istrinya sendiri yang membuatnya.


'' Kenapa kamu tidak tidur saja sayang, Kasihan anak kita kalau harus ikutan bergadang karena nungguin Papanya pulang,'' ujar Anwar sembari mengusap perut buncit Mika.


Beberapa hari yang lalu mereka habis Periksa ke dokter kandungan dan mereka sangat bersyukur karena bayi mereka sehat dan sangat aktif. Mika juga selalu menerapkan makan makanan yang sehat dan bergizi, tak lupa pula dia mengkonsumsi vitamin dan minum minuman khusus untuk ibu hamil.


'' anak kita nggak mau diajak tidur kalau Papanya belum pulang,'' ucap Mika manja. kepalanya bersandar di bahu sang suami dan tangan Anwar pun langsung mengusap kepala Mika dengan sayang.


'' Ya udah ayo kita ke kamar Mas mau mandi Kamu istirahat ya karena ini sudah sangat larut, kamu pasti lelah seharian sudah beraktifitas di rumah.'' ucap Anwar penuh pengertian.

__ADS_1


'' ya Mas aku akan siapin air hangat sama baju ganti,''


''nggak usah sayang, biar Mas aja yang siapin air hangat, kamu siapin baju Mas aja ya.''


Mereka pun pergi ke kamar, Anwar langsung masuk ke kamar mandi dan Mika segera menyiapkan pakaian untuk suaminya. Lalu setelahnya dia berbaring dengan posisi miring karena kalau polisi telentang dia sudah tidak sanggup. karena nafasnya menjadi sesak.


Mika pun mengusap perut yang terasa ada bergerak-gerak. '' kamu aktif sekali sayang,'' ucap Mika yang merasai perutnya Ada tonjolan-tonjolan kecil.


Anwar keluar dari dalam kamar mandi dengan lilitan handuk. tubuhnya yang basah dan air menetes dari rambutnya membuat Mika terpesona, karena di kehamilannya yang sudah besar ini rasa untuk selalu bergulat dengan sang suami semakin tinggi Mika tersenyum meng*goda ke arah Anwar. Ia meliukkan tubuh di atas tempat tidur dan menaikkan sedikit dasternya hingga terpampang lah kedua pa*hanya yang mulus.


Anwar yang terpancing pun langsung mendekat dan mengerling.


" Kamu kenapa sayang, akhir-akhir ini kamu selalu meng*godaku," ucap Anwar dengan lembut. tangannya tak mau tinggal diam.


" aku pengen mas," desis Mika dengan manja.


" kamu pelan-pelan saja, jangan pakai tenaga dalam." Mika pun mulai menjelajahi tubuh Anwar Karena dia sudah sangat tidak sabar ingin di jelajahi oleh tubuh kekar sang suami. Mereka pun mulai aksi pemanasan untuk bergulat dan berakhir pada pertempuran panas.


Suara-suara yang begitu mantap menghiasi ruang kamar tersebut. Sementara seseorang yang baru turun dari kamarnya yang ada di lantai atas tak sengaja mendengar suara tersebut. Sontak rambut lehernya meremang dan mempercepat langkahnya ke dapur.


Anggi mengisi penuh gelas minumnya dan kembali ke kamar. Tengah malam kebetulan dia haus, tapi malah mendapati suara kedua kakaknya yang sedang tempur di atas ranjang membuatnya ingin segera menikah.


Dia ingin merasakan tempur sepasang insan yang berbeda jenis itu seperti apa.


"Aihh, kapan aku punya pacar." sungut Anggi. Dia kembali teringat cowok yang waktu itu dia lihat fotonya. Gadis itu pun kembali membuka layar ponselnya dan mencari gambar coeok yang di kaguminya tersebut.

__ADS_1


"Semoga, malam ini tidur gue nyenyak dan bisa mimpiin kamu ya abang ganteng," doa Anggi sebelum dia memejamkan mata. Harapannya begitu tinggi untuk bisa beryemu pria yang ada di dalam foto pada ponselnya.


''Aduhh, capek banget! Ini di mana sih, kok hutannya sepi banget!'' keluh Anggi yang berjalan menyusuri jalanan setapak di sebuah hutan. Dia ingat tadi pergi bersama dua orang yaitu kakak dan iparnya. Tapi kemana mereka.


Anggi terus memanggil-manggil nama sang kakak agar di dengar suara teriakannya. Langkahnya sudah mulai lemar karena lelah. Anggi berhenti di bawah pohon dan duduk berselonjor di sana.


Lalu muncullah sosok pria tampan yang ada dalam dekapannya. Anggi terpana dengan sosok yang datang ke arahnya dengan senyum menawan.


''Apa kau tersesat?'' tanya pria itu dengan lembut membuat hati Anggi tersihir.


''Iya, bisakah kakak tolong aku keluar dari tempat ini. Aku kehilangan kedua kakakku,'' lirih Anggi bersedih.


''Baiklah, ayo ikuti aku,'' ucap Pria itu lalu mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Anggi berdiri.


Anggi terus mengikuti langkah pria di depannya dengan hati berdebar. Rasanya dia sudah jauh melangkah tapi kenapa tidak ketemu jalan keluar dari tempat itu.


''Kak, tempat apa ini?'' tanya Anggi ragu. Dia menatap ke sekeliling yang hanya hutan saja. Waktu pun kiam semakin gelap.


Pria itu tersenyum tanpa menoleh ke belakang. Dia terus menggenggam tangan Anggi hingga bertemu sebuah pintu portal lalu mereka berdiri sejajar di depan pintu itu.


Gedebughh


''Awww!'' Anggi meringir memegangi pinggang rampingnya.


Dia kesakitan terjatuh dari tempat tidur, seketika matanya terbuka lebar.

__ADS_1


Kampre*t!' ternyata gue lagi mimpi,'' umpat Anggi kesal dan dia kembali naik ke tempat tidur. Semua yang barusan terjadi terasa begitu nyata. Lembutnya tangan pria yang membawanya pergi ke sebuah portal yang belum sempat ia singgahi.


__ADS_2