Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Part 23


__ADS_3

Tiba-tiba saja muncul ide di kepala Aji untuk menjadikan Bagas sebagai kambing hitam. Aji mengatakan bahwa tadi ia mencoba parfum Bagas yang baru di beli.


"Oh, ini bau parfum Bagas, Mi. Tadi pas Bagas nyobain aromanya, kena baju aku. Soalnya dia baru beli parfum secara online" terang Aji dengan hati-hati dan dengan ekspresi setenang mungkin, agar Mika tidak menaruh curiga.


"Oh... Ya deh. Kamu mandi dulu sana. Baukk" ucap Mika sambil menjepit hidung mancungnya dengan kedua jarinya.


"Iya deh, aku mandi dulu" sebelum beranjak, Aji mengecup kening Mika sekilas. Setelahnya ia berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Sementara Mika kembali melanjutkan obrolan mereka yang terjeda karena iklan Aji no mutu yang baru saja lewat.


"Sampai mana tadi kita ceritanya, Mei. Gue lupa" tanya Mika sambil menyeruput es dawetnya. Meisya pun ikut menyeruput minumannya sebelum melanjutkan obrolan yang tertunda.


"Tadi sampe lu di sebuah reztoran, Mi. Ada apa di sana? Kenapa pak Anwar menyuruh lu untuk mengelola reztonya itu" terang Meisya kembali mengingatkan obrolannya.


"Oh iya, itu.. Gue juga nggak tau sih, Mei. Tiba-tiba aja dia ngajakin gue ke sana. Terus juga dia nunjukin ke gue tempat khusus istirahat di bagian belakang rezto itu" ucap Mika secara detil.


"Wah, jangan-jangan dia punya maksud sama lu, harus hati-hati lu, Mi. Gue takut nanti lu di apa-apain sama dia. Mencurigakan banget" ungkap Meisya mewanti-wanti sahabatnya ini.


"Gue juga belum ngasih kabar ke beliau, soalnya.. Gue belum mutusin apa-apa soal tawarannya ini. Dia juga emang dari dulu udah baik kan sama gue. Mungkin, dia enggak mau kalo si Mona itu ngejebak gue lagi. Secara kan, gue karyawan terbaiknya dia" ucap Mika dengan membanggakan dirinya sendiri.


"Ya emang bener sih yang lu bilang. Pak Anwar dari dulu udah baik sama lu, lu juga karyawannya yang paling di sayang dan di special'in sama beliau" jawab Meisya membenarkan penjelasan Mika setelah di pikir-pikir tentang selama ini.


"Jadi, menurut lu gue harus kasih keputusan apa. Gue belum cerita juga sama Aji"


"Jadi, lu belum cerita sama laki lu, Mi?" tanya Meisya dengan heran.


"Belom" Mika kemudian nyengir.


"Ceritain aja dulu. Entar apa kata dia aja. Kalo gue selalu dukung keputusan lu, karena gue yakin. Itu yang terbaik buat hidup lu" ucap Meisya sambil merangkul pundak Mika sekilas.


"Iya, thanks ya, udah mau dengerin unek-unek gue" Mika memeluk Meisya dan di balas oleh Meisya.


Setelah mengobrol panjang lebar, Meisya berpamitan pulang, karena hari sudah mulai gelap.

__ADS_1


"Gue pulang dulu ya, Mi. Besok kalau ada waktu luang, kita sambung lagi" ucap Meisya sambil beranjak untuk meninggalkan ruangan.


"Oke, hati-hati lu di jalan" Mika mengantarkan Meisya sampai ke depan teras rumahnya. Setelah melambaikan tangannya, Mika kembali masuk ke dalam rumah.


"Udah pulang ya si Meisya, Mi?" tanya Aji saat Mika masuk kedalam kamar, sedangkan ia sendiri sedang memasang kaos oblongnya.


"Udah, baru aja," Mika duduk di tepi ranjang. "Aku, mau ngomong sama kamu, Pa" sambil menatap suaminya yang berjalan menghampirinya.


Aji duduk di tepi ranjang dengan kaki sebelah menapak di lantai, "mau ngomong apa sayang" tanya Aji sambil menjawil dagu Mika.


"Kamu kok genit sih, Pa. Tumbenan?" ucap Mika.


"Emangnya genit sama istri sendiri dilarang?, enggak kan" Aji menjeda sejenak ucapannya. "Ya udah, kamu mau ngomong apa, kayaknya penting."


"Emmm, aku di pindah tempat kerja sama pak Anwar. Tepatnya, aku di suruh mengurus reztonya yang baru selesai di bangun. Dan akan segera di buka" ucap Mika.


"Wah, bagus dong itu, Mi. Aku mendukung" Aji menanggapinya dengan antusias.


"Tapi, aku masih ingin santai di rumah, belom mau mikirin kerjaan. Lagian juga, aku masih kurang enak badan" ucap Mika dengan nada manja.


"Makasih..." masih dengan nada manja, senyum menggoda serta wajah di bikin seimut mungkin, dan bikin suaminya klepek-klepek seketika.


"Kamu kalo kayak gitu bikin aku pengen sayang'' ucap Aji dengan seringainya.


"Pengen apa?" tanya Mika sambil pura-pura tidak mengerti.


"Pengen makan kamu sekarang juga" Aji langsung merapatkan tubuhnya. Lalu merebahkan tubuh Mika ke ranjang dengan perlahan.


Mika masih memasang senyum menggoda iman, ia merangkul leher Aji saat ia di baringkan di ranjang.


"Boleh ya, Mi" ucap Aji sambil menggigit kecil cuping istrinya dengan lembut.


"Geli Pa.." desah Mika dengan suara yang tertahan. Aji mengungkung tubuh Mika di bawah tubuhnya. Jemarinya perlahan menelusuri wajah Mika dengan lembut, lalu beralih ke bibir Mika yang tanpa polesan. Dengan perlahan ia mulai memajukan wajahnya dan menyatukan bibir mereka. Aji memagut bibir bawah Mika dengan lembut. Mika pun membuka bibirnya untuk memberi akses agar Aji bisa dengan leluasa menjelajahi rongga mulutnya.

__ADS_1


Kini bibir itu saling melumatt, saling menyesap. Mata keduanya terpejam meresapi sensasi hangat yang menjamah tubuh masing-masing. "Ahh..." lenguh Mika saat tautan bibirnya terlepas. Ia menghirup oksigen sejenak. Setelah melepas tautan bibirnya, Aji menyesap leher Mika dengan lembut dan perlahan menjadi kuat, hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.


Mika kembali melenguh karena rasa yang kini menjalar ke tubuhnya karena rangsangan yang di sumbangkan oleh Aji.


Kini Aji beralih meramas kedua gunung kidul itu secara bergantian. Bibirnya menelusuri titik yang semakin membuat Mika menggelinjang.


Aji mulai melepaskan kancing baju Mika satu persatu. Setelah pakaian itu lolos, ia melemparnya ke sembarang arah, tatapan matanya sudah berkabut penuh gairahh. Aji mulai mencari pengait beha di balik punggung Mika. Dan menyesap tombol yang berwarna coklat muda yang sudah menegang. Lidahnya di main-mainkan di area bulatan itu, dan tangan sebelahnya menyusuri goa di pangkal paha Mika yang masih terbungkus.


Tak butuh waktu lama, tubuh keduanya sudah polos tanpa secuil kain yang menempel. Dan pergulatan di antara keduanya terjadi.


Bayangin aja sendiri ya. Aku enggak bisa nulisnya.


"Ah.. Ah..." desah Mika, kedua tangannya meramas rambut Aji dengan kuat, karena Aji menyambangi gunung kidulnya dengan rakus.


Setelah itu..... Aji membentang lebar kedua paha Mika, terlihatlah perahu dengan rerumputan hitam yang tak terlalu lebat mengelilingi perahu coklat milik Mika sudah terlihat basah.


Clakk.


Aji membuat penyatuan, ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan perlahan-lahan. Kemudian memaju mundurkan si sotong di dalam perahu miliknya yang selalu terasa sempit. Dengan ritme yang beraturan dari tempo lambat dan perlahan meningkat menjadi cepat.


Keduanya sampai secara bersamaan "Ahhhh...." lenguh Aji dan Mika secara bersama. Tubuh Aji ambruk ke samping dan langsung mendekap tubuh nakeed Mika.


"Makasih sayang, i love you" ucap Aji dengan nafas terengah, kemudian ia mengecup puncak kepala Mika dengan sayang.


-


-


-


-


Maafkan aku ya, aku enggak bermaksud membuat adegan ini. Tapi, kedua pasangan itu memberi kode kepadaku agar membuat sedikit adegan yang hangat. Ya udah, author cuma bisa pasrah.

__ADS_1


Mika sama Aji nggak percaya, kalo author belum pinter nulis hal-hal yang beginian.


__ADS_2