Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Part 32


__ADS_3

Aji bangun dari tidurnya dan hendak masuk ke kamar mandi. Di lihatnya Mika sedang berdiri memunggungi pintu kamar mandi dan tangannya memegang benda kecil yang bentukknya memanjang. Mika yang masih ragu-ragu untuk melihat hasilnya malah kaget dengan kedatangan Aji di belakangnya.


''Kamu sedang apa, Mi? Kok...'' ucapan Aji terhenti saat mematap ke arah jemari Mika yang sedang memegang alat tes kehamilan.


''Kamu hamil sayang!!'' seru Aji dan langsung merebut alat tes tersebut dari tangan Mika.


''Ehh, kembaliin sini, Pa. Aku belum liat hasilnya'' Mika menggapai tangan Aji yang terangkat ke atas. Aji segera menjauhkan dari jangakauan Mika. Sehingga Mika memeluk Aji agar dapat meraih lengan Aji. Namun, Aji langsung bergerak cepat untuk mengetahui hasilnya. Dan, terlihatlah garis berwarna merah satu buah.


Aji langsung menurunkan lengannya guna untuk memperjelas penglihatannya. Dan benar saja, penglihatannya tidak salah.


''Ini hasilnya negatifkan kalo garisnya cuman satu??'' Aji menunjukkan ke hadapan Mika. Dan langsung di sambar oleh Mika guna melihat kepastiannya.


''Wahhhh, ini sesuai dengan harapanku'' seru Mika dengan girang dan ia memeluk Aji dengan erat tanpa sadar.

__ADS_1


Ada rasa kecewa dari dalam lubuk hati Aji mendapati kenyataan bahwa istrinya itu ternyata belum juga hamil. Padahal vitamin yang ia tukar waktu itu adalah obat yang top markotop kata sang apoteker.


Ia tak membalas pelukan Mika dan menyuruh Mika untuk keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba rasa sesak di panjulnya tak dapat terbendung lagi.


''Keluar, aku mau buang air!'' titah Aji lalu mendorong tubuh Mika hingga keluar dari pintu kamar mandi.


''Gak pake dorong berapa sih!!'' gerutu Mika yang sudah kembali menghampiri ranjang. Dan ia meraih ponselnya yang tergeletak di bawah bantal. Lalu ia mengirim pesan pada Meisya untuk menepati janjinya pagi ini.


'Kenapa tidak berhasil ya, apa obat itu palsu. Hmm, apa aku ajak Mika untuk periksa saja ya, kenapa dia belum juga hamil. Padahal sudah satu bulanan dari waktu itu' gumam Aji dengan menatap wajahnya di cermin.


 


Aji telah berada di kantornya saat ini. Namun, ia enggan untuk membuka layar komputernya. Fikirannya masih tertuju pada Mika. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghubungi dokter untuk menanyakan tentang dugaannya yang belum pasti.

__ADS_1


Beberapa saat, Aji berteleponan dengan dokter dan mendapatkan kepastian yang akurat. Ternyata bahwa setelah penghentian mengkonsumsi pil kb itu tidak bisa langsung menjadikan istrinya hamil. Karena jarak waktu yang di butuhkan setelah penghentian alat kontrasepi itu bisa berjarak 1-3 bulan baru bisa hamil. Namun, kebanyakan wanita yang menghentikan penggunaan pil berjarak satu tahun baru bisa hamil. (sumber dari Alodokter)


Aji menghela napas setelah selesai mendapat penjelasan dari dokter yang ia telpon. Dan ia kini akan memberi keputusan pada Vivi tentang permintaannya semalam.


Dikarenakan Mika belum bisa memenuhi keinginannya, ia akan bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi waktu lalu. Tetapi, ia akan merahasiakan hingga waktu yang belum ditentukan.


Aji bergegas menuju ruangan Vivi dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Vivi yang melihat kedatangan Aji keruangannya dengan wajah kusutnya tersenyum adem menyambut kedatangan Aji.


''Ada apa dengan wajah mu ini sayang, kenapa kusut begini'' tanya Vivi dengan lembut. Lalu menuntun Aji duduk di sofa.


''Aku sudah memberi keputusan atas permintaanmu semalam'' ujar Aji.


''Loh, kenapa cepat sekali sayang. Apa kamu sudah tidak sabar untuk hidup berdua denganku'' ucap Vivi dengan wajah sumringahnya. Pasalnya kemarin, Aji meminta waktu seminggu untuk bisa memberi keputusan dari permintaan Vivi.

__ADS_1


__ADS_2