
Setelah lama menatapi foto kebersamaannya, Aji kembali meletakkan bingkai itu ke meja nakas. Dia mendongak keatas guna menetralkan penglihatannya yang buram karena air mata yang tak di undang mengalir begitu saja.
Sudah sangat lama terasa bagi Aji tapi apalah daya yang sudah tak dapat lagi menggapai hati Mika. Hanya pasrah yang dapat dia lakukan agar bisa lebih baik dalam pemulihan kondisi batin yang selama ini tersiksa.
Aji memutuskan untuk membersihkan diri ke dalam kamar mandi meski tak ada pakaian ganti agar terlihat lebih segar. Sekitar setengah jam, Aji keluar dari kamar menuju ke dapur. Mencari sumber air untuk membasahi kerongkongannya.
''Aku akan memulai dari nol lagi,'' gumam Aji. Dia menyeduh mie cup instan yang sudah tersedia di kulkas. Semangatnya tiba-tiba bangkit dan harapan baru itu muncul.
Sementara di kamar sebelah, Bagas masih mendengkur dengan mimpi indahnya. Tidur telentang dengan kaos yang tersingkap memperlihatkan otot perutnya tang mirip roti celup.
Aji sudah membawa mie yang sudah matang ke ruang tv dan duduk manis di sana. Aroma jeruk nipis menguar hingga ke ruang kamar tang Bagas tempati dan begitu menggoda perut yang sedang keroncongan. Aji begitu santai kenikmati setiap suapan dari garpu plastik bawaan dari kemasan makanannya.
Tidak butuh waktu lama, cukup dua menit mie itu sudah ludes. Seseorang menatap dengan sorot mata yang di sipitkan di ambang pintu membuat Aji menoleh karena merasa di perhatikan.
''Eh, lu ada di sini, Gas?'' tanya Aji sembari meletakkan cup kosongnya.
''Lu temen yang nggak ada akhlak, ya. Udah di tolongin bukannya ngebangunin gue. Malah enak-enakkan sarapan sendiri. Mana jatah gue?'' omel Bagas dan duduk dengan kasar di sofa depan Aji.
''Makasi udah setia dan selalu nolongin gue. Tapi, iler lu masih belepotan sampe berkerak tuh di sudut bibir. Bikin gue pengen muntahin ni makanan yang baru aja mau di giling sama lambung!'' cerocos Aji.
Reflek, ucapan pedas Aji membuat Bagas langsung meraba sudut bibir dan benar saja, dia merasakan ada yang keras dan seperti mengganjal dekat bibirnya. Dia pun segera kembali ke dalam kamar dan langsung mencuci wajah.
''Bikinin gue makanan. Nggak pake lama!'' teriak Bagas dari dalam. Aji yang baru saja akan bermain game di ponselnya pun jadi urung, dengan terpaksa dia kembali ke dapur dan menyeduh mie yang serupa.
Bagas pun keluar dari dalam kamar sudah dengan wajah yang segar dan mata belok khas dari bangun tidur. Dia segera menyantap sarapannya dengan lahap.
__ADS_1
Usai sarapan, Bagas dan Aji sibuk dengan ponsel masing-masing. Lama mereka saling diam hingga Aji yang memulai buka suara.
''Gas,'' ucap Aji dengan tatapan serius.
''Hmm,'' balas Bagas dengan deheman. Dia menatap ke arah Aji sekilas lalu meletakkan ponselnya dan siap mendengarkan apa yang akan Aji utarakan setelah ini. Bagas sudah siap mendengarkan dengan bersedekap dada.
Aji menarik napas panjang terlebih dahulu, lalu menghembuskannya dengan kasar. Begitu sudah merasa lebih baik, Aji kembali berbicara.
''Gue minta maaf sebelumnya,'' tutur Aji dan kembali diam melihat Bagas hanya memperhatikannya tanpa komentar.
Bagas masih menunggu apa tujuan Aji meminta maaf padanya. Ada segurat kekhawatiran yang datang menghampiri benak Bagas. Namun, dia menepisnya dan tetap tenang.
''Gue perhatiin belakangan ini, lu deket banget sama dia.'' Aji menyorot tatapannya pada Bagas.
Bagas akhirnya tahu arah pembicaraan selanjutnya, ingin menampik tapi memang kenyataannya akhir-akhir ini dia dan Mika memang sangat dekat meski biasa saja menurutnya. Hal itu ternyata menarik perhatian Aji yang masih menyimpan rasa cemburu melihat Mika dekat dengan lelaki lain meski itu sahabatnya sendiri.
''Hmm, yang gue liat...dia nyaman sama lu,'' ujar Aji lemah. Kekecewaan yang dia sembunyikan sangat terlihat di wajahnya. Aji terlihat sedang berfikir keras untuk membuat sebuah keputusan. Meski dia harus menahan rasa sakit yang amat dalam, tapi demi melihat orang yang di cintainya bahagia itu sungguh hal yang harus dia lakukan.
''Gue sama dia nggak seperti yang lu pikirkan, Bro.'' Bagas merasa sangat tidak enak dengan momen ini. Mengingat soal persahabatannya, Bagas tahu diri dan tidak mungkin bagi dia untuk mengambil apa yang bukan miliknya. Meski sebenarnya sah-sah saja.
''Buatlah dia bahagia, gue percaya sama, lu.'' Aji beranjak mendekati Bagas dan menepuk pundak sang sahabat untuk menenangkan hatinya. Keputusan yang di ambilnya belum di pikirkan secara matang, tapi dia harus merelakan. Satu hal yang menyakitkan adalah merelakan orang yang paling kita cintai bahagia bersama orang lain.
Hening, Bagas terpaku dengan ucapan Aji. Seoalah dunia berhenti berputar, dia baru saja mendapatkan bom yang siap di ledakkan kapan saja. Dia mencoba mencerna, apa yang sebenarnya Aji inginkan dengan memberikan ijin padanya.
''Gue?'' Bagas menunjuk wajahnya sendiri seperti orang bodoh seolah ada orang lain selain mereka berdua di sana.
__ADS_1
''Bahagiakan dia ..., jangan pernah sakitin. Jika itu terjadi, lu akan berhadapan langsung sama, gue!'' tukas Aji. Ini sebuah permintaan yang memaksa, Aji melakukannya dengan baik dan setenang mungkin.
Aji keluar dari rumah yang penuh kenangan itu dengan kepasrahan. Mencoba untuk lupa, tapi sangat sulit. Padahal, semangatnya baru saja akan membara langsung menguap begitu saja dan hilang entah ke mana begitu ingat kedekatan antara si dia dan dirinya.
Ingin rasanya menghilang dari muka bumi, tapi hal itu bukan solusi. Aji kembali ke rumah yang selama ini telah menampungnya dan juga ada seorang putri kecil yang lucu sedang menunggunya di sana.
-
-
-Halo semuanya, masih ada yang mau baca tulisan ceker ayam ku nggak nih. Sepi amat udah ngalahin kuburan. Kuburan aja sesekali rame, loh.
Author selalu horor kalau buka ni aplikasi, karena saking sepinya.
Buat yang masih setia mau baca dan selalu menunggu update nya aku ucapin makasih yang sebanyak banyaknya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, kasih jempol nya alias like, kasih lope nya alias favorite dan giftnya mau bentuk mawar atau kopi terserah kalian. silent reader juga aku ucapin makasi banyak.
Lope lope buat kalian semuaaa,
-
-
Ada yang nungguin Vivi nongol nggak?
atau mau Mika yang nongol untuk eps selanjutnya?
__ADS_1
Boleh komen ya, karena aku bakal up tetap sebulan sekali atau saat aku senggang dan otak bisa di ajak kerja sama.